
"Sembuhkan meridian dulu baru memikirkan untuk mencari poin agar naik level. Tukar poin dengan pil pemulih."
"Penukaran poin berhasil. Selamat Tuan mendapatkan pil pemulih. Silahkan lihat di tangan Tuan."
"Ini pil pemulih? seperti kotoran ternak." Terkejut hingga menangis. Xiao Lei menukarnya dengan poin yang begitu banyak dan pil nya seperti itu. Xiao Lei pun menelan pil pemulih.
"Arghhhh....!!!!" teriak Xiao Lei kesakitan karena efek samping dari pil pemulih ini. Pandangan Xiao Lei pun berubah. Tapi setelah dua jam berlalu Xiao Lei tidaklah berteriak lagi, dan tiba - tiba Xiao Lei jatuh pingsan.
Keesokan harinya Xiao Lei terbangun di atas ranjang keras dan rumah yang reot. Xiao Lei pun kemudian bangkit. Kakek tua itu pun datang dan berkata "Meridian mu baru saja sembuh, entah apa yang terjadi tapi aku bisa merasakan potensi mu yang begitu besar." ucapnya sembari mendekati Xiao Lei dengan membawa secangkir teh hangat.
"Terimakasih, tetua telah menolong dan merawat Lei. Untuk potensi Lei tidak berani sombong terhadap tetua. Apa yang tetua inginkan? Lei akan berusaha." ucap Xiao Lei memberi hormat.
__ADS_1
"Bagaimana bisa seorang tingkat 5 puncak ada di tempat seperti iki. Bahkan dia sejajar dengan penguasa kawasan selatan ini, bukankah ini terlalu menyedihkan." ucap Lei dalam hati dengan penuh heran.
"Haha. Kau paham maksut ku dan kau tak perlu berterima kasih kepadaku. Hanya saja kau harus membayar itu." ucap tetua sembari duduk di kursi goyang di dekat ranjang.
"Lei akan mendengarkan tetua." ucap Lei patuh. Xiao Lei pun berkata dalam batinnya "Bahkan itupun bukankah tetap harus ku terima meskipun aku tak mau. Hmm... tapi tetua ini dari tingkat pelatihannya pasti punya barang berharga!" tanpa sadar ekspresi licik Xiao Lei keluar.
"Benar sekali Tuan, tetua ini memiliki sesuatu yang berharga!" ucap peri kecil yang tiba-tiba ada di pundak Xiao Lei di ikuti dengan Lei yang kaget. "Tenang Tuan saya adalah sistem penguasa dunia yang telah naik level, Tuan bisa memanggil saya Meme." lanjut peri kecil itu dan Xiao Lei pun sedikit tenang.
"Tapi, tetua..." jawab Lei.
"Bagaimana bisa kau tapi - tapian! Suruh minum ya minum aja lah..." ucap tetua itu dengan ketus dan penuh emosi.
__ADS_1
"Kakek, bagaimana bisa kau menyuruhnya minum teh di cangkir yang kosong?" ucap gadis seumurannya yang tiba-tiba ada di tempat itu. Mengingat kembali ternyata cangkir teh itu tanpa sadar telah diminum tetua sendiri sembari mengobrol padahal sebenarnya teh itu untuk Xiao Lei.
"Benar tetua, ini hanya sebuah cangkir tanpa isi. Teh dalam cangkir ini telah kau habiskan." ucap Lei menjelaskan tanpa ekspresi. "Dari man gadis ini muncul?" batinnya penuh tanya.
"Gadis itu telah di sini sebelum kau sadar Tuan, hanya saja Tuan tak menyadarinya karena dia menyembunyikan pelatihannya." jelas Meme. "Begitu rupanya" saut Xiao Lei di dalam batinnya.
"Kau tak memberi tahuku sebelumnya! Ya sudahlah, kali ini biar ku maaf kan. Ku kenalkan ini cucuku Mira." ucap tetua dengan ekspresi marah disusul dengan ekspresi serius.
"Salam kenal nona. Kalau boleh tau mengapa nona menyembunyikan hasil pelatihan mu?" tanya Xiao Lei tanpa pikir panjang.
"Bagaimana bisa kau tau???" ucap serentak tetua dan Mira dengan tampang terkejutnya. Disambung dengan Xiao Lei yang kaget serta bingung.
__ADS_1
Ada apa sebenarnya ya 🤔 coba deh tebak....