
****
Dua Minggu kemudian pun berlalu dengan cepat sejak digelarnya pesta pernikahan Xiao Chen dan Huang Xiwen, Xiao Feng saat ini berada dipaviliun pusat ditemani bawahannya.
"Kakak apakah benar kakak akan pergi jauh dan lama?" ucap Li Ying dengan mata sembab sepertinya dia habis menangis ketika mendengar Xiao Feng akan pergi ke alam dewa.
"Ying'er kakak juga pasti akan pulang juga sesekali jika Ying'er sudah kuat nanti kan bisa ikut dengan kakak" ucap Xiao Feng sambil mengelus kepala gadis cantik itu.
"Hikss tetap saja berbeda kalau kakak tidak ada" Li Ying kembali menangis, dia sangat bersedih Xiao Feng akan pergi ke alam dewa karena aturan Primordial yang mengharuskan kultivator ranah Raja Kristal akan naik dari alam manusia.
[Ding,,, portal untuk menuju ke alam dewa akan muncul dalam tigapuluh detik dan sebaiknya jika ingin membawa orang tuan masukkan ke dalam dunia jiwa]
"Kenapa harus seperti itu sistem?" Tanya Xiao Feng.
[Ding,,, portal penghubung ke alam dewa merupakan lintas antar alam sangat rawan terjadi badai yang akan menyebabkan terlempar ke alam lain]
Xiao Feng mengangguk faham mendengar pemberitahuan sistem, dia sudah bersiap dengan hal itu. Memang benar portal penghubung lintas alam rawan terjadi badai, tidak mustahil mereka akan terpisah dan terlempar ke alam lain.
Setelah beberapa saat tiba-tiba dari langit muncul sebuah portal hitam dengan titik-titik putih menyerupai bintang tidak terlalu besar muncul berputar, semua orang mendongakkan kepala melihat kemunculan portal itu.
"Tuan sepertinya sudah waktunya" ucap Qing Long.
"Benar,, baiklah kalian semua jaga diri baik-baik dan berlatihlah dengan baik jika kalian ingin menyusulku" ucap Xiao Feng lalu dia memasukkan Bai Hu dan Qing Long ke dunia jiwa, untuk Zhu Que dia tidak diikutkan dulu karena masih harus mengawasi latihan yang lain baru setelah mencapai ranah Raja Kristal, Xiao Feng akan menjemputnya.
"Kakak, aku berjanji akan berlatih lebih keras!" ucap Li Ying sambil memeluk Xiao Feng.
"Harus Ying'er jika ingin menyusul kakak!"
Portal itu kemudian menembakkan cahaya putih panjang menuju ke arah Xiao Feng dan langsung menyelimutinya, sosok Xiao Feng terbungkus cahaya putih perlahan sosoknya berubah menjadi samar dan dalam sekejap mata cahaya putih langsung kembali melesat memasuki portal. Portal pun menghilang bersama dengan sosok Xiao Feng yang juga sudah menghilang. Bawahan Xiao Feng yang menyaksikan hanya bisa mendoakan Xiao Feng baik-baik saja dan mereka menjadi termotivasi untuk berlatih lebih keras agar bisa menyusul Xiao Feng ke alam dewa.
Rupanya portal itu juga terlihat diseluruh dunia, Xiao Chen yang sedang bersama Huang Xiwen juga melihatnya.
__ADS_1
"Gege sepertinya adik Feng sudah pergi ke alam dewa" ucap Huang Xiwen yang melihat portal muncul dan sekejap menghilang.
"Benar Wen'er, Feng'er sepertinya sudah pergi aku hanya bisa mendoakan hal yang baik saja untuknya" ucap Xiao Chen
"Dunia sepertinya akan kehilangan sosok hebat seperti adik Feng"
"Hei kau tenang saja bukankah aku juga hebat"
"Ya kau memang hebat tapi adik Feng lebih hebat"
Xiao Chen hanya tertawa mendengarnya "Benar namun apa kau tahu dia memulai kultivasinya ketika berumur 17 tahun kini dalam waktu lima tahun dia sudah melampaui ku, aku sebagai kakaknya sangat bangga dengan pencapaiannya"
"Benarkah? Tidak mungkin dalam waktu lima tahun dia sudah berada di Raja Kristal" Huang Xiwen terkejut mendengarnya.
"Mungkin atau tidak mungkin itulah kenyataannya"
Di kerajaan Qingzhou juga yang melihat portal sudah bisa menebak siapa yang pergi.
"Gege sepertinya Feng'er sudah berangkat" ucap Feng Xuening, saat ini dia bersama Xiao Dong sedang duduk digazebo halaman belakang.
"Jangan seperti itu, kau sepertinya senang melihat putri kita bersedih" ucap Feng Xuening.
Memang benar Feng Xi yang sedang melihat portal dari kediamannya bersedih, dia menitikkan air mata di pipi halusnya.
"Feng Ge tunggu aku, aku akan segera menyusulmu" gumam gadis cantik itu, dia bertekad akan berlatih agar bisa sampai di ranah Raja Kristal dan menyusul kekasihnya.
****
Xiao Feng yang sedang berada di lorong portal melihat keadaan didalam lorong gelap dengan bertaburan bintang beraneka warna, dia tidak mencoba melawan tarikan portal yang kuat, Xiao Feng berdiam saja mengamati sekeliling. Sekita dua jam kemudian sebuah titik putih bercahaya terlihat didepan Xiao Feng. Titik itu semakin lama semakin membesar dan Xiao Feng pun sampai di titik putih dan memasukinya.
"Wusshh!"
__ADS_1
Xiao Feng pun keluar dari titik putih dan dia mendarat disebuah hutan lebat dan sejuk. Xiao Feng mulai merasakan qi alam disini lebih tebal daripada di alam manusia.
"Sistem apakah aku sudah berada di alam dewa?" Ucap Xiao Feng dibenaknya.
[Ding,,, benar tuan telah memasuki alam dewa]
"Hmm tapi dimana ya aku berada saat ini, aku belum tahu sama sekali tentang alam dewa" gumamnya lalu dia melesat dengan terbang rendah menyusuri hutan berharap ada seseorang yang bisa dia mintai keterangan. Tak lupa juga dia menggunakan teknik matanya untuk melihat lebih jauh keadaan hutan.
Disaat sedang terbang rendah Xiao Feng merasakan sambaran angin dibelakangnya, dengan segera Xiao Feng menundukkan kepalanya dan mendarat ditanah, ternyata sambaran angin itu berasal dari sebuah anak panah yang dilesatkan.
"Brengsek siapa yang berani menyerang dari belakang!" Seru Xiao Feng. Tak lama kemudian muncul dua orang pria berpakaian kuning memegang pedang dan busur.
"Hoho ada yang lewat disini, kukira binatang buas ternyata manusia juga" ucap salah-seorang pria. Xiao Feng memindai kultivasi dua orang itu dan mereka berada di ranah Raja Emas *4.
"Siapa kalian, aku tidak mengenal kalian kenapa mencari lantai terjungkit" ucap Xiao Feng.
"Kawan sepertinya dia orang baru disini,, hei kau apa kau tidak tahu kalau kami adalah anggota sekte Golok Kuning sebuah sekte menengah di wilayah sini" ucap salahsatu orang berpakaian kuning itu.
"Benar jika ingin selamat kau serahkan cincin penyimpanan mu dengan begitu kau akan selamat" ucap temannya menimpali. Xiao Feng tersenyum tipis mendengarnya.
"Kukira siapa, ternyata hanya sekumpulan perampok picisan yang mengatasnamakan sekte" ucap Xiao Feng. Kedua orang itu memerah wajahnya tanda amarah mulai timbul.
"Kau bermulut besar berani mengatai kami seorang rampok picisan" teriak orang berpakaian kuning sambil menunjuk Xiao Feng.
"Tidak usah banyak bicara, jika kalian memiliki kemampuan ambil sendiri sini" ucap Xiao Feng, merasa tertantang kedua orang itu tambah marah apalagi dilihatnya Xiao Feng memiliki kultivasi di bawahnya. Ya sistem menyembunyikan kultivasi Xiao Feng hanya terlihat di ranah Raja Emas *1 saja, jadi kedua orang itu beranggapan Xiao Feng lebih lemah.
"Saudara aku yang menghajar orang ini, akan ku kupas wajahnya dan kulitnya akan kujadikan topeng" ucap salahsatu orang itu.
"Baiklah hajar saja kuberi waktu 1 menit"
"Bersiaplah bajingan"
__ADS_1
"Maju!" Ucap Xiao Feng dan salahsatu orang berpakaian kuning langsung menyerbu Xiao Feng dengan tangan kosong.
*** bersambung ***