
*****
Keesokan harinya dikediaman Xiao Dong kedatangan tamu dari kekaisaran, rupanya tamu itu adalah pengawal pribadi Huang Bifeng kedatangannya kali ini membawa sebuah pesan. Langsung saja Xiao Dong memanggil semua anaknya dan istrinya untuk berkumpul.
Xiao Dong duduk bersama Ratu Xiao Lian sementara Ketiga Pangeran duduk disampingnya.
"Langsung saja ada apa Tuan Ming berkunjung ke Youngzhou? "ucap Xiao Dong. Pengawal pribadi Huang Bifeng melihat sejenak ke anggota kerajaan lalu mengeluarkan sebuah gulungan kain.
"Aku kesini hanya untuk menyampaikan pesan dari kaisar"
"Baiklah silahkan Tuan Ming"
Tuan Ming membuka gulungan itu dan mulai membaca isinya.
"Atas nama Kaisar Huangzhou, aku ingin mengirimkan pesanku kepada Xiao Dong Raja Youngzhou, mengingat kematian adikku Hua'er yang lembut dan baik hati serta mengerti etika. Mendiang kaisar terdahulu dengan kebaikannya menikahkan dia dengan putra berbakat Youngzhou dan diberi gelar ratu. Karena langit cemburu atas masa mudanya, dia meninggal diusia muda. Kini sudah 18 tahun berlalu, saat aku mengenang masa lalu hatiku sangat sakit. Oleh karena itu aku ingin mengadakan persembahan untuk menunjukan rasa cinta terhadap sesama saudara!" ucap Yuan Ming selesai membacakan pesan kaisar, lalu menggulung kembali benda itu.
"Kaisar sudah semakin tua, akhir-akhir ini dia sangat merindukan saudaranya, kebetulan hari ini adalah ulang tahun ke 40 Tuan Putri Hua jadi karena itulah aku dikirim kesini" ucap Yuan Ming menambahkan, Xiao Dong dan lainnya mengangguk faham.
"Oh iya dia juga merindukan keponakannya"
"Feng'er beri hormat" ucap Xiao Dong. Xiao Feng berdiri dan menangkupkan kedua tangan dengan sedikit membungkukkan badan.
"Saya Xiao Feng, Pangeran Kedua memberi hormat kepada tuan"ucap Xiao Feng.
"Benar-benar tampan dan elegan memang memiliki darah kekaisaran kurasa Tuan Putri selalu menjaga dari atas sana" ucap Tuan Ming senang, dia pernah melihat Xiao Feng sekali ketika masih berumur satu bulan dan kini sudah besar dia tampak mengagumi Xiao Feng.
"Tuan terlalu memuji" ucap Xiao Feng lalu duduk kembali, Tuan Ming kemudian mengalihkan pandangannya ke Raja Xiao Dong.
__ADS_1
"Kalau begitu, apakah merepotkan pangeran untuk membawaku memuja tuan putri" ucap Tuan Ming, semua orang sedikit terkejut sebab altar pemujaan ratu terdahulu memang tidak ada, Xiao Dong hanya memakamkan Ratu Hua dibelakang kediaman Xiao Feng. Xiao Dong melirik Xiao Feng seolah memberi isyarat.
"Tuan sangat bijaksana, kami berterimakasih hanya saja perayaan ulang tahun ibunda dua hari lagi. Tuan telah lelah dalam perjalanan sebaiknya beristirahat dulu, nanti waktu pemujaan tiba aku sendiri yang akan menjemput tuan" ucap Xiao Feng. Tuan Ming mengangguk faham lalu kembali melihat Xiao Dong.
"Benar apa yang dikatakan Feng'er, sebaiknya Tuan beristirahat dulu" ucap Xiao Dong
"Kalau begitu saya menerima perintah"
"Kasim bawa Tuan Ming untuk beristirahat" perintah Xiao Dong
"Baik"
Tuan Ming kemudian bangkit dari duduknya lalu memberi hormat, setelah itu dengan diantar Kasim dia meninggalkan ruangan itu. Sepeninggal Tuan Ming Xiao Dong menghela nafas lega.
"Feng'er kau melakukannya dengan baik"
"Ayah sibuk dengan negara, peringatan ulang tahun ibu juga bukan pengaturan istana, cukup ananda saja yang selama ini memberi penghormatan namun sepertinya dalam dua hari kita harus mendirikan altar yang layak" ucap Xiao Feng.
******
Dua hari berlalu dengan cepat, pagi ini semua anggota kerajaan termasuk Mentri dan pejabat sudah berkumpul dilapangan dan ada sebuah altar bertuliskan nama Ratu Hua. Raja Xiao Dong berjalan dan berdiri diatas podium, Kasim membawakan gulungan kain. Xiao Dong menerima lalu membaca isi gulungan itu.
"Dalam persembahan ini, kami dari kerajaan Youngzhou mengenang Ratu Hua yang welas asih dan bijaksana, bulan tidak bersinar lagi langit menurunkan air deras tanda ikut berdua dengan kepergian ratu yang merupakan teladan diistana" Xiao Dong menutup gulungan kain dan memberikan kepada Kasim.
"Persembahan Raja"
Seorang pelayan laki-laki membawa nampan yang ada cangkir berisi arak diatasnya, Xiao Dong menerima cangkir itu dengan kedua tangan.
__ADS_1
"Mempersilahkan ratu menerima persembahan ini" ucap Xiao Dong lalu menyiramkan arak didepan altar, setelah selesai Xiao Dong menyimpan kembali cangkir ke nampan dan berjalan ke samping.
"Persembahan Pangeran Kedua!"
Xiao Feng berjalan ke depan altar dan pelayan memberikan cangkir berisi arak, Xiao Feng menerima cangkir dan berlutut
"Ibu terimalah persembahan dari anak tidak berbakti ini" ucap Xiao Feng lalu menyiramkan arak. Setelah selesai Xiao Feng bersujud satu kali lalu bangkit dan kembali ke tempatnya semula.
"Persembahan Ratu Lian!"
Xiao Lian maju dan menerima cangkir arak "Mendiang Ratu diatas langit terimalah hormatku" ucapnya, Sekilas bayangan dirinya ketika masih menjadi selir terlintas dikepalanya. Disaat itu semua orang mencemooh dia karena Xiao Lian hanya berasal dari rakyat biasa saja. Xiao Lian saat muda melihat kemesraan Xiao Dong dan Ratu Hua timbul iri hati.
Xiao Lian bergetar badannya ketika bayangan Ratu Hua kembali muncul dikepalanya dan hal aneh terjadi cuaca yang tadinya cerah mendadak mendung dengan suara guntur dan angin berhembus kencang. Semua orang sedikit terkejut dengan perubahan cuaca ini, Xiao Dong diam saja melihat Xiao Lian masih memegang cangkir.
"Ratu apakah baik-baik saja" tanya pelayan yang membawa nampan ketika melihat Xiao Lian diam saja, Xiao Lian terperanjat dan cangkir di tangannya terlepas jatuh ke tanah, Xiao Dong dan yang lainnya terkejut bahkan Tuan Ming mengerutkan keningnya.
"Duarrr!"
Suara petir terdengar dan mengejutkan semua orang, Xiao Lian juga sangat kaget sampai terduduk diatas tanah. Xiao Jun segera maju dan membantu Xiao Lian berdiri.
"Ibu ada apa denganmu, berdiri dulu" ucap Xiao Jun, lalu dia berkata lagi "Kenapa masih diam saja cepat akhiri ini"
"Diam,, upacara ini ini belum selesai" ucap Xiao Dong pelan namun nadanya terdengar geram.
"Ibu mari ke sebelah sini" ucap Xiao Jun lalu membawa Xiao Lian ke pinggir
"Persembahan Pejabat!"
__ADS_1
Semua pejabat dan mentri kini bergiliran memberikan persembahan satu persatu. Xiao Dong terlihat dari wajahnya menggelap apalagi melihat ekspresi Tuan Ming yang seperti menahan amarah dengan kejadian barusan yang terjadi. Xiao Feng hanya diam saja memperhatikan jalannya upacara. Tak berselang lama upacara persembahan telah selesai dilakukan, semua orang kini kembali ke kediamannya masing-masing termasuk Xiao Dong yang berjalan bersama Xiao Lian dan Kasim. Xiao Jun yang tadinya ingin mengantar ibunya mengurungkan niatnya setelah melihat tatapan tajam Xiao Dong.
*****bersambung