
****
Dipanggung arena nomor satu Lin Mei Ling juga bertarung dengan cukup seru, setelah menumbangkan dua peserta lain kini gadis cantik itu berhadapan dengan dua lawannya. Serangan kedua pria itu tidak berarti banyak dihadapan elemen air Lin Mei Ling.
Lin Mei Ling dengan leluasa bisa merubah tubuhnya menjadi air hingga serangan kedua lawannya tidak berarti banyak. Lin Mei Ling kemudian menggerakkan tangan kanan dan kiri seolah menari lalu dari bawah muncul gumpalan air yang perlahan berubah menjadi bentuk tali yang terbuat dari air, Lin Mei Ling kemudian menggerakkan tali air itu menyerang ke arah dua pria lawannya.
"Lekas menghindar jangan sampai terlilit air itu!"
Keduanya berlompatan menghindari tali air yang meliuk-liuk seperti ular mematuk mengincar bagian - bagian tubuhnya. Lin Mei Ling menyatukan tangan dan tali air bergabung menjadi sebuah gelombang air yang langsung menyerang keduanya, Salahsatu pria kemudian membuat segel tangan dan dari mulutnya dia memuntahkan tanah.
"Boom!"
Dinding yang terbuat dari elemen tanah tercipta dan menahan serangan gelombang air Lin Mei Ling hingga menyebar ke sisi arena lalu pria satu nya melompat ke atas dan langsung mengarahkan tangan kanannya ke depan.
"Tinju Api!"
Siluet tinju besar dari elemen api meluncur dari tangan pria itu mencoba untuk menyerang Lin Mei Ling, namun dengan mudah Ling Mei Ling merubah air dibawahnya menjadi es dan menahan serangan tinju api.
"Boom!
"Cess!"
Merasa serangannya gagal pria itu kembali menggunakan tekniknya, namun Lin Mei Ling lebih cepat dia meluruskan tangan kanan dengan dua jari dirapatkan dan dipentang lurus. Dari jari itu muncul air yang menyemprot deras ke arah pria yang berada diatas benteng tanah, dengan buru-buru pria itu melompat dan berlindung namun tetap saja semprotan air Lin Mei Ling memotong setengah dari dinding tanah tersebut.
"Sssrrtttt!"
"Bummm!"
Dinding tanah bagian atas berjatuhan membuat kedua pria lawannya terkejut disaat hendak melompat keduanya tidak sadar kalau arena yang dipijaknya sudah dilapisi air. Tanpa lama-lama Lin Mei Ling menggerakkan tangannya dan air dibawah kaki kedua pria itu bergerak menghempaskan keduanya keluar arena.
"Bukk!"
"Bukk!"
__ADS_1
"Awww!"
Kedua pria itu jatuh bertumpuk dengan wajah pria yang satu menabrak pantat yang lain. Membuat semua orang yang menyaksikan tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha lihatlah dia malah mencium pantat, bodoh sekali bukankah lebih baik mencium gadis cantik itu!" Ucap salahsatu penonton. Juri pun segera melesat dan menyatakan Lin Mei Ling lolos ke babak selanjutnya, Lin Mei Ling kemudian tersenyum cantik dan segera melesat ke tempat Xiao Feng berada.
"Mei Ling kau hebat bisa mengalahkan mereka" ucap Xiao Feng ketika Lin Mei Ling sudah duduk disampingnya.
"Tuan Muda Feng lebih hebat bisa mengalahkan lebih cepat" ucap gadis cantik itu lembut sambil tersenyum matanya menatap mesra Xiao Feng, Xiao Feng berdehem kecil ketika ditatap oleh Lin Mei Ling.
Di arena yang lain juga sudah selesai, seperti yang diharapkan Pangeran Zhu Lian dan Liu Xi lolos, Gu Jong yang satu sekte dengan Lin Mei Ling juga lolos. Kini sudah ada sepuluh orang yang mewakili setiap arena antara lain Lin Mei Ling dan Gu Jong dari sekte Bintang Timur, Pangeran Zhu Lian dari kerjaan Zhu, Liu Xi dari sekte Tombak Salju, Han Di yang merupakan tuan muda sekte Golok Kuning, Xiao Feng, Yue Han yaitu gadis yang bertemu Xiao Feng dirumah makan dan tiga orang lainnya.
Pria tua pembawa acara kembali muncul diatas panggung.
"Babak kedua selesai dan untuk babak ketiga akan dilanjutkan esok hari, persiapkan tenaga kalian karena besok akan dimulai pertarungan satu lawan satu dan tentu ada hadiah lain selain bisa mendapatkan akses ke situs warisan, baiklah kompetisi hari ini ditutup!" Ucap pria tua itu lalu kembali ke tempatnya. Semua orang pun membubarkan diri keluar dari arena termasuk Xiao Feng yang kini berjalan berdua dengan Lin Mei Ling sedangkan Gu Jong hanya mengikuti dari belakang dengan raut wajah terlihat kesal.
"Gu Jong apakah kau akan diam saja melihat gadis idamanmu dekat dengan lelaki lain?" Ucap temannya berbisik.
"Kau cerewet tentu saja aku tidak terima, jika nanti bertemu diatas arena akan kuhancurkan dia dan akan ku tunjukan kepada Mei Ling siapa yang cocok untuknya" balas Gu Jong, Xiao Feng yang mendengar jelas ucapan mereka tertawa dalam hati.
"Tidak apa-apa Mei Ling aku hanya ingat cerita lucu saja yang kubaca di buku cerita,, oh iya jangan panggil aku tuan muda cukup Feng atau Feng Xi saja. Kau menyebut tuan muda seolah merasa asing!" Ucap Xiao Feng sambil tersenyum, Lin Mei Ling hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Feng apakah malam ini kau senggang?"
"Iya memangnya kenapa?"
"Emhh itu,," ucap Lin Mei Ling gugup, Xiao Feng mendekatkan wajahnya dan membuat gadis cantik itu memerah
"Itu apa?" Tanya Xiao Feng.
"Emm,, aku ingin mengajak kau makan malam dan minum arak bersama" ucap Lin Mei Ling dengan pelan sambil menundukkan kepala.
"Baiklah kebetulan kita belum merayakan pertemuan kita dan aku ingin bertukar cerita denganmu,," ucap Xiao Feng lalu mengeluarkan batu giok dari cincin penyimpanannya.
__ADS_1
"Kuyakin batu giok komunikasi yang kuberikan dulu hilang, ini aku berikan lagi supaya bisa saling memberi kabar" lanjut Xiao Feng sambil menyerahkan batu giok, Lin Mei Ling tentu saja menerimanya dan memasukkan ke dalam cincinnya, mereka pun terus berjalan sampai akhirnya berpisah menuju penginapan masing-masing.
****
Malam pun tiba, Xiao Feng sudah membersihkan diri dan berpakaian rapi, dia kemudian keluar dari penginapan dan menuju rumah makan yang ditentukan oleh Lin Mei Ling. Sementara gadis itu masih sibuk memilih baju yang akan dikenakannya. Terlihat banyak bajunya yang berserakan diatas tempat tidur.
"Aduh ini sepertinya tidak cocok!"
"Atau ini saja ya!"
"Tidak,,, tidak ini terlihat jelek!"
"Bagaimana ini aku tidak ada baju bagus!"
Lin Mei Ling menggaruk pelipis kepalanya yang tidak gatal, dia bingung hendak memakai pakaian yang mana, akhirnya diputuskan memakai pakaian hanfu biru langit dan merias sedikit wajahnya, setelah selesai dia pun keluar dari penginapan.
Lin Mei Ling pun sudah sampai dirumah makan dan melihat Xiao Feng yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku, gadis itu merapikan sedikit rambutnya dan berjalan mendekati meja Xiao Feng, semua orang yang berada disana menghentikan sejenak kegiatan makannya ketika Lin Mei Ling masuk, bagaimana tidak mereka seperti baru melihat kecantikan luar biasa di kota ini namun mereka tidak berani berbuat macam-macam karena dari penampilannya mereka menebak kalau gadis itu seorang kultivator atau putri klan bangsawan yang kaya dan berpengaruh.
Xiao Feng menutup bukunya ketika Lin Mei Ling sudah berdiri didepannya.
"Maaf Feng aku sedikit lama!" Ucap Lin Mei Ling, Xiao Feng hanya tersenyum.
"Tidak apa-apa aku memakluminya!" Ucap Xiao Feng, Lin Mei Ling menganggukkan kepala dan duduk dihadapan Xiao Feng, kemudian Xiao Feng memanggil pelayan untuk menyajikan makanan.
Mereka berdua saling bercerita pengalaman masing-masing setelah berpisah karena ledakan batu tujuh warna di alam roh sambil ditemani arak dan makanan.
"Oh jadi kau bergabung dengan sekte Bintang Timur karena ayahmu menolong salahsatu tetua disana!"
"Benar jadi ayah menitipkan ku di sekte untuk sementara karena ayah akan mencari jejak keluarganya di alam dewa" ucap Lin Mei Ling.
"Jadi ayahmu Tuan Lin Feng berasal dari alam dewa?"
"Benar Feng, ayah tidak ingin membawaku karena takut mendapatkan hal berbahaya dan aku sendiri setuju saja karena aku bisa fokus meningkatkan kekuatanku jadi ketika ayah menjemput aku sudah siap" ucap Lin Mei Ling sambil tersenyum, wajahnya tampak sangat senang karena bertemu dengan Xiao Feng itu terlihat dari bola matanya yang berbinar serta senyum indah terukir di wajah cantiknya. Xiao Feng mengangguk faham lalu mereka kembali saling bercerita sampai larut malam.
__ADS_1
*** Bersambung ***