
***
"Kenapa kau tidak membunuh dia, ini bukan gayamu!" ucap Feng Xi, kini mereka sedang terbang tinggi meninggalkan kota Mawar Putih, Xiao Feng menatap gadis itu lalu tersenyum.
"Hanya masalah kecil lagipula ada berapa tabib di kota ini, aku bukan iblis yang hanya membunuh saja jika orang itu masih berguna untuk banyak orang buat apa aku melakukan hal demikian" ucap Xiao Feng, Feng Xi tersenyum cantik.
"Yah dirubah hitam ini ternyata memiliki sisi baik juga haha!"
"Tentu saja dan kau pun sudah merasakannya!"
"Lalu tujuan kita tetap ke pusat alam dewa?"
"Benar aku ingin menyelidiki organisasi itu, maka dari itu kita harus mencari petunjuk apa tujuan organisasi itu!"
"Kau ini selalu mengurus hal merepotkan biarkan saja memangnya di alam dewa tidak ada orang!"
"Dengar Xixi sayang,, aku tidak bisa diam saja melihat ada kelompok yang berbahaya lagipula dua sekte yang berhubungan dengan mereka sudah kuhancurkan tentu mereka akan mencari cara membalas dendam" ucap pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Yah terserah kau saja lah aku ikut saja!"ucap Feng Xi sambil memalingkan wajahnya yang memerah karena dipanggil sayang oleh Xiao Feng tetap saja biarpun sudah mengenal dan tahu luar dalam Xiao Feng, sebagai seorang wanita tentu dipanggil mesra oleh pria yang dicintainya jantungnya berdebar dan senang.
"Ya sudah ayo kita bergegas!" ucap Xiao Feng lalu menggenggam tangan gadis cantik itu dan melesat lebih cepat.
****
Kabar mengenai pemberontakan perdana Mentri kerajaan Zhu yang dibantu oleh sekte-sekte aliran hitam pun sudah menyebar ke penjuru kerajaan. Bahkan sekte Kalajengking Merah yang merupakan sekte kuat aliran hitam pun sudah rata dengan tanah dan kabarnya yang berhasil memadamkan pemberontakan adalah seorang anak muda.
Disuatu tempat yang jauh dari kerajaan Zhu dan berada diperbatasan pusat alam dewa terlihat sebuah bukit tinggi terdapat tebing, seseorang berpakaian hitam dengan simbol kapak merah bersilang dibagian punggung tercetak besar muncul didekat tebing, orang itu membuat segel tangan dan sebuah array muncul didepan tebing.
Secara ajaib bagian bawah tebing bergetar dan terbuka seukuran pintu, orang itu lantas memasuki pintu dan tebing itu tertutup kembali. Didalam tebing itu nampak sebuah ruangan cukup besar dengan terdapat sepuluh kursi yang dibelakangnya tertulis nomor 1 sampai 10 dan sembilan diantaranya sudah diisi oleh sembilan orang mengenakan pakaian yang sama.
__ADS_1
Kekuatan masing-masing orang sangat tinggi jika diurutkan dari nomor 10 yaitu orang yang baru masuk dia sudah berada di alam Raja Penguasa *9 begitupun dengan urutan yang lain semakin kecil angka semakin tinggi tingkat kultivasinya contohnya nomor 9 memiliki kultivasi di alam Kaisar Raja *2 nomor 8 dialam Kaisar Raja 5, nomor 7 berada di alam Kaisar Raja *9.
Nomor 6 dialam (Prajurit Dewa) Dewa Putih tingkat awal, nomor 5 dialam Dewa Putih tingkat Akhir, nomor 4 dialam Dewa Kuning tingkat menengah, nomor 3 dialam Dewa Kuning tingkat Akhir, nomor 2 dialam Dewa Merah tingkat awal dan nomor satu yang merupakan pimpinan berada di Dewa Merah tingkat akhir. Sungguh kekuatan yang mengerikan dan jika digabungkan bukan mustahil satu kerajaan bisa dimusnahkan hanya mengandalkan sepuluh orang itu, tidak tetapi hanya membutuhkan satu orang saja di nomor 10 saja sudah cukup meratakan sebuah kerajaan.
Kelompok itu dinamakan kelompok Kapak Ganda yang merupakan kelompok aliran hitam mereka bertindak sebagai pembunuh bayaran serta mengumpulkan berbagai orang berbakat dengan tubuh khusus untuk dijadikan anggota tentu kemampuan mereka juga sangat mengerikan namun sejauh ini tujuan kelompok itu tidak diketahui secara pasti apakah hanya mengumpulkan orang atau berniat lain karena jika di bandingkan dengan salahsatu klan atau ras di pusat alam dewa kekuatan mereka masih belum sebanding.
Orang yang duduk dikursi nomor satu mengetuk jarinya dan menyesap arak.
"Apa sudah ada informasi mengenai siapa yang menghancurkan dua sekte bawahan kita?" ucapnya dingin dengan aura kuat menyebar. Nomor 10 pun menangkupkan kedua tangan kemudian duduk.
"Belum ada informasi detail hanya kabar angin kalau dua sekte itu dihancurkan seseorang pemuda" jawab nomor 10, nomor 1 mengelus dagunya perlahan.
"Rupanya ada orang yang berkemampuan juga,, kau pergi dan selidiki lagi jika memungkinkan rekrut dia jika melawan habisi saja!" perintahnya.
"Baik ketua!" ucap nomor 10 lalu sosoknya berubah menjadi asap dan menghilang.
****
"Feng Ge didepan sepertinya ada sebuah kota besar!" ucap gadis cantik itu sambil menunjuk, Xiao Feng juga melihatnya.
"Ayo kita turun mampir sebentar kita cari informasi dulu tentang pusat alam dewa!" ucap Xiao Feng, Feng Xi menjawab dengan anggukkan kepala dan mereka berdua turun ke bawah menuju kota itu.
Xiao Feng dan Feng Xi turun tidak jauh dari gerbang dan melanjutkan dengan berjalan kaki memasuki gerbang. Setelah membayar biaya masuk mereka berdua pun berjalan memasuki kota.
Kota ini tidak bernama dan suasana didalam kota cukup ramai, namun kebanyakan orang berpenampilan khas kultivator bahkan beberapa membawa senjata masing-masing, tatapan orang-orang melihat ke arah mereka berdua apalagi ke arah Feng Xi. Sebagai pria Xiao Feng jelas tahu tatapan itu merupakan tatapan seolah hendak memakannya, sebenarnya Xiao Feng merasa geram namun dia menahan diri dulu untuk mencari informasi.
Seorang pria muda dengan rambut dikuncir muncul dan menyapa mereka.
"tuan dan nona muda,, apakah kalian baru memasuki kota ini?" ucap nya tanpa basa basi, Xiao Feng meliriknya sekilas dan melihat kultivasi orang ini berada di alam Raja Berlian *1 lalu menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Benar kota apa ini?" tanya Xiao Feng, pemuda rambut kuncir melihat kiri kanan lalu memberi isyarat dengan tangan agar Xiao Feng mengikutinya, Xiao Feng dan Feng Xi pun mengikuti pemuda itu memasuki sebuah rumah makan yang terbilang sepi hanya satu dua orang yang makan. Mereka kemudian memasuki lantai dua rumah makan.
"Baiklah,, ini kota tak bernama tapi orang-orang menyebutnya kota Linyang dan dikota ini terbilang bebas" ucap pemuda itu menjelaskan.
"Maksudnya?" tanya Feng Xi.
"Yah,, bebas dalam artian kau bertarung dan membunuh atau merampok tidak akan ada yang melarang atau menghukum maka dari itu kebanyakan yang masuk kultivator" jawab pemuda itu, Xiao Feng dan Feng Xi mengangguk faham lalu Xiao Feng melemparkan kantung kain berisi batu roh dan dengan sigap ditangkap pemuda itu.
"Berbisnis dengan tuan muda sungguh enak,, oh iya kenalkan aku Situ Cheng, aku disini sebagai informan dan pemilik rumah makan ini!" ucapnya mengenalkan diri.
"Hei Feng Xi dan istriku Bai Feng Xi" ucap Xiao Feng, Situ Cheng menganggukkan kepalanya.
"Baiklah jika kalian ingin istirahat disini silahkan, jika kau butuh bantuan bisa tanyakan kepadaku!"
"Hmmm aku ingin bertanya suatu hal padamu, apa kau tahu simbol kapak merah?" ucap Xiao Feng, Situ Cheng menganggukkan kepala.
"Mereka adalah sebuah kelompok berisi 10 orang dengan kemampuan mengerikan namun markas dan tujuan mereka aku juga tidak tahu" jawab Situ Cheng.
"Itu saja?"
"Yah hanya itu saja mereka sangat tertutup dan aku juga mendapat informasi angin dari orang yang kesini, tapi kusarankan kalau kalian sebaiknya jangan mencari masalah"
"Kenapa?" tanya Xiao Feng.
"Hhhh apa kau mau mati,, sepuluh orang itu bisa dengan mudah menghancurkan kerajaan" ucap Situ Cheng.
"Hmm terimakasih kalau begitu kami istirahat dulu disini sajikan makanan dan minuman terbaikmu!" ucap Xiao Feng.
"Baik,, pelayan layani dulu mereka aku ada perlu!" teriak Situ Cheng dan pelayan pun segera menyiapkan hidangan, Situ Cheng berpamitan sebentar lalu keluar meninggalkan Xiao Feng dan Feng Xi.
__ADS_1
***bersambung***