
****
Disuatu wilayah yang masih pinggiran pusat alam dewa terdapat sebuah lembah luas dan sangat indah ditumbuhi beraneka bunga berbagai warna, cahaya matahari keemasan pagi hari menyapu seolah menyirami lembah itu. Angin semilir bertiup lembut menerbangkan dedaunan dan membawa aroma wangi dari bunga hingga menyentuh indera penciuman sosok gadis cantik yang sedang duduk diatas batu sambil memainkan bunga ditangannya.
Gadis itu sesekali mendesah, dia menyelipkan rambutnya yang tidak diikat ke belakang telinga, dibenaknya muncul bayangan tentang pria tampan berkarisma namun semakin di bayangkan semakin sakit hatinya.
"Kenapa aku tidak pernah bisa melupakanmu, aku sengaja menjauh agar aku bisa melupakanmu tapi belenggu ini malah semakin kuat. Dewa tolong aku bagaimana melepaskan ini" ucap gadis itu lirih, matanya menatap kosong ke arah lembah yang ditumbuhi bunga. Gadis itu tak lain adalah Lin Mei Ling, dia memang berencana mencari ayahnya dan keluarga Lin dipusat alam dewa sekaligus bisa menjauh dari Xiao Feng namun tetap saja dia tidak bisa melupakannya. Biarpun telah bertemu dengan beberapa pemuda kuat, tampan dan memiliki status namun tetap saja dihatinya Xiao Feng tidak tergantikan.
Memang benar ramalan seseorang dulu ketika di alam roh menyebutkan bahwa dia akan menjadi kecintaan bagi puluhan pemuda namun hatinya hanya akan terpaut pada satu pemuda yang pertama kali dikenalnya ketika dia lepas turun gunung oleh gurunya. Dia pun tidak menyadari akan hal itu, biarpun sudah tahu kalau pemuda yang dicintainya sudah memiliki pasangan namun cinta Lin Mei Ling kepada Xiao Feng teramat besar dan kokoh bagai karang yang diterpa ombak.
Disaat sedang asyik melamun dia tidak menyadari ada dua sosok dari kejauhan mendekatinya, kedua sosok itu yang merupakan pria tua dan berumur sekitar 40 tahunan pun berdiri didepan Lin Mei Ling.
"Bunga yang tumbuh di lembah ini semuanya sangat indah, namun ada satu bunga yang paling indah sedang bersedih,, nona cantik maukah kau kami temani" ucap pria tua dengan pandangan mata tidak lepas dari wajah cantik Lin Mei Ling sedangkan yang satunya menatap sekujur tubuh Lin Mei Ling seolah menelanjanginya sambil sesekali membasahi bibir dengan lidah.
Lin Mei Ling mendongakkan kepalanya menatap dua pria itu lalu tersenyum manis "Dua pria gagah, bunga disini tidak ada yang bersedih, kau salah mengira. Dan jika kau mau aku menemani kita akan berbuat apa?" ucap Lin Mei Ling, walaupun dia tahu dari sorot mata kedua pria itu memiliki maksud tidak baik lebih menjurus ke arah mesum, Lin Mei Ling tetap tenang apalagi dia tidak bisa melihat tingkat kekuatan kedua pria itu, besar kemungkinan kedua pria itu memiliki kekuatan diatasnya.
Pria tua tertawa kecil lalu menepuk dadanya "Perkenalkan namaku Zhang Rui" lalu pria sebelahnya mengenalkan diri.
__ADS_1
"Namaku Cang Zhui kami berdua dari organisasi Kapak Ganda, mengenai bagaimana kau menemani, bagaimana kalau kita cari kota terdekat dan memesan ruangan mungkin kita bisa berbincang" ucapnya dengan nada cabul.
"Ah,, rupanya orang hebat aku tidak layak untuk menemani kedua pria kuat seperti kalian, jadi lebih baik aku tidak ikut" ucap Lin Mei Ling dengan tetap tersenyum.
"Hoho kau rupanya senang dialam terbuka seperti ini,, cukup menarik baiklah kami mengikuti kemauanmu" ucap Zhang Rui sambil melayangkan tangan kanan mengincar dada Lin Mei Ling yang membusung. Lin Mei Ling yang sudah tahu gelagat segera melompat menghindar ke belakang.
"Haha ramah Alam Raja Kristal *1 bisa cepat menghindar,, aku suka gadis yang seperti ini jika ditaklukan akan terasa sangat memuaskan" ucap Zhang Rui.
"Benar sekali wanita lembut tapi akan sangat ganas di ranjang" Cang Zhui ikut menimpali, Lin Mei Ling sadar akan kekuatan lawan sangat jauh diatas nya sedikit khawatir, dia tidak tahu kalau kedua orang itu merupakan agen nomor 9 dan nomor 8 di organisasi Kapak Ganda yang memiliki kekuatan di alam Kaisar Raja *2 dan *5. Pertarungan pun segera terjadi dengan berat sebelah, kedua pria itu tampak bermain-main saja sebab jika ingin hanya dengan auranya saja mengalahkan Lin Mei Ling semudah membalikkan telapak tangan.
****
"Sudahlah gadis tidak ada gunanya melawan, kau lebih baik menyerah saja kami tidak ingin kau kehabisan tenaga saat kita bermain nanti, nanti kami tidak bisa mendengar suara indahmu dan melihat lincahnya goyangan tubuhmu,, hahaha salahkan dirimu kenapa bisa berhubungan dengan orang yang kami cari!" seru Zhang Rui yang pria tua dengan seringai mesum sambil berjalan mendekati Lin Mei Ling, Lin Mei Ling bergerak mundur.
"Siapa orang yang kalian cari dan apa hubungannya denganku?" tanya Lin Mei Ling, Zhang Rui mengeluarkan kertas yang digulung dan membukanya, Lin Mei Ling terkejut ketika melihat gambar yang dikertas adalah wajah Xiao Feng. Entah dari mana informasi Xiao Feng membunuh Xuemo bisa mereka dapatkan, tentu saja organisasi Kapak Ganda yang sudah berdiri lama akan mudah mendapatkan informasi yang membunuh anggotanya.
"Kau sudah lihat,, orang ini telah membunuh saudara kami, kau yang bersamanya akan kami urus dulu baru membunuh pria kekasihmu itu,, katakan dimana pria itu maka kami akan melepaskan mu!"
__ADS_1
"Sampai matipun aku tidak akan mengatakan apapun, biarpun kalian mau memperlakukanku dengan apapun aku tidak akan bicara!" seru Lin Mei Ling, dimatanya terlihat keyakinan teguh.
"Baiklah kalau kau keras kepala, kami akan mempermalukan mu lalu membawa mayatmu ke hadapan dia ahahaha!"
"Apakah aku akan dipermalukan seperti ini? Feng tolong aku!" gumam Lin Mei Ling, dia diam-diam mengeluarkan sebuah token pemberian Xiao Feng dan mengalirkan energi Qi terakhirnya untuk mengirim sinyal ke Xiao Feng.
Zhang Rui dan Cang Zhui semakin mendekati Lin Mei Ling yang sudah pasrah mereka berdua mendorong pundak Lin Mei Ling hingga gadis cantik itu berbaring ditanah, Lin Mei Ling menutup kedua matanya pasrah disertai bulir air mata mengalir di pipi halusnya.
Sesaat sebelum tangan-tangan jahat itu menyentuh tubuhnya, sebuah teriakan menggelegar terdengar disertai sambaran angin deras.
"Siapa yang berani menyentuhnya, aku tamatkan riwayatnya delapan generasi!"
Teriakan itu sangat keras hingga Zhang Rui dan Cang Zhui sedikit menutup telinga, tak lama kemudian sosok pria berpakaian hitam dan memegang kipas muncul, pria itu dengan cepat mengirimkan tendangan ke arah Zhang Rui dan Cang Zhui, kedua pria itu dengan sigap melompat ke belakang menghindari tendangan pria yang baru muncul yang tak lain adalah Xiao Feng.
Zhang Rui dan Cang Zhui terkejut melihat Xiao Feng karena dia adalah yang mereka cari, sontak mereka tersenyum menyeringai. Xiao Feng lalu mengeluarkan pakaian untuk menutupi tubuh Lin Mei Ling, dia memangku kepala Lin Mei Ling dan memasukkan pil ke dalam mulutnya. Lin Mei Ling tersenyum dengan mata masih berair dia memegang tangan hangat Xiao Feng.
"Feng,, benarkah kau ini?"
__ADS_1
"Ssstt jangan bicara dulu telan pil ini, biar aku yang menghajar mereka" ucap Xiao Feng, Lin Mei Ling menganggukkan kepalanya dan segera menelan pil itu. Xiao Feng kemudian bangkit berdiri dan berhadapan dengan Zhang Rui dan Cang Zhui si agen nomor 9 dan nomor 8 dari organisasi Kapak Ganda.
****bersambung****