
****
"Oh iya leluhur aku melihat Xiao Yu bertarung dengan pemuda klan Jian sebelumnya"
"Hufft memang benar persaingan klan Xiao dengan klan Jian sudah terjadi lama, mulanya aku mendirikan klan Xiao tidak mendapat masalah namun setelah aku menemukan tambang batu roh dan klan Xiao naik statusnya menjadi keluarga besar walaupun berada diurutan ketiga membuat klan lain waspada namun sejauh ini hanya klan Jian yang terang-terangan memprovokasi klan Xiao dikarenakan kami juga memiliki bisnis di bidang penjualan pil ditambah dengan pemuda klan Xiao yang tidak terlalu tertarik dengan beladiri" Xiao Tianju menjelaskan.
"Pil itu sendiri apakah leluhur yang membuat atau mengambil dari yang lain?"
"Pil itu aku mengambil dari yang lain dengan keuntungan 50:50 jadi aku hanya menjualnya saja dan yang kami jual hanyalah pil tingkat 6 sedangkan klan Jian baru-baru ini entah darimana bisa menjual pil tingkat 7 memikirkan hal itu membuatku sakit kepala untung masih ada tambang batu roh yang bisa sedikit menopang ekonomi klan Xiao hahaha"
Xiao Feng tersenyum tipis mendengarnya patut dikagumi leluhur klan Xiao bisa seorang diri mendirikan keluarga Xiao hingga menjadi keluarga besar di kota bagian luar pusat alam dewa, mengingat itu Xiao Feng merasa dirinya ada sedikit kemiripan dengan leluhurnya. Contohnya dia mendirikan Paviliun Gagak Hitam hingga besar seorang diri.
"Begini saja aku akan mencoba membantu sekalian aku juga ingin melihat generasi muda disini apakah benar tidak terlalu tertarik dengan beladiri jika memungkinkan aku akan mencoba melatihnya itupun kalau leluhur mengijinkan" ucap Xiao Feng.
"Haha tentu saja aku mengijinkan aku sudah terlalu tua dan banyak urusan, dengan adanya kau yang berinisiatif membantu membuatku sedikit ringan Feng'er"
"Baiklah kalau begitu leluhur kami pamit dulu karena hari sudah malam" ucap Xiao Feng
"Tunggu kau sebaiknya bermalam disini saja,, pelayan!" seru Xiao Tianjun dan seorang pelayan wanita memasuki ruangan.
"Ya patriak"
"Siapkan kamar yang nyaman untuk keduanya mereka adalah keturunan klan Xiao datang dari jauh pastikan kenyamanannya" ucap Xiao Tianjun
"Baik patriak, saya menerima perintah"
Setelah memberi hormat Xiao Feng dan Yuan Li meninggalkan ruangan menuju kamar yang dipersiapkan pelayan.
__ADS_1
Sepeninggal Xiao Feng, Xiao Tianjun terus saja tersenyum lebar dan mengelus dagunya yang ditumbuhi janggut putih panjang dia mengambil satu batang rokok yang sengaja ditinggalkan Xiao Feng dan menghisapnya.
"Haha biarpun awalnya rasanya ini tidak enak tetapi lama-lama enak juga, seumur hidup baru pertama kali ada hal seperti ini" ucapnya sambil melihat rokok putih ditangannya "Aku sungguh sangat beruntung langit masih memberkatiku dengan mengirimkan cicitku yang luar biasa, aku tidak tahu bakat monster dan pengalaman hidup yang seperti apa yang dia jalani hingga memiliki kekuatan mengerikan diusianya yang baru 20 an, aku sudah hidup ratusan tahun masih saja kalah, cucuku si bocah bau benar-benar mendidik keturunannya dengan baik" Xiao Tianjun menghela nafasnya, dia tidak tahu saja kalau Xiao Feng semasa diistana tidak terlalu dipedulikan ayahnya karena Xiao Feng hanya menceritakan hal baik saja mengenai ayahnya.
*****
Xiao Feng dan Yuan Li pun memasuki kamarnya masing-masing dilantai dua salahsatu kediaman untuk beristirahat, setelah sedikit mencuci wajahnya supaya segar Xiao Feng membuka jendela kamarnya, bangunan kediaman keluarga Xiao memang mewah bahkan jendela kamarnya saja ada semacam teras kecil yang terdapat sebuah kursi dan meja kecil untuk bersantai.
Xiao Feng pun duduk di kursi menyandarkan punggungnya, lalu mengambil satu batang rokoknya untuk dihisap dan dihembuskan tinggi-tinggi ke udara. Dia sedang memikirkan beberapa rencana untuk perkembangan klan Xiao di alam dewa. Tentu saja sebagai keturunan langsung Xiao Tianjun dia ingin berkontribusi.
"Hmm klan Xiao memiliki bisnis pil namun rata-rata pil yang dijual berada di tingkat 6 jarang tingkat 7,, sistem apakah membantu bisnis pil bagus?"
[Ding,, sistem menyarankan berbisnis dengan hal berbeda]
"Contohnya?"
"Hmm formasi sekali pakai, mirip seperti Talisman kan?"
[Ding,, benar tuan]
"Baiklah sepertinya patut dicoba biar ada terobosan baru, tetapi sepertinya berbisnis senjata juga bagus nanti besok aku akan bertanya pada leluhur apakah ada kenalan seorang penempa atau tidak atau mungkin jika ada anggota klan Xiao yang memiliki bakat menempa malah lebih bagus" ucapnya.
Ketika hendak menghisap rokoknya yang dijepit oleh dua jari, mendadak rokoknya padam. Xiao Feng tersenyum tipis karena padamnya bukan hal alami melainkan terpotong sesuatu, Xiao Feng mengulurkan tangan kiri dan terlihat ada sebuah jarum kecil berwarna hitam.
"Hehe ada yang ingin bermain, baiklah!"
"Wusshh!"
__ADS_1
Xiao Feng langsung menghilang dan tak lama kemudian sebuah sosok berpakaian hitam melesat dari balik pohon besar didekat kediaman.
"Katakan siapa yang menyuruh kau untuk mengurusku!" ucap Xiao Feng yang saat ini sudah berdiri dengan pria berpakaian hitam dalam jarak 20 meter. Tidak menjawab Xiao Feng pria berpakaian hitam malah langsung melesat menyerang dengan tangan membentuk cakar.
"Wusshh!"
Xiao Feng memiringkan tubuhnya ke belakang dan serangan cakar lewat dua jengkal didepan lehernya, dengan masih tubuh miring Xiao Feng menangkap tangan kanan pria berpakaian hitam sambil menjatuhkan tubuhnya ke belakang.
Karena daya tarik yang kuat pria berpakaian hitam terdorong ke depan, belum sempat bersiap sebuah serangan lutut dengan sangat cepat menghantam ulu hatinya. Pria itu tidak terlempar ke atas karena Xiao Feng masih memegang tangannya dan tidak ada suara teriakan biarpun mulutnya terbuka lebar dengan air liur mengalir keluar. Pria berpakaian hitam merasakan sesak dan nyeri yang amat sangat.
"Bukkk!"
Xiao Feng membanting tubuhnya ke tanah, pria berpakaian hitam meringkuk sambil memegangi perutnya, raut wajahnya meringis menahan sakit.
"Hukk,,hukk,,!"
Nafas pria itu tersegal, Xiao Feng berdiri melihat itu lalu mencengkram lehernya. Dia tidak ingin berlama-lama apalagi melawan orang yang berada di ranah Dewa Kuning tahap awal.
"Teknik Mata Ilusi : Pencarian Jiwa!"
Ketika bola mata Xiao Feng berubah menjadi warna emas sontak saja pria berpakaian hitam langsung terdiam kemudian tubuhnya merosot ke tanah karena jiwanya sudah hancur akibat teknik Xiao Feng.
"Hmm klan Jian sudah tidak sabar bermain rupanya baiklah mari kita lihat" ucap Xiao Feng setelah tahu kalau pria berpakaian hitam ini suruhan pemuda klan Jian yang siang di permalukan Yuan Li, jadi dia mengirim seseorang untuk memata-matai dan membunuh jika ada kesempatan namun bodohnya pemuda klan Jian tidak tahu ranah Xiao Feng malah mengutus kultivator Dewa Kuning, padahal pemuda klan Jian jika dia berfikir ketika dikalahkan Yuan Li harusnya dia tahu kalau Xiao Feng lebih tinggi kekuatannya.
"Tampaknya si bodoh ini menyangka aku hanya tuan muda biasa yang memiliki pengawal,, hehe baguslah kalau begitu tunggu saja klan Jian" Xiao Feng segera mengambil cincin penyimpanan pria berpakaian hitam, namun setelah memeriksanya dia langsung membanting cincin itu.
"Sialan miskin sekali untuk ukuran kultivator Dewa Kuning" ucap Xiao Feng kesal lalu dia membakar mayat pria berpakaian hitam hingga menjadi abu dan kembali ke kamarnya.
__ADS_1
****bersambung****