
*****
"Hah,,melelahkan sekali membunuh monster-monster merepotkan ini,,,"
Feng Xi yang tampak kelelahan mengistirahatkan tubuhnya dibawah pohon rindang,dia sudah meninggalkan padang pasir dan sampai dihutan,namun baru saja sampai dia diserang banyak monster Alam Kaisar dan Bumi,mau tidak mau Feng Xi membunuhnya dan dia sangat lelah.Dia memejamkan mata.Namun baru saja memejamkan mata terdengar suara langkah kaki menghampirinya.
"Heii lihat ada gadis disini apakah dia sudah mati? keadaannya berantakan sekali" kata pemuda berpakaian hijau.
"Hmm kurasa belum tapi kalau dilihat-lihat sepertinya dia habis bertarung dengan monster."
Feng Xi yang lelah pun merasa kesal karena istirahatnya terganggu dia membuka matanya dan menatap tajam.
"Siapa kalian,,berani sekali mengganggu istirahatku?" tanya Feng Xi
"Hoho tenang saja kami hanya kebetulan lewat"
"Heii kawan kelihatannya dia cukup cantik bagaimana kalau kita membantunya untuk membersihkan diri"
"Ide bagus..Nona kebetulan kami bertiga dari sekte matahari,,Nona ikutlah dengan kami nanti kami akan membantu merawat nona,,bukan begitu kawan?"
"Haha benar Nona daripada menjadi makanan monster,lebih baik ikut kami,kami bisa menjaga Nona dari Monster yang ada disini"
Feng Xi yang diam menyimak mengingat sesuatu dan lantas bertanya.
"Apakah kalian orangnya Yu Nan Tian?"
"Benar Nona,,rupanya nona mengenal Tuan Muda kami? sungguh berkah kalau nona sampai diperhatikan Tuan Muda.Tuan Muda kami selain tampan dia sangat menghargai yang namanya wanita" kata pemuda itu sambil menepuk dadanya.
"Cih,,hanya Tuan Muda mesum dan tidak berkemampuan saja disombongkan,aku tidak ingin basa basi cepatlah menyingkir!" Feng Xi yang sudah kesal pun berdiri menatap ketiga pemuda itu.
"Nona ini sangat sulit diatur,,ayo kawan kita tangkap dan serahkan ke Tuan Muda sebelum itu kita bersenang-senang dulu,,rugi kalau dia dibiarkan menganggur,,hahaha"
Feng Xi yang sudah kesal pun mengayunkan tangan dan hawa dingin menerpa ketiga pemuda itu dan menjadikannya patung es.Pemuda itu melotot kaget melihat dirinya terbungkus es tebal.Hawa dingin mulai merayap memasuki tubuhnya.
__ADS_1
Feng Xi tanpa basa basi langsung saja memukul ketiga patung es itu dan menghancurkannya.
"Cih merepotkan saja" Feng Xi berkata malas dan terbang melesat menuju tengah hutan,hari sudah beranjak sore.Feng Xi melihat ada gua kemudian masuk ke dalam.
Didalam gua yang terlihat bersih ada hawa dingin yang menyebar dari dalam gua.Feng Xi yang sudah lelah tidak terlalu perduli untuk memeriksanya,dia menuju ke arah batu besar kemudian tertidur sampai pagi menjelang.
Pagi harinya
"Hoamzz,,sudah pagi tak terasa aku sudah dua hari disini dan belum bertemu si rubah hitam."
Feng Xi bangkit dan berjalan menyusuri gua siapa tahu ada aliran air,untuk dia membersihkan diri dan berharap ada sesuatu untuk di makan.Memang para kultivator tidak memerlukan makan,bisa menggunakan Qi untuk mengganti rasa lapar.Namun Feng Xi si tukang makan jelas tidak akan tahan kalau tidak melihat makanan sehari pun.
Karena tidak menemukan sesuatu,Feng Xi kembali ke tempat awal bermaksud meninggalkan gua,namun hawa dingin yang terasa membuat Feng Xi penasaran.Dia memeriksa ke bagian dalam gua dan menemukan telur sekepalan tangan berwarna biru cerah dan hawa dingin keluar dari telur itu.
"Waahh ada telur,,akhirnya ada sesuatu yang bisa ku makan," Feng Xi berseru girang dan berlari ke arah telur.Dia mengambilnya dan memutar telur itu.Kemudian menggigitnya. Namun malah giginya sedikit ngilu.
"Aneh telur apa ini ada simbolnya,dan sangat keras" gumam Feng Xi sambil mengetuk-ngetuk telur.
"Ahh,,sudahlah sebaiknya ku simpan saja,nanti kalau bertemu si rubah hitam aku suruh dia masak" kata Feng Xi sambil menyimpan telur itu kemudian berjalan menuju keluar gua.
Mata Feng Xi membulat dengan mulut terbuka dan tanpa basa basi langsung melesat dan berteriak kencang
"Rubaahh hiittamm"
****
Sebelumnya di tempat Xiao Feng
Xiao Feng yang pagi hari sudah bangun dia terus bergerak menuju lokasi yang di tandai sistem.Kemarin setelah membantai monster kultivasi Xiao Feng naik dua tingkat.Jadi dia tidak melanjutkan perburuan dan beristirahat untuk memulihkan tenaganya.
Baru pagi hari ini Xiao Feng kembali berburu.Xiao Feng membantai puluhan monster tingkat Alam Bumi *4 dan sangat menguras Qi nya,,akhirnya setelah selesai dia istirahat sambil mengibas-ngibaskan kipasnya.
"Rubaahh hiittamm.."
__ADS_1
Disaat sedang duduk dia mendengar teriakan melengking dari samping kiri ada sosok yang melesat menabraknya.Dia tidak sempat mengelak dan jatuh bergulingan dengan posisi orang itu memeluk tubuhnya.
"Huhu,,rubah hitam kemana saja kau?? aku sudah tiga hari menderita" sosok itu memeluk Xiao Feng erat dan menggesek-gesekkan kepala di dada Xiao Feng.
Xiao Feng yang tahu itu Feng Xi agak kesal juga dikagetkan sedemikian rupa,dia menjitak pelan kepalanya dan berkata kesal.
"Xixi lepas dulu kau memelukku terlalu erat aku tidak bisa bernafas" kata Xiao Feng sambil melepas pelukan.
"Aduhh kau jahat sekali pada seorang gadis"
Feng Xi berkata dengan nada lirih dan mengusap-ngusap kepalanya membuat Xiao Feng merasa bersalah, dia kemudian duduk dan menatap Feng Xi.Gadis itu tampak sangat berantakan dengan baju putihnya dan wajahnya yang berlumuran darah yang sudah mengering.
"Xixi ma..maafkan aa..aku tidak sengaja ta..tadi itu spontan karena kaget.." Xiao Feng terbata-bata.
Feng Xi hanya menatap Xiao Feng sayu dan matanya berkaca-kaca membuat Xiao Feng kalang kabut.Dia spontan memeluk Feng Xi
"Xi..xixi maaf sungguh aku tidak sengaja" ucap Xiao Feng sambil mengelus-ngelus punggung Feng Xi.Sementara Feng Xi yang menghadap ke belakang Xiao Feng tampak menjulurkan lidah dan memicingkan sebelah mata.
Feng Xi kemudian melepaskan pelukan Xiao Feng kemudian berkata dengan nada sesedih mungkin sambil menunduk memainkan jari-jarinya.
"Aku beberapa hari ini sudah menderita,tidak ada makanan,arak,pakaian bahkan aku tersesat di padang pasir.Aku sendirian dan banyak monster hampir membunuhku dan aku sangat senang saat bertemu kau, tetapi kau tega memukulku,,dimana hati nuranimu sebagai pria sejati?"
Xiao Feng yang mendengar itupun merasa kasihan dan bersalah dia menatap Feng Xi lembut dan berkata pelan.
"Xixi maafkan aku,jika kau memaafkan aku,aku akan menuruti semua keinginanmu!"
"Benarkah rubah hitam?" tanya Feng Xi yang berusaha keras menahan tawa sampai badannya bergetar.Namun Xiao Feng malah mengira kalau Feng Xi bergetar badannya karena dia menangis.
"Benar Xixi apapun keinginanmu aku kabulkan termasuk memasak selama satu minggu pagi dan malam" kata Xiao Feng panik sambil mengangkat kedua jarinya.
"Baiklah kalau begitu bawa dulu aku ke dunia jiwa aku mau membersihkan diri"
Xiao Feng membuka dunia jiwa dan mereka pun masuk langsung menuju istana.
__ADS_1
****bersambung