Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 127 Ao Xuan diserang


__ADS_3

****


Setelah membaca ingatan dari gadis yang dibunuhnya Xiao Feng sedikit mengetahui tentang She Mo, sosok itu memang kuat untuk ukuran Alam Roh namun tidak ada informasi dimana She Mo berdiam, Xiao Feng tidak terlalu mengambil pusing dia tetap melanjutkan petualangan siapa tahu dia mendapatkan harta atau sesuatu yang bisa menaikkan kekuatannya.


Sementara itu dikerajaan Angin Timur Ao Xuan sedang berkeliling di kerajaannya dengan lebahnya, semenjak kembali menduduki posisi raja Ao Xuan mendapat laporan berbagai masalah dikerajaannya. Mulai perselisihan antar klan, perampokan, perkosaan, kesediaan pangan dan berbagai masalah lainnya, maka dari itu Ao Xuan langsung berkeliling untuk melihat secara langsung.


Saat sedang berkeliling disekitar hutan tiba-tiba Ao Xuan merasakan aura kuat menuju ke arahnya. Dia menghentikan lebahnya dan turun ke tanah. Secara bersamaan dari arah depan sudah berdiri dua orang berpakaian merah, Ao Xuan mengamati sejenak kedua orang itu dan melihat kalau kultivasinya berada di Ranah Raja Perak *5 sama dengan dirinya.


"Siapa kalian?"


Ao Xuan bertanya namun kedua orang itu tidak menjawab, lalu mereka saling melirik dan menganggukkan kepala. Ao Xuan diam-diam waspada dan mengalirkan qi ke tangan kanannya, benar saja mereka berdua langsung menyerang Ao Xuan dengan cepat dan ganas. Dari tangan mereka menyemburkan api dan yang satunya mengeluarkan pedang dari elemen petir.


Ao Xuan langsung membalas tangannya diangkat ke depan dengan jari membentuk cakar diujung setiap jari sudah ada bola api merah kehitaman. Ao Xuan langsung mengibaskan tangannya dan lima bola api sebesar buah kelapa melesat menghantam api dan pedang petir yang di keluarkan kedua orang itu.


"Wushh"


"Boom"


"Bomm"


Ledakan tercipta dan membuat efek ledakan menyebar ke segala arah. Ao Xuan dan kedua orang sama-sama melompat ke atas menghindari efek ledakan. Mereka kini saling berhadapan dua lawan satu.


"Tidak disangka kalau raja kerajaan Angin Timur memang luarbiasa,, teknik Lima Api Kutukan Langit sesuai dengan namanya" ucap salahsatu orang berpakaian merah memuji.


"Teknik api dan petir yang cukup hebat, seingatku jarang ada orang yang menguasai elemen petir di alam roh, aku menduga kalian adalah kaki tangan She Mo dari klan ular, Han De dan Han Du" Ao Xuan berkata.

__ADS_1


"Hahaha tidak disangka selain hebat ternyata kau juga sangat berpengetahuan, baiklah karena kau sudah tahu siapa kami tentukan pilihanmu mati dibunuh atau bunuh diri"


"Cih,, bagaimana kalau aku memilih yang ketiga yaitu kalian mati ditanganku"


Kedua orang itu tertawa mendengarnya lalu salah satu orang membentak "Kau cukup sombong buktikan dengan keahlianmu"


"Hiyaahh"


Pertarungan Ao Xuan dan dua orang kaki tangan She Mo dimulai lagi, mereka saling bertukar serangan dengan ganas. Ledakan energi Qi elemen api dan petir terlihat terus menerus dan menghancurkan sekitar tempat. Pohon bertumbangan, tanah berlubang dan batu yang hancur terlihat disetiap bentrokan serangan mereka.


"Ao Xuan ini sangat merepotkan" Han Du berkata disela pertarungan.


"Kultivasi dia sama dengan kita cuma teknik Api nya yang merepotkan lekas gunakan teknik Tombak Ganda" Han De menimpali. Han Du menganggukkan kepala dan kedua melompat mundur mengambil jarak lalu keduanya mengambil tombak yang tergantung di punggungnya. Ao Xuan yang melihat juga langsung mengeluarkan Pedang Pelebur Jiwa nya.


"Bersiaplah Ao Xuan untuk mati"


Han De dan Han Du langsung melesat yang satunya menusukkan tombak dan yang lain membuat gerakan membabat dari atas ke bawah mengincar kepala. Ao Xuan sambil menghindari tusukan dia silangkan pedangnya ke arah tombak yang mengarah kepala.


"Trank"


Bunga api memercik ketika terjadi benturan, Han De yang menusukkan tombak segera memutar tangannya mengubah tusukan menjadi tebasan yang mengarah ke perut. Ao Xuan mendengus dengan cepat menghindar dengan berjumpalitan ke belakang.


Han De dan Han Du terus mengejar dan mengurung pergerakan Ao Xuan dan membuatnya kerepotan, kombinasi serangan tombak mereka benar-benar menyulitkan Ao Xuan. Belum lagi dengan licik mereka juga menyusupkan serangan dengan elemen api dan petirnya.


Ao Xuan tahannya membesi dia lalu melompat tinggi dan mengalirkan qi ke kedua kakinya kiri kanan. Dengan segera Ao Xuan mengarahkan tendangannya ke arah Han De dan Han Du.

__ADS_1


"Awas Tendangan Pencabut Roh" teriak Han De sambil menghindar, Ao Xuan tetap mengejar. Kedua kakinya menyerang dengan gerakan cepat membuat kedua orang itu kelabakan.


Setelah sekian lama mereka bertarung lambat laun Ao Xuan mulai menurun, selain kehabisan Qi dikeroyok dua orang dengan kekuatan setara dengannya tetap Ao Xuan tidak bisa bertahan lama. Ao Xuan kini hanya bisa bertahan dan menghindar. Han De dan Han Du yang melihat Ao Xuan mulai bertahan mereka semakin gencar menyerang dan ketika digerakkan tujuh puluh secara licik Han De melemparkan jarum kecil dan tepat menusuk paha kanan Ao Xuan.


Merasa ada sesuatu yang menusuk pahanya Ao Xuan melompat mundur dan melihat sebuah jarum tertancap. Daging sekitar pahanya membengkak dan membiru, dengan cepat Ao Cuan menusuk Meridian sekitar pahanya mencegah aliran racun.


Namun racun itu sangat kuat Ao Xuan perlahan tubuhnya melemas dan jatuh diatas tanah.


"Bangsaatt licik beraninya menggunakan racun" teriak Ao Xuan. Han De dan Han Du menyimpan tombaknya dan berjalan mendekati Ao Xuan.


"Haha rupanya pemberian yang mulia berguna juga dan kau akan tamat hari ini, namun jika kau mau memberi tahu sosok manusia kerdil bersamamu tempo hari kemungkinan kami akan mencabut nyawamu tanpa rasa sakit" seru Han Du sambil menyeringai. Ao Xuan langsung berfikir bahwa mereka mengincar Xiao Feng.


"Cih sampai matipun aku tidak akan memberitahu kalian" Ao Xuan berkata lantang sambil meludah.


"Haha baiklah kalau begitu bagi kami mudah saja mencari manusia itu setelah kematianmu" seru Han De kemudian membentangkan tangannya membentuk cakar lalu diarahkan ke dada Ao Xuan.


Sesaat sebelum cakar mengenai dadanya tiba-tiba dari udara muncul angin deras yang langsung menghempaskan Han De dan Han Du. Lalu sosok kupu-kupu putih besar dan sangat cantik muncul dan turun perlahan, di atas punggungnya terlihat sosok gadis muda yang sangat cantik namun wajahnya dingin melompat dan berdiri disamping Ao Xuan.


Ao Xuan mengamati sosok itu dan berfikir sebentar. Lalu dia buru-buru berkata "Salam hormatku kepada Peri Xian Hu'er"


Gadis muda yang dipanggil Xian Hu'er menganggukkan kepalanya, lalu menembakan qi ke arah paha Ao Xuan namun dahinya mengkerut.


"Hormatmu ku terima, tapi aneh sekali racun itu" ucap gadis itu dingin, ternyata gadis itu memang peri Xian Hu'er yang sedang ditugaskan Matriak Klan Peri untuk turun ke dunia daratan dan kebetulan dia melihat Ao Xuan yang dikeroyok lalu dia segera turun ketika melihat Ao Xuan ambruk.


Han De dan Han Du yang juga melihat sedikit terkejut, mereka memang mendengar kalau sosok peri paling muda dan paling cantik itu merupakan sosok kuat dan kini telah berada dihadapannya. Diam-diam mereka berfikir agar bisa lolos dari peri dingin itu karena jika menghadapinya jelas keduanya bukan tandingannya.

__ADS_1


***** bersambung


__ADS_2