
***
Xiao Feng tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuju ibukota kerajaan selain jaraknya tidak terlalu jauh begitupun dengan kecepatannya tentu bukan hal yang sulit mencapai ibukota dengan cepat dari kota Mawar Putih, suasana kota sudah ramai banyak sekali orang-orang dari berbagai klan dan sekte memasuki ibukota sampai pihak istana mengerahkan penjaga tambahan digerbang.
Xiao Feng berjalan santai menuju gerbang dan dia merasakan aura dari bawahannya, benar saja Bai Hu dan Qing Long pun muncul.
"Tuan!" ucap Bai Hu dan Qing Long bersamaan.
"Kalian sudah kembali?"
"Sudah tuan, namun kami belum menemukan petunjuk" ucap Bai Hu.
"Tidak perlu karena aku sudah terlebih dahulu memusnahkannya!" ucap Xiao Feng
"Tuan memang terbaik selain tampan dan kuat selalu bergerak cepat dan tuntas" ucap Bai Hu
"Sudahlah jangan menjilatku, ayo kita masuk sepertinya akan ada hal menarik"
"Maksud tuan?"
Qing Long memukul kepala Bai Hu dari belakang "Kau sebagai hewan dewa kenapa menjadi bodoh, apa kau tidak merasakan ada beberapa aura hitam termasuk aura pembunuhan memasuki kota" ucap Qing Long dengan wajah datarnya.
"Hehe aku baru menyadarinya" ucap Bai Hu sambil menyengir.
"Sudahlah ayo masuk, kita awasi dulu ibukota ini aku curiga ada orang yang berniat buruk!" ucap Xiao Feng lalu berjalan memasuki kota diikuti kedua bawahannya.
"Identitasnya Tuan muda?"
Xiao Feng menyerahkan tokennya dan penjaga mencatat di buku kecil "Biaya masuk satu batu roh rendah untuk satu orang" ucap penjaga, Bai Hu maju selangkah.
"Apa kau mau merampok hah!" ucap Bai Hu dengan tinju diacungkan, penjaga menjawab dengan tenang "Tuan muda ini sudah aturan, karena akan ada hari besar dari istana menaikkan pajak, aku hanya pelayan saja jika mau protes ke istana saja!" ucap penjaga.
"Kau!"
"Sudahlah Bai Hu kita tidak semiskin itu hanya dengan batu roh" ucap Xiao Feng lalu melemparkan batu roh kelas tinggi.
"Hmm batu roh kelas tinggi kalian boleh masuk,, apaaaa ba,, batu roh kelas tinggi?" ucap penjaga dengan mulut terbuka lebar lalu memeriksa lagi batu roh, dia hendak berkata lagi namun Xiao Feng dan kedua bawahannya sudah menghilang memasuki kota.
"Tidak kusangka dia begitu kaya,, aku berharap mereka tidak perhitungan denganku!" ucap penjaga
Didalam kota Xiao Feng berjalan santai dia mengamati hiruk pikuk kota yang ramai, orang berlalu lalang, menjajakan dagangan, anak kecil berlarian namun semuanya tampak aman terkendali. Itu bisa terlihat ada beberapa orang berpakaian zirah kerajaan terlihat dibeberapa titik.
__ADS_1
"Kita cari penginapan dulu!"
"Apa tuan tidak ingin ikut kompetisi alkemis itu?" ucap Bai Hu, Xiao Feng menggelengkan kepalanya pelan.
"Tadinya aku ingin ikut, tetapi aku mengurungkan hal itu terlebih akan ada pergerakan kelompok yang jelas tidak tahu maksudnya baik atau buruk" ucap Xiao Feng.
"Bukankah ini tanggung jawab kerajaan kenapa kita harus repot" Bai Hu berkata seolah protes.
"Karena Zhu Lian ada disini dan ini kerajaannya aku sebagai teman tidak mungkin duduk diam saja,, terlebih jika ada sesuatu poinku bisa bertambah" ucap Xiao Feng tentu saja perkataan terakhirnya dia ucapkan dalam hati, Bai Hu menganggukkan kepalanya faham, dia tahu kalau tuannya menjunjung tinggi keadilan dan tidak suka penindasan yang berefek kepada kesengsaraan rakyat apalagi tuannya juga seorang pangeran.
Xiao Feng pun memasuki sebuah penginapan dan disambut pelayan.
"Selamat siang tuan muda, selamat datang di penginapan kami ada yang bisa kami bantu?!"
"Aku mau memesan kamar"
"Sebentar aku periksa dulu" ucap pelayan wanita sambil membuka buku.
"Sepertinya kamar sudah penuh dan ada sisa satu saja di lantai tiga dan itu ruangan VIP" ucap pelayan.
"Berapa harga permalamnya?"
"Baiklah" ucap Xiao Feng lalu mengeluarkan batu roh tingkat tinggi, namun tiba-tiba muncul beberapa orang berpakaian putih masuk dan menyela.
"Aku mau kamar itu" ucap pemuda yang kira-kira berumur 25 tahunan. Xiao Feng melirik sekilas ke arah pemuda itu.
"Kenapa apa kau tidak senang?" ucap pemuda yang melihat Xiao Feng meliriknya.
"Atas dasar apa kau merebut milikku?" tanya Xiao Feng.
"Hahaha aku adalah Ni Feng tuan muda Asosiasi Xuanhuan tentu saja aku berhak" ucap pemuda itu, Xiao Feng tersenyum tipis.
"Apa bukankah dia anak dari tabib Ni yang terkenal itu?"
"Benar, anak muda itu berani menyinggung anak tabib Ni aku merasa dia sangat sial"
"Kabarnya tuan Ni Feng selalu mendapatkan apa yang dia mau"
Bisik-bisik pengunjung lain terdengar cukup jelas, Ni Feng yang merasa diatas angin dengan pongah menunjuk Xiao Feng.
"Lihat mereka saja tahu aku siapa kau pasti hanya tuan muda dari klan kecil sebaiknya lekas menyingkir" ucap Ni Feng dia merasa dengan statusnya dia akan menang, namun Bai Hu tanpa basa-basi langsung menendang Ni Feng hingga keluar.
__ADS_1
"Buukk!"
"Brukkk!"
"Uhukkk,, ini sakit sialan!" ucap Ni Feng yang bangkit berdiri dibantu pengawalnya.
"sekali lagi berani menunjukkan telunjukmu kepada tuanku kau akan tamat" ucap Bai Hu dingin.
"Brengsek pengawal tangkap dan hajar mereka"
"Baikk!"
"Buukk,, bukkk,, paww,, booom,, brakk!"
"Aww,, uuhh,, arrghh,, aku menyerah jangan pukul lagi"
Terlihat Bai Hu menepuk kedua tangannya dan membelakangi lima orang pengawal Ni Feng yang sudah babak belur dan ditumpuk menjadi satu, Ni Feng semakin terkejut melihatnya.
"Kaa..kau tunggu saja ayahku pasti akan membalasmu!" ucap Ni Feng sambil berlari terbirit-birit.
"Tidak kusangka tuan muda ini memiliki pengawal kuat"
"Benar dan mereka semua sangat tampan,, tuan mudanya sangat tampan pengawalnya juga sangat tampan,, aahh rasanya salahsatu dari mereka mau padaku aku juga tidak akan menolak"
"Benar kata orang pria yang serius dan kuat terlihat sangat tampan"
Xiao Feng menggelengkan kepala pelan "Sudahlah ayo masuk,, mana kuncinya?"
"Iya ini tuan muda" ucap pelayan dengan sedikit takut,, rupanya setelah melihat anak buah Ni Feng dihajar Bai Hu pelayan pun memahami kalau Xiao Feng pasti berlatar belakang luar biasa hingga tidak takut akan Asosiasi Tabib dan Alkemis Xuanhuan.
Xiao Feng sudah berada dikamarnya, Qing Long dan Bai Hu berdiri didepan pintu kamar menjadi penjaga, Xiao Feng duduk didekat jendela sambil menyesap teh dan memandang ke arah kerumunan karena hari masih pagi, rencananya siang dia akan menuju alun-alun untuk menyaksikan kompetisi. Pandangannya tiba-tiba melihat sosok yang tidak asing bergerak ke arah alun-alun.
"Dia,, tidak mungkin ada disini!" ucap Xiao Feng lalu berdiri "Bai Hu, Qing Long"
"Ya tuan" ucap keduanya saat setelah membuka pintu.
"Ikut aku ke alun-alun cepat" ucap Xiao Feng sambil melompat keluar melalui jendela, Qing Long dan Bai Hu yang masih bingung pun terpaksa mengikuti tuannya.
"Kenapa cepat sekali menghilang,, sialan!" gumam Xiao Feng, entah panik atau bagaimana dia sampai lupa menggunakan teknik matanya, padahal dengan teknik matanya sangat mudah menemukan sosok itu.
*** bersambung ***
__ADS_1