Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 340


__ADS_3

****


Xiao Feng memasuki arena penonton, dia memandang sekeliling nampak bangku sudah terisi penuh.


"Xixi bagaimana ini semua bangku sudah penuh" ucap Xiao Feng, Feng Xi dan Lin Mei Ling pun juga melihat ke arah barisan kursi penonton.


"Hai nona-nona cantik kenapa berdiri saja disitu, lebih baik duduk disini bersamaku" sebuah suara terdengar, mereka melihat ke arah orang yang berbicara dan Xiao Feng tersenyum tipis ternyata yang berbicara adalah anaknya Tabib Ni yang tempo hari dihajar Xiao Feng.


"Tuan Muda Ni, kita bertemu lagi" ucap Xiao Feng ramah, Ni Feng yang baru sadar ada Xiao Feng seketika ketakutan sekaligus marah dia berdiri menunjuk Xiao Feng.


"Kau yang tempo hari di penginapan itu kan, bagus sekali kau datang jadi aku tidak perlu mencari mu jauh-jauh, hari ini aku akan membalas perbuatanmu!" ucap Ni Feng lalu memberi isyarat dengan gerakan tangan dan muncul dua orang pria tua dengan kekuatan Raja Berlian *3.


"Heh aku mau lihat bagaimana kau bisa lolos mereka pengawal pribadi ayahku dan sudah dialam Raja Berlian *3 kau akan tamat" ucap Ni Feng pongah, Feng Xi langsung saja menyembur tawanya.


"Hahaha tuan muda kau mengandalkan dua kakek tua ini, ckck kau tidak berkemampuan" ucap Feng Xi.


"Nona cantik biarpun kakek tua tetapi sangat kuat asal kau dan temanmu yang cantik itu mau bersamaku kelak kedua pengawal ini ku serahkan dan masa depan kalian akan terjamin, aku adalah tuan muda Asosiasi Tabib dan Alkemis Xuanhuan" Ni Feng berkata bangga, Feng Xi kembali tertawa.


"Jika kau pria jangan berlindung dibelakang wanita!"


Penonton yang melihat kejadian itu hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Menyinggung Asosiasi Xuanhuan, anak muda itu akan tamat"


"Benar sayang sekali dua gadis yang cantik itu akan sial bertemu dengan Ni Feng"


"Pengawal cepat ringkus mereka, jika ada yang menganggu aku akan bertanggung jawab" seru Ni Feng yang sudah tidak sabar.


"Baik,, anak muda salahkan nasibmu yang sial menyinggung tuan muda kami" ucapnya lalu bergerak menuju Xiao Feng namun sebuah suara terdengar menghentikan mereka.


"Tunggu"

__ADS_1


Semua orang melihat ke arah sumber suara dan terlihat dua pria tua berjalan menuju ke tempat Xiao Feng dan Ni Feng. Ni Feng yang melihat seketika senang karena yang datang adalah ayahnya dan Tuan Hong yang merupakan alkemis kerajaan.


"Haha ayahku datang,, ayah dia orangnya yang menindas ku kemarin" ucap Ni Feng ketika Tabib Ni dan Tuan Hong sudah sampai, Tabib Ni tadinya ingin marah namun ketika melihat sosok yang ditunjuk anaknya seketika terkejut. Dengan segera dia memukul kepala Ni Feng hingga terjatuh ditanah, Ni Feng yang heran melihat ayahnya.


"Ayah kenapa kau memukulku harusnya dia!"


"Dasar anak kurang ajar, diam kau!" ucap Tabib Ni lalu mendekat ke arah Xiao Feng dan menangkupkan kedua tangan.


"Salam Master Feng, maaf aku tidak mengajari anakku dengan baik!"


"Salam Tabib Ni, salam Tuan Hong!"


Semua orang terkejut bahkan Ni Feng mulutnya terbuka lebar dengan mata melotot.


"Apaan, ayah bersikap sopan seperti itu!"


"Hah bisa begini, kukira tabib Ni akan menghajar tuan muda itu, malah memberi hormat!"


Berbagai ucapan yang menyatakan ketidakpercayaan keluar dari mulut penonton yang lain, mereka mengira Xiao Feng akan mendapat masalah justru malah sebaliknya. Feng Xi dan Lin Mei Ling tidak kaget dengan itu semua apalagi Bai Hu dan Qing Long yang sudah menduga tuannya selalu mengesankan.


"Mari master Feng" ucap Tabib Ni lalu mengajak Xiao Feng dan rombongannya menuju tempat duduknya Ni Feng dengan wajah kesal terpaksa mengikuti. Kini Xiao Feng duduk bersama Tabib Ni dan Tuan Hong sedangkan Feng Xi dan Lin Mei Ling duduk disebelah kanan Xiao Feng, Bai Hu dan Qing Long tentu saja berdiri dibelakang tuannya. Seorang pelayan pun datang menyajikan arak.


"Aku kira tuan muda Feng akan ikut kompetisi" ucap tuan Hong sambil menyesap arak.


"Tadinya aku ingin ikut tapi aku membatalkannya"


"Haha benar sekali jika tuan muda ikut nanti para generasi muda akan jatuh mentalnya karena tuan muda pasti menang dengan telak" ucap Tabib Ni sambil tertawa.


"Apa hebatnya kulihat dia hanya tuan muda manja saja bermodalkan wajah tampan saja" ucap Ni Feng, tabib Ni kembali memukulnya.


"Apa kau tahu, siapa dia?"

__ADS_1


"Siapa ayah?"


"Dia yang menyembuhkan penyakit anak kecil yang tidak bisa kusembuhkan dan teknik pengobatan maupun membuat pil aku dan tuan Hong saja jauh dibawahnya"


"Apa!!"


Ni Feng dengan wajah terkejut melihat Xiao Feng


"Tuan muda maafkan anakku yang memang suka mencari masalah" ucap tabib Ni


"Tidak apa-apa aku orangnya tidak perhitungan, namun dia menginginkan wanitaku jadi,,,"


"Aku akan menanganinya tuan muda,, pengawal bawa dia hukum cambuk 100x dan biarkan dia merenungi kesalahannya" ucap Tabib Ni.


"Baik tuan!"


"Ayah tidak jangan hukum aku!" Ni Feng pun dibawa paksa oleh pengawalnya.


"Feng'er ayah melakukan ini demi kebaikanmu, jika tuan muda Hei Feng Xi yang turun tangan kau akan lebih parah dari ini" gumam Tabib Ni.


"Cara bertindak tabib Ni aku suka,, oh iya kenalkan ini istriku Bai Feng Xi dan ini Lin Mei Ling" ucap Xiao Feng


"Haha aku kira tuan muda belum menikah ternyata sudah memiliki dua istri dan lagi sangat cantik haha,, Hei Feng Xi dan Bai Feng Xi sungguh nama yang serasi dan cocok dengan kalian!" ucap Tuan Hong, kedua gadis itu sama-sama memerah wajahnya ketika disangka istri oleh kedua tetua berpengaruh itu yang satu karena bahagia yang satu dengan perasan rumit, Xiao Feng sendiri tidak berkilah karena percuma menjelaskan.


Mereka pun menyaksikan pertandingan yang sudah memasuki babak perempat final, rupanya para peserta masih muda dan ada juga perwakilan dari Asosiasi Xuanhuan.


"Baiklah babak perempat final kita mulai, didepan kalian ada bahan-bahan pil Pemurni Jiwa. Tantangannya adalah kalian membuat pil pemurni jiwa tingkat 4 dengan kualitas 5 waktunya satu jam!" seru pembawa acara segera para peserta menggunakan tekniknya masing-masing untuk membuat pil tersebut. Pil pemurni jiwa memang pil yang umum beredar dikerajaan dan mudah dijumpai namun kualitas yang dijual dipasaran terlalu standar jadi kompetisi kali ini untuk mengukur pemahaman ****** jiwa dan api seorang alkemis, Xiao Feng juga melihat para peserta memang memiliki bakat dalam alkemis, namun dia melihat ada satu peserta yang paling muda dengan sudah mencapai level Guru.


"Anak ini memiliki garis keturunan Dewa Obat tapi belum sepenuhnya terbangun!" gumam Xiao Feng.


*** bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2