Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 223 Percobaan Pertama Gagal


__ADS_3

*****


Malam telah berganti dengan pagi yang dingin, ya pagi ini musim telah berganti menjadi musim dingin. Salju putih turun perlahan diseluruh negeri. Semua orang tampak antusias menyambut musim baru termasuk Xiao Feng yang sudah mengenakan mantel bulunya berjalan keluar dan melihat salju yang turun, Yuan Li mengikuti dari belakang.


"Maksudmu inikah suasana terbaik?" tanya Xiao Feng


"Tuan Muda salju pertama yang turun dimusim dingin ini, ini saat yang tepat menyatakan cinta" ucap Yuan Li, Xiao Feng berjalan dan mengangkat tangannya salju yang turun mengenai tangan dan mencair.


"Tuan muda tidak perlu gugup. Tuan muda dan Nona Feng sudah saling mengenal sejak lama dan mengalami situasi hidup mati bersama. Aku sangat yakin kalau nona Feng juga memiliki perasaan kepada Tuan Muda!" ucap Yuan Li bersemangat.


"Heh apa aku terlihat gugup? kau katakan bagaimana denganku?"


"Emmm hehe tentu Tuan Muda paling tampan dan paling menonjol dari semua orang, elegan dan sangat kaya" ucap Yuan Li, Xiao Feng hanya tersenyum tipis.


"Kau pandai menjilat"


"Tuan Muda menurut buku seharusnya seperti ini!" ucap Yuan Li lalu berkata panjang lebar, Xiao Feng hanya diam menyimak namun fikirannya membayangkan dia dan Feng Xi sedang berdua berdiri dibawah pohon saat salju turun dengan posisi Feng Xi didepan dan Xiao Feng memeluknya dari belakang dengan dagu diletakkan di bahu Feng Xi. Xiao Feng senyum-senyum sendiri membayangkan itu. Tak berselang lama Yuan Li selesai bercerita.


"Begitu Tuan Muda kalau menurut buku dengan begitu aku yakin Tuan Muda akan memenangkan hatinya"


"Lalu kenapa kau masih disini, pergi undang dia kemari" perintah Xiao Feng


"Baik!"


Sementara itu Feng Xi yang sedang dicari malah berjalan-jalan di ibukota Youngzhou bersama Sun Ling'er dan Li Ying dan tidak lupa juga Zhu Que dan Zhu Yue ikut, mereka kali ini akur tidak berdebat karena Li Ying mengancam akan melaporkan kepada Xiao Feng.


"Feng Jiejie ini sangat enak dan pedas,, huaahh!" ucap Li Ying. Ketiga gadis cantik itu sedang berada di restoran. Di atas mejanya banyak sekali makanan terhidang.


"Tentu saja, aku tahu kalau restoran ini memiliki menu andalan sup daging babi yang pedas dan cocok dimakan saat musim dingin" ucap Feng Xi sambil memasukkan irisan daging ke mulutnya.


"Feng Jiejie habis dari sini kita kemana?" Ling'er bertanya. Feng Xi menelan dulu dagingnya.


"Kita akan belanja pakaian, hiasan rambut, pemerah pipi dan bibir, pensil alis,, kalian sudah harus belajar merias diri,, lalu kita menonton Opera. Pokoknya hari ini kita bersenang-senang, hahaha!" ucap Feng Xi.


"Yeaayy Feng Jiejie memang yang terbaik!" ucap Li Ying sambil mengangkat jempol tangan kanannya. Ketiga gadis cantik itu tertawa. Hari itu dari pagi sampai sore menjelang malam ketiga gadis cantik itu bersenang-senang menghabiskan waktu.


*****

__ADS_1


Xiao Feng yang sudah menunggu di halaman belakang paviliun berjalan mondar mandir menunggu kedatangan Feng Xi, di depannya sudah ada meja yang diatasnya sudah dihias dengan bunga dan lilin. Tak lama Yuan Li pun datang.


"Tuan Muda, aku belum menemukan nona Feng" ucap Yuan Li dan Xiao Feng melihat Yuan Li.


"Hhhh kenapa bisa?"


"Nona Feng bersama Ling'er dan Li Ying bersama sepanjang hari dan belum kembali"


"Hah sepanjang hari?!"


"Benar tadi Bai Hu berkata kalau mereka sudah keluar pagi sekali dan menuju ibukota" ucap Yuan Li, Xiao Feng hanya mendesah pelan lalu berjalan memutari meja. Yuan Li mengikuti dari belakang.


"Dia melewati hari yang menarik!"


"Pangeran jangan khawatir jika tidak berhasil dihari pertama salju turun masih ada cara lain contohnya Festival Lampion yang diadakan dua hari lagi. Pokoknya selain situasi itu kita bisa menciptakan situasi lain" ucap Yuan Li, Xiao Feng mengehentikan langkahnya.


"Haii kau benar,, kenapa aku melupakannya" lalu Xiao Feng berbalik ke arah Yuan Li " Apa ada kembang api dipaviliun?" tanya Xiao Feng.


"Kembang api,,!! ada Tuan Muda,, situasi kembang api juga cara terbaik dalam buku cerita"


"Baik!" Yuan Li langsung bergegas menyiapkan kembang api. Sekitar setengah jam Yuan Li kembali, Xiao Feng yang sedang meminum arak melihat kedatangan Yuan Li.


"Apa sudah disiapkan?"


"Sudah Tuan Muda, nanti Tuan Muda tinggal memegang tangan Nona Feng lalu aku akan menyalakan kembang api sesuai rencana" ucap Yuan Li.


"Baiklah kita tinggal menunggu dia datang!" ucap Xiao Feng sambil tersenyum.


*****


Hari sudah larut malam Xiao Feng masih duduk menunggu dihalaman belakang namun Feng Xi masih belum datang, Xiao Feng sedikit kesal dan lelah menunggu bangkit berdiri dan berjalan menuju halaman depan. Tepat saat itu Feng Xi bersama Ling'er dan Li Ying baru datang sambil tertawa.


"Ehemm,, bagus kalian anak gadis larut malam baru pulang," ucap Xiao Feng. Ketiga gadis cantik itu kaget, Xiao Feng mendekati mereka dengan wajah sedikit kesal. Ling'er dan Li Ying yang melihat Xiao Feng sedikit kesal segera berdiri dibalik punggung Feng Xi.


"Darimana kalian baru pulang?"


"Emm,, anu,, itu kami baru saja bersenang-senang" ucap Feng Xi dengan sedikit gugup.

__ADS_1


"Bagus sekali pergi dari pagi dan larut malam baru pulang,, ikut aku,, aku butuh penjelasan!" ucap Xiao Feng sambil menarik tangan Feng Xi dan membawanya ke halaman belakang.


"Kakak,, kami yang bersalah mengajak Jiejie pergi" ucap Li Ying.


"Li Ying sudahlah nanti Tuan akan bertambah marah, Tuan tidak akan mempersulit Feng Jiejie, sebaiknya kita segera masuk sebelum tuan bertambah marah" ucap Ling'er, Li Ying hanya mengangguk lalu keduanya masuk ke dalam kediaman.


*****


"Rubah hitam dengarkan aku dulu, kau harus dengar penjelasan orang" ucap Feng Xi sambil melepaskan tangannya, Xiao Feng tidak menggubrisnya. Dia tetap berjalan cepat dan Feng Xi berlari mengejarnya.


"Aku tahu aku salah seharusnya tidak membawa Ling'er dan Ying'er sampai larut malam" ucap Feng Xi dan dia menghentikan Xiao Feng tepat didepan meja. Xiao Feng memalingkan pandangannya ke arah lain.


"Kau kenapa rubah hitam!"


"Situasi kerajaan belum sepenuhnya stabil setelah pemberontakan dan diluar banyak sekali orang apalagi ini malam pergantian musim. Kemungkinan musuh masih ada, kalian seorang gadis sangat berbahaya berkeliaran sampai larut malam, apa kau mendengarkanku" ucap Xiao Feng sedikit dingin, Feng Xi sedikit terperanjat kaget dan menundukkan kepala. Suasana hening seketika, Xiao Feng mengambil arak diatas meja dan meminumnya.


"Apa kau baru saja memarahiku?"


"Aku..."


"Apa kau memarahiku? bahkan jika aku bersalah bagaimana mungkin kau memarahiku," ucap Feng Xi sambil berjalan mendekati Xiao Feng, pria itu mundur perlahan.


"Aku,,,!"


"Pernahkah kau memikirkan harga diriku? awalnya aku merasa bersalah tapi karena kau memarahiku seperti itu rasa bersalahku seketika hilang. Pikirkan masalahmu sendiri" Feng Xi berkata dengan kesal, lalu berjalan meninggalkan Xiao Feng. Xiao Feng yang kini di marahi balik Feng Xi langsung saja menahan kepergian gadis itu dengan memegang tangannya. Feng Xi menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat Xiao Feng.


"Aku..!"


"Kau..!"


Ucapan mereka terhenti ketika sebuah kembang api muncul dan meledak dilangit malam. Dan itu adalah Yuan Li yang menyalakannya ketika melihat dari balik pohon Xiao Feng dan Feng Xi berpegangan tangan. Xiao Feng dan Feng Xi sontak mengalihkan pandangan ke arah langit munculnya kembang api. Keduanya berdiri berdampingan menyaksikan itu, Xiao Feng tersenyum lalu dia memeluk bahu Feng Xi. Gadis itu tersenyum dengan rona merah diwajahnya lalu dia melingkarkan tangannya di pinggang Xiao Feng.


"Apakah ini perbuatan salahsatu Tuan Muda yang akan mengungkapkan perasaannya, trik murahan dalam buku cerita ini sudah digunakan berkali-kali. Mereka pasti tidak akan bersama, sungguh murahan haha!" ucap Feng Xi sambil menunjuk langit, Xiao Feng yang mendengarkan menggelap wajahnya lalu dia melepaskan pelukannya.


"Kau pergi saja, jangan menggangguku!" ucap Xiao Feng dengan kesal lalu berjalan meninggalkan Feng Xi yang berdiri terdiam. Yuan Li yang mengamati diam-diam juga mengerutkan kening, sementara Feng Xi yang bingung dengan sikap Xiao Feng melihat ke sekeliling. Dia melihat meja yang sudah dihias romantis dan kembali melihat kembang api. Sebuah pemikiran terlintas dikepalanya, Feng Xi ketika memikirkan itu wajahnya langsung memerah dan dia segera berlari masuk ke dalam kediaman.


***** bersambung

__ADS_1


__ADS_2