Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 158 Xiao Feng bertemu Raja Qingzhou Feng Xiong


__ADS_3

*****


Suasana didalam kota terbilang ramai dengan banyak bangunan bernuansa klasik dan dihias dengan berbagai lampion gantung beraneka warna, para pedagang yang menjajakan dagangan dan anak-anak bermain berlarian membuat Xiao Feng rindu akan kerajaan Youngzhou dan timnya yang berada di paviliun pusat Gagak Hitam


"Bagaimana kabar Ying'er dan Ling'er kurasa mereka sudah bertambah besar" gumamnya, dia tersenyum tipis mengingat dua bocah perempuan kecil yang cantik itu.


Tak lama kemudian Xiao Feng sampai di istana Qingzhou, setelah melewati pemeriksaan Xiao Feng disertai Bai Hu dan Qing Long diantar penjaga menemui raja Feng Xiong yang berada diruang kerjanya. Pangeran Feng Xueyue sejak tadi sudah meninggalkan istana sedangkan Feng Xi masih bersama dengan ratu Feng Xuening.


"Tok..tok..tokk"


"Lapor yang mulia ada tuan muda ingin bertemu dengan yang mulia!" ucap penjaga dari balik pintu. Raja Feng Xiong menghentikan sejenak dari kegiatan menulis nya. Dia meletakkan kuas dan menggulung kertas.


"Biarkan dia masuk!"


Pintu terbuka dan Feng Xiong segera melihat siapa yang datang, ternyata ada tiga pemuda tampan dan satu pemuda sangat tampan bermata emas berada paling depan. Aura bangsawan kental terasa dari tubuh pemuda Dari penampilannya memang terlihat seperti seorang tuan muda.


"Hormat kepada Raja, semoga Raja Panjang umur!" Xiao Feng menyapa dengan membungkukkan badannya. Bai Hu dan Qing Long mengikuti saja.


"Silahkan duduk tuan muda"


"Terimakasih raja!"


Feng Xiong mengajak Xiao Feng duduk di meja sudut ruangan, seorang pelayan menyajikan arak. Bai Hu dan Qing Long berdiri dibelakang Xiao Feng.


Feng Xiong meneguk dulu araknya "Siapa dan darimana tuan muda berasal?"


"Maaf jika bertindak kurang sopan yang mulia, saya Feng Xi dari paviliun Gagak Hitam dan mereka bawahanku"


Feng Xiong terkejut ketika Xiao Feng mengenalkan namanya


"Ternyata Tuan Muda Feng Xi, salahsatu dari Tuan Muda Hebat di dunia yang merupakan pemilik Paviliun Gagak Hitam yang terkenal itu, memang sesuai reputasi tampan dan berbakat" Ucap Feng Xiong sambil tersenyum.


Xiao Feng juga tersenyum tipis "Yang mulia itu hanya karangan orang saja, mana mungkin kepopuleranku mengalahkan Raja Qingzhou yang sudah terkenal memahami dan melindungi rakyat serta ahli mengurus negara"

__ADS_1


"Hahaha tuan muda Feng memang sangat enak dalam bertutur kata, maafkan aku jika sambutanku kurang baik"


"Yang mulia tidak perlu terlalu formal, saya kesini ingin melaporkan sesuatu"


"Apakah itu hal yang genting?"


"Bisa dikatakan seperti itu"


Raja Feng Xiong menegakkan tubuhnya "Apa itu tuan muda?"


"Kemarin ketika saya bertualang di bagian barat kerajaan Qingzhou mendapati beberapa kota dan desa dipesisir barat diserang gerombolan binatang buas dalam jumlah besar dan ada desa yang sampai hancur, maka dari itu saya ingin melaporkan kejadian ini agar pihak istana bisa mengambil sebuah tindakan pencegahan" ucap Xiao Feng menjelaskan. Feng Xiong menghela nafasnya sejenak.


"Aku juga sudah tahu ada kejadian desa atau kota yang hancur seperti ini namun baru ini aku mengetahui kalau yang menyebabkan kehancuran itu akibat dari binatang buas, namun yang kuherankan bukankah binatang buas dari dulu tidak pernah menyerang manusia?" ucap Feng Xiong.


"Ada dua kemungkinan yang mulia. Pertama mungkin dari kita manusia terlalu dekat atau mengusik para binatang buas salahsatunya dengan memburu, Kedua binatang buas itu ada yang mengendalikan!" Xiao Feng berkata sambil mengangkat kedua jarinya.


"Menurut tuan muda Feng kemungkinan yang mana?"


"Kalau saya boleh berpendapat kemungkinan binatang buas itu ada yang mengendalikan dan orang yang mengendalikan pasti memiliki tujuan besar"


"Benar yang mulia, aku menyarankan agar yang mulia mengirim pasukan tambahan ke setiap kota dan desa dibagian barat untuk mengawasi sekaligus menjaga, juga bentuk tim pencari informasi untuk melapor setiap hari, kami dari paviliun Gagak Hitam sebagai penyedia informasi juga tidak akan berdiam diri. Saya akan menugaskan tim yang berada di setiap cabang Qingzhou untuk bekerja sama dengan pihak istana"


Feng Xiong terdiam sejenak mendengar penjelasan Xiao Feng, dia merasa sedikit terbantu dengan adanya kekuatan Paviliun Gagak Hitam.


"Terimakasih tuan muda telah ikut serta membantu Qingzhou, aku mewakili rakyat Qingzhou menghaturkan banyak terimakasih"


"Yang mulia tidak perlu seperti itu, saya juga rakyat kekaisaran tentu tidak akan tinggal diam jika ada bahaya yang mengancam, dan yang pasti saya akan membantu tidak hanya Qingzhou tetapi Bingzhou, Youngzhou, Shangzhou bahkan Huangzhou pun jika mengalami masalah saya akan berusaha sekuat tenaga membantu" ucap Xiao Feng sambil tersenyum.


"Yang mulia saya juga membuat denah untuk membangun benteng yang mungkin bisa menahan sementara serangan binatang buas, besar kemungkinan para binatang buas tidak akan menyerang dalam waktu dekat, silahkan yang mulia melihat" Xiao Feng mengeluarkan gulungan besar kertas lalu membukanya, itu adalah denah atau sketsa benteng yang dibuat semalam. Raja Feng Xiong mengamati setiap detail gambar itu.


"Kalau menurut dengan gambar tuan muda Feng aku yakin benteng ini akan cepat selesai paling lambat tiga Minggu namun sangat kokoh, aku sebagai raja merasa kalau Tuan Muda Feng lebih faham dalam mengurus sebuah kerajaan. Bakat tuan Muda Feng dalam mengurus negara tidak kalah dengan Pangeran Kedua Youngzhou Xiao Feng, memang sesuai reputasi Tuan Muda Hebat dunia" ucap Feng Xiong memuji dia kagum dengan gambar yang dibuat Xiao Feng. Xiao Feng sendiri hanya tertawa dalam hati bagaimana mungkin dia dibandingkan dengan dirinya sendiri.


"Yang mulia terlalu memuji, aku dan Pangeran Xiao Feng bisa dibandingkan apalagi Qingzhou juga memiliki Putri Xiyun dan Pangeran Xueyue yang juga terkenal dalam tata negara"

__ADS_1


"Haha,, tetapi bagiku Xueyue masih kalah dengan Tuan Muda Feng, maka dari itu aku selalu keras mengajari dia karena bagaimanapun sebagai putra mahkota dia akan mewarisi Qingzhou" ucap Feng Xiong, mungkin jika Feng Xueyue tahu dia akan kesal. Ya begitulah semua orang tua memang suka membandingkan anaknya. Dalam hati Feng Xiong sejauh ini hanya nama Pangeran Kedua Youngzhou Xiao Feng yang ingin dia jadikan menantu walaupun tidak bisa berkultivasi apalagi dia tahu kalau putri nakalnya juga mengidolakan Pangeran Xiao Feng, tapi setelah bertemu dengan pemilik Paviliun Gagak Hitam dia menambahkan Hei Feng Xi dalam daftar nama calon menantunya.


Setelah berbincang cukup lama membahas apa yang akan dikerjakan, Xiao Feng kemudian pamit undur diri dan meninggalkan istana. Feng Xiong pun lantas segera mengatur orang untuk segera ditugaskan. Setelah semuanya selesai Feng Xiong menemui Feng Xuening dan Feng Xi yang sedang asyik bercakap-cakap digazebo.


"Wah,, wah tampaknya pembicaraan kalian sangat seru,, boleh ayah bergabung!"


Feng Xi dan Xuening menghentikan kegiatan sejenak lalu melihat ke arah Feng Xiong yang muncul dan langsung duduk. Xuening segera mendekati Feng Xiong dan memijit bahunya.


"Ayah jika ingin mengumbar kemesraan jangan disini" ucap Feng Xi menyindir kegiatan ayah dan ibunya. Feng Xiong dan Xuening hanya tertawa.


"Kenapa kau iri dengan kami, Makanya cepat cari tuan muda biar bisa seperti ini" balas Feng Xiong, Feng Xi hanya memutar matanya.


"Gege kau terlihat bersemangat apa masalah sudah terselesaikan?" Xuening yang sedang memijit bahunya bertanya.


"Belum,, aku hari ini senang karena bertemu dengan tuan muda berbakat membantuku mengatasi masalah di bagian barat kerajaan"


"Siapa tuan muda itu"


"Salahsatu dari empat Tuan Muda Hebat, yaitu Hei Feng Xi dari paviliun Gagak Hitam" ucap Feng Xiong. Feng Xi yang mendengar sangat kaget.


"Ayah apa benar itu adalah Hei Feng Xi, ayah tidak salah orang kan?"


"Tentu saja benar dia mengenalkan diri pada ayah seperti itu dan dia memang Hei Feng Xi wajahnya sangat tampan dan memiliki mata emas namun dia sudah pergi tadi" ucap Feng Xiong, Xuening hanya menggelengkan kepala melihat Feng Xi yang heboh.


"Kenapa Xi'er kau sangat antusias apakah kau menyukai tuan muda itu, lalu bagaimana dengan Pangeran Xiao Feng?" ucap Xuening menggoda Feng Xi.


"Ibu, aku hanya penasaran saja dengan pemilik paviliun Gagak Hitam bukankah dia dikabarkan menghilang hampir setahun ini" Ucap Feng Xi gugup.


"Hahaha, tuan muda seperti dia bisa saja membuat isu, mungkin dia sedang berkultivasi tertutup dan baru keluar lagi" Feng Xiong berkata sambil tertawa lebar.


"Ayah sudah aku mau berkeliling dulu sudah lama aku tidak melihat-lihat istana,, dahh!" ucap Feng Xi sambil bangkit berdiri, dia mencium pipi Feng Xiong dan Xuening lalu berlari pergi dengan burung Phoenix es yang terbang mengikutinya.


"Apa kau yakin dia hanya berkeliling?" tanya Feng Xiong kepada Xuening.

__ADS_1


"Kau ini seperti tidak pernah muda saja, aku yakin dia mau menemui Hei Feng Xi" jawab Xuening yang membuat Feng Xiong tertawa.


***** bersambung


__ADS_2