
*****
Perdana Mentri Wang saat ini sedang berkunjung ke kediaman Ratu Xiao Lian, mereka berdua duduk di sebuah meja dan kursi yang berada di sudut ruangan.
"Perdana Mentri datang menemuiku apakah untuk urusan kuda militer?" tanya Ratu Xiao Lian sambil menyesap tehnya. Perdana Mentri menghela nafas sejenak sebelum menjawab.
"Benar, Ratu tahu sendiri kalau adik tidak bergunamu selalu bertugas atas kuda militer, namun kemarin Raja mengeluarkan dekrit kalau urusan ini sudah dilimpahkan kepada Pangeran Kedua, aku khawatir dia menggunakan ini untuk menyerang jadi aku berdiskusi dengan Ratu mengenai masalah ini" ucap Perdana Mentri. Ratu Xiao Lian mengangguk lalu meletakkan gelas di atas meja.
"Jika adikmu tidak bersalah, kenapa kau takut Pangeran Kedua bertindak?" tanya Ratu Xiao Lian.
"Ratu juga mengetahui kalau tugas ini menguntungkan, jika bukan karena Raja yang tiba-tiba memutuskan menambah kekuatan pasukan kuda militer ini seharusnya sudah cukup" ucap Perdana Mentri.
"Sudah cukup? Jika Raja tidak mengirimkan Ren Zhi memeriksa apakah akan ditemukan kekurangan 40% total kuda, apa kau tahu bagaimana marahnya Raja? untung adikmu pintar mengatakan kalau bagian Pembendaharaan yang menjaga kuda militer. Menuntut dirinya atas penjualan kuda dan dia berhasil lolos, namun Pangeran Xiao Feng tidak bisa ditipu. Apakah kau berfikir kalau Raja memerintahkan membeli kuda baru?" ucap Ratu Xiao Lian sambil tersenyum tipis.
"Dia ingin mengambil kesempatan ini untuk berurusan denganmu!" tambah Ratu Xiao Lian. Perdana Mentri terdiam menyimak penjelasan Ratu yang seolah masuk akal.
"Ini urusan kerajaan, aku tidak bisa membantu!"
"Ratu ini bukan hanya tentang melawanku, tapi kita. Uang yang dikorupsi adikku 80% masuk ke dalam kantong pribadi Pangeran Ketiga, jika adikku ketahuan aku khawatir kalau Pangeran Ketiga akan terseret!" ucap Perdana Mentri.
"Apa Perdana Mentri mengancamku?" tanya Ratu Lian.
"Aku tidak berani, aku bersedia berbagi suka dan duka bersama Ratu dan Pangeran Ketiga" ucap Perdana Mentri sambil menangkupkan tangan.
"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Ratu Lian.
"Kuda militer itu diselundupkan orang, kita harus menyelidikinya!"
"Apakah Perdana Mentri ingin menyelidiki sampai tuntas?"
"Benar dan kuharap Ratu mau membantuku!" ucap Perdana Mentri. Ratu Xiao Lian tersenyum tipis lalu berkata dalam hati ( Xiao Feng kali ini selain masalah kuda, aku akan memberimu hadiah lain hingga kau diserang dari berbagai arah. Bagaimana kau menghadapinya kali ini? siapa suruh kau menghukum Jun'er tempo hari)
Setelah perbincangan sedikit, Perdana Mentri pamit kembali ke kediamannya dan sudah menunggu adiknya di kediaman itu.
"Kakak apakah Ratu bersedia membantu?"
"Tentu saja, sampah yang kau buat harus aku yang menyelesaikannya!" ucap Perdana Mentri sedikit ketus.
"Kakak aku juga tidak menyangka kalau Raja akan memeriksa kuda militer!" ucap adik Perdana Mentri Wang.
"Minta orangmu segera ke barat laut Youngzhou beli kuda disana dengan 10 koin emas, naikkan harga kuda!"
"Kakak bukankah 10 koin emas terlalu tinggi, jika ingin menaikkan harga tentu harus membeli ratusan kuda itu akan menghabiskan ribuan koin emas!"
__ADS_1
"Terus bagaimana, bukankah keuntunganmu selama beberapa tahun ini dalam pembelian kuda sudah lebih dari cukup untuk mengurusnya, kini mengeluarkan sedikit kau sudah sakit hati,, kau lebih mementingkan nyawa atau uang?!" ucap Perdana Mentri kesal, adiknya hanya diam mendengarkan.
*****
Di tempat lain Xiao Jun mengunjungi ibunya Ratu Xiao Lian.
"Ibu aku tahu salahku" ucap Xiao Jun
"Kau bodoh bisa-bisanya uang pembelian kuda kau korupsi, jika hari ini tidak diberi pelajaran kau tidak akan mengingatnya, pengawal cambuk dia 10 kali" perintah Ratu Xiao Lian.
"Baik!"
Pengawal dengan cepat langsung mencambuk punggung Xiao Jun, pria itu tidak melawan atau protes.
"Sudah cukup, malam ini segera ke barat laut Youngzhou cari pak tua Li, pinjam 200 kuda!"
"Baik Ibu!"
*****
Sementara itu Chen Nian sedang berada di kediaman Xiao Feng melaporkan sesuatu.
"Aku sudah menyelidiki adik perdana Mentri Wang diam-diam, transaksi pembelian kuda melibatkan banyak hal dan aku belum menemukan petunjuk!"
"Bahkan jika dikorupsi sepertinya dia akan berpura-pura membuat beberapa kesepakatan, periksa para pedagang!" ucap Xiao Feng
"Bukankah ini yang ayah inginkan, hanya dengan cara ini kita bisa temukan bukti"
"Aku mengerti, dan baru saja kudengar kabar kalau Pangeran Ketiga sudah bebas hukuman dan keluar kota katanya mau mengurus sesuatu!" ucap Chen Nian, Xiao Feng mengelus dagunya memikirkan sesuatu.
"Sepertinya Xiao Jun juga terlibat dalam masalah ini, terus selidiki adik perdana Mentri!" perintah Xiao Feng.
"Baik!" ucap Chen Nian lalu menangkupkan kedua tangan dan meninggalkan kediaman.
*****
Di barak militer barat laut Youngzhou.
"Tuan Li, pangeran ketiga ingin bertemu!" ucap seorang pengawal kepada pria paruh baya yang sedang membaca laporan.
"Suruh dia masuk!"
"Baik!"
__ADS_1
Tak lama kemudian Xiao Jun masuk.
"Salam kepada paman Li!" ucap Xiao Jun sambil menangkupkan kedua tangan. Pak Tua Li segera bangkit dari kursinya.
"Jun'er kenapa kau bisa datang kesini?" ucap pak tua Li
"Ibu menyuruhku untuk meminjam ratusan kuda dari paman"
"Meminjam kuda? kudaku saja tidak cukup disini dan kenapa kau mau meminjam kuda?"
"Ini surat dari ibu, paman akan tahu setelah membacanya" ucap Xiao Jun lalu mengeluarkan secarik kertas dari balik bajunya. Pak Tua Li segera menerima dan membacanya.
"Kau tunggu disini aku akan menyuruh orang untuk menghitung kuda!" ucap pak tua Li sambil berjalan keluar ruangan.
"Terima kasih paman!"
*****
Xiao Feng merasa bosan dikediamannya akhirnya memutuskan untuk ke paviliun pusat sekedar berjalan-jalan. Ketika sampai dia disambut Sun Xie dan Bai Hu.
"Tuan Muda!"
"Bai Hu bagaimana kabar semua orang?"
"Sepertinya masih berlatih di ruang kultivasi, bahkan nona Feng sekembalinya dari perjalanan kemarin belum keluar!" ucap Bai Hu. Xiao Feng tersenyum tipis.
"Gadis itu sungguh bekerja keras ingin meningkatkan kekuatan" gumam Xiao Feng sekilas bayangan kemarin ketika berdua di desa terlintas dibenaknya.
"Kenapa aku jadi merindukan dia,haha" ucap Xiao Feng dalam hati. Xiao Feng kemudian menuju ruangannya sekedar memeriksa laporan paviliun selama beberapa hari terakhir. Tak lama kemudian Sun Xie menemui Xiao Feng dan memberikan secarik kertas.
"Tuan, ada pesan dari kakak Yuan Li!" ucap Sun Xie sambil memberikan kertas.
"Padahal sudah kuberi batu giok dia malah mengirim pesan lewat kertas!" ucap Xiao Feng lalu membaca pesan Yuan Li.
"Menaikkan harga jadi 10 koin emas untuk kuda militer, adik perdana Mentri ini tampaknya ingin menghalangiku" gumam Xiao Feng.
"Tuan harga kuda normal biasanya 5 koin emas, ini dinaikkan menjadi 10 koin emas bukankah kita akan merugi jika membeli sesuai permintaan raja" ucap Sun Xie, dia juga mengetahui masalah ini.
"Meski aku memakai uangku tetap tidak bisa, ayah pasti akan curiga darimana uang itu berasal"
"lalu apa yang harus kita lakukan?"
"Tenang saja aku akan mengirim pesan kepada Yuan Li dan Ren Yun!"
__ADS_1
"Baik" ucap Sun Xie kemudian dia meninggalkan ruangan.
**** bersambung