
****
Pagi pun datang dengan cepat
Disaat semua orang masih terlelap dipagi hari yang bahkan sinar matahari belum muncul Xiao Feng sudah bangun lebih awal, dia mencuci wajahnya lalu memakai pakaian biasa.
Turun ke bawah dia berpapasan dengan Feng Xi yang baru bangun juga dan baru keluar kamar menampilkan wajah bantalnya dan rambut sedikit berantakan.
"Xixi tumben kau bangun pagi?" sapa Xiao Feng, Feng Xi terkejut lalu dengan cepat merapikan rambutnya, wajahnya memerah.
"Sial si rubah hitam malah sudah bangun, mau di taruh dimana wajahku dia pasti menertawakan penampilanku yang berantakan" gumamnya dalam hati.
"Aku sudah cukup tidur dan terbangun" mendengar itu Xiao Feng tertawa kecil.
"Baiklah aku berencana ingin berjalan-jalan sekalian mau membangun sebuah tempat untuk melatih fisik generasi muda klan Xiao kau mau ikut?" ucap Xiao Feng, Feng Xi menganggukkan kepalanya.
"Ayo,, tunggu sebentar aku merapikan dulu rambutku" ucapnya sambil melesat ke kamarnya dan menutup pintu dengan keras sampai Xiao Feng terperanjat kaget.
Tak berselang lama Feng Xi sudah siap. Keduanya lalu berjalan keluar kediaman berjalan-jalan di kediaman klan Xiao yang masih diselimuti dinginnya pagi. Belum banyak orang beraktifitas hanya beberapa pelayan yang sudah sibuk dan memberi hormat ketika Xiao Feng dan Feng Xi melewatinya.
"Pantas tuan muda tidak tertarik dengan gadis klan Xiao rupanya pasangannya sangat cantik"
"Benar kurasa Dewi juga tidak ada yang bisa menyamai kecantikannya"
"Aku sebagai wanita merasa iri, kalau memiliki setengah kecantikan nona itu akan sangat bahagia hidupku hahaha"
"Husshh jangan bergosip cepat bekerja nanti tuan muda marah"
Xiao Feng dan Feng Xi hanya tersenyum ringan mendengar ucapan para pelayan yang memujinya.
"Feng Ge setelah ini apa rencanamu?" Feng Xi membuka percakapan, ditangannya sudah tampak sebuah kue kering yang entah dari mana. Xiao Feng mengelus dagunya sejenak.
"Hmm kurasa aku akan berada disini beberapa waktu lagi, setelah generasi muda klan Xiao dan bisnis menunjukan perkembangan dan stabil kita akan ke bagian inti pusat alam dewa, kurasa Bai Hu, Qing Ling, Zhu Que dan Zhu Yue berada disana" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
"Benar juga sudah lama mereka tidak memberi kabar, tapi apa kau yakin mereka berada disana?"
"Sepertinya cuma untuk lebih tepatnya mereka dimana aku juga tidak tahu, mereka sedang mencari anggota ras mereka"
Xiao Feng dan Feng Xi sudah sampai dihalaman belakang kediaman klan Xiao dan memasuki pagoda sepuluh tingkat untuk melihat perkembangan generasi muda klan Xiao, Yuan Li yang melihat kedatangan Xiao Feng langsung memberi hormat.
"Bagiamana Yuan Li perkembangan mereka?" ucap Xiao Feng.
"Tuan muda mereka cukup bagus ada beberapa peningkatan. Beberapa orang sudah memasuki lantai ketiga termasuk Xiao Yu baru bisa mencapai lantai 4" Yuan Li menjelaskan, Xiao Feng menganggukkan kepalanya faham namun peningkatan mereka menurutnya masih kurang seharusnya setelah empat bulan di pagoda dia memprediksi semua orang sudah bisa naik ke lantai empat.
Tetapi mengingat mereka pada awalnya tida begitu tertarik pada kultivasi berimbas pada kurangnya latihan mereka Xiao Feng cukup memaklumi.
"Baiklah kau lanjutkan jika semua orang sudah naik ke lantai 5 suruh mereka keluar dulu untuk berlatih fisik,, oh iya kau susul aku setelah ini" ucap Xiao Feng lalu dia bersama Feng Xi menuju sisi kanan pagoda dan Xiao Feng mengeluarkan sebuah kotak seukuran rumah yang dibeli dari toko sistem.
Boom!
Kotak mendarat di tanah menimbulkan getaran halus, kotak itu hanya memiliki satu pintu saja. Xiao Feng memasuki pintu dan langsung membuat segel tangan.
Wusshh!"
Xiao Feng kembali membuka toko sistem dan membeli peralatan untuk menempa fisik seperti dua buah bola besi yang dihubungkan batang besi berbagai ukuran dan berat untuk melatih otot fisik tangan dan lain sebagainya termasuk untuk melatih otot perut dan kaki.
"Feng Ge aku baru pertama kali melihat beberapa benda aneh ini?" ucap Feng Xi yang melihat berbagai peralatan sudah terpajang rapi dan ada lintasan dengan berbagi benda sebagai rintangan terdapat disudut kotak.
"Ini berguna untuk melatih fisik, jika kau ingin mencoba juga boleh nanti ku tunjukkan caranya tapi tidak boleh menggunakan energi Qi harus murni kekuatan fisik" ucap Xiao Feng, Feng Xi menganggukkan kepalanya lalu berjalan dan meraih satu benda berupa dua bola besi yang dihubungkan batang besi.
"Sepertinya tidak sulit kelihatannya ringan" ucap Feng Xi sementara Xiao Feng hanya tersenyum saja namun gadis cantik itu mengerutkan keningnya karena benda itu sedikit berat.
"Haha tentu saja sedikit berat, aku sudah menyesuaikan berat benda ini sesuai kultivator ranah Dewa jika itu mudah diangkat bukan latihan namanya" ucap Xiao Feng sambil mengambil dengan enteng, Xiao Feng memperagakan sedikit cara penggunaannya dengan menaik turunkan benda itu.
"Sini biar kucoba"
"Untuk pertama jangan langsung yang berat tapi yang itu dulu" ucap Xiao Feng, Feng Xi kemudian mengambil satu lagi yang ukurannya lebih kecil.
__ADS_1
"Begini?"
"Salah,, bulan seperti itu" ucap Xiao Feng lalu berjalan dan berdiri dibelakang Feng Xi.
"Nah tangan dari bahu sebatas siku harus lurus sedangkan dari siku sampai ke telapak digunakan untuk menaik turunkan benda ini" Xiao Feng berkata sambil memperagakan. Dengan posisi tubuhnya dibelakang Feng Xi ditambah dia memegang tangannya seolah sedang memeluk membuat gadis cantik itu memerah wajahnya, apalagi aroma wangi tubuh Xiao Feng tercium begitu memabukkan.
"Sial, si rubah hitam malah seperti memelukku, dadanya yang hangat begitu terasa di punggungku nyaman sekali" guma Feng Xi dalam hati.
Feng Xi malah tidak fokus mendengar Xiao Feng dia malah mematung membiarkan tangan Xiao Feng melakukan gerakan menaik turunkan beban di tangannya. Xiao Feng merasa Feng Xi diam saja mengerutkan kening.
"Apa kau sudah faham?"
"Eh,, iya faham apa?" gadis cantik itu tergagap dan seketika langsung menghilangkan fikiran aneh-aneh dikepalanya. Xiao Feng menangkap gelagat mencurigakan langsung tersenyum jahil.
"Xixi, kenapa kau tidak fokus apakah nyaman seperti ini?" Xiao Feng berkata lirih seperti berbisik di telinga Feng Xi, gadis cantik itu meremang tubuhnya lalu berbalik mendorong Xiao Feng dan lari seperti kelinci kecil yang ketakutan.
Xiao Feng tertawa melihat Feng Xi yang lari dengan wajahnya yang memerah sampai ke leher, dia menimbang-nimbang beban lalu menyimpannya dan berjalan keluar kotak.
Yuan Li yang baru sampai kaget melihat sebuah kotak dan muncul Feng Xi, namun dia lebih kaget lagi melihat wajah Feng Xi yang memerah.
"Nona Feng apakah tuan muda ada didalam?"
Yuan Li bertanya namun Feng Xi tidak menjawab dia langsung melesat pergi. Yuan Li menggaruk kepalanya bingung, tiba-tiba dia melihat Xiao Feng keluar dengan senyum lebar. Yuan Li langsung berfikir ketika melihat Feng Xi terburu-buru dengan wajah merah dan melihat Xiao Feng tersenyum lebar.
"Ckck tuan muda tidak tahu tempat melakukan hal itu"
"Melakukan apa?" ucap Xiao Feng sambil memukul kepala Yuan Li.
"Hehe tidak apa-apa aku hanya asal bicara, tapi lain kali sebaiknya tuan muda melakukan itu setelah menikah" ucap Yuan Li berbisik dan tersenyum dengan senyum yang hanya difahami para pria, Xiao Feng akhirnya faham apa maksud Yuan Li.
"Hmm sepertinya bonus bulanan mu tidak akan keluar bulan ini ya"
"Eh tidak tuan muda,, jangan potong bonusku,, tadi hanya asal bicara saja" ucap Yuan Li, Xiao Feng mendengus saja.
__ADS_1
"Ikut aku ada hal yang ingin ku tunjukan!" Mereka berdua kembali memasuki kotak karena Xiao Feng berencana memberitahu Yuan Li penggunaan alat-alat untuk melatih fisik.
**** bersambung ****