Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 221 Hukuman untuk Ratu Lian dan Xiao Jun


__ADS_3

*****


Keesokkan harinya setelah masalah pemberontakan yang di pimpin Pangeran Ketiga gagal semua orang kembali melakukan aktifitasnya masing-masing. Xiao Jun dan Wang Chi ditahan di penjara sementara Xiao Lian karena masih berstatus Ratu dia ditahan dikediamannya.


Xiao Lian saat ini sedang duduk melamun di kediamannya, pintu terbuka dan masuklah tiga orang pria. Salahsatunya Kasim dan dua lainnya membawa sebuah gulungan dan nampan. Xiao Lian yang mendengar suara pintu dibuka segera melihat, dia tersenyum ketika yang masuk adalah Kasim. Xiao Lian segera berdiri dan berjalan menyambut Kasim.


"Kasim kenapa baru saja, aku sudah bersiap sejak tadi" lalu melihat gulungan


"Bukankah ini titah raja untuk pengangkatan penerus kan?" ucapnya lalu berlutut didepan Kasim. Kasim tidak menjawab hanya mengambil gulungan lalu membukanya.


"Kemarin Ratu Lian, Xiao Jun dan Wang Chi berniat memberontak. Ratu Lian meracuni mendiang Ratu Hua dan ini dosa tidak terampuni. Berikan Ratu Lian kain sutra putih untuk bunuh diri, Xiao Jun diturunkan statusnya jadi rakyat jelata dan diusir dari Youngzhou, Wangi Chi sebagai mata-mata mendapat hukuman mati dengan cara dipenggal didepan umum. Titah sampai disini" ucap Kasim lantang ketika membacakan isi gulungan. Xiao Lian terkejut mendengarnya.


"Apa Kasim tidak salah, bukankah ini titah untuk pengangkatan Jun'er sebagai penerus" ucap Xiao Lian, Kasim menyimpan kembali gulungan lalu melirik ke arah pria yang membawa nampan dan diatasnya ada kain putih. Pria itu meletakkan nampan diatas lantai, Kasim lalu kembali melihat Xiao Lian.


"Silahkan Ratu menggantung diri sendiri" ucap Kasim lalu pergi meninggalkan ruangan dan menutup pintu. Xiao Lian menatap kepergian Kasim lalu mengambil kain.


*****


Sekitar satu jam kemudian Xiao Jun dengan diantar dua orang pengawal bergerak menuju kediaman Ratu Lian. Ketika sudah berada di depan pintu, Xiao Jun tidak langsung masuk dia berdiri tegak.


"Ibu,, ayah berbaik hati kepadaku, ayah mengizinkanku untuk melihatnya terkahir kali sebelum meninggalkan istana. Sepertinya ayah masih memikirkan kita, menurutku tidak menjadi penerus ada baiknya juga setidaknya hidupku nyaman. Bagaimana menurut ibu" ucap Xiao Jun, namun beberapa lama dia tidak mendapat jawaban.


"Ibu,,, ibu,,?" Xiao Jun memanggil ibunya namun tetap tidak ada jawaban. Dia lalu membuka pintu lalu melangkah masuk, Kedua mata Xiao Jun membulat dan langkahnya terhenti ketika melihat pemandangan didepannya. Xiao Jun perlahan berjalan mundur sampai dia jatuh terduduk tangannya menunjuk ke arah dalam ruangan.


"Ii..ibbu" suaranya tercekat dengan kedua matanya memerah.


"Ibu,, ibu,, " Xiao Jun bergerak mundur sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan dan meremas rambutnya. Lalu dia terdiam.


"Ibu,,, ibu,, hahaha,, dia,, dia hahaha!" Xiao Jun mulai menangis dan tertawa. Pukulan hebat di hatinya ketika melihat pemandangan didalam ruangan rupanya mengguncang jiwanya, dia menjadi gila lalu dia berdiri dan tertawa sebentar lalu kembali menangis. Pengawal langsung membawa Xiao Jun pergi dari tempat itu.


*****


Siang harinya Xiao Feng dan Xiao Chen yang kebetulan baru pulang dari selatan berencana mengunjungi Xiao Dong. Xiao Chen sangat terkejut dengan isu pemberontakan yang dilakukan Xiao Jun namun hatinya kembali tenang setelah rencana itu berhasil digagalkan.


Xiao Dong saat ini sedang duduk melamun di ruang kerjanya, fikirannya masih terbayang peristiwa kemarin dan tak lama pintu diketuk dan penjaga memberitahukan kedatangan Xiao Feng dan Xiao Chen.


"Kalian berdua duduklah" ucap Xiao Dong, Lalu kedua pangeran itu duduk didepan Xiao Dong.

__ADS_1


"Chen'er kau baru pulang,, bagaimana dengan kondisi selatan?" tanya Xiao Dong.


"Ayah, perompak yang dikabarkan itu hanya palsu yang sengaja disebar agar pasukan istana berkurang jadi aku memutuskan kembali, mohon maaf aku baru kembali dan tidak bisa melindungi ayah" ucap Xiao Dong.


"Tidak masalah, untung ada adikmu,, dan Feng'er bagaimana tidurmu apakah nyenyak? ayah tidak bisa tidur semalaman"


"Aku memimpikan ibunda" ucap Xiao Feng, Xiao Dong menghela nafasnya sejenak.


"Aku memang bersalah pada ibumu dan perhatianku juga kurang kepadamu dan Chen'er"


"Ayah aku tidak mempermasalahkan, aku tahu sebagai raja ayah bukan hanya miliki keluarga tapi seluruh rakyat tentu saja banyak orang daripada kami yang lebih membutuhkan ayah" ucap Xiao Feng.


"Kau terlalu pengertian dan malah membuat hubungan kita merasa asing" ucap Xiao Dong sambil menghela nafasnya "Aku sudah memutuskan akan memberikanmu sebagai penerus Youngzhou!" lanjutnya. Xiao Feng dan Xiao Chen sedikit terkejut.


"Ayah,, menjadi penerus memang titahmu, namun aku merasa belum pantas menduduki posisi itu"


"Lalu siapa yang pantas?"


"Kakak pertama" ucap Xiao Feng dan tentu Xiao Dong dan Xiao Chen terkejut.


"Feng'er apa yang kau bicarakan!" ucap Xiao Chen. Xiao Feng tersenyum lalu menatap ayah dan kakaknya.


"Tapi posisi penerus diharuskan berasal dari ratu sah" ucap Xiao Dong.


"Apa ayah lupa bagaimana Ratu Lian menjadi Ratu, bukankah dulunya dia selir dari rakyat jelata? Peraturan bisa dibuat karena titah raja. Raja memegang perintah mutlak, selama ayah bertitah tentu semua orang akan setuju" ucap Xiao Feng, Xiao Dong mengangguk-anggukkan kepala.


"Tapi adik, aku sungguh tidak ingin seperti ini, harusnya posisi ini milikmu yang kau perjuangkan" ucap Xiao Chen.


"Kakak, aku tentu tidak akan lepas tangan selama kakak menjadi raja meneruskan tekad ayah tentu aku akan mendukungmu dari belakang. Lagipula perhatianku terbagi dengan beberapa hal" ucap Xiao Feng sambil tersenyum.


"Memangnya apa langkahmu selanjutnya?" tanya Xiao Dong.


"Aku masih akan menyelidiki masalah lain salahsatunya kemunculan tanda ras iblis dan dalang serangan binatang buas yang terjadi beberapa waktu lalu di Qingzhou, aku yakin semua itu akan datang kembali cepat atau lambat" jawab Xiao Feng.


"Kalau untuk menyelidiki bukankah kita tinggal membeli informasi saja dari Paviliun Gagak Hitam" ucap Xiao Dong.


"Ayah,, aku akan memberitahu sesuatu hal, pada saat pertemuan antar pangeran beberapa waktu lalu, sebuah rahasia besar terungkap" Xiao Chen berkata.

__ADS_1


"Apa itu?"


"Apakah ayah pernah mendengar pemilik paviliun Gagak Hitam Hei Feng Xi?" tanya Xiao Chen.


"Tentu saja kabarnya dia masih muda dan merupakan salah satu dari Empat Tuan Muda Hebat dunia, lalu kenapa kau menanyakan itu"


"Apa ayah pernah melihat sosoknya?" Xiao Chen lagi.


"Ayah belum pernah melihatnya"


"Feng'er apa kau masih tidak ingin berkata" ucap Xiao Chen sambil melirik Xiao Feng. Xiao Feng tersenyum lalu mengeluarkan token pemilik Paviliun Gagak Hitam dan menyerahkan kepada Xiao Dong.


"Ini...." ucap Xiao Dong sambil menatap token lalu kembali menatap kedua anaknya.


"Benar, ayah Hei Feng Xi adalah Pangeran Kedua Youngzhou" ucap Xiao Chen. Xiao Dong kaget setelah mendengar ucapan itu.


"Jadi Hei Feng Xi yang terkenal itu adalah kau Feng'er?"


"Benar ayah"


"Hahaha kau kenapa tidak memberitahuku sebelumnya"


"Karena belum menemukan waktu yang tepat dan ini waktu yang tepat untuk memberitahu ayah, jadi mungkin ayah mengerti kenapa aku hanya ingin membantu kakak saja dari belakang" ucap Xiao Feng, Xiao Dong mengangguk faham


"Tentu ayah faham, keputusan ini terserah kalian yang akan menjalankan kini sudah saatnya generasi muda seperti kalian yang menggantikan,, ayah yakin dengan adanya kalian Youngzhou akan makmur,, berkaca pada kasus Wang Chi tampaknya sudah jelas ambisi Huangzhou. Ayah berharap kalian bisa melakukan yang terbaik untuk kerajaan kita dan mengenai pernikahanmu dengan putri dari keluarga Lin sudah ayah batalkan" ucap Xiao Dong


"Terima kasih ayah!"


"Tentu aku akan mengingat ajaran ayah"


Setelah berbincang sebentar Xiao Chen dan Xiao Feng kemudian pamit pergi. Sepeninggal kedua anaknya masuklah Kasim memberi laporan.


"Lapor raja, ratu baru saja dimakamkan dan pangeran ketiga menderita gangguan mental, saat ini dia sudah diasingkan" ucap Kasim. Xiao Dong menghela nafasnya panjang.


"Seorang Raja yang berdiri diatas memang akan selalu kesepian,, ini adalah takdir!" gumam Xiao Dong.


****** bersambung

__ADS_1



Sebenernya mw up 5 chapter tpi badan belum fit sama kerjaan numpuk,, ini juga dibawa ke rumah kerjaanya,, maaf ya🙏🙏🙏


__ADS_2