
*****
"Kau perampok istri orang, aku bersumpah demi para dewa untuk membunuhmu dan menjadikanmu roh gentayangan yang tidak diterima di alam manapun"
"Aku tidak merampok, kau yang merampas kekasihku" teriak Ying Chan.
"Kalian berdua hentikan pertarungan" teriak Jing Mi, namun tidak berani mendekati dia orang yang sedang berhadapan untuk saling membunuh. Namun tidak ada yang mendengarkan Jing Mi.
"Jika kau ingin istrimu majulah"
Ao Xuan darahnya mendidih mendengar ucapan orang "aku tidak ingin wanita penjual cinta dan tubuh itu!! yang aku inginkan adalah membunuhmu sampai tidak berbentuk"
Ao Xuan menggeram dia langsung melesat maju sambil menebaskan Pedang Pelebur Jiwa, Ying Chan tidak tinggal diam dia melemparkan Pedang Bintang Pemusnah ke arah Ao Xuan, pedang ini memancarkan sinar hitam dan berputar menyerang ke bagian tubuh Ao Xuan dengan tidak terduga.
Ao Xuan yang tahu kalau senjata itu hebat dia tidak berani beradu senjata dan memilih menggunakan teknik langkahnya untuk menghindari serangan pedang, namun tidak bertahan lama disaat Ao Xuan menahan tusukkan yang mengarah ke lehernya pedang itu berubah arah dan menebas ke arah perut, Ao Xuan dengan cepat bergerak mundur namun gerakan pedang lebih cepat, perutnya terkena sabetan dan darah langsung mengucur membasahi pakaiannya. Jing Mi yang melihat berteriak khawatir.
"Hahaha, Ao Xuan lebih baik menyerah dan aku akan memberi pengampunan setelah itu kau angkat kaki jangan menginjakkan kaki di kerajaan Angin Timur"
Ao Xuan tidak menjawab dari mulutnya mengeluarkan asap putih, lalu Ao Xuan melompat tinggi ke atas dan dari kakinya muncul asap hitam menyelimuti dari telapak kaki sampai ke lutut lalu dengan cepat menyerang ke arah Ying Chan.
"Tendangan Pencabut Roh,rupanya di..dia menguasai teknik legendaris itu" ucap Ying Chan dengan penuh kejut.
__ADS_1
"Wuusshh"
"Wushhh"
Kaki Ao Xuan melesat menyerang bagian dada dan kepala Ying Chan disertai cahaya hitam yang berbau seperti terbakar, Ying Chan bergerak ke samping dan menggerakkan tangan. Pedang Bintang Penghancur dibawah kendali tangan melesat menahan serangan kaki Ao Xuan.
"Brukk... breettt"
Sambaran pedang mengenai kakinya dan merobek betisnya namun tidak dirasakan Ao Xuan, kaki kanan digerakkan untung menendang pedang itu. Pedang beradu dengan kaki Ao Xuan membuat pedang itu retak dan terlempar jauh ke bawah bukit dan menghilang di kegelapan malam. Ying Chan meleleh nyalinya melihat kejadian itu, dia yakin menang karena ada senjata pusaka. Namun dia tidak menduga teknik kaki milik Ao Xuan sangat hebat dan bisa memukul mundur Pedang Bintang Penghancur. Tanpa menunggu lebih lama Ying Chan melesat ke balik pohon kemudian kabur meninggalkan tempat itu.
"bangsaatt kau mau kabur kemana" Ao Xuan dengan cepat mengejar namun karena Ying Chan dengan cerdik menyembunyikan auranya ditambah malam gelap membuat Ao Xuan tidak berhasil mengejar. Ao Xuan segera hendak naik ke lebahnya namun Jing Mi dari samping memeluknya, merasa dihalangi Ao Xuan membentak marah.
"Ao Xuan kau sedang marah kita bicarakan dulu baik-baik" Jing Mi berucap lirih dan terduduk memeluk kaki Ao Xuan.
Ao Xuan mendengus dan menepis tangan Jing Mi "Jangan sentuh diriku lagi Jing Mi, mulai saat ini aku tidak Sudi melihat dirimu lagi, pergi kejar Ying Chan dan nikahi dia tapi bukan dengan tubuhnya melainkan roh jahatnya karena aku akan segera membunuhnya"
"Ao Xuan.."
"Jangan panggil namaku" Ao Xuan menjambak rambut Jing Mi hingga hiasan rambutnya berjatuhan ke tanah."Ingat malam perkawinan kita di batu Bukit Cinta itu, aku sangat mengasihimu sehingga tidak bersungguh-sungguh bersatu badan denganmu, sebagai istri bisa kudapatkan nanti bukan dengan disaksikan banyak orang yang punya adat gila itu!! menyuruh orang bersatu badan dan mereka menyaksikan,, sungguh gila aturan alam ini!"
"Ao Xuan jangan berkata seperti itu, ini adalah aturan dari leluhur" seru Jing Mi.
__ADS_1
"Kujaga baik-baik dirimu dimalam perkawinan, tapi kau dengan mudah hendak menyerahkan tubuhmu kepada pria bangsat Ying Chan, sungguh etikamu rendah sekali dimana martabatmu sebagai gadis tercantik kerajaan Angin Timur, kurasa gadis rumah bordil sekalipun jika dikawini baik-baik tidak akan berbuat serendah sepertimu" ucap Ao Xuan tajam. Jing Mi yang mendengar itu kaget, matanya membulat wajahnya memucat dan seluruh tubuh bergetar. Kedua tangan menutup mulut lalu dalam keadaan duduk ditanah dia bergerak mundur perlahan dan bangkit berdiri. Jing Mi menjerit kencang dan lari ke arah belakang batu besar yang ada jurang sangat dalam.
"Jing Mi" Ao Xuan berteriak dia mengejar karena sadar apa yang akan dilakukan Jing Mi namun hanya tangannya saja yang sedikit menyentuh pundak. Jing Mi terjatuh dan menjerit kencang sekali lagi didalam jurang lalu jeritan itu lenyap. Suasana menjadi hening bahkan angin pun tidak terdengar suaranya, Ao Xuan berlutut terkesiap dia mengulurkan tangan ke arah jurang.
"Jing Mi....." suara Ao Xuan bergema namun tidak ada jawaban hanya gema suaranya saja sebagai jawaban teriakannya.
******
Sehari semalam Ao Xuan telah selesai menyiapkan makam di lereng Gunung Shizuan, sore itu pekerjaannya selesai, sebuah makan sedalam satu meter telah siap untuk menerima jasad Jing Mi yang telah diawetkan sejenis herbal yang dicampur air khusus sehingga mengeluarkan aroma harum. Ao Xuan menggendong jasad Jing Mi dan meletakkannya di lubang makam. Ia menatap jasad istrinya yang sempat dinikahi selama tiga hari lalu mencium seluruh wajah Jing Mi dan bibirnya lama, cuaca sontak berubah awan menghitam dan kilat petir berkelebatan, tak lama kemudian hujan lebat turun menyiram bumi. Ao Xuan membuat penghalang agar air tidak membasahi makam. Kilat kembali menyambar sesaat Ao Xuan melihat keanehan, sepasang mata Jing Mi yang tertutup tiba-tiba terbuka dan senyum terukir di wajah cantiknya.
"Jing Mi,," Ao Xuan bergumam namun dia langsung tersadar lalu mulai menyusun batu dan menutup makam itu dengan tanah. Ao Xuan menancapkan batu pipih panjang dan mengukir batu itu dengan qi nya membuat tulisan.
"Jing Mi apapun yang kau lakukan dimasa sebelum kematianmu aku sudah memaafkan dan melupakan semuanya, dibawah hujan dan langit dengan disaksikan para dewa, aku Ao Xuan bersumpah akan membunuh penjahat Ying Chan untuk membalas sakit hati kematianmu, jika dendam sudah terbalas aku akan menyusul dirimu di Alam Akhirat dan kita bisa bereinkarnasi bersama,"
"Kau lihat Jing Mi, aku sudah menyiapkan makam disampingmu, kita akan bersama lagi kau harap Sudi menunggu" ujar Ao Xuan tersenyum dan melirik ke samping makam Jing Mi yang terdapat sebuah lubang. Memang Ao Xuan membuat dua makam, satu untuk Jing Mi dan satu untuknya.
"Istriku Jing Mi aku akan meninggalkanmu, aku akan kembali sering-sering dan melihatmu, kau tidur dengan damai para dewa akan menghiburmu, selamat tinggal Jing Mi" ucap Ao Xuan, dia mencium batu pipih yang menancap sambil mengusap tulisan yang dia buat
(Tempat istirahat istri terkasih Jing Mi, betapa besar cinta kita namun kini terhalang dinding pemisah, aku harap di Alam Akhirat kau menungguku suami tidak bergunamu Ao Xuan) lalu berjalan melangkah ke arah lebahnya. Dia melompat ke atas lebah dan terbang meninggalkan gunung Shizuan ditengah lebatnya hujan.
***** bersambung
__ADS_1