Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 220 Gagalnya Pemberontakan Xiao Jun


__ADS_3

*****


"Sudah seperti ini, sekalian saja aku akan memberitahu kalian. Aku bisa melakukan ini karena kakak kedua. Kakak kau terlalu hebat. Meskipun kau tidak menjadi penerus apa yang bisa ku lakukan untuk melawanmu, meski kau memilih tidak menjadi raja namun kau masih memiliki kekuatan dibelakangmu, lalu apa yang bisa ku lakukan untuk melawanmu, jika aku tidak melakukan ini selamanya aku akan selalu dibawah kaki mu!" ucap Xiao Jun sambil menunjuk Xiao Feng.


"Ayah jangan berfikir kalau dia disini untuk menyelamatkanmu, alasan dia tidak menghadiri pertemuan dan kembali tanpa pemberitahuan karena dia sedang menyelidiki sesuatu. Dia menyembunyikannya darimu karena dia meragukanmu" lanjut Xiao Jun. Xiao Dong hanya diam mendengar Xiao Jun berbicara.


"Xiao Feng tentang apa?" tanya Xiao Dong. Xiao Feng menatap dulu Ratu Lian sebelum menjawab.


"Ayah aku ingin menuntut Ratu Lian, Perdana Mentri Wang dan Bangsawan Lin Dan karena terbukti meracuni ibunda, semua bukti dan saksi sudah lengkap. Mohon ayah mengambil sikap!" ucap Xiao Feng sambil berlutut. Xiao Dong membulatkan matanya karena terkejut mendengar ucapan Xiao Feng bahkan semua Mentri juga terkejut


"Apaaa,, apa yang kau ucapkan itu betul?" tanya Xiao Dong dengan sedikit penekanan.


"Aku diam-diam belakangan ini memang mencari petunjuk, karena hal ini tidak hanya melibatkan persaingan ratu dan istana. Aku mengumpulkan bukti secara lengkap baru akan melapor kepada ayah" jawab Xiao Feng.


"Pandai sekali kau berbicara, kau sengaja menyelidiki diam-diam karena curiga ayah terlibat atas pembunuhan itu!" ucap Xiao Jun.


"Heh aku tidak pernah berfikiran seperti itu" ucap Xiao Feng. Xiao Dong kemudian mengalihkan pandangannya kepada Ratu Xiao Lian.


"Apa kau yang membunuh Hua'er?" ucap Xiao Dong dengan wajah menggelap. Xiao Lian tersenyum sinis.


"Benar,, jika dia tidak mati bagaimana aku bisa menjadi ratu dan bagaimana putraku bisa menjadi penerus, Raja sudah saat ini sebaiknya kau turun tahta saja" ucap Xiao Lian sambil tersenyum sinis. Xiao Dong langsung melesat dan menampar Xiao Lian.


"Plakk!!"


Xiao Lian terlempar dan Xiao Jun langsung dengan sigap menahan. Ketika Xiao Dong ingin bergerak lagi Xiao Feng segera menahan.

__ADS_1


"Ayah, jangan kotori tanganmu dengan darah wanita busuk ini" ucap Xiao Feng. Xiao Dong menghela nafasnya dengan kasar.


"Pengawal!" teriak Xiao Dong dan tak lama kemudian beberapa orang muncul


"Tangkap Ratu Lian, Xiao Jun dan Perdana Mentri Wang!"


"Raja, kau tidak bisa membunuhku dan kau tidak berani membunuhku, karena..." ucap perdana Mentri Wang, namun ucapannya terpotong oleh Xiao Feng.


"Karena jika kau mati, seseorang diluar akan menyalakan peledak yang kau tanam!" ucap Xiao Feng dan tentu saja membuat kaget semua orang. Tiba-tiba muncul Guru Ren lalu memberi hormat kepada Xiao Dong.


"Lapor ayah,, aku dipercayakan Pangeran Kedua untuk membersihkan peledak yang ditanam Wang Chi disekitar istana" ucap Guru Ren


"Baik,, Ren Zhi kau bertindak dengan tepat"


Wang Chi sangat kaget mendengarnya "Haha tetap saja kalian tidak bisa menaklukan pasukan yang menyerang!"


*****


Sementara itu pertempuran antara tim Xiao Feng dan Pasukan Xiao Jun telah selesai, dengan kerjasama mereka hanya butuh waktu sekitar dua jam untuk melumpuhkan pasukan sedangkan pemimpinnya dipenggal Feng Xi dan kepalanya di bungkus dengan kain.


"Nona Feng sebaiknya kau ke istana biar aku yang mengurus disini" ucap Bai Hu. Feng Xi mengangguk faham.


"Baik kupercayakan disini dan Ren Yan ikut aku ke istana" ucap Feng Xi, Ren Yan mengangguk lalu keduanya segera melesat ke istana. Feng Xi dan Ren Yan sudah sampai diistana dan langsung memasuki aula tepat ketika Wang Chi berkata seperti itu. Semua orang melihat siapa yang barusan masuk.


"Lapor Raja para pasukan pemberontak sudah berhasil dilumpuhkan" ucap Ren Yan sambil berlutut, lalu Feng Xi mengeluarkan kepala pemimpin. Xiao Dong yang melihat itu terkejut sebab kepala pemimpin itu adalah pengawal pribadi Xiao Jun.

__ADS_1


"Baik,, bagus sekali dan bukti sudah jelas kalau Xiao Jun memberontak, tangkap Xiao Jun, Xiao Lian dan Wang Chi" ucap Xiao Dong. Xiao Jun, Xiao Lian dan Wang Chi akhirnya hanya bisa pasrah atas kegagalan ini.


Tiba-tiba Yuan Li masuk ke aula dengan membawa beberapa orang salahsatunya Duan Xianming dan Lin Dan yang terikat. Xiao Feng yang melihat kedatangan Yuan Li segera berkata.


"Ayah, aku membawa Duan Xiaming dan Lin Dan semua saksi lengkap, mohon ayah memutuskan!" ucap Xiao Feng. Xiao Lian kemudian maju


"Raja,,, dia,, dia pelakunya,, kami dimanfaatkan oleh pria bajingan ini!" seru Xiao Lian sambil menunjuk Wang Chi


"Ratu, apa kau bercanda,, jika kau tidak memiliki niat bagaimana mungkin aku mempengaruhimu"


"Kau..kau yang memintaku untuk meracuni Hua, setelah Xiao Feng menemukan bukti kau menyuruhku untuk melakukan pemberontakan, kau pantas mati!" ucap Xiao Lian sedikit berteriak.


"Cukup!!" sebuah suara menghentikan perdebatan mereka dan itu adalah suara Feng Xi. Semua orang melihat gadis cantik berambut putih itu melangkah maju.


"Jangan berbicara lagi, apa ratu tidak merasa bersalah kepada mendiang Ratu Hua?!" ucap Feng Xi sambil menatap tajam Xiao Lian. Xiao Lian terdiam lalu berlutut dihadapan Xiao Dong.


"Raja,, aku bersalah tapi Jun'er tidak bersalah!"


"Dia merekrut pasukan, melakukan korupsi pembelian kuda lalu menggerakkan pasukan untuk menyerang istana. Tadi disini dia berniat memberontak. Katakan bagaimana dia tidak bersalah" ucap Xiao Dong sedikit berteriak. Xiao Lian hanya bisa menangis mendengarnya, Xiao Jun sendiri tidak berkata apa-apa dia hanya diam saja.


"Cepat kurung mereka semua!" perintah Xiao Dong, lalu pengawal membawa Xiao Jun, Xiao Lian dan Wang Chi keluar dari aula. Sepeninggal mereka Xiao Dong berjalan ke singgasananya dan terduduk lemas pandangannya menatap ke arah atas dengan kosong. Xiao Dong dalam hatinya sangat terpukul dengan kejadian ini, biar bagaimanapun juga dia mencintai Xiao Lian dan Xiao Jun sebagai istri dan anaknya namun dosa mereka juga sangat besar dengan terbukti membunuh Ratu Hua yang juga sangat dicintai Xiao Dong dan melakukan pemberontakan. Suasana diruangan itu seketika hening.


"Ibu,, aku sudah membalaskan dendam mu" gumam Xiao Feng sambil melihat ke arah atas tak disadari air mata menetes dari sudut matanya. Sebuah tangan halus tampak mengusap pipi Xiao Feng menghapus air mata, Xiao Feng melihat siapa tangan itu dan ternyata adalah Feng Xi.


"Laki-laki tidak boleh menangis" ucap Feng Xi sambil tersenyum, Xiao Feng balas tersenyum dan memegang tangan gadis cantik itu.

__ADS_1


****** bersambung


__ADS_2