Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 183 Hukuman Xiao Jun


__ADS_3

*****


Kini Xiao Feng bersama Ren Zhi dan Yuan Li sudah berada di ruang kerja Xiao Dong disana juga sudah terdapat Kasim dan dua perdana mentri.


"Tidak kusangka Pangeran Ketiga bertindak sembarangan, tidak hanya memalsukan titah raja dia juga menerobos dan langsung menyalahkan dan berusaha bertindak sendiri untuk menghukum. Raja jika hal seperti ini dibiarkan takutnya istana akan kacau!" Guru Ren melapor.


"Lancang sekali Xiao Jun, setelah membuat masalah besar dia juga malah bersembunyi dan tidak berani keluar!" ucap Xiao Dong setelah mendengar laporan dari guru Ren.


"Feng'er kau sekarang bertugas dibagian Kemiliteran, menurutmu bagaimana menghukum adikmu?"


"Adik ketiga masih kecil dia bertindak tidak pernah berfikir dulu, sedikit hukuman saja sebagai peringatan. Namun kepala pembendaharaan yang juga pamannya Xiao Jun harus mendapat hukuman karena sebagai pemimpin dia malah membiarkan bawahannya menimbulkan perselisihan antar kementrian!" ucap Xiao Feng.


"Ayah aku adalah putra mendiang Ratu dan Xiao Jun putra Ratu masa kini, apakah kepala pembendaharaan berupaya mengadu domba?" Xiao Feng menambahkan. Xiao Dong mengangguk lalu berfikir mencerna ucapan Xiao Feng.


"Pangeran kedua benar, jika kepala pembendaharaan bisa mengawasi bawahannya tentu tidak akan ada kejadian seperti ini" ucap Guru Ren


"Saya setuju agar kepala pembendaharaan mendapat hukuman" ucap perdana Mentri.


"Saya setuju"


"Saya setuju"


"Baiklah sampaikan titahku, kepala pembendaharaan lalai, tidak mengerti aturan kerja dan menimbulkan perselisihan dihukum jabatannya diturunkan tiga tingkat. Dan untuk Xiao Jun dia dikeluarkan dari bagian Pembendaharaan dan dihukum kurungan satu bulan untuk introspeksi diri serta denda 5000 koin emas!! Bagaimana menurutmu Feng'er?" ucap Xiao Dong.


"Ayah bijaksana!" jawab Xiao Feng.


*****


Diluar Perdana Mentri Qin dan Perdana Mentri Wang sedang berjalan kembali ke tempatnya masing-masing sambil mengobrol.

__ADS_1


"Rencana Pangeran kedua sangat hebat, dia tahu kalau raja akan melindungi pangeran ketiga makanya dia melepaskannya dan menargetkan kepala pembendaharaan sekaligus pamannya" ucap Perdana Mentri Qin


"Benar satu intopeksi diri yang satu turun jabatan, takutnya kekuasaan ratu berkurang banyak" Perdana Mentri Wang menimpali.


"Apa kau dengar apa yang terkahir dia katakan, dia mengatakan anak dari istri sah pertama sedangkan pangeran kedua dari istri ke dua. Istri pertama dan kedua kehormatannya jelas berbeda"


"Hahaha benar,, sepertinya arah angin diistana akan berubah. Pangeran kedua baru kembali saja sudah menunjukan kecerdasannya bagaimana kalau dia bisa berkultivasi mungkin akan lebih mengesankan"


"Tidak bisa berkultivasi atau menyembunyikan yang jelas kita berdua tidak tahu hahaha, tapi jika aku memilih jangan sampai pangeran ketiga yang jadi penerus, baru diberikan jabatan sedikit saja sudah berani bertindak tanpa persetujuan raja, bagaimana kalau dia jadi raja mungkin tidak membutuhkan bantuan dari perdana Mentri seperti kita"


"Yah,, kita lihat saja siapa yang duluan sampai digaris akhir haha!"


Kedua Mentri itu melanjutkan berjalan ke kediamannya masing-masing.


*****


"Kakak kedua sangat hebat sekaligus menyebalkan lagi-lagi aku kalah berhadapan dengannya!" ucap Xiao Jun dengan geram.


"Sepertinya aku harus perlu bantuan ibu" gumam Xiao Jun,


"Kau keluar dulu aku mau memikirkan cara dan sekalian pantau gerak gerik Xiao Feng!"


"Baik pangeran!"


*****


Xiao Feng sendiri juga sudah menugaskan timnya untuk memantau gerak gerik Xiao Jun dia yakin kalau adik tirinya itu tidak pernah puas pasti akan membalasnya, sebenarnya Xiao Feng santai saja. Andai saja disini menggunakan hukum kultivator sudah di musnahkan Xiao Jun bersama anteknya.


Saat ini dia ditemani Bai Hu dan Yuan Li sedang menuju ke sebuah desa yang kabarnya dilanda kekeringan dan mengakibatkan warganya gagal panen serta mengalami kelaparan, laporan itu didapat dari paviliun Gagak Hitam karena pihak istana belum mendapat kabar. Tapi sebelumnya dia mampir dulu ke paviliun pusat untuk melihat-lihat. Beberapa orang tampak sedang berlatih di ruang kultivasi yang baru dibangun termasuk Feng Xi juga dari pertama kali datang ke paviliun ketika mendengar ada tempat kultivasi dia langsung berlatih dia tidak ingin kalau ada pertempuran hanya Xiao Feng saja yang maju, apalagi sebelumnya Xiao Feng memberikan satu cincin penyimpanan berisi sumber daya yang sebagian besar khusus elemen es. Sejak seminggu berkultivasi Feng Xi memang mengejutkan sudah mencapai ranah Raja Perunggu *2, Zhu Yue juga sama dia juga naik ke ranah Raja Perak *3.

__ADS_1


Xiao Feng tersenyum senang melihat mereka ketika kembali dari Qingzhou jadi semakin giat berlatih, tidak ingin mengganggu mereka Xiao Feng kemudian berbalik menuju aula paviliun, namun Feng Xi seolah tahu kalau Xiao Feng datang dia membuka matanya lalu bangkit berdiri.


"Hmm tidak biasanya dia hanya melihat terus pergi, pasti ada sesuatu!" gumam gadis itu lalu beranjak menyusul Xiao Feng yang sudah berjalan ke aula menemui Sun Xie dan Qing Long, sementara Zhu Que bersama Li Ying berlatih diluar paviliun.


Setelah berbincang dan memberi beberapa arahan Xiao Feng ditemani Bai Hu dan Yuan Li kemudian berjalan keluar, untuk urusan dikerajaan memang Yuan Li yang Xiao Feng bawa karena dia masuk dalam daftar anggota kerajaan pihak pangeran, kalau Qing Long memang Xiao Feng sengaja tugaskan dipaviliun pusat sambil melatih.


"Tunggu,,!!"


Sebuah teriakan kecil menghentikan Xiao Feng, lantas dia berbalik melihat siapa yang berteriak dan ternyata adalah Feng Xi yang berlari kecil ke arahnya


"Ada apa?" tanya Xiao Feng saat Feng Xi sudah berada didepannya.


"Kulihat kau sepertinya akan bersenang-senang aku ikut!" ucap Feng Xi.


"Xixi aku ini mau melihat desa yang dilanda kelaparan bukan bermain, kau sebaiknya berlatihlah" ujar Xiao Feng sambil tersenyum. Feng Xi yang memang sedang bosan berlatih terus tidak kehabisan akal agar bisa ikut dengan Xiao Feng.


"Ijinkanlah aku ikut,, aku bosan berlatih terus sesekali butuh penyegaran, kau boleh meminta apapun padaku jika memperbolehkan aku ikut" ucap Feng Xi sambil mengedip-ngedipkan matanya polos.


"Benarkah?" tanya Xiao Feng menyeringai sambil melihat Feng Xi dari atas ke bawah. Sontak gadis itu langsung menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


"Apa yang kau lihat, kau jangan kurang ajar ya!" ucap Feng Xi meradang, Xiao Feng tertawa lalu mengacak rambut Feng Xi.


"Hahaha, kau ini fikiranmu kotor sekali aku melihat kira-kira apa yang bisa kau berikan uang saja tidak punya haha!" ucap Xiao Feng sambil berjalan menuju gerbang diikuti Bai Hu dan Yuan Li. Feng Xi menghentakkan kakinya kesal dan malu.


"Rubah hitam awas saja kau, akan kubalas nanti" teriak Feng Xi sambil mengacungkan tinjunya lalu melesat menyusul Xiao Feng.


***** bersambung


Maaf baru bisa up satu chapter aja guys kondisi masih belum fit🙏

__ADS_1


__ADS_2