Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 354


__ADS_3

****


"Feng Ge apa kau percaya pada dia?" ucap Feng Xi sambil menyiapkan daging kecil dengan sumpitnya. Xiao Feng menyesap dulu araknya dan hembusan udara keluar dari mulutnya. Musim ini memang sudah memasuki musim dingin jadi segelas arak cukup untuk menghangatkan badan.


"Sejujurnya aku tidak terlalu percaya tetapi informasi darinya bisa dipertimbangkan" ucap Xiao Feng.


"Lalu bagaimana cara kita mendapatkan petunjuk dari kelompok itu?"


"Hmmm,, menurut dia kelompok itu selalu merekrut orang yang berbakat entah untuk apa tujuannya dan aku yakin biarpun mereka hanya sepuluh orang jaringan mereka pasti luas contohnya sekte Golok Kuning dan sekte Kalajengking Merah salahsatunya. Jadi gampang saja kita bisa menarik perhatian dengan mengikuti kompetisi beladiri atau semacamnya" ucap Xiao Feng.


"Tapi kurasa tidak ada kompetisi beladiri didaerah ini"


"Hmm benar juga,, sudahlah jangan terlalu difikirkan nanti juga petunjuk akan muncul sendiri" ucap Xiao Feng lalu mereka meneruskan makan.


***


Tak terasa pagi pun tiba, Xiao Feng dan Feng Xi sudah keluar dari rumah makan milik Situ Cheng. Kini sepasang muda mudi itu sedang berjalan santai menyusuri kota dan singgah disebuah kedai kecil pinggir jalan.


"Feng Ge ini cocok tidak untukku?" ucap Feng Xi sambil menunjukan sebuah hiasan rambut, Xiao Feng tersenyum.


"Apapun yang kau pakai tentu cocok dimataku!"


"Ishh kau ini tidak asyik, setidaknya beri komentar atau apa" Feng Xi berkata sambil menggembungkan pipinya lucu.


"Haha yasudah aku pilihkan beberapa,, tuan berapa harganya?" ucap Xiao Feng.


"Satu batu roh rendah!" ucap penjaga kedai, Xiao Feng mengeluarkan batu roh rendah namun dari samping muncul tiga orang berperawakan seram mendekati mereka.


"Hohoho tidak kusangka ada gadis cantik disini,, nona daripada ikut dengan dia lebih baik ikut dengan kami, jangankan hiasan rambut rumah atau apapun kami sanggup menyediakan nya asalkan kau ikut dengan kami!" ucap salahsatu orang bermata sipit dengan bekas luka melintang di pipi kirinya.


"yakin kalian akan memberikan apapun?" ucap Feng Xi ditambah senyum semanis mungkin yang membuat tiga orang itu semakin mabuk kepayang, Xiao Feng menggelengkan kepalanya pelan dia tahu Feng Xi hanya mengerjainya.


"Tentu saja!" ucapnya berbarengan.


"Kalau begitu aku ingin nyawamu!" ucap Feng Xi, tiga orang itu terdiam sejenak lalu tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha saudaraku gadis ini sangat kejam"


"Benar dia agresif sekali aku suka"

__ADS_1


Ketiga orang itu masih tertawa tiba-tiba mereka melompat ke belakang ketika sebuah sambaran selendang putih mencoba menebas lehernya. Tiga orang itu terkejut namun sesaat kemudian wajahnya menggelap.


"Dasar gadis ****** kau tidak ingin diajak baik-baik maka aku akan menggunakan cara kasar" teriaknya marah lalu melompat dengan menebaskan pedangnya.


"Swuussh!"


"Sreeett!"


Feng Xi memutar selendangnya melilit pedang yang mengincar lehernya, orang itu terkejut. Secara alami dia harus melepaskan pedangnya namun dia malah mengadu tenaga mencoba menarik.


"Sialan!"


Orang itu dengan sekuat tenaga menarik pedangnya, Feng Xi langsung melepaskan lilitan selendangnya dan orang itu sudah pasti terhempas ke belakang hingga menabrak dua temannya. Xiao Feng sendiri malah santai memilih-milih hiasan rambut karena tahu kultivasi ketiga orang itu hanya di ranah Raja Berlian dan tentu bukan tandingan Feng Xi.


"Brengsek aku tidak pernah dipermalukan seperti ini,, peduli setan aku akan membunuh gadis ini"


Kini tiga orang bergerak bersama mereka mencoba mengurung Feng Xi dengan serangannya.


"Pedang Pemutus Jiwa!"


"Tapak Guntur!"


"Wusshh!"


Tiga serangan berkekuatan alam Raja Berlian menerjang Feng Xi dari tiga sisi, Feng Xi tampak santai dia mengalirkan elemen es hitam ke dalam selendangnya lalu mencambukkan selendangnya ke tanah.


"Blarrr!"


Sebuah dinding es muncul didepannya dan serangan tiga orang berhasil ditahan, Feng Xi dengan cepat menerjang dan merubah selendangnya menjadi keras.


"Trankk!"


"Trankk!"


Ketiga orang tampak sibuk menangkis serangan selendang Feng Xi, semua orang yang lewat atau sedang berbelanja pun ikut menyaksikan walaupun hal itu sudah sering terjadi namun melihat sosok Feng Xi yang cantik mereka antusias menontonnya.


"Siapa gadis cantik itu, kemampuannya sangat tinggi bahkan tiga orang di alam Raja Berlian ditekannya"


"Entahlah dia datang bersama pemuda itu!"

__ADS_1


"Oh,, cih pemuda itu malah berbelanja memilih hiasan rambut dan membiarkan wanita nya bertarung"


"Mungkin dia tuan muda kaya yang hanya mengandalkan wajahnya padahal tidak berkemampuan!"


Xiao Feng yang mendengar tersenyum tipis dengan masih memilih hiasan rambut tangan kanannya bergerak dan melemparkan kipas elemen.


"Wusshhh!"


Kipas elemen berputar ke arah tiga orang yang sibuk menahan serangan Feng Xi, Feng Xi yang melihat itu melompat ke belakang membiarkan kipas elemen Xiao Feng beraksi.


"Kipas jelek begini saja mau menyerang ku heh" ucap salahseorang meremehkan, dia mengangkat pedangnya mencoba menahan, namun seolah memiliki mata kipas elemen Xiao Feng berbelok dan dengan cepat menebas lehernya.


"Crasshh!"


"Plukkk!"


Kepala terjatuh dan menggelinding di tanah, dua orang tadi belum sempat bereaksi. Kipas elemen Xiao Feng melesat dengan cepat memotong leher dua orang sisanya hingga kepala dan tubuhnya pun ambruk ke tanah.


[Ding,,, selamat tuan telah membunuh tiga dilevel Raja Berlian mendapatkan 216.000 PS dan 2.160.000 PP]


[Ding,,, tuan telah menembus batas penerobosan dan dalam sepuluh menit akan menerobos ke alam Raja Penguasa]


Semua orang terkejut ketika ketiga orang itu tiba-tiba ambruk dengan kepala terpenggal mereka melihat kipas berputar yang kemudian ditangkap oleh Xiao Feng nampak bercak darah menempel dikipasnya, Xiao Feng meniup kipasnya dan bercak darah pun berjatuhan.


"Tuan aku beli ini dan ini batu rohnya,, Xixi ayo kita pergi!" ucap Xiao Feng lalu menggenggam tangan Feng Xi, Feng Xi menganggukkan kepala lalu mereka berdua melesat dengan sangat cepat meninggalkan tempat itu.


"Pemuda itu membunuh tiga orang alam Raja Berlian hanya dengan lemparan asal saja!"


"Pantas saja dia begitu santai wanitanya bertarung"


"Brengsek pantas dia mendapatkan gadis cantik, selain tampan juga berkemampuan. Langit sungguh tidak adil!"


"Hahaha tadi kau menyebut dia hanya pria berlindung dibelakang wanita nyatanya dia menyembunyikan itu!"


"Bodoh kalian,, dia terlihat santai berbelanja ketika sedang ada pertarungan kalau dia tidak berkemampuan tentu dia akan takut" ucap penjaga kedai, dia sendiri terkejut melihat Xiao Feng yang sudah membunuh tiga orang padahal sedang berbincang dengannya. Walaupun penjaga kedai juga memiliki kultivasi di alam Raja Berlian dia tetap tidak menyangka Xiao Feng membunuh ranah alam Raja Berlian dengan cepat.


Semua orang bubar dan melanjutkan aktifitas masing-masing, sedangkan mayat tiga orang itu kemudian dibiarkan saja sampai ada seseorang bertudung hitam mendekati kemudian memeriksa, setelah selesai orang itu membakar ketiga mayat hingga menjadi abu dan menghilang dari tempat itu.


*** bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2