
****
Keesokan harinya
Feng Xi perlahan membuka kedua mata dan bergerak duduk,,namun tangannya terasa geli ketika dia melihat rupanya seekor kucing putih sedang menjilat tangannya dan menggesek-gesekkan tubuhnya.
"meoww..meooww"
Feng Xi terkejut dan langsung memeluk Bai Hu erat.
"Kyaa Bai Hu kau kemana saja,,aku merindukannmu"
"meoww..nona kau memelukku terlalu erat hingga tidak bisa bernafas"
"Eh..."
"meooww"
Feng Xi yang kaget Bai Hu bisa berbicara spontan melempar Bai Hu ke sudut ranjang,Bai Hu mengeong seperti kucing yang terinjak ekornya.
"Bai Hu kau bisa bicara" tanya Feng Xi
"Tentu saja nona aku kan hewan suci yang kuat sudah pasti bisa bicara" jawab Bai Hu sombong.
Feng Xi mengambil lagi Bai Hu dan menaruhnya di pangkuannya dan mencubit-cubit pipinya
"Waah kau hebat sekali"
"Hehe,,jelaslah karena berkat Tuan aku bisa berevolusi"
"Oohh aku ingat,,karena tulang yang diberikan rubah hitam kau akhirnya bisa bicara"
Feng Xi dan Bai Hu saling bercanda ringan.Tak lama kemudian pintu terbuka dan munculah Xiao Feng membawa semangkuk bubur.
"wah apa yang kalian bicarakan sepertinya seru sekali?" sapa Xiao Feng sambil duduk di kursi dekat ranjang.
"Heii rubah hitam kau tahu ini kucing bau ini bisa bicara" kata Feng Xi heboh.
"Aku sudah tau,,dan aku juga yang menyuruhnya kesini"
"Hmm kau tega sekali melupakanku kucing bau,,kenapa malah menemui si rubah hitam dulu"kata Feng Xi sambil menarik telinganya.
__ADS_1
"meoww..meoww..aduh sakit ini nona"
"Cih kau hewan suci masa sakit baru segitu"
Xiao Feng hanya tertawa melihat itu seekor hewan suci salah satu dari Dewa Mata Angin Penjaga Gerbang Barat tidak ada harga dirinya didepan Feng Xi.Padahal dia juga kalau bersama Feng Xi juga seperti tidak ada harga diri dan wibawanya seorang Pangeran.
"Sudah,,sudah kau makan dulu,,mari" kata Xiao Feng.Kemudian menyendokkan bubur ke mulut Feng Xi setelah meniupnya terlebih dulu.Feng Xi tersenyum kemudian melahapnya.
*****
Kembali ke lorong bawah tanah orang-orang yang sebelumnya masuk setelah di hadang kelabang racun api mereka melanjutkan perjalanan namun terdengar suara dentuman dan lorong bergetar disertain bebatuan yang jatuh.Orang-orang itu berlarian keluar dari lorong karena menyangka lorong akan runtuh.
"Hmm kemana ya monster sialan itu,seharusnya masih disekitar sini?" kata Feng Xi yang kini bersama Xiao Feng dan Bai Hu yang duduk di pundak Xiao Feng,sudah keluar dari dunia jiwa dan berada di lorong sebelumnya mereka bertarung.
"Mungkin dia memulihkan diri"kata Xiao Feng
"Mana mungkin,,serangan gabungan kita saja tidak bisa melukainya" Feng Xi menyahut sambil memutar bola matanya malas.
Baru saja berkata seperti itu mereka merasakan aura kuat dari arah depan dan benar saja monster itu kembali lagi setelah merasakan aura manusia.
"hahaha manusia kau kembali lagi, kini kalian tidak akan bisa lari lagi"
"Bai Hu itu bagianmu selesaikan cepat"
Bai Hu langsung melompat ke hadapan monster itu dan mengeluarkan auranya.Monster itu bergetar ketakutan ketika dia tahu kucing putih kecil dihadapannya adalah hewan suci.Monster itu jatuh berlutut didepan Bai Hu.
"Tu..Tuan ampuni aku,,aku ti..tidak tahu kalau Tuan adalah pelindung manusia itu" kata monster itu terbata-bata.
"Kau mahluk hina rendahan berani melukai tuanku,,hari ini ku pastikan aku mencatat kematianmu" kata Bai Hu
"Tuan aku minta maaf sudah bersikap kurang ajar"
Bai Hu tidak menjawab dia langsung mengayunkan cakar kecilnya,kemudian siluet bilah cakar yang terbuat dari elemen angin langsung memotong-motong monster itu hingga ribuan bagian.Dan monster itu mati seketika,kemudian Bai Hu mengambil inti kristalnya dan langsung memakannya.
"Sudah?"
"Sudah Tuan,,inti kristal monster itu sangat tidak enak"
"Wahh tidak kusangka kucing bau sepertimu sangat hebat" kata Feng Xi sambil memeluk Bai Hu.
Xiao Feng sebenarnya selain kagum juga iri melihat monster yang habis-habisan dia lawan sampai hampir mati dengan mudah di bantai Bai Hu hanya dengan serangan kecil.Dia sedikit frustasi melihatnya dan Xiao Feng menanamkan keyakinan untuk menjadi lebih kuat lagi. "aku masih terlalu lemah"
__ADS_1
"Ayo kita lanjutkan" kata Xiao Feng
Mereka pun berjalan lagi ke depan,setelah setengah jam berjalan lorong itu berujung pada ruangan seluas kamar istana Xiao Feng.Ruangan itu tampak terang karena cahaya dari inti kristal yang tersebar di setiap sudut ruangan.Mata mereka membulat melihat isi ruangan itu,terlihat banyak koin emas,batu roh,inti kristal,pil dan senjata tingkat 6-7 tampak menggunung dan lebih banyak dari yang Xiao Feng temukan sebelumnya.
"Hahaha keberuntungan lagi,,lihatnya banyaknya harta ini Xixi,mungkin kita bisa membangun kerajaan dengan harta ini,hahaha" Xiao Feng yang tertawa langsung menjatuhkan diri di gunungan koin emas dan menggerak-gerakkan kaki dan tangannya.
"Benar rubah hitam ini sangat banyak,,eh kemana kucing bau itu?"
Tampak Bai Hu juga seperti Xiao Feng dia bergulingan di gunungan inti kristal sambil memegang inti kristal di cakarnya.Mulutnya terlihat sedang memakan inti kristal dengan gembira.Feng Xi yang melihatnya menggelengkan kepala.
"Tuan sama bawahan sama saja,,hhhhhh"
"Rubah hitam apa mungkin ini saja yang terdapat disini barangkali ada sesuatu yang berharga"
"Benar juga,,tempat ini pasti ada sesuatu tidak mungkin ini saja"
Xiao Feng langsung memasukkan semuanya ke cincin penyimpanan sampai habis,tampak Bai Hu tidak senang.
"meoww..Tuan kau sungguh kejam aku sedang menikmati malah di ambil"
"Nanti kau bisa makan sepuasmu,,ayo kita bergegas siapa tahu ada sesuatu yang bagus"
Bai Hu melompat ke pundak Xiao Feng dan mereka menyusuri ruangan itu terlihat disudut ruangan ada guci kecil.Karena Feng Xi penasaran dia menyentuhnya.
"Eh..kenapa guci kecil ini berat?"
"Coba kulihat"
Xiao Feng mendekati dan menyentuh guci,memang berat.Xiao Feng kemudian mencoba memutar guci itu.
"Kriieettt"
Tiba-tiba suara berderit muncul ketika Xiao Feng memutar guci dan disebelah kiri ruangan terbuka pintu rahasia yang bergerak bergeser ke samping.
Xiao Feng dan Feng Xi terkejut ada pintu rahasia terbuka,mereka masuk ke dalam ruangan itu dan terlihat ada sebuah peti mati besar berwarna hitam.
Peti itu sangat kokoh dan tampaknya berusia ribuan tahun,namun peti itu tidak sedikitpun rusak hanya terdapat debu saja yang tebal menyelimuti beberapa bagian peti.
"Mungkinkah ini makam sebenarnya pemilik situs ini?"gumam Xiao Feng pelan
"Mungkin saja benar,ayo kita periksa" kata Feng Xi
__ADS_1
**** bersambung