
******
Didalam barak pasukan Bingzhou jendral Fan sedang berdiri mengamati denah wilayah yang sebelumnya dipakai untuk perang, tak lama kemudian seseorang muncul dibelakangnya. Jendral Fan kemudian berbalik badan dan melihat kalau yang datang adalah Kasim Niu yang selalu berada disisi Raja Bi Han.Kasim Niu dengan wajah dingin bertanya tanpa basa basi.
"Jendral Fan kenapa tiba-tiba mengibarkan bendera bebas perang"
"Ling Xu Yuan meminta damai untuk kita Chenhan dan aku sudah menulis syaratnya dalam bentuk dokumen untuk diserahkan sebagai laporan kepada Yang Mulia Raja"ucap Fan Shijin.
"Hanya seorang Ling Xu Yuan sudah membuat Jendral Fan takut,,perintah Raja adalah merebut kota"
"Merebut kota adalah tindakan tidak bijak"
"Apa kau tahu kenapa aku ditugaskan mengawasi pasukan? karena kemarin di pertemuan hanya jendral Fan yang mengusulkan untuk tidak merebut kota dan raja menugaskan ku untuk memastikan kalau jendral Fan menyelesaikan perintah raja apakah jendral ingin membangkang?" dengan dingin Kasim Niu berkata. Fan Shijin yang mendengar itu maju mendekati Kasim Niu dan menatap matanya dengan tajam.
"Dalam situasi darurat jendral berhak memutuskan segala hal yang akan merugikan pasukan dan kerajaan termasuk menolak perintah raja jika itu akan menyebabkan kehancuran,,apa yang terjadi disini nanti aku akan jelaskan di istana"
"Kembali ke istana? sepertinya Jendral Fan bertekad untuk mundur,,kalau begitu jendral tidak usah ke istana" Kasim Niu berkata sinis
"Pengawal ikat dia" Setelah berkata seperti itu dari luar masuk 6 orang pengawal langsung bergerak memegang Fan Shijing.
"Niu Changhou kau berani berbuat seperti ini" teriak Fan Shijing.
"Hahaha,,aku tidak berani namun raja memberiku token emas yang berfungsi untuk mengambil alih urusan militer Bingzhou" ucap Kasim Niu kemudian mengeluarkan token segi empat berwarna emas dan ada tulisan kerajaan Bingzhou.
"Aku mewakili raja meluruskan aturan militer,kepengecutan jendral Fan sebelum perang melanggar aturan militer,,cambuk dia 100 kali sebagai peringatan" teriak Kasim Niu.
"Baik"
Segera Fan Shijing dibawa pengawal itu keluar barak,dia berteriak marah kepada Niu Changhou.
"Niu Changhou sialan,, kau mengacaukan situasi Bingzhou" Namun Kasim Niu tidak menggubrisnya dia menyeringai sambil memandangi token emas itu.
******
Sementara itu dikediaman walikota Chenhan,Zhu Hai Ming Tou dan Ling Xu Yuan sedang duduk bersama sambil meneguk arak.Sesekali terdengar tawa dari Zhu Hai
__ADS_1
"Tuan Muda Ling sangat hebat pantas dijuluki sebagai Tuan Muda nomor 1 dunia,,hahaha"ucap Zhu Hai.
"Apa yang aku lakukan adalah demi rakyat,perang menimbulkan penderitaan dan kehancuran bagi rakyat" Ling Xu Yuan berkata setelah meneguk secangkir arak.
"Benar sekali tampaknya prinsip keluarga suci Ling yang mengedepankan Budi luhur dan welas asih bukan omong kosong melihat apa yang di lakukan Tuan Muda".Mereka berbincang ringan membahas apa yang akan dilakukan nanti.Tiba-tiba seorang pengawal dengan tergesa-gesa masuk dan melapor.
"Tuan,,pasukan Bingzhou kembali mereka mengibarkan bendera perang dan akan melakukan serangan dalam satu jam" Kemudian penjaga itu berlari keluar setelah melapor. Mereka langsung berdiri kaget mendengar itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi bukankah mereka sepakat untuk mundur?" tanya Zhu Hai heran.
"Sepertinya ada hal yang tidak beres,,kalau begitu aku bersedia hidup dan mati untuk kota Chenhan" Ling Xu Yuan berkata.
"Dunia boleh kehilangan kota Chenhan namun tidak boleh kehilangan Tuan Muda Ling," Ming Tou berkata.
"Aku datang untuk membuat gencatan senjata dengan Bingzhou namun jika harus bertarung,,aku juga akan menggunakan semua kemampuanmu untuk memenangkan perang ini"
******
Diatas gerbang Ling Xu Yuan sudah tiba,melihat ke depan tampak pasukan Bingzhou berbaris rapi namun Ling Xu Yuan tidak melihat Fan Shijing hanya ada seorang Kasim berdiri ditengah pasukan.
"Segera bentuk Formasi Tiga Ombak,,pasukan gerbang utama dibarisan depan dengarkan perintahku bentuk formasi Membingungkan Musuh,,gunakan aba-aba dengan ketukan drum"
"Baik" lalu pengawal itu berlari dan langsung memukul drum besar.
"Dugg..dugg..dugg.."
Suara ketukan drum menggema memenuhi udara 3000 pasukan kota Chenhan yang berada didepan gerbang ketika mendengar aba-aba itu langsung membuat formasi yang dibentuk dari setiap lima orang saling menyusun tameng hingga menutupi setiap bagian sisi dari lima orang itu.Bunyi ketukan drum semakin keras dan cepat disisi pasukan Bingzhou suara terompet besar yang ditiup berkumandang sebagai tanda dimulainya perang.
"Pasukan Serangg!!" Kasim Niu yang berdiri diatas kereta kuda berteriak kencang,pasukan Bingzhou langsung bersiap bergerak,namun dari udara tiba-tiba sosok pria muda berpakaian hitam melayang turun dengan cepat dan mendarat di kereta kuda Kasim Niu,membuat pasukan Bingzhou kaget dan langsung menghunuskan senjata.Kasim Niu yang kaget gemetar ketakutan ketika pria yang baru datang mendekatinya dan memegang kerah bajunya.
"Tolong" teriak Kasim Niu.
"Aku datang untuk menyelamatkanmu" kata pria itu dingin,Kasim Niu yang melihat tatapan tajam pria itu nyalinya ciut seketika.
"Aa..aku tidak mengerti perkataan Tuan Muda"
__ADS_1
"Jika kau menyerang kota saat ini kau akan diserang dari depan dan belakang,,kavaleri Huangtian milik pangeran Huang Zhi Yan sedang dalam perjalanan dan akan sampai dalam waktu setengah hari, terlebih kau bukan lawan bagi Ling Xu Yuan" kata pria itu tersenyum tipis.
"Aa..apa tuan muda sedang mengancam ku?"
"Mengancammu? kau tidak layak,,jika bukan karena aku masih membutuhkanmu kau sudah dipastikan mati saat ini,,sekarang kembalilah ke Bingzhou dan beritahu Raja Bi Han kalau dia menyulut api perang,api yang menjalar pertama kali adalah Bingzhou jika dia keras kepala aku akan mendatanginya mendinginkan darah panasnya atau aku akan menyembuhkan penyakit Bi Han yang tidak bisa bermain dengan istrinya itu" pria itu berkata berbisik dibagian akhir kalimatnya.
"Ka..kau tahu penyakit tersembunyi rajaku?" Kasim Niu kaget.
"Karena aku tahu,,seharusnya ini bukan ancaman jadi tarik pasukanmu dan sampaikan pada Bi Han,,semua orang mudah terbawa keserakahan dan semoga dia bisa sadar" pria itu berkata dingin lalu berbalik dan mematahkan tiang bendera Bingzhou yang ada di kereta.Kuda meringkik keras dan semua orang memundurkan langkahnya,lalu pria itu melesat terbang ke arah pasukan Kota Chenhan.Kasim Niu yang ketakutan segera berteriak memerintahkan pasukannya mundur dan akhirnya pasukan Bingzhou kembali mundur untuk yang kedua kalinya.
Ling Xu Yuan yang melihat itu kemudian turun dan segera menangkupkan tangan ketika berada didepan pria berpakaian hitam yang ada seekor kucing putih kecil dipundaknya.
"Ling Xu Yuan memberi salam kepada Tuan Muda Hei Feng Xi"
Ternyata pria itu adalah Xiao Feng ketika dia sedang terbang dia melihat pasukan Bingzhou yang mengepung kota dia langsung turun setelah melihat kalau perang akan dimulai.
"Bagaimana kau tahu aku?" tanya Xiao Feng,dia menangkupkan tangan dan tersenyum.
"Berapa banyak Tuan Muda yang memiliki kemampuan berjalan diatas pasukan ditambah dengan mata emas yang menakjubkan" Ling Xu Yuan tersenyum.
"Karena hari ini kita bertemu kurasa ini adalah takdir,malam nanti aku mengundang Tuan Muda Ling minum arak di rumah makan Chentou" Xiao Feng berkata kemudian segera berlalu pergi.Ling Xu Yuan hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.
****
"Lapor walikota,,pasukan Bingzhou sudah mundur" ucap seorang pengawal.Zhu Hai dan Ming Tou yang berada dikediaman terkejut.
"Kenapa bisa mundur begitu saja?" tanya Zhu Hai
"Tuan Muda Feng Xi dari Paviliun Gagak Hitam tiba-tiba muncul dan menghentikan pasukan Bingzhou seorang diri" ucap pengawal.
"Apaaa.. seorang diri?" ucap Zhu Hai kaget
"Hahaha langit memberkati kita Chenhan,,dua dari empat Tuan Muda Hebat datang menyelamatkan kota Chenhan,,sepertinya reputasi mereka bukan omong kosong,,kemampuan yang mereka miliki sangat layak disebut sebagai Empat Tuan Muda Hebat" Ming Tou berkata dan tertawa lebar mendengar kabar bahagia itu.Zhu Hai dan Ming Tou sangat senang kalau kota Chenhan kini terbebas dari ketakutan dan bahaya yang mengancam dari pasukan Bingzhou.
***** bersambung
__ADS_1