
****
Setelah selesai makan dan melewati hari dengan bersenang-senang, Xiao Feng dan yang lainnya kembali ke dunia jiwa. Bai Hu dan Qing Long kembali ditugaskan mencari sisa anggota Organisasi Kapak Ganda, Lin Mei Ling sudah kembali berkultivasi di ruang kultivasi dunia jiwa setelah Xiao Feng memberikan sumberdaya melimpah untuk mempercepat proses peningkatan kekuatan Lin Mei Ling.
"Xixi ikut aku dulu" ucap Xiao Feng sambil menarik Feng Xi ke sebuah tempat agak jauh dari istana, dia berhenti disebuah gazebo yang baru dibangun kemarin.
Mereka berdua sudah duduk di gazebo indah diatas kolam penuh dengan bunga teratai, sekawan ikan kecil indah tampak berenang dibawah bunga teratai.
"Xixi aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu?" ucap Xiao Feng serius, Feng Xi yang sedang menyesap arak menatap Xiao Feng.
"Apa mengenai Mei Ling?" Feng Xi menebaknya, Xiao Feng menganggukkan kepalanya pelan disertai ******* nafas panjang.
"Benar,, Mei Ling tidak menceritakan semua kejadian ketika dia diserang agen nomor 9 nomor 8. Mereka berdua mencari informasi diriku melalui Mei Ling tetapi Mei Ling bersikeras menutup mulut bahkan sampai rela biarpun dia dipermalukan daripada memberi tahukan diriku" Xiao Feng berhenti sejenak lalu melanjutkan "Xixi aku tahu Mei Ling memiliki perasaan kepadaku bahkan teramat dalam, apakah aku berdosa kepadanya jika tidak membalasnya?" Xiao Feng berucap lirih, Feng Xi terdiam sejenak. Gadis cantik itu tahu semua karena dia melihat dari dunia jiwa Xiao Feng.
"Feng Ge, wajar jika dia memiliki perasaan namun membalas atau tidak itu hak mu jangan tanyakan aku, kau yang lebih tahu hatimu. Tetapi jika aku berada diposisi Mei Ling aku juga akan melakukan hal yang sama" ucap Feng Xi.
"Xixi aku sendiri bingung harus bagaimana disatu sisi aku tidak ingin menduakanmu dan disisi lain aku juga tidak ingin mengecewakan seseorang sebaik Lin Mei Ling"
"Apa kau masih trauma kejadian dimasa lalu akan terjadi dimasa depan?" tanya Feng Xi, Xiao Feng menganggukkan kepala faham arah pembicaraan Feng Xi, "Feng Ge dalam hal ini kau harus bisa menentukan, kau harus memiliki prinsip yang jelas. Aku sendiri juga tidak bisa menentukan"
"Lalu apakah kamu sendiri rela jika aku memiliki wanita lain bahkan itu wanita sebaik dan setulus Lin Mei Ling?" ucap Xiao Feng, Feng Xi terdiam sejenak.
"Aku sendiri tidak tahu, aku hanya ingin selalu bersamamu. Itu saja tujuan hidupku saat ini" ucap Feng Xi, Xiao Feng mendekati Feng Xi tangan kanan bergerak mengelus rambut putih indahnya lalu mengusap pipi halus gadis cantik itu.
"Feng Xi aku juga sama, aku hanya ingin selalu bersamamu cintaku dan sayangku kepadamu tidak bisa diukur biarpun langit runtuh tiga alam hancur, aku akan selalu melindungimu bahkan dewa ataupun siapapun yang berusaha merebutmu aku akan menghancurkannya. Asalkan bisa terus bergandengan tangan denganmu aku tidak takut apapun walaupun harus melawan dunia" ucap Xiao Feng setengah berbisik.
"Lalu apakah aku juga boleh egois hanya ingin memilikimu untukku?" ucap Feng Xi, Xiao Feng tersenyum lalu mengecup bibir merah Cherry Feng Xi sekilas.
__ADS_1
"Boleh, kau boleh egois ingin memilikiku untukmu sendiri kau tenang saja Hei Feng Xi hanya untuk Bai Feng Xi, jika disuruh memilih tentu saja aku akan memilihmu. Kau lebih berharga dibandingkan apapun Feng Xiyun sayang" ucap Xiao Feng disertai senyum tampannya yang jarang ditujukan kepada siapapun. Feng Xi merona wajahnya lalu dia memeluk leher Xiao Feng dan sesaat kemudian terjadilah ciuman mesra diantara mereka.
****
Feng Xi sudah kembali berlatih diruang kultivasi, kini Xiao Feng duduk dikursi panjang dibawah pohon, memandang langit biru dengan awan berarak.
"Seumur hidup ini yang pertama, pintu hatiku diketuk oleh dua wanita,, apakah aku sungguh berdosa jika tidak membalasnya dan apakah aku juga berdosa jika menduakannya,, ahhh ibu apa yang harus aku lakukan? apakah ibu diatas sana melihat putramu yang tidak berbakti ini, apakah ibu akan marah jika aku seperti ayah menduakanmu? tetapi keduanya sama denganmu cantik, tulus, lembut dan rela berkorban untukku. Haaahh lebih baik bertarung daripada memahami isi hati wanita" gumam Xiao Feng sambil menyesap minuman kalengnya, disaat seperti ini dia merindukan sosok ibunya yang telah meninggalkan dia 14 tahun silam, setiap dia merasa lelah dia akan berbaring dipangkuan ibunya. Meskipun tubuh dia bukan tubuh asli tetap saja ingatan tubuh asli itu membekas dan Xiao Feng yang semasa hidup dibumi yatim piatu tentu saja merindukan kasih sayang ibunya.
Sosok ibu yang cantik, lembut, tulus dan perhatian dalam fikiran Xiao Feng mengingat sifat ibunya mirip dengan sifat kedua gadis cantik itu. Lin Mei Ling dan Bai Feng Xi hanya saja Feng Xi lebih ceria dan bebas sedangkan Lin Mei Ling lebih kalem, anggun. Xiao Feng asyik melamun sampai dia ketiduran diatas kursi itu.
****
Xiao Feng terbangun beberapa saat kemudian akhirnya dia memutuskan untuk keluar "Yah, lebih baik menyelesaikan misi sisa empat bulan lagi waktu misi menghancurkan organisasi Kapak Ganda, tapi aku harus mulai mencari dari mana" gumamnya "Oh iya benar, menurut ingatan si brengsek Zhang Rui markasnya terletak dikaki gunung pinggiran pusat alam dewa dan jaraknya hanya seribu kilometer dari sini, baiklah sebaiknya aku cepat bergegas"
Xiao Feng pun dengan cepat melesat diudara menuju gunung yang digunakan sebagai markas Organisasi Kapak Ganda, pagi hari ini cuaca lumayan cerah dan sedikit dingin. Belum banyak orang beraktifitas.
Xiao Feng tersenyum tipis melihat itu, sudah dipastikan itu adalah markas Organisasi Kapak Ganda, dia berjalan dan mulai memeriksa array "Array sampah hanya ditingkat master, bisa-bisanya organisasi yang katanya terkenal memasang array seperti ini" ucap Xiao Feng, lalu dia mengeluarkan qi ke dalam telunjuk dan menembakkannya ke titik terlemah array.
"Wuuutt"
"Pranggg!"
Array pun pecah seperti kaca dan tak lama kemudian terlihat mulut gua yang cukup besar, Xiao Feng tidak langsung memasukinya dia memeriksa dulu dengan teknik matanya. Merasa tidak ada jebakan atau hal lain, Xiao Feng melangkah memasuki gua.
"Prokk,, prokk!"
Sebuah suara tepukan tangan terdengar ketika Xiao Feng memasuki gua, Xiao Feng melihat didepan berjarak 100 meter ada kursi besar dan duduk seorang pria muda berpenampilan aneh. Dia seorang pria tetapi memakai perlengkapan perempuan seperti gincu dan perias alias. Ternyata itu adalah agen nomor lima yang memiliki kelainan suka kepada pria.
__ADS_1
"Wow, ada pria tampan memasuki tempatku tanpa izin, hai pria tampan katakan apa hukuman orang yang memasuki wilayah orang lain tanpa izin dan bahkan menghancurkan properti tuan rumah" ucap agen nomor 5 sambil memainkan gelas kecil berisi anggur.
Xiao Feng sendiri mendengar itu bergidik bulu kuduknya, bagaimana tidak suaranya dibuat seolah suara wanita dengan sikap genit "Sialan dia ini banci rupanya!" gumam Xiao Feng.
"Sistem analisa"
[Ding,,]
Nama : Zhong Yue
Ras : Manusia
Umur : 95 tahun
Level : Dewa Putih Akhir
Elemen : Kegelapan, Angin
"Emh hukumannya ya harus dibunuh ditempat" seru Xiao Feng, agen nomor lima tersenyum tipis lalu menggelengkan kepala.
"Ckck aku tidak suka membunuh, bagaiman kalau kau menemaniku malam ini kita bisa berbincang sampai pagi, aku yakin pria muda sepertimu banyak pengalaman" ucapnya sambil menjilat bibir.
"Aku tidak suka berbincang dengan pria"
"Wow kau pria yang tidak suka berbasa basi, baiklah jika tidak mau tampaknya kau harus dipaksa dulu ya" ucap agen nomor lima lalu berdiri, dia mengeluarkan senjata berupa dua buah pisau kecil yang bagian pegangannya dimasukan ke dalam jari. Xiao Feng berpendapat sebagai orang yang memiliki elemen kegelapan sangat umum bila senjatanya ringan dan kecil karena membunuh dengan cepat. Xiao Feng mengeluarkan kipasnya dan bersiap.
**** bersambung ****
__ADS_1