
****
Ketika kereta memasuki desa para warga keluar dari rumah masing-masing dan melihat siapa yang datang, ternyata kereta itu milik seorang pemimpin desa yang disebut desa Wangi. Kereta berhenti didepan kediaman besar, kusir kereta turun dan membuka pintu. Kemudian turun dua pria paruh baya dan seorang wanita memangku anak kecil.
"Tuan dan nyonya sebaiknya beristirahat dulu" ucap tabib dan diangguki keduanya. Mereka masuk ke dalam rumah, namun baru dua langkah tiba-tiba dari udara melayang turun sosok pria bertudung hitam menyambar mayat anak kecil dan melarikan diri. Wanita yang merupakan ibu dari anak itu menjerit histeris ketika anaknya dilarikan orang. Suami dari wanita itu dengan sigap berduit panjang lalu muncul lima orang pengawal.
"Ikuti aku, kejar bangsat yang mengambil anakku" Lalu suami wanita itu melesat terbang diikuti lima orang pengawalnya.
Namun apa yang diharapkan tidak sesuai kenyataan keesokan harinya suami dari wanita itu beserta pengawalnya ditemukan telah tewas dengan keadaan mengenaskan di dekat hutan, para warga segera mengevakuasi mayat mereka dan menguburkannya, wanita yang merupakan istri dari pemimpin desa mendapati suaminya tewas tidak sadarkan diri dan ketika terbangun karena tidak kuat menahan kesedihan wanita itu kemudian mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
****
"Seperti itulah tuan muda kejadiannya dan sejak saat itu orang disini sangat ketakutan apalagi melihat orang asing" kata Gao Han mengakhiri ceritanya.Xiao Feng diam menyimak apa yang diceritakan Gao Han, dia berfikir kejadian ini pasti ada dalang dibaliknya.
"Apa tidak ada tokoh atau seseorang dari pihak kerajaan atau mungkin para kultivator yang menyelidiki?" tanya Xiao Feng, Gao Han hanya menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada kami para penduduk disini hanya bisa bertahan meskipun kami juga berkultivasi karena sebagian besar penduduk disini adalah klan siluman dari Jangkrik Emas namun kekuatan orang itu diluar kemampuan kami"
"Hmm begitu rupanya, berarti kalau ada yang meninggal apalagi anak kecil maka penculik itu akan datang"
"Ya begitulah tapi tidak menutup kemungkinan mungkin orang dewasa juga dia mengincarnya, sudahlah kita bicarakan lagi nanti" Gao Han berkata lalu pergi ke belakang, tak lama kemudian dia membawa nampan berisi makanan dan minuman.
"Kita makan dulu saja, silahkan jangan sungkan-sungkan" Gao Han menata makanan dimeja, Xiao Feng tidak langsung memakan dia mendeteksi dulu apakah makanan itu ada sesuatu yang ditaruh atau tidak. Merasa aman Xiao Feng mulai ikut makan bersama Gao Han.
__ADS_1
****
Diatas langit biru yang tinggi dengan awan berarak terlihat sebuah pulau mengapung. Ukuran pulau itu sangat besar dan ada beberapa bangunan diatasnya. Bangunan itu menyerupai sebuah istana dan beberapa kediaman dengan taman yang ditumbuhi aneka bunga. Disebuah aula istana megah terdapat tiga sosok wanita cantik sedang duduk sambil berbincang.
"Peri Xian Mu kudengar kau tempo hari turun ke Alam Roh, apa kau mendapat informasi dari dunia itu" tanya seorang wanita cantik berusia sekitar 40an namun aslinya usia wanita itu sudah lebih dari 1000 tahun.
"Matriak aku hanya berkeliling saja mengobati rasa sepi" jawab wanita cantik yang tak lain adalah peri Xian Mu yang tempo hari mendatangi Ao Xuan.
"Namun ketika aku bertemu Ao Xuan raja Kerajaan Angin Timur aku melihat dia bersama dengan sosok manusia kerdil setinggi lutut, ketika aku merasakan auranya dia adalah manusia murni" Xian Mu melanjutkan. Matriak Peri Xian Jian mengarahkan pandangannya ke Xian Mu.
"Manusia kerdil?"
"Benar Matriak sepertinya dia bukan berasal dari alam roh"
"Hmm sepertinya akan ada hal yang akan terjadi dengan kedatangan manusia itu" Xian Jian berucap "Lalu apakah ada informasi dari klan ular She Mo?"
"Kudengar dia masih saja berdiam diri di kediamannya di kawasan Kerajaan Angin Selatan belum terlihat ada pergerakan" jawab Xian Mu. Matriak Xian Jian menganggukkan kepalanya lalu menoleh ke arah peri paling muda. Peri itu berusia 20 tahunan memiliki wajah sangat cantik, jika Lin Mei Ling adalah kecantikan nomor satu di dunia daratan Alam Roh maka peri itu adalah kecantikan nomor satu di daratan atas Alam Roh. Wajah bulat dengan dagu lancip, hidung kecil mancung dan bibir Semerah cerry namun yang paling menarik adalah bola matanya yang berwarna merah selaras dengan merah bibirnya. Peri itu bernama Xian Hu'er dan memiliki kultivasi berada di ranah Raja Emas *1. Sosok peri cantik itu memiliki ekspresi dingin dan jarang tersenyum namun itu malah membuatnya semakin menawan dan tidak tersentuh.
"Xian Hu'er sudah lama kau tidak turun, hari ini aku tugaskan kau mengawasi dunia daratan Alam Roh dan laporkan setiap kejadian kepadaku" ucap Xian Jian, Xian Hu'er menganggukkan kepala lalu membungkukkan badannya.
"Baik matriak aku menerima perintah" ucap Xian Hu'er lalu berdiri dan sekali lagi membungkuk kepada kedua peri itu lalu pergi meninggalkan aula.
Di tepi pulau Xian Hu'er menjentikkan tangannya lalu seekor kupu-kupu putih besar yang sangat cantik muncul.
__ADS_1
"Hu Die antarkan aku ke daratan Alam Roh" Xian Hu'er berkata,kupu - kupu itu mengangguk - anggukan kepalanya lalu Xian Hu'er melompat ke punggungnya. Kupu-kupu itu kemudian melesat terbang meninggalkan pulau.
*****
Keesokan harinya Xiao Feng berjalan-jalan disekitar desa dia mengamati para warga yang sedikit beraktvitas.
"Kejadian itu membekas dalam hati warga dan membuat mereka ketakutan" gumam Xiao Feng.
"Lalu apakah tuan punya rencana untuk membantu mereka?" Bai Hu yang duduk dibahunya bertanya. Qing Long hanya diam saja mendengarkan.
"Sebenarnya aku tidak terlalu perduli dengan kejadian ini namun aku merasa kalau kejadian itu memiliki maksud lain, jadi aku akan mencoba menyelidikinya. Siapa tahu ada sangkut pautnya dengan She Mo" Xiao Feng berkata.
"Aku heran kenapa setiap tempat yang tuan datangi selalu saja ada musuh"
Xiao Feng tertawa mendengarnya "Kau adalah dewa dimasa lalu sudah pasti memiliki pengalaman hidup lebih banyak, didunia kultivator baik Alam Roh atau Alam Manusia sudah pasti akan ada musuh yang akan menjadi jalan terjal bagi kita"
"Benar juga, lalu apa yang harus kita lakukan?"
"Aku berencana menjebak penculik itu namun aku membutuhkan bantuan warga disini"
"Kenapa kita tidak minta bantuan Gao Han?"
"Itu memang sudah aku fikirkan dari kemarin, kalau kita sendiri yang membuat rencana keberhasilannya akan tipis"
__ADS_1
Qing Long dan Bai Hu menganggukkan kepalanya, lalu mereka menyudahi jalan-jalan paginya dan kembali untuk membicarakan rencana dengan Gao Han.