
****
"Peraturannya tetap sama jika yang mendapat nomor 2 maka akan melawan nomor 4 dan yang mendapat nomor 3 akan melawan nomor 5 sedangkan yang mendapat nomor satu dia memiliki keuntungan sudah menunggu difinal, ada pertanyaan?" Ucap pria tua sambil menatap kelima peserta.
"Berarti yang mendapat nomor 1 hanya satu kali bertanding lalu bagaimana dengan yang dapat nomor lainnya?" Xiao Feng bertanya.
"Pemenang pertandingan nomor 2 dan 4 akan melawan pemenang nomor 3 dan 5 dan pemenangnya akan langsung berhadapan dengan nomor 1" ucap pria tua menjelaskan, kelima peserta mengangguk faham. Seorang petugas pun muncul dan membawa kotak yang ada lubang kecil diatasnya.
Para peserta kemudian mengambil nomor undian di awali oleh Pangeran Zhu Lian.
"2"
Zhu Lian mendapat nomor 2 dan otomatis dia akan berhadapan dengan nomor 4, lalu dilanjutkan dan yang mendapat nomor 4 adalah Han Di, nomor 3 Xiao Feng, nomor 5 Liu Xi dan Lin Mei Ling mendapatkan nomor satu, otomatis gadis cantik itu sudah menunggu di final.
"Baiklah undian telah ditentukan, pertandingan pertama akan segera dimulai antara Pangeran Zhu Lian dan Han Di dari sekte Golok Kuning peserta yang lain silahkan menunggu!" Ucap pria tua, Xiao Feng dan yang lainnya pun kembali ke tempat duduknya sedangkan Pangeran Zhu Lian dan Han Di tetap berada dipanggung arena. Pria tua pun berdiri diantara keduanya.
"Baiklah kalian sudah faham peraturannya kan, kalau begitu pertandingan pertama dimulai!" Ucapnya lalu pria tua melesat ke pinggir panggung.
"Han Di dari sekte Golok Kuning mohon bimbingannya Pangeran Zhu" ucap Han Di, Han Di memiliki kultivasi di ranah Raja Platinum *7 sedangkan Zhu Lian diranah Raja Berlian *2 tentu sudah bisa ditebak siapa pemenangnya. Pangeran Zhu Lian hanya menganggukkan kepalanya saja.
Han Di kemudian mengeluarkan goloknya dan langsung menyerang Zhu Lian dengan cepat, Pangeran Zhu Lian yang dikenal sebagai pangeran tanpa basa basi, tegas dan tanpa kompromi pun hanya berdiri tegak, ketika tebasan golok Han Di sudah dekat Zhu Lian menangkap pergelangan tangan kanannya lalu menarik tubuhnya ke atas.
Han Di secara otomatis terangkat dan dengan cepat Zhu Lian membanting tubuh Han Di ke lantai arena.
"Bukk!"
"Uhuukk!"
Han Di terbanting cukup keras dan memuntahkan sedikit darah, belum sempat dia bersiap untuk bangkit sebuah tendangan sudah sampai mengenai wajahnya.
"Wuutt!"
"Bukkk!"
Han Di terlempar jauh ke luar panggung dengan keadaan berputar-putar dan dia pun jatuh ke tanah dengan kondisi tidak sadarkan diri, Pangeran Zhu Lian menepuk bahunya lalu turun dari panggung dan berjalan menuju tempat duduk, sebelum duduk dia menatap Xiao Feng.
"Aku harap bisa bertarung melawanmu!" Ucap Zhu Lian pelan, Xiao Feng hanya tersenyum.
Semua orang masih terdiam bahkan juri pun bengong karena Han Di bisa dikalahkan dengan sangat cepat, Xiao Feng mengirimkan pesan suara kepada pria tua pembawa acara.
Pria tua itu tersadar lalu segera memeriksa Han Di, beruntung Han Di hanya pingsan lalu pria tua itu menyatakan kalau Pangeran Zhu Lian pemenangnya.
"Pemenangnya adalah Pangeran Zhu Lian!" Ucap pria tua lalu disambut sorak Sorai penonton.
__ADS_1
"Pangeran Zhu memang sangat kuat dia menumbangkan lawannya hanya dalam satu gerakan saja" ucap salahsatu tetua.
"Benar masih berusia 20 an tapi sudah sangat tangguh kuyakin kerajaan Zhu kita akan lebih berjaya dimasa depan dengan adanya Pangeran Zhu Lian!"
Pertandingan pun dilanjutkan, Xiao Feng yang mendapat nomor tiga langsung naik ke arena.
"Liu Xi kau jangan sampai kalah!" Ucap Patriak Liu Xuanjing kepada anaknya.
"Tentu ayah, aku akan mengerahkan semua kemampuanku walaupun dia hanya diranah Raja Emas!" Ucap Liu Xi.
"Jangan salah, kurasa itu bukan kultivasi aslinya sebaiknya kau hati-hati!" Ucap ayahnya lalu Liu Xi segera naik ke panggung.
"Kalian siap?!"
"Kami siap!"
"Baiklah mulai!"
Liu Xi mengeluarkan tombaknya yang panjang berwarna biru muda, tombak itu berada ditingkat 7 dan merupakan pemberian ayahnya sebagai hadiah ulang tahun Liu Xi. Xiao Feng kali ini menyimpan kipasnya dan mengeluarkan pedang elemennya.
"Wah dia ternyata pengguna pedang juga kukira hanya kipas saja senjatanya" ucap salahsatu penonton.
"Benar sepertinya ini akan menarik sekali"
"Hei Feng Xi dari Paviliun Gagak Hitam!"
Liu Xi menyerang terlebih dahulu dengan diawali melompat tinggi ke udara sambil memukulkan tombaknya, Xiao Feng dengan sigap mengangkat pedangnya diatas kepala dengan posisi mendatar.
"Trankk!"
Benturan kedua senjata itu terdengar nyaring disertai percikan api, Liu Xi kemudian melompat mundur lalu kembali melesat dengan menusukkan tombaknya.
"Teknik Tombak Tusukan Pemecah Badai!" Seru Liu Xi lalu muncul sekitar sepuluh tombak dari elemen es berjejer dan langsung menyerang ke arah Xiao Feng, Xiao Feng melihat itu tersenyum tipis lalu menebaskan pedang elemen dari kanan ke kiri secara mendatar.
"Teknik Pedang Membelah Langit : Tebasan Bulan Sabit!"
"Swooshh!"
Sebuah siluet bulan sabit es melengkung menyusuri arena panggung dan langsung bertemu dengan sepuluh tombak Liu Xi.
"Blarr!"
"Blarr!"
__ADS_1
Sepuluh bunyi ledakan tercipta ketika kedua serangan itu beradu, butiran es menyebar ke sekeliling arena disertai hawa dingin berhembus, pria tua pembawa acara segera membuat segel tangan dan array pun muncul mengelilingi diluar panggung untuk mencegah efek serangan mengenai penonton.
Liu Xi menarik tombaknya lalu dia melesat ke arah Xiao Feng, dia ingin bertarung secara langsung, begitupun Xiao Feng dia juga melesat sambil meluruskan pedangnya.
"Trank!"
"Trank!"
Bunyi dentingan senjata yang beradu beberapa kali terdengar, Xiao Feng menggunakan Langkah Bayang dan bergerak cepat ke sisi Liu Xi sambil menebaskan pedangnya, Liu Xi merunduk sambil memutar tombak untuk meredam serangan Xiao Feng.
"Wuuutt!"
"Trankk!"
Kembali suara benturan terdengar ketika Liu Xi menahan tebasan Xiao Feng, dia kemudian menghempaskan pedang Xiao Feng sambil memukulkan tombaknya, Xiao Feng berputar hingga membelakangi Liu Xi lalu pedangnya di angkat ke atas.
"Trankk!"
Laksana karet tombak Liu Xi ternyata selain keras juga lentur, ketika berhasil ditahan Xiao Feng ujung tombaknya yang tajam melenting dan mengarah ke arah dada. Xiao Feng dengan sedikit memiringkan tubuh ke belakang dia mengangkat kaki kanannya dan menendang ujung tombak Liu Xi.
Setelah berhasil menendang ujung tombak dan tombak Liu Xi terhempas ke atas Xiao Feng melakukan gerakan berputar dengan menebaskan pedangnya mengincar kaki. Liu Xi tentu saja melihatnya dan tidak ingin kakinya kena babat, dia segera melompat sambil bersalto satu kali untuk mengambil jarak. Liu Xi berdiri sedikit merunduk dengan memutarkan tombaknya dua kali lalu tombaknya di pegang dibelakang punggung dengan tangan kiri diangkat ke depan membuat gerakan kuda-kuda. Xiao Feng juga melompat dan bersalto satu kali lalu menyilangkan pedangnya didepan dada dengan ujungnya di pegang tangan kiri.
Tepuk tangan penonton pun langsung riuh menyaksikan pertarungan sengit kedua anak muda itu, Lin Mei Ling sendiri yang menonton terus menerus mengulas senyumnya.
"Feng kuyakin kau akan menang!" Gumam gadis itu.
"Tentu saja nona, tuan muda kami pasti akan menang!" Sebuah suara terdengar dibelakangnya, gadis cantik itu menoleh ke belakang dan melihat dua pria muda tampan yang duduk dibelakangnya satu wajahnya ceria dan satu wajahnya datar.
"Itu tuan muda kalian?" Tanya Lin Mei Ling.
"Nona Mei Ling kan,,? Benarkah ini?" Ucap Bai Hu balik bertanya, Lin Mei Ling mengerutkan keningnya.
"Kau tahu aku?"
"Tentu saja aku tahu, nona kan berasal dari Alam Roh, putri si tua Lin Feng kan,, apa nona ingat harimau kecil putih yang selalu duduk dipundak tuan?" Ucap Bai Hu, Lin Mei Ling tampak berfikir sesaat tiba-tiba dia tersenyum cantik.
"Bai Hu,, si harimau lucu dan jahil itu ya,, kemana dia?"
"Nona Mei ini aku Bai Hu, aku sudah mendapatkan bentuk manusiaku" ucap Bai Hu bangga dan Lin Mei Ling tertawa berderai dengan sangat merdu.
"Haha Bai Hu, sudah lama tidak bertemu dan selamat atas pencapaianmu" ucap Lin Mei Ling, dan mereka berdua mengobrol sejenak sementara Gu Jong memperhatikan itu dengan wajah masam.
*** Bersambung ***
__ADS_1