
*****
Sementara itu di kerajaan Shangzhou pertempuran masih berlangsung hebat beruntung di ibukota para warga sudah berhasil dievakuasi sebelumnya oleh paviliun Gagak Hitam di Shangzhou.
"Iblis keparat hari ini akan ku musnahkan kalian" teriak Shi Jian sambil menebaskan pedangnya ke arah pasukan ras iblis disekelilingnya.
"Buum!"
"Duarr!"
Berbagai ledakan tercipta akibat pertempuran antara pasukan Naga Hitam dan Gabungan Pasukan Zhifeng bersama Pasukan Youngzhou menghancurkan beberapa bangunan, Xiao Chen tampak membantai dengan kejam menggunakan pedang yang dilapisi elemen api yang panas. Wajahnya dingin dengan rahang membesi menyiratkan dia tidak pandang bulu dan tidak berbelas kasih terhadap ras iblis. Xiao Chen seolah menari memutar pedangnya seperti baling-baling membabat banyak ras iblis.
"Teknik Api,, Pedang Seribu Derita!"
Seketika muncul ratusan pedang terbuat dari elemen api yang sangat panas melayang dibelakang Xiao Chen, pria itu langsung mengarahkan serangannya ke arah kumpulan ras iblis yang menghadangnya di depan gerbang istana.
"Shiuutt!"
Ratusan pedang dengan telak menembus tubuh ras iblis, biarpun sudah membuat pertahanan tetap saja tidak bisa menahan serangan Xiao Chen. Keunikan teknik Pedang Seribu Derita Xiao Chen adalah ketika menusuk api membakar tidak dari luar tapi dari dalam terlebih dahulu membakar organ dalam tubuh yang diserang dan tentu rasa sakitnya dua kali lipat. Ratusan ras iblis tergelimpang dengan menggeliat sambil berteriak seolah merasakan sakit yang amat sangat. Xiao Chen meludah lalu melanjutkan serangan.
Huang Zhi Yan juga tampak sibuk membantai pasukan ras iblis, dia menangkupkan kedua telapak tangan dan dari belakang muncul siluet sosok menyeramkan memegang busur panah.
"Teknik Panah Angin Penghancur Karang!"
"Shiuut!"
"Shiuut!"
Ratusan anak panah dari elemen angin tajam melesat dari siluet sosok menyeramkan dari belakang Huang Zhi Yan langsung memotong ratusan ras iblis menjadi potongan kecil. Huang Zhi Yan meneruskan serangan dengan disusul pasukannya yang juga sudah meratakan ras iblis. Bai Hu dan Zhu Que mengamati dari atas selama pertempuran berlangsung.
Kini dipimpin Xiao Chen, Huang Zhi Yan dan Shi Jian mereka merangsek ke dalam istana walaupun sempat dihadang pasukan kerajaan Shangzhou yang membelot namun itu perkara mudah. Tak lama kemudian dari udara muncul ribuan ras iblis melayang dengan cepat menuju istana.
"Bai Hu bagian kita sudah datang!" ucap Zhu Que sambil tersenyum sinis, Bai Hu menganggukkan kepala sambil meremas tinjunya hingga terdengar bunyi retakan.
"Baiklah Zhu Que ayo kita hajar" ucap Bai Hu lalu melesat ke depan menyongsong ribuan ras iblis.
__ADS_1
"Yeahahaha rasakan ini iblis jelek Teknik Angin, Cakar Angin"
Bai Hu menggerakkan kedua tangan yang sudah membentuk cakar menyilang lalu sebuah siluet cakar besar dari elemen angin muncul dan menyerang ras iblis. Cakar angin itu tentu tidak bisa ditahan ras iblis dan mengakibatkan ratusan ras iblis langsung terpotong, Zhu Que hanya tersenyum melihatnya dia juga melesat maju lalu menyemburkan api merah yang sangat panas dari mulutnya.
"Teknik Api,, Phoenix Membakar Dunia!"
"Swoohhss!"
Semburan api yang sangat besar keluar dari mulut Zhu Que ras iblis yang mencoba menghindar tidak sempat dan kembali ratusan ras iblis terbakar menjadi abu diudara.
"Sialan kedua manusia itu sangat merepotkan!" ucap komandan dari ras iblis.
"Serang mereka bersama!"
Sekitar 10.000an ras iblis yang tersisa menyerang Bai Hu dan Zhu Que bersamaan, namun Bai Hu malah tertawa senang.
"Zhu Que keluarkan apimu!"
"Haaahh baiklah!" ucap Zhu Que lalu kembali meniupkan semburan api yang sangat besar, Bai Hu kemudian mendorongkan kedua tangan dan mengeluarkan elemen angin yang langsung menyatu dengan api Zhu Que. Kini diudara pemandangan mengerikan sekaligus indah terlihat. Sebuah angin tornado sangat berwarna merah kehitaman bergerak menyapu ribuan ras iblis dengan kecepatan luar biasa, tak sampai sepuluh menit kini semua ras iblis yang berada diudara habis tak tersisa terbakar menjadi abu yang kemudian menghilang tertiup angin. Bai Hu dan Zhu Que kemudian turun bergabung dengan yang lain.
"Kau pengkhianat busuk, berani bersekongkol dengan musuh menggulingkan kekuasaan ayah!" ucap Shi Jian geram. Perdana Mentri hanya tertawa
"Haha Pangeran itu karena raja itu tidak becus mengurus pemerintahan harusnya aku yang menduduki jabatan itu, bukan pria tua tidak berkemampuan. Shi Jian yang emosi langsung menebas leher perdana Mentri itu.
"Slaashh!"
"Plukk!"
Akhirnya semua yang berkhianat dieksekusi langsung oleh Shi Jian. Lalu Shi Jian menyuruh pasukannya untuk membersihkan sisa-sisa pertempuran. Karena mereka berhasil merebut kembali kerajaan Shangzhou, tak lama kemudian seorang anggota Paviliun Gagak Hitam datang menghadap.
"Lapor Pangeran kami membawa Tuan Putri Shi Luzi"
"Benarkah suruh masuk!"
"Baik!"
__ADS_1
Tak lama kemudian masuklah sosok gadis cantik yang tak lain adalah Putri Shi Luzi yang langsung berlari memeluk Shi Jian dan Shi Zun bersamaan.
"Gege aku,, aku,, tidak menyangka akan bertemu kalian lagi" ucap Shi Luzi sambil terisak. Shi Jian mengusap rambutnya.
"Sudahlah Meimei ini sudah berakhir Gege telah membalaskan dendam ayah" ucap Shi Jian lalu Shi Luzi melepaskan pelukannya.
"Salam kepada Pangeran Xiao Chen dan Pangeran Huang Zhi Yan" ucapnya, Xiao Chen dan Huang Zhi Yan hanya menganggukkan kepala. Lalu mereka kemudian berkumpul dan duduk diaula untuk membahas rencana kedepannya sekaligus menghubungi Xiao Feng kalau istana Shangzhou sudah berhasil direbut.
*****
Disisi lain Xiao Feng yang sedang berkumpul dengan Feng Xueyue, Feng Xi, Qing Long, Zhu Yue, Yuan Li, Ren Yan dan yang lainnya diam-diam tersenyum mendengar pemberitahuan sistem yang menandakan dia mendapat sangat banyak poin sistem dan poin pengalaman.
"Sepertinya Bai Hu dan Zhu Que sudah berhasil mengambil alih Shangzhou" gumam Xiao Feng, Feng Xi yang melihat Xiao Feng senyum-senyum sendiri mengangkat sebelah alisnya heran.
"Feng Ge apa yang kau tertawakan!" ucap Feng Xi sambil menepuk lengannya, Xiao Feng segera tersadar.
"Eh,, iya aku baru saja mendapat kabar kalau Shangzhou sudah berhasil diambil alih" ucap Xiao Feng dan semua orang bernafas lega mendengarnya.
"Baguslah kalau begitu berarti fokus kita sekarang adalah menyerang kekaisaran" ucap Feng Xueyue.
"Benar namun kita harus memulihkan dulu kondisi pasukan kita dan sepertinya pasukan Qingzhou sangat lemah tentu harus ditingkatkan kekuatannya" ucap Xiao Feng, memang benar kekuatan pasukan Qingzhou sendiri masih di ranah Alam Fana tentu tidak akan sebanding melawan pasukan Naga Hitam yang berada di kekaisaran. Xiao Feng sudah menebak kalau pasukan Naga Hitam di kekaisaran adalah pasukan inti dan tentu memiliki kekuatan lebih dibandingkan yang berada di Shangzhou maupun yang menyerang Qingzhou.
"Lalu apa rencanamu?" Feng Xueyue bertanya.
"Kau siapkan saja pasukan terbaikmu nanti aku yang akan melatihnya langsung!" ucap Xiao Feng.
"Baiklah,, Jendral Li!"
"Hamba Pangeran" ucap Jendral memberi hormat.
"Siapkan Divisi Phoenix kumpulkan di halaman istana paling lambat dalam dua hari" ucap Feng Xueyue memberi perintah.
"Hamba menerima perintah!" ucap Jendral Li sambil berlalu pergi. Xiao Feng kemudian membuka portal dan membawa pasukan Gagak Hitam kembali ke paviliun pusat. Setelah selesai dia kembali lagi bersama Qing Long, kemudian bersama Feng Xueyue, Feng Xi dan Zhu Yue mereka melesat menuju ibukota Qingzhou.
**** bersambung *****
__ADS_1
Karena hari ini libur author up 4 chapter, semoga kalian suka,, jangan lupa like komennya,, masa 2,4K favorit yang like gak nyampe 500 🤭😁🙏