
****
Kobaran api merah sangat panas menyembur ketika Yuan Li menebaskan pedangnya, kobaran api itu menyebar seperti gelombang ombak menyapu serangan cakar hitam milik Ming Qinrou, semua orang mundur takut terkena efek serangan, Lin Feng dan yang lain serta patriak Ming dan tetua sekte Serigala Hitam membuat perisai untuk mencegah orang-orang terkena serangan.
"Booom!"
Kedua serangan beradu ditengah dan menimbulkan ledakan cukup keras beberapa meja beterbangan disertai makanan berserakan, terlihat Ming Qinrou terdorong mundur dua puluh meter dengan nafas sesak sementara Yuan Li masih berdiri.
"Sial dia sebagai pengawalnya saja cukup kuat!" gumamnya sambil menelan pil pemulihan, tetua sekte Serigala Hitam matanya menyipit melihat itu bisa dilihat kalau kultivasi Yuan Li lebih tinggi dari muridnya dia segera bergerak maju namun patriak Ming lebih dulu bergerak, dia juga menyadari kekuatan Yuan Li.
"Rou'er mundur dia lebih kuat darimu!" seru patriak Ming, Ming Qinrou tidak terima mendengar itu baginya dia merupakan tuan muda berbakat tentu saja sifat sombong sudah tertanam. Melihat lawannya berusia hampir sama tetapi memiliki kekuatan diatasnya dia merasa terhina.
"Ayah aku belum kalah!"
"Kubilang mundur!" teriak patriak Ming, Ming Qinrou mau tidak mau bergerak mundur dengan memasang wajah muram.
"Apa kau bisa mundur seenaknya saja!" seru Yuan Li lalu bergerak cepat ke arah Ming Qinrou.
"Beraninya kau menyerang didepanku!" seru patriak Ming langsung bergerak mencegat Yuan Li, tetapi Xiao Feng langsung bergerak dia tahu kekuatan patriak lebih tinggi dari Yuan Li dan bukan tandingannya.
"Tuan Muda!"
"Kau tangani tuan muda Ming biar aku yang urus sisanya!" seru Xiao Feng lalu melemparkan kipasnya ke arah patriak Ming. Patriak Ming menggeram kesal karena dihalangi Xiao Feng dia mengeluarkan pedangnya dan menghalau serangan kipas Xiao Feng.
"Trankk!"
Percikan api disertai suara dentingan terdengar, patriak Ming melihat kipas itu sedikit terkejut.
"Hmm kipas yang bagus"
__ADS_1
Segera saja patriak Ming dan Xiao Feng terlihat pertarungan sengit, patriak Ming merasa dengan kekuatannya dipuncak Raja Dewa dia bisa menghabisi Xiao Feng dengan cepat namun sejauh telah bertukar puluhan gerakan walaupun dia sudah berusaha tetap tidak bisa menyarangkan satu serangan pun kepada Xiao Feng.
Sementara Xiao Feng sendiri dengan santai menahan dan menghindari serangan patriak Ming dengan kipasnya bahkan tangan kiri sesekali menghembuskan asap rokoknya.
"Teknik Pedang Sembilan Tebasan : Tebasan Surga!"
",Wuuusshh!"
Patriak Ming menebaskan pedangnya dan muncul api besar berwarna merah, teknik itu adalah teknik khas keluarga Ming yang melegenda dan berada di tingkat surgawi akhir tentu saja efeknya sangat terasa.
Panas menyengat terlebih dahulu sampai, Xiao Feng dengan santai mengalirkan elemen esnya lalu mengibaskan kipasnya pelan.
"Wusshh!"
Angin dingin disertai butiran es berjatuhan muncul menghalangi serangan api patriak Ming menyebabkan kabut tipis hawa panas dan dingin menyebar membuat semua orang bergerak mundur.
Tetua sekte Serigala Hitam melihat kesempatan segera menunjukkan dua jari tangan kanan dan mengarahkan ke arah Xiao Feng dari arah belakang.
"Wusshh!"
"Aaahh!"
Sebuah teriakan kesakitan terdengar dan semua orang kaget termasuk Xiao Feng, segera saja hal itu membuat orang yang sedang bertarung menghentikan sejenak pertarungannya. Xiao Feng sudah tahu kalau tetua sekte Serigala Hitam melancarkan serangan diam-diam namun Xiao Feng tidak menghiraukan karena serangan itu sangat lemah baginya tetapi jeritan kesakitan terdengar membuat Xiao Feng marah.
Sosok tubuh melayang jatuh ke tanah, Xiao Feng dengan cepat melesat dan menangkap sosok itu, ternyata sosok itu adalah Lin Mei Ling. Dia melihat pertarungan Xiao Feng dan Patriak Ming menyadari kalau tetua sekte Serigala Hitam menyerang diam-diam.
Lin Mei Ling menyangka Xiao Feng tidak menyadari dan tanpa fikir panjang dia segera maju untuk menahan namun kekuatan serangan yang lemah Dimata Xiao Feng berbeda dengan Lin Mei Ling yang hanya berada di tingkat Dewa Kuning.
Xiao Feng memeluk tubuh halus Lin Mei Ling dan melihat luka di dadanya cukup parah seperti luka bakar namun bergerak menyebar secara perlahan, darah mengalir di sudut bibirnya. Lin Feng dan yang lainnya terkejut dan dia segera menghampiri Xiao Feng.
__ADS_1
"Mei Ling,, Mei Ling sadarlah!" ucap Xiao Feng melihat Lin Mei Ling matanya setengah terpejam.
"Uhukk,, uhukk Feng kau tidak apa-apa!" ucap Mei Ling lemah.
"Kenapa kau melakukan hal bodoh seperti ini"
"Feng,, aku tidak sanggup menikah didepanmu dan melihat kau terluka,,, aa.. Aku berharap kau baik-baik saja" ucap Lin Mei Ling lirih, Xiao Feng memeluk erat dan memasukkan pil pemulihan namun luka didada Mei Ling tidak menutup tetapi hanya berhenti menyebar.
"Sistem kenapa obat pemulihan tidak bekerja!" teriak Xiao Feng.
[Ding,,, luka disebabkan elemen kegelapan dan hanya elemen cahaya yang bisa mengeluarkan tetapi harus disalurkan dengan energi Yang]
Xiao Feng menyadari kalau menyalurkan energi Yang harus melakukan kultivasi ganda tetapi itu yang orang tahu ada satu cara selain kultivasi ganda yaitu mentransfer langsung energi Yang dengan sentuhan mulut ke mulut tetapi akan mengurangi umur pemilik energi Yang berkurang sepuluh tahun.
"Mei Ling tenang saja kau akan kusembuhkan!" ucap Xiao Feng sambil menyeka darah yang keluar dari sudut mulut Lin Mei Ling, dengan gemetar tangan Lin Mei Ling memegang tangan Xiao Feng.
"Feng,, aku merasa sakit didadaku jika umurku hanya sampai disini aku berharap dikehidupan selanjutnya bisa menjadi istrimu!" ucap Lin Mei Lin dengan senyum samarnya. Xiao Feng merasa sakit dihatinya dia paling tahu kisah Lin Mei Ling sejak pertemuan di alam roh gadis itu sudah terpisah dari orangtua sejak dilahirkan beberapa kali nyawanya hampir terancam bahkan ketika hampir dilecehkan untuk memaksanya agar memberitahukan dimana Xiao Feng dia rela bunuh diri dan ketika dia menemukan keluarga ayahnya dia tidak mendapatkan kehangatan keluarga tidak hanya tidak diakui tetapi juga dijadikan alat politik pernikahan keluarga.
Gadis dipelukannya mengalami banyak penderitaan dibalik wajah dengan senyum manisnya.
"Mei Ling kau sudah sangat banyak menderita" gumam Xiao Feng dalam hatinya.
"Mei'er jangan bilang kehidupan selanjutnya denganku disini bahkan Dewa Neraka tidak bisa mengambilmu dariku" ucap Xiao Feng. Lin Mei Li g tersenyum lalu menutup matanya, gadis cantik itu tidak mati tetapi tertidur karena efek obat pemulihan Xiao Feng. Tepat saat itu Feng Xi dan Yuan Li muncul, Yuan Li yang sedang bertarung segera menghentikan pertarungan dan bergerak ke sisi Xiao Feng.
"Rubah hitam apa yang terjadi!"
"Nona Mei!"
"Mei'er"
__ADS_1
"Xixi, Yuan Li jagalah Mei Ling sebentar" ucap Xiao Feng lalu menyerahkan Lin Mei Ling ke Feng Xi, Feng Xi yang melihat keadaan Mei Ling terkejut dan menatap luka mengerikan di dadanya. Yuan Li pun segera menceritakan kepada Feng Xi ketika gadis itu bertanya, Lin Feng juga terkejut dia mengepalkan tangannya kuat dan dia bergerak ke arah tetua sekte Serigala Hitam namun di cegah Xiao Feng.
****bersambung****