
****
Xiao Feng setelah meninggalkan sekte Awan Biru melesat dengan cepat menuju hutan Shingjing, dengan kecepatannya tidak membutuhkan waktu lama dia sudah sampai di bagian luar hutan.
"Hutan ini memiliki aura lumayan kuat, jika orang biasa kemungkinan akan langsung mati, baiklah aku langsung masuk"
Xiao Feng langsung memasuki hutan, aura mencekam langsung terasa membuat siapapun merinding, Xiao Feng melesat sambil melihat dengan teknik matanya. Dengan jangkauan lebih dari 20 kilometer tidak ada yang bisa luput dari pengawasannya.
"Hmm tidak kusangka ada monster tingkatan alam Raja Platinum dihutan ini, tetapi para monster tidak bergerak keluar dari hutan berarti ada dua kemungkinan. Yang pertama makanannya tercukupi dan yang kedua pasti dikendalikan, tapi dari bentuknya memang monster ini dikendalikan" gumam Xiao Feng yang melihat ada sekitar 5 ekor kalajengking seukuran gajah bermata 6 berwarna merah di jarak 10 kilometer. Tanpa ragu Xiao Feng terus melesat dan sampai di lokasi lima ekor monster itu.
Para kalajengking yang sedang merayap di tanah sontak mengangkat ekornya karena merasakan ada pergerakan dan mencium aura lain.
"Sssshhhh"
Lima ekor kalajengking melihat sosok manusia berada di jarak 20 meter didepannya, merasa itu adalah makanan kelima ekor kalajengking ini langsung menyerbu Xiao Feng dengan ekor dan capitnya.
"Grrooaahh!"
Xiao Feng melompat ke atas lalu memukulkan tangan kanan ke depan.
"Teknik Bintang Angin : Pedang Angin!"
"Wusshh!"
Dua bilah pedang melengkung tanpa gagang yang sangat tajam dari elemen angin pun muncul, Xiao Feng menggenggam dengan tangan kiri dan kanan lalu melemparkannya ke arah gerombolan lima ekor kalejengking.
"Wusshh!"
"Crasshh!"
"Groaahhh!"
Dua bilang pedang angin berputar dan meluncur dengan cepat, kalejengking yang melihat itu sebuah bahaya berupaya menahannya dengan mengandalkan cangkang kulitnya yang keras namun tidak berhasil karena dengan mudahnya pedang angin Xiao Feng memotong-motong tubuh dua ekor kalajengking.
[Ding,,, selamat tuan telah membunuh dua di level Raja Platinum mendapatkan 72.000 PS dan 720.000 PP]
"Cih,, mengandalkan kulitmu yang keras kau salah memilih lawan!" seru Xiao Feng lalu kembali melemparkan pedang anginnya yang sebelumnya terbang kembali.
"Wuunnggg!"
"Crasshh!"
__ADS_1
"Groaahh!"
[Ding,,, selamat tuan telah membunuh dua di level Raja Platinum mendapatkan 72.000 PS dan 720.000 PP]
Kembali lagi pedang anginnya memakan korban dua ekor lagi dengan keadaan yang kurang lebih sama dengan dua ekor kalajengking yang telah di bunuh sebelumnya. Kini sisa satu ekor lagi.
Kalejengking itu mencoba melawan dengan ujung ekornya yang melengkung mengeluarkan bola cahaya berwarna ungu kehijauan pertanda bola cahaya itu mengandung racun jahat dan mematikan.
"Wusshhh!"
Bola cahaya ungu kehijauan melesat cepat menuju Xiao Feng, dari anginnya saja sudah menyebar hawa sesak dan rumput yang dilewati bola cahaya langsung mengering, Xiao Feng merentangkan kedua tangan.
"Teknik Pelahap Kegelapan, muncul!"
Sebuah lubang hitam muncul didepan Xiao Feng tepat ketika bola cahaya kalajengking sudah persis didepannya. Bola cahaya itu langsung masuk dan terserap ke dalam pusaran lubang hitam
"Wusshh!"
"Bleepp!"
"Ahh racun kalejengking merah ini sangat bagus dan meningkatkan level elemen racunku" ucap Xiao Feng, dia merasakan bola kecil elemen racunnya yang berada didalam dantian bereaksi seolah mendapatkan makanan.
"Haha ayo keluarkan semua racunmu!"
Semua serangan kalajengking gagal karena diserap pusaran lubang hitam Xiao Feng, kalajengking yang merasa Xiao Feng adalah ancaman dengan segera menyusul ke tanah melarikan diri.
"Hmm mencoba kabur ya"
Xiao Feng mengalirkan elemen es ke dalam tangan kanan lalu dibentuk menjadi anak panah besar.
"Rasakan ini!"
"Wusshh!"
Anak panah es Xiao Feng meluncur cepat menerjang tanah tempat melarikan diri kalajengking dan tak lama kemudian terdengar suara pemberitahuan sistem yang menandakan kalejengking itu sudah mati.
[Ding,,, selamat tuan telah membunuh di level Raja Platinum mendapatkan 36.000 PS dan 360.000 PP]
"Fiuuhh selesai mari kita kumpulkan racunnya!"
Xiao Feng lalu melesat dan mengambil inti kristal monster - monster tersebut tak lupa dia juga memotong ekornya dan cairan racun pun keluar, dengan menggunakan botol giok Xiao Feng berhasil mengumpulkan 20 botol cairan racun.
__ADS_1
"Dengan begini untung besar, racun ini bisa sebagai senjata rahasiaku, kurasa kalajengking ini merupakan peliharaan penjaga sekte Kalajengking Merah. Besar kemungkinan tidak lama lagi mereka akan datang kesini" ucapnya lalu melesat menghilang dibalik pepohonan.
Benar saja tak lama kemudian muncul sepuluh orang anggota sekte Kalajengking Merah ditempat itu, mereka terkejut melihat bangkai-bangkai kalajengking raksasa sudah mati dengan tubuh terpotong.
"Siapa yang memburu peliharaan tetua, setahuku kulitnya keras kenapa bisa terpotong" ucap salahsatu kelompok orang itu.
"Yang jelas ini bukan akibat senjata tetapi akibat elemen dan yang memiliki daya memotong hanyalah elemen angin"
"Kalau begitu kita harus segera melapor kepada tetua"
"Ayo"
Sepuluh orang itu pun segera melesat, tak lama mereka pergi muncul sosok dibelakang pohon dengan senyum menyeringai.
"Hehe mereka akan menjadi pemanduku ke sekte Kelajengking Merah!" ucap sosok tersebut yang tak lain adalah Xiao Feng lalu melesat mengejar sepuluh anggota sekte Kalajengking Merah yang sudah terlebih dahulu bergerak.
Membutuhkan waktu sekitar setengah jam sepuluh anggota sekte Kalajengking Merah sudah sampai dibagian dalam hutan, rupanya bagian dalam hutan cukup luas dan ada beberapa bangunan cukup megah berdiri disana. Beberapa bangunan tersebut dikelilingi pagar tinggi dan digerbangnya sebuah patung kalajengking besar terpampang diatasnya, Xiao Feng berhenti di balik pohon tinggi dan mengamati ke dalam dengan teknik matanya.
"Aneh sekte besar seperti ini kenapa hanya ada sedikit orang didalamnya dan hanya di dominasi beberapa tetua dialam Raja Berlian" gumam Xiao Feng setelah melihat ternyata hanya ada sekitar seratusan orang didalam sekte padahal menurut informasi sekte Kalajengking Merah memiliki anggota sebanyak 500 an orang lebih.
"Aku curiga sisanya berada ditempat lain dan patriaknya juga aku harus mengawasi terlebih dahulu" ucapnya sambil mengamati dari ketinggian pohon.
***
"Apa yang kau katakan benar?"
"Benar tetua aku juga membawa bangkai monster pelindung sekte"
Salahsatu dari sepuluh orang itu sedang melapor di kediaman tetua nomor dua sekte Kalajengking Merah, dia mengeluarkan bangkai monster kalejengking yang dibunuh Xiao Feng.
"Hmm sepertinya ini akibat elemen angin" ucap tetua itu sambil mengelus dagunya.
"Apa mungkin sekte Awan Biru pelakunya tetua?"
"Tidak,, si tua Yang Liang tidak memiliki teknik pemotong seperti ini biarpun memiliki elemen angin aku curiga ada orang lain tapi siapa kira-kira yang berani menyinggung dan menyusup ke sekte kita dan apa tujuannya?" ucap tetua.
"Begini saja karena Patriak dan yang lainnya sedang berdiam di dekat ibukota kita perketat penjagaan jangan sampai mengacaukan rencana Patriak!" perintah tetua.
"Baik tetua!"
*** bersambung ***
__ADS_1