
***** Jangan lupa like komennya *****
Xiao Feng yang menyusuri hutan barat Qingzhou menghentikan gerakannya sejenak ketika melihat ada dua pohon yang tumbuh miring bahkan pucuknya saling bersentuhan, Xiao Feng mengamati dulu pohon itu karena merasa ada aura sangat tipis yang merembes diantara pohon itu. Jika orang biasa tidak akan menyadarinya, Xiao Feng lantas mengambil ranting pohon dan melemparkannya.
"Wushh"
Ranting yang dilemparkan Xiao Feng melewati pohon itu namun langsung menghilang, Xiao Feng heran lalu segera menggunakan teknik matanya. Seketika terlihat ditengah kedua pohon itu ada sebuah array dengan garis membentuk simbol aneh bercahaya hijau kebiruan.
"Array?! siapa yang memasang array disini?" gumam Xiao Feng, dia sedikit ragu mau memasukinya atau tidak. Dia lantas mengalirkan elemen es nya dan membuat pedang kecil. Xiao Feng melemparkan pedang itu ke bagian terlemah dari array.
"Shiuut!"
"Prankkk!"
Array pun seketika hancur seperti kaca yang pecah, dan kini terlihat diantara pohon itu ternyata adalah gua tidak terlalu besar. Xiao Feng lantas berjalan dan memasuki gua itu, keadaan didalam gua cukup terang karena ada batu giok bercahaya yang menempel disepanjang sisi gua. Xiao Feng terus berjalan dan sampai ditempat yang agak lapang dan luas dengan batu giok bercahaya yang menempel disekelilingnya.
Xiao Feng memindai keadaan gua itu dengan teknik matanya dan tidak menemukan hal berbahaya, tapi tatapannya tertuju pada sebuah kayu yang menancap di dinding gua. Karena penasaran Xiao Feng menarik kayu itu ke bawah.
"Krekkk!"
"Weenggg!"
Suara berdesir terdengar disamping kayu yang menancap dan dinding gua sedikit bergetar. Xiao Feng mengeluarkan kipasnya sedikit waspada. Tak lama kemudian dinding itu terbelah menjadi sebuah lorong pintu, Xiao Feng masuk ke dalam lorong itu.
Keadaan didalam lorong ternyata berbeda dengan dugaan Xiao Feng semula dia mengira akan seperti gua namun ternyata itu hanya ruangan persegi dan di ujung ada sebuah peti besar. Xiao Feng lantas mendekati peti itu.
Peri yang kokoh seperti terbuat dari kayu yang sangat keras sedikit berdebu, Xiao Feng mengusap permukaan peti dan melihat ada tulisan diatasnya.
__ADS_1
Kau begitu jernih bagai kabut yang menghilang secara perlahan, kau bagai elang yang terbang bebas diangkasa
namun kain sutra tipis malah bisa melukai hatiku
aku tidak ingin menghindar walau itu mengganggu hatiku
angin adalah bentuk awan
hitam adalah kunci warna putih
malam adalah waktu istirahatnya matahari
kau adalah bagian dari diriku
jangan bertanya sebab akibat dari benar atau salah
jika ada hal sulit untuk ditinggalkan
berpegangan tangan dan amati keadaan
cahaya akan selalu menimbulkan bayangan kegelapan
selamanya sampai akhirnya dimusnahkan
Xiao Feng membaca tulisan yang sepertinya adalah sebuah puisi.
"Puisi ini sangat menyayat hati pasti dibuat oleh seseorang, tapi apa maksud tulisan ini?" Xiao Feng sedikit bingung setelah membaca tulisan itu. Dia lantas menggeser penutup peti dan membukanya. Seketika aura menyebar ketika peti itu terbuka namun tidak berselang lama aura itu pun kembali lenyap. Xiao Feng melihat kedalam peti.
__ADS_1
Didalamnya ada sebuah mayat wanita muda yang sangat cantik seolah sedang tertidur tenang ditangannya terlihat memegang sebuah kotak kecil. Xiao Feng terkejut kenapa bisa ada peti berisi wanita di hutan ini.
Xiao Feng lalu mencoba memberanikan diri mengambil kotak kecil ditangan mayat wanita dan membukanya. Ketika terbuka cahaya putih dan hitam keluar membuat Xiao Feng menutup matanya sejenak. Dirasa sudah menghilang dia membuka matanya dan melihat ada dua buah bola kecil berwarna hitam dan putih, bola berwarna putih tiba-tiba melayang dan dengan cepat menghantam kening Xiao Feng sampai masuk ke dalam.
Xiao Feng yang terkejut sempat terjadi mundur beberapa langkah kebelakang dan jatuh berlutut. Seketika kepalanya merasakan sakit.
"Arrghh!"
Xiao Feng mengerang tertahan mencoba menahan rasa sakit dikepalanya. Xiao Feng menutup matanya merasa pusing karena tiba-tiba berbagai macam ingatan dan bayangan muncul dibenaknya. Setelah lima menit rasa sakitpun lenyap dan bayangan ingatan pun lenyap. Perlahan Xiao Feng membuka kedua matanya.
"Ternyata seperti itu" gumam Xiao Feng dan ingatan yang masuk ke kepalanya menggambarkan bayangan seorang pria muda sangat tampan dan gadis muda yang sangat cantik menyerupai mayat wanita di dalam peti. Pria muda sangat tampan itu ternyata adalah sosok dari Dewa pemimpin ras iblis yang menjalin hubungan dengan wanita yang berasal dari ras cahaya di Alam Dewa. Kedua insan itu saling mencintai namun karena hubungannya diketahui oleh Pemimpin Para Dewa, pria dan wanita itu dijatuhi hukuman dan dipisahkan sampai 1000 tahun lamanya ke Alam Manusia. Mereka saling mencari satu sama lain dan karena penderitaan kerinduan yang amat dalam wanita muda itu meninggal tepat ketika pria itu menemukannya. Karena duka mendalam pria itu memakamkan mayat wanita dihutan ini lalu dia mulai membuat keonaran di Alam Manusia dengan membuat pasukan kultivator iblis untuk menandingi pasukan dewa. Sampai akhirnya pemimpin para dewa itu menyegel pria itu di Alam Iblis.
Xiao Feng sedikit terharu melihat bayangan di benaknya, rupanya yang menyebabkan ras iblis membuat rusuh awal mulanya dari kejadian itu, sebab dari dulunya ras iblis memiliki alam sendiri dan tidak bersinggungan dengan alam manapun.
"Cinta memang sebuah derita yang bisa membuat dendam berkepanjangan, tapi tidak dibenarkan juga berbuat kerusakan di alam manusia" gumam Xiao Feng. Lalu dia berdiri dan menyimpan kotak kecil berisi bola hitam ke dalam cincin penyimpanannya.
Xiao Feng lantas mendekati peti itu lagi namun dia sangat kaget sebab mayat wanita yang sangat cantik itu tiba-tiba menjadi butiran cahaya lalu terbang dan berkumpul di depan Xiao Feng. Cahaya itu membentuk sosok wanita lagi tapi kali ini samar seperti bayangan. Sosok itu tersenyum cantik menatap Xiao Feng.
"Kau adalah yang ditakdirkan,, kau pasti sudah mengetahuinya,, aku berharap kau mampu menghentikan dia,, dia tidak jahat tapi dendamnya yang menjadikan hatinya hitam,," ucap sosok wanita itu lembut dan merdu sambil tersenyum lalu bayangannya memudar dan menjadi serpihan cahaya yang kemudian cahaya tersebut berkumpul dan berubah menjadi sebuah hiasan rambut yang sangat indah.
Hiasan rambut itu jatuh ke tangan Xiao Feng dan sebuah suara lembut terdengar lagi.
"Berikan ini kepadanya jika kau bertemu dengannya" ucap suara itu kemudian menghilang. Xiao Feng yang awalnya bingung namun dengan cepat memahaminya.
"Dewi tenang saja, aku akan berusaha melakukan yang terbaik" ucap Xiao Feng lalu menyimpan hiasan rambut itu. Karena tidak ada hal lain lagi Xiao Feng kembali menutup peti dan keluar dari ruangan itu. Karena tidak mendapat informasi lebih Xiao Feng memutuskan untuk kembali dulu ke Qingzhou, dia kembali membuat segel array di pohon yang tumbuh miring lalu segera melesat terbang ke arah kota Qingzhen.
***** bersambung
__ADS_1