Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 409 Membunuh Tetua Pertama


__ADS_3

****


"Huh rupanya kau memiliki sedikit kemampuan maka dari itu besar mulut!" seru tetua pertama lalu dengan segera mengeluarkan sebuah pedang dari cincin penyimpanannya "Baiklah suatu kehormatan kau bisa terbunuh oleh pedangku!" lanjutnya.


"Tetua pertama sepertinya terlalu menganggap tinggi anak muda sampai mengeluarkan senjata tingkat 8 Pedang Seribu Derita" ucap tetua kedua yang lain menganggukkan kepala setuju namun berbeda dengan Jian Duanhu dia bisa melihat Xiao Feng tetap tenang bahkan sepintas terlihat senyum meremehkan. Sebagai tokoh kultivator yang sudah cukup lama memegang kekuasaan kepala keluarga dia tentu saja sudah bertemu banyak orang tetapi baru kali ini dia melihat seorang anak muda yang misterius.


Pedang Seribu Derita sendiri konon di tempa dari bahan meteorite yang sangat keras dan mengandung unsur elemen racun karena pedang tersebut ketika sudah ditempa direndam dalam cairan racun siluman ular sisik kuning yang terkenal dengan racunnya yang mematikan. Pedang tersebut direndam selama sepuluh tahun dan tentu racunnya menyerap ke dalam pedang. Bagi lawan yang terkena sedikit saja goresan akan langsung terinfeksi racun yang lukanya membusuk dan melebar serta menyebabkan rasa sakit dan panas secara bersamaan hingga membuat korbannya menjadi gila karena rasa sakitnya maka dari itu tidak heran dinamakan Pedang Seribu Derita.


Xiao Feng juga melihat pedang hitam kebiruan yang dipegang ditangan tetua pertama dan langsung tahu itu senjata tingkat delapan.


"Sistem apa keistimewaan pedang itu?"


[Ding,, pedang itu mengandung elemen racun mematikan]


"Hmm bagus sekali" gumamnya, dia berencana merebut Pedang Seribu Derita.


"Matilah bocah sombong!"


"Wusshh!"


Tetua pertama melesat dengan cepat ke arah Xiao Feng, dia menggunakan teknik langkahnya yang juga berada di tingkatan surgawi, jika dilihat orang lain gerakan tetua pertama sangat cepat namun di mata Xiao Feng seperti siput.


Tetua pertama menebaskan pedangnya ke arah leher Xiao Feng bermaksud menghabisi dengan satu gerakan, Xiao Feng menutup kipasnya dan langsung menggunakannya untuk menahan tebasan pedang.


"Trankkk!"


Bunga api memercik keduanya sama-sama mundur mengambil jarak lalu kembali melesat. Tetua pertama terus menyerang dengan ganas, tetapi Xiao Feng masih dengan santai mengerakkan kipasnya berulang kali untuk menangkis serangan pedang.


"Trannkk!"


"Trankk!"


Dalam lima menit Xiao Feng dan tetua pertama sudah bertukar ratusan gerakan, tetua pertama disamping sangat kesal juga heran melihat Xiao Feng masih santai dan tidak berkeringat sedangkan tetua pertama sudah muncul keringat di seluruh tubuhnya.


Tetua pertama melompat ke belakang mengambil jarak sambil menghindari serangan Xiao Feng yang tiba-tiba melemparkan kipasnya yang sudah terbuka dan berputar kencang ke arah tetua pertama.


"Apa sudah selesai? Kalau belum ayo kita menari lagi jika kau masih memiliki teknik lain!" ucap Xiao Feng sambil menangkap kipasnya dan mengibas-ngibaskan pelan didepan dada.

__ADS_1


"Huh kau pengecut hanya bisa menahan dan menghindar saja, serang aku kalau punya kemampuan" seru tetua pertama.


"Baiklah lihat bagaimana seni pedang yang sebenarnya!" ucap Xiao Feng sambil menyimpan kipas dan mengeluarkan Pedang Elemennya.


"Bocah ini rupanya memiliki senjata sama seperti tetua pertama"


"Benar semoga saja tetua pertama bisa dengan cepat menghabisi nya dan kurasa di tubuhnya banyak sekali harta Karun!" tatapan semua orang serakah melihat Xiao Feng mengeluarkan kembali senjatanya bahkan Tuan Muda Klan Jian sangat iri kenapa usia hampir sama tetapi Xiao Feng memiliki kekuatan dan senjata tingkat tinggi sangat banyak.


Tidak menghiraukan seruan semua orang, Xiao Feng langsung berlari ke arah tetua pertama dengan menyeret Pedang Elemen di atas tanah hingga membentuk garis lurus sepanjang jalur lari Xiao Feng.


"Cepat sekali"


Tetua pertama terkejut melihat kecepatan gerak Xiao Feng dia buru-buru mengangkat tangannya menahan tebasan Xiao Feng.


"Trankk!"


Kembali bunga api memercik di kegelapan malam akibat benturan dua senjata tingkat tinggi, tetua pertama merasa tangannya kesemutan ketika beradu pedang dengan Xiao Feng.


Xiao Feng terus menyerang dengan cepat menggunakan pedangnya membuat tetua pertama kalang kabut memutar pedangnya berusaha menahan serangan Xiao Feng yang seperti hujan.


"Trankk!"


"Trankk!"


Tetua pertama menebaskan pedangnya yang sudah dialiri energi Qi dalam jumlah besar, seketika cahaya kehijauan sebesar buah kelapa berjumlah sepuluh berputar didepan tetua pertama dan satu persatu melesat ke arah Xiao Feng.


"Hehe akhirnya pak tua itu mengeluarkan tekniknya!" seru Xiao Feng "Teknik Pedang Membelah Langit : Tebasan Bulan Sabit!"


"Swoosshh!"


Siluet bulan sabit besar dari elemen es muncul dan bergerak mendatar ke arah sepuluh bola cahaya tetua pertama.


"Booom!"


"Booom!"


Ledakan besar tercipta ketika terjadi benturan kedua teknik, Jian Duanhu segera mengibaskan tangannya menghalau asap tebal efek ledakan. Sepuluh bola cahaya kehijauan langsung hancur dan siluet bulan sabit es masih bergerak menuju ke arah tetua pertama.

__ADS_1


Tetua pertama memutar pedangnya seperti baling-baling didepan dadanya disertai pengerahan energi Qi sebanyak 70%. Seketika dinding transparan kehijauan muncul didepan tetua pertama.


"Boomm!"


"Brakkk!"


"Uhhukk!"


Nyatanya dinding transparan dengan pengerahan energi Qi dalam jumlah banyak tidak mampu menahan siluet bulan sabit elemen es Xiao Feng. Dengan telak tetua pertama terhantam dan tubuhnya melayang ke belakang dan membentur sebuah tiang batu disertai muntahan darah dari mulutnya.


Belum sempat bersiap memulihkan diri serangan susulan dari Xiao Feng datang lagi, kini terlihat sekitar seratus pedang dari elemen es muncul di belakang Xiao Feng.


"Teknik Pedang Membelah Langit : Hujan Ribuan Pedang!"


"Wuuushhh!"


Seratus pedang dari elemen es bergerak bersamaan dengan cepat ke arah tetua pertama yang masih terduduk di dekat tiang yang sudah hancur, tetua pertama berusaha menahan kembali dengan mengerahkan seluruh kekuatan energi Qi nya.


"Gawat,, tetua pertama cepat menghindar!" seru Jian Duanhu sambil bergerak ke arah tetua dan melepaskan serangan tapak menghalau seratus pedang elemen es Xiao Feng.


"Booom!"


Jian Duanhu memang tidak bisa sampai tepat waktu dan hanya mampu mementahkan beberapa pedang namun yang lainnya masih lolos dan langsung menghujani tetua pertama hingga membekukan tubuhnya sekaligus menghancurkannya.


"Booom!"


"Booom!"


Ledakan tercipta dan angin dingin menyebar ke sekeliling dan menerbangkan beberapa orang bahkan Jian Duanhu sempat terdorong mundur ke belakang.


[Ding,,, selamat tuan telah membunuh di level Dewa Hijau tahap awal mendapatkan 10 juta PS dan 1 milyar PS]


Xiao Feng tersenyum tipis lalu dengan cepat melesat dan mengambil Pedang Seribu Derita serta cincin penyimpanan tetua pertama. Semua orang hanya bisa melihat bahkan Jian Duanhu tidak sempat bergerak karena Xiao Feng sangat cepat.


"Bocah klan Xiao.... Hari ini aku akan membunuhmu!" ucap Jian Duanhu dengan wajah memerah karena sangat marah melihat tetua pertama dibunuh tepat didepan matanya, aura kekuatan ranah Dewa Hitam tahap awal merembes dan membuat sesak nafas sua orang kecuali Xiao Feng.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2