
****
Xiao Feng masih melayang dengan ujung pedangnya yang masih menempel di pedang Zhu Lian yang bersilang didepan dadanya dan memperlihatkan adegan yang terlihat disekeliling mereka berdua. Xiao Feng menekan pedangnya dan Zhu Lian pun terdorong ke belakang dengan kedua kaki bergeser membentuk garis lurus diarena sepanjang lima langkah.
Zhu Lian menghentikan kaki kanannya ke belakang untuk menahan dorongan Xiao Feng dan dia berhasil, Xiao Feng tersenyum tipis lalu melakukan gerakan berputar disertai dua kali menebaskan pedangnya. Zhu Lian dengan sigap memutar kedua pedangnya.
"Trank!"
"Trank!"
Setelah berhasil menahan tebasan Xiao Feng, Zhu Lian melompat mundur untuk mengambil jarak sambil memutar-mutar pedangnya.
"Kau cukup hebat juga, tunjukan kekuatan aslimu kuyakin kau bukan diranah Raja Emas!" Ucap Zhu Lian, Xiao Feng pun tersenyum lalu dia mengeluarkan aura kekuatannya di ranah Raja Berlian *2 setara dengan Pangeran Zhu Lian, semua orang terdiam ketika melihat Xiao Feng mengeluarkan kekuatannya padahal itu sudah dia tekan, kalau mengeluarkan kekuatan aslinya di ranah Raja Kristal *3 tentu akan lebih heboh lagi. Bahkan Patriak Liu Xuanjing dan anaknya Liu Xi juga terkejut.
"Lihat Li'er, kini kau tahu kenapa bisa kalah seharusnya kau bisa dia kalahkan dengan cepat namun dia masih memberimu wajah agar tidak dipermalukan!" Ucap Liu Xuanjing dan Liu Xi pun terdiam membenarkan.
Pangeran Zhu Lian pun setelah melihat kekuatan Xiao Feng dia semakin bersemangat, kali ini dia mendapatkan lawan seimbang menurutnya.
"Ayo, Hei Feng Xi!"
Zhu Lian kemudian memutarkan kedua pedangnya dengan cepat dan api merah panas muncul mengelilinginya. Kini kedua pedang Zhu Lian dibalut api merah, Xiao Feng kali ini mengalirkan elemen petir hitam ke pedangnya, sontak Pedang Elemen yang tadinya berwarna hitam kini warnanya semakin meredup dengan disertai kilatan listrik kecil diseluruh batang pedang.
"Luar biasa,, ini sangat luar biasa Hei Feng Xi selain menguasai elemen api dan es dia juga menguasai elemen petir!" Ucap salahsatu penonton terkejut, bahkan Tuan Kota pun sampai berdiri dari tempat duduknya.
"Hebat sekali, generasi muda yang sangat berbakat yang tidak kalah dengan Pangeran Zhu dan Liu Xi!" Ucap tuan kota.
Zhu Lian langsung berlari dengan kedua pedang direntangkan di kiri dan kanan, Xiao Feng pun juga berlari dengan ujung pedang dia tekan ke lantai arena hingga membentuk goresan panjang.
"Trank!"
"Wusshh!"
"Drrzztt!"
Tiga pedang beradu dan menimbulkan percikan api dan listrik, Zhu Lian memutar pedang ditangan kiri mencoba membabat kaki Xiao Feng namun Xiao Feng lebih cepat dia mengganti dengan elemen es yang dialirkan ke dalam pedang elemen dan ditusukkan ke lantai, seketika dinding kecil dari es muncul didekat kaki Xiao Feng dan pedang Zhu Lian tertahan.
"Wusshh!"
"Trankk!"
"Pedang jenis apa yang digunakan Hei Feng Xi hingga bisa menerima dan mengalirkan setiap elemen bukankah senjata hanya bisa menerima satu elemen saja!" Ucap salahsatu penonton.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu tapi yang jelas pertarungan kali ini sangat seru!" Ucap temannya.
Xiao Feng kemudian mengangkat pedangnya karena Zhu Lian sudah mengarahkan pedang satunya ke leher.
"Trankk!"
Zhu Lian tidak menyerah dia kembali menyerang Xiao Feng dengan kombinasi serangan dua pedang ditambah elemen apinya, Xiao Feng tentu melayani dengan cepat pula.
"Trankk!"
"Trankk!"
Benturan senjata terus menerus terdengar ketika Zhu Lian dan Xiao Feng sudah bertarung puluhan gerakan, para penonton semakin antusias menyaksikannya. Zhu Lian kembali melompat mundur dan dia langsung menyilangkan kedua pedang didepan dada, dia mengalirkan sejumlah besar Qi api ke dalam pedang.
"Teknik Pedang Ganda : Tornado Api"
"Swooshh"
Api besar berputar muncul mengelilingi tubuh Zhu Lian, Xiao Feng yang melihat tersenyum tipis.
"Hmmm dari aliran Qi yang dia kerahkan sepertinya ini serangan pamungkasnya" gumam Xiao Feng lalu dia mengalirkan qi elemen petir ke dalam pedang.
"Teknik Petir Mengguncang Langit : Bola Petir!"
Tiga bola petir cukup besar muncul didepan Xiao Feng, kini kedua pria muda itu sudah bersiap melakukan serangan. Zhu Lian langsung mengarahkan tornado apinya ke arah Xiao Feng. Tornado itu bergerak cepat dengan api menggebu, Xiao Feng juga langsung mengarahkan tiga bola petirnya.
"Booomm!"
"Drrrttzz!"
Ledakan cukup besar tercipta dan membuat array pelindung retak, Zhu Lian terlihat melayang karena dia terlempar ke luar panggung dan dia pun mendarat ditanah dengan keadaan berlutut ditopang kedua pedangnya sambil memuntahkan sedikit darah. Xiao Feng masih berdiri tegak dengan tangan kanan direntangkan sambil memegang pedang. Semua orang terdiam sejenak dan suasana hening. Bahkan juri pun masih terdiam.
Seseorang menepuk pundaknya lalu juri pun tersadar dan menghilangkan array lalu naik ke panggung seorang petugas lain membantu Zhu Lian berdiri dan memeriksa.
"Pemenangnya adalah Hei Feng Xi dari Paviliun Gagak Hitam!"
"Yeeeayyy!"
Sorak Sorai penonton pun terdengar bergemuruh memenuhi arena penonton disertai tepuk tangan. Xiao Feng pun berjalan mendekati Zhu Lian yang dipapah seorang pengawal kerajaan.
"Terimakasih Pangeran kau sudah mengalah untukku!" Ucap Xiao Feng, Zhu Lian pun tersenyum tipis.
__ADS_1
"Hei Feng Xi kau memang hebat, aku Zhu Lian mengakui kau lawan tangguh!" Ucap Zhu Lian, Xiao Feng kemudian mengeluarkan botol pil dari cincin penyimpanannya.
"Pil ini bisa membuat pangeran lebih cepat pulih!" Ucap Xiao Feng lalu dia berjalan ke tempat duduknya, Zhu Lian menerima dan langsung membuka botol. Dia dan pengawalnya terkejut ketika mencium aroma pil.
"Pil tingkat 9!" Ucap Zhu Lian.
"Pangeran sepertinya Hei Feng Xi bukan orang sederhana!" Ucap pengawal dan Zhu Lian membenarkan.
"Benar kurasa dia berasal dari sebuah klan atau organisasi misterius kita sebisa mungkin jangan bersinggungan dengannya biarpun kerajaan memiliki kekuatan namun kurasa dia juga memiliki latar belakang mengerikan, kau lihat dia memberikan pil tingkat 9 saja seolah sampah!" Ucap Zhu Lian, dan pengawal pun menganggukkan kepala lalu memapah Zhu Lian ke tempatnya.
"Hei Feng Xi jadikan aku istrimu!" Teriak salahsatu penonton gadis.
"Hei Feng Xi kau sangat tampan sekali"
Xiao Feng tersenyum saja sambil menggelengkan kepalanya, Gu Jong dan Han Di hanya menggeram dalam hatinya ketika tahu kekuatan Xiao Feng dan berhasil mengalahkan Pangeran Zhu Lian salahsatu jenius dikerajaan Zhu.
Xiao Feng pun duduk dikursinya dan tentu saja Lin Mei Ling menyambutnya dengan senyum cantik diwajahnya.
"Feng,, selamat kau menang dari awal aku yakin kau yang akan memenangkannya!" Ucap Lin Mei Ling dengan lembut.
"Terimakasih Lin Mei Ling,, sepertinya kita akan bertarung hahaha!" Ucap Xiao Feng lalu Bai Hu muncul di belakang Xiao Feng.
"Tuan selamat atas kemenangannya dan lihat aku mendapat banyak sekali uang!" Ucap Bai Hu dengan bangga memamerkan kantung kain. Xiao Feng mengerutkan keningnya.
"Darimana kau mendapat uang?"
"Tentu aku mengikuti taruhan tuan dan mendapat jackpot besar,, oh tuan kau memang dewa keberuntunganku!" Ucap Bai Hu.
"Kau melakukan perbuatan seperti ini tanpa sepengetahuanku?" Ucap Xiao Feng dingin dan Bai Hu mendadak merinding apalagi sorot mata Xiao Feng menajam melihat ke arahnya.
"Emm, anu tuan aku tidak bermaksud menjadikan tuan sebagai bahan taruhan!" Ucap Bai Hu.
"Harusnya kau pasang juga atas namaku!" Ucap Xiao Feng dengan wajah seperti menyesal, Bai Hu alisnya berkedut mendengar itu. Dia mengira akan dihukum oleh Xiao Feng tapi ternyata itu diluar perkiraan nya sementara Lin Mei Ling tertawa berderai hingga matanya menyipit melihat itu.
"Untung kau tuanku kalau bukan sudah eemmm!" Ucap Bai Hu dalam hatinya gemas dengan mulut dilipat sambil meremas tangannya.
"Bai Hu aku bisa mendengarnya!" Ucap Xiao Feng.
"Anu tuan,, aku hanya bercanda dan oh iya aku ada sesuatu yang hendak dibicarakan dengan Qing Long!" Ucap Bai Hu sambil buru-buru pergi. Xiao Feng hanya menggelengkan kecil kepalanya.
Akhirnya pertandingan itu selesai dan akan dilanjutkan esok hari bersamaan dengan terbukanya situs warisan yang juga akan terbuka esok hari, semua orang pun meninggalkan arena termasuk Xiao Feng yang berjalan bersama Lin Mei Ling diikuti Bai Hu yang melempar-lempar kantung kain sambil bersiul beserta Qing Long dibelakangnya.
__ADS_1
*** Bersambung ***