
*****
Hari menjelang sore, cahaya kuning kemerahan tampak menghiasi langit ufuk barat, burung camar beterbangan berkelompok menerjang angin yang berhembus lembut membuat suasana sore hari tenang dan indah. Xiao Feng ketika sudah memasuki wilayah kekaisaran Huangzhou sedikit lebih dekat ke perbatasan antara Qingzhou dan Huangzhou, didepan sana ada sungai besar sebagai batas antar wilayah.
Xiao Feng mengajak timnya turun dan beristirahat di dekat sungai sambil menikmati indahnya cahaya kemerahan yang memantul di permukaan air sungai.
"Baiklah kita beristirahat dulu disini,, biarpun kalian tidak lelah tapi jangan terburu-buru kita nikmati perjalanan ini" ucap Xiao Feng.
"Baiklah kakak, kami mengikut saja!" Li Ying berkata
"Baik Tuan!"
Xiao Feng mengeluarkan beberapa kursi dan dua meja untuk mereka.
"Sun Xie tangkap beberapa ikan dan ayam hutan!"
"Baik Tuan!" Lalu Sun Xie segera mencari apa yang diperintahkan Xiao Feng, sambil menunggu mereka mengobrol santai. Setengah jam kemudian Sun Xie sudah kembali dengan beberapa ikan dan tiga ekor ayam hutan. Sun Ling'er dan Li Ying bergegas membersihkan ikan dan ayam itu, sementara Xiao Feng mengeluarkan alat tempur dapurnya. Tak lama kemudian Sun Ling'er dan Li Ying selesai membersihkan ikan dan ayam, Xiao Feng mulai memasaknya sementara yang lain menunggu sambil saling berbincang. Qing Long sendiri tampak berbincang dengan Zhu Que, sebuah kejadian yang langka Qing Long yang biasanya irit bicara namun bersama Zhu Que dia terlihat santai mengobrol.
Satu jam kemudian masakan Xiao Feng sudah siap, bau harum tercium menyebar membuat semua orang menelan air liurnya. Biarpun kultivator tidak butuh makan tapi masakan Xiao Feng sangat menggugah selera. Xiao Feng kemudian menyuruh dua gadis untuk membantu menatanya dimeja.
Kini mereka sudah duduk di mejanya masing-masing dan mulai makan masakan Xiao Feng.
"Ling'er, Ying'er pelan-pelan saja tidak akan ada yang merebutnya dari kalian" ucap Xiao Feng sambil tertawa kecil melihat kedua gadis berusia 15 tahun makan dengan cepat sampai pipinya menggembung. Li Ying menelan dulu makanannya sebelum menjawab.
"Kakak, masakan kakak memang terbaik!"
"Emm,,emm!" Sun Ling'er dan Sun Guan mengangguk membenarkan.
"Haha yasudah habiskan makanan kalian"
__ADS_1
Tak berselang lama mereka sudah menghabiskan makanan. Setelah merapikan bekas makan, Xiao Feng mengeluarkan beberapa tenda yang dibeli dari toko sistem untuk mereka beristirahat.
*****
Malam yang dingin berlalu dengan cepat berganti pagi hari yang cerah, kicau burung terdengar bersahutan seolah bernyanyi menyambut matahari yang malu-malu bersembunyi di balik awan. Xiao Feng dan semua orang sudah bangun, setelah membersihkan diri disungai dan berpakaian rapi mereka melanjutkan perjalanan ke bagian barat Kerajaan Qingzhou. Perkiraan siang hari mereka akan tiba di lokasi Bai Hu.
Mereka terbang dengan kecepatan penuhnya dan tidak terasa hari sudah menjelang siang, Xiao Feng melihat sebuah kota didepannya dan merasakan aura Bai Hu.
"Ayo kita sudah sampai!"
Mereka kini sudah sampai di lokasi Bai Hu yang sedang mengamati pembangunan benteng. Bai Hu yang merasakan ada aura Xiao Feng segera berbalik melihat kedatangan Xiao Feng.
Xiao Feng yang juga melihat Bai Hu kemudian berjalan mendekat, namun pandangannya tertuju pada seseorang dibelakang Bai Hu yang sedang berdiri membelakanginya menatap orang-orang yang sedang memindahkan batu.
"Feng Xi?" gumam Xiao Feng, Sun Xie, Sun Ling'er dan Sun Guan juga mengenali gadis berambut putih itu.
"Feng jiejie!" teriak ketiganya membuat gadis itu segera berbalik. Terlihat Feng Xi membulatkan matanya melihat kedatangan mereka terlebih melihat Xiao Feng. Feng Xi menjadi sedikit gugup. Feng Xi kemudian sedikit berlari sambil melebarkan kedua tangannya ke arah Xiao Feng dan timnya.
Feng Xi lewat begitu saja disampingnya membuat Xiao Feng berkedut alisnya. Bai Hu dan Yuan Li serta Ren Yan tersenyum geli.
"Hhhh salahku terlalu berharap" Xiao Feng menghela nafas panjang dia menurunkan kedua tangannya lalu melihat ke belakang.
"Benar Tuan berharap kepada manusia adalah hal yang salah" ucap Bai Hu. Xiao Feng hanya melihat Bai Hu lalu menggerakkan telunjuknya agar Bai Hu mendekat. Dengan polos Bai Hu menurut saja dan ketika sudah berada dihadapan Xiao Feng dahinya disentil oleh Xiao Feng.
"Aww, Tuan apa salahku?"
"Kau sempat-sempatnya mengejekku" ucap Xiao Feng, Bai Hu hanya menghela nafas sambil mengelus dahinya.
"Kyaaa,,, kalian sudah lama sekali tidak bertemu dan semakin tampan dan cantik saja!" ucap Feng Xi sambil memeluk ketiga anak itu. Li Ying sedikit memanyunkan bibirnya lucu.
__ADS_1
"Jiejie aku juga tidak dipeluk?" ucap Li Ying
Feng Xi melihat Li Ying heran perasaan dia belum mengenal gadis cantik itu. Sun Ling'er segera menjelaskan kalau Li Ying adalah adik Xiao Feng. Feng Xi kemudian tersenyum lalu mengayunkan tangannya sebagai isyarat agar Li Ying mendekat. Li Ying seketika tersenyum lalu berlari dan memeluk Feng Xi yang masih berpelukan dengan ketiga saudara Sun. Xiao Feng dan yang lain hanya tersenyum saja.
"Nona Feng sudah lama tidak bertemu"
Feng Xi yang sudah melepas pelukan melihat ke arah siapa yang bicara.
"Yuan Li dan Ren Yan kalian semakin kuat saja kelihatannya, haha!"
"Nona Feng terlalu pintar memuji" ucap Yuan Li. Sementara itu tiba-tiba Zhu Que dan Qing Ling merasakan aura yang sangat dikenalnya dan tak lama kemudian seekor burung putih kecil terbang dan hinggap dipundak Feng Xi.
"Zhu Yue" gumam Zhu Que ketika melihat burung putih kecil itu. Zhu Yue nama dari Phoenix es juga merasakan aura yang familiar dia melihat sekeliling dan pandangannya tertuju pada seekor burung kecil merah yang bertengger dipundak Xiao Feng. Kemudian Zhu Yue terbang mendekati Xiao Feng, Zhu Que juga terbang mendekati Zhu Yue.
Kedua burung itu langsung terlibat perkelahian kecil, Xiao Feng dan yang lainnya melihat kedua burung itu bertengkar.
"Burung jelek sialan kenapa kau muncul disini!" ucap Zhu Yue.
"Cih,, suka-suka aku, kau juga kenapa berada disini burung bodoh!" balas Zhu Que.
"Aku tentu saja mengikuti tuanku!"
"Sama aku juga mengikuti tuanku,, apa masalahmu burung bodoh!" ucap Zhu Que tidak mau kalah. Kedua burung itu masih bertengkar kecil saling mematuk dan menampar dengan sayap kecilnya. Xiao Feng mengamati dulu dan ketika kedua burung itu mulai mengeluarkan masing-masing elemennya. Xiao Feng dengan cepat mengangkat kedua tangannya dan secara mendadak kedua burung itu tersedot dan berada digenggaman Xiao Feng.
"Kalian ini sebagai binatang suci malah bertengkar!" ucap Xiao Feng.
"Tuan burung bodoh itu yang mulai duluan!" ucap Zhu Que
"Enak saja kau yang duluan burung jelek" Zhu Yue berkata tidak mau kalah. Xiao Feng menghela nafasnya.
__ADS_1
"Jika kalian tidak berhenti aku akan mencabuti bulu kalian" ucap Xiao Feng sambil menyeringai dan membuat kedua burung itu langsung diam. Zhu Yue juga heran siapa pria muda ini dengan mudah menangkap dia yang sudah berada di ranah Raja Perunggu *9.
**** bersambung