
Pagi hari pun muncul dengan cuaca hangat, Xiao Feng sudah bangun sejak pagi sekali dan dia duduk santai menikmati pemandangan didepannya sambil menyesap teh hangat, aroma harum teh menyebar hingga masuk ke dalam goa dan membangunkan Lin Mei Ling.
"Aduh aku malah tertidur cukup lama" ucapnya lalu segera bangkit berdiri, setelah merapikan dan membersihkan wajahnya Lin Mei Ling keluar dari gua dan melihat Xiao Feng yang sedang duduk sambil menyesap teh.
"Selamat pagi Mei Ling ayo cicipi teh dulu" ucap Xiao Feng lalu menuangkan teh ke dalam gelas kecil diatas meja, Lin Mei Ling duduk disisi kiri Xiao Feng dan menyesap teh yang disuguhkan Xiao Feng.
"Harum sekali tehnya, apa namanya" ucap Lin Mei Ling.
"Teh Awan Salju, teh yang hanya berada di alam manusia" jawab Xiao Feng.
"Apakah alam manusia itu indah Feng?"
"Tentu saja indah ada banyak tempat menarik dan istimewa"
"Hmm bagaimana dengan orang-orangnya?"
"Alam manusia dihuni oleh ras manusia seperti kita namun mereka lemah, tetapi meski begitu mereka hidup dengan damai, orang-orangnya juga ramah dan menarik membuatku sedikit rindu padahal belum lama meninggalkan alam manusia" ucap Xiao Feng sambil tersenyum "Tentu saja aku rindu dengan alam manusia, rindu kakak, ayah, Yuan Li dan paviliun serta tentu saja aku sangat merindukan Xixi" lanjutnya berbicara dalam hati, dia membayangkan wajah cantik Feng Xi dengan rambut putihnya lalu tersenyum tipis.
"Sepertinya alam manusia sangat menarik ya, Feng kapan-kapan bolehkan aku berkunjung kesana" ucap Lin Mei Ling dan Xiao Feng tersenyum
"Tentu saja boleh, nanti aku sendiri yang akan menjemputmu" ucap Xiao Feng, mereka berdua berbincang sampai habis sepoci teh sedangkan Bai Hu dan Qing Long sudah dimasukkan kedalam dunia jiwa.
****
__ADS_1
Setelah selesai dengan acara minum teh dipagi hari Xiao Feng dan Lin Mei Ling kembali melanjutkan perjalanan, Xiao Feng yang sambil terbang menatap ke arah depan, Lin Mei Ling melirik sekilas.
"Hmm mungkin dia lagi melihat-lihat tempat" ucap gadis itu dalam hati padahal Xiao Feng sedang melihat peta ditampilan sistem. Didalam peta Xiao Feng belum melihat lagi titik merah berkedip selain dua titik yang sebelumnya didatangi, sekian lama mereka terbang akhirnya mereka sampai disebuah danau luas dan berair jernih, Xiao Feng dan Lin Mei Ling kemudian turun dipinggir danau.
Xiao Feng melihat ke kedalaman danau dan tidak menemukan apapun selain batu dan pasir saja serta beberapa rerumputan dan ikan yang berenang ke sana kemari.
"Ayo Mei Ling tidak ada hal yang istimewa disini" ucap Xiao Feng dan Lin Mei Ling menganggukkan kepala, namun sesaat hendak melesat mereka merasakan ada beberapa aura mendekati ke tempatnya, dengan segera Xiao Feng dan Lin Mei Ling melompat ke atas pohon dan menyembunyikan auranya.
Rupanya beberapa aura itu berasal dari sekelompok orang berjumlah sekitar 6 orang dan yang paling depan terlihat sosok gadis bercadar yang tak lain adalah Yue Han yang merupakan lawan Lin Mei Ling ketika dipertandingan beladiri, Lin Mei Ling dan Xiao Feng melihat kalau Yue Han penampilannya berantakan dengan cadar yang hampir lepas dan pakaian hanfunya yang sudah robek disana disini menampakkan kulit putih mulusnya, tak lupa bercak darah dibeberapa bagian tubuhnya pun terlihat.
Yue Han tampak berlari pelan dengan pedangnya sesekali dibuat tumpuan, sedangkan lima orang dibelakangnya semuanya pria muda yang Xiao Feng pun tidak tahu darimana mereka.
"Kalau tidak salah itu Yue Han kan Mei Ling? Yang menjadi lawanmu sewaktu di pertandingan" ucap Xiao Feng dan Lin Mei Ling menganggukkan kepala.
"Hoho rupanya kau keras kepala juga ya gadis manis,, ayolah jangan melawan lagi kita tidak mau berbuat kasar justru kita akan memberikan sesuatu yang akan membuat kau melayang" ucap salahsatu pria itu, Yue Han tersungkur dengan nafas terengah-engah.
"Haha jika diluar kami bukan tandingannya tetapi disini kekuatan kita ditekan ke ranah yang sama tentu saja kau akan kalah"
"Kawan aku sangat penasaran dengan wajah yang disembunyikan secarik kain butut itu tapi aku rasa dia cantik lihat saja tubuhnya putih halus seperti batu giok haha!"
"Benar,, ayo kita lihat"
Yue Han yang sudah kehabisan tenaga hanya bergerak mundur "Pergi dari sini bajingan jangan dekati aku!"
__ADS_1
"Ayolah gadis manis menurutlah" ucap salahsatu pria lalu dengan gerakan cepat dia berhasil merenggut kain cadar, kini terpampang lah wajah cantik Yue Han yang membuat kelima pria itu takjub walaupun pucat dan ada lelehan darah di sudut bibirnya.
"Benar kan dia cantik ku kira hanya Lin Mei Ling saja yang cantik ternyata dia juga ahaha"
"Kita pesta hari ini haha!"
Xiao Feng dan Lin Mei Ling yang menyaksikan dari atas pohon berasumsi kalau kelima pria itu sebelumnya bertarung dengan Yue Han dan alasan pertarungan sudah pasti karena sumber daya. Xiao Feng hendak bergerak turun namun tangannya dipegang Lin Mei Ling.
"Kenapa?" Ucap Xiao Feng heran.
"Biar aku saja" ucap Lin Mei Ling lalu melesat turun setelah sebelumnya mengeluarkan Pedang Hujan Angin Timur. Xiao Feng mengamati saja dari atas lalu dia mengeluarkan kotak berisi makanan berupa kentang dipotong tipis yang digoreng.
Yue Han yang sudah pasrah nasibnya akan berakhir buruk hanya memejamkan kedua matanya dengan bibir bergetar, terlihat dari sudut mata ada lelehan air mata mengalir.
"Apakah nasibku berakhir disini, jika aku tahu situs warisan ini bahayanya seperti ini lebih baik aku tidak ikut saja" gumam Yue Han dalam hati, tak lama kemudian terdengar suara lembut dan merdu dari seorang gadis terdengar ditelinganya.
"Hai kalian ini apakah tidak memiliki belas kasih terhadap wanita lemah seperti kami!" Ucap suara itu, kelima pria mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat sosok gadis cantik lainnya yang turun dengan anggun ke tanah dan berdiri disamping Yue Han. Kelima pria itu tertegun sejenak karena betapa cantiknya gadis itu.
"Ehmm nona kau datang disaat yang tepat kami ingin bersenang-senang dengan nona itu kebetulan kau datang,, maukah kau ikut kami bersenang-senang" ucap salahsatu pria sambil membasahi bibirnya dengan lidah, matanya tidak lepas menatap Lin Mei Ling dan pedang biru muda ditangan kirinya.
"Hmm begitukah? Senang-senang menurut kalian itu adalah sesuatu yang keji aku tidak suka kekejian itu" ucap Lin Mei Ling dan membuat kelima pria itu gusar.
"Sudahlah kawan untuk apa berlama-lama berbicara kita sikat saja, hari ini kita sangat beruntung ternyata Dewi Mei Ling ada disini" seru temannya. Mereka menganggukkan kepala lalu bergerak mengurung Lin Mei Ling dan Yue Han.
__ADS_1
Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kemunculan tiba-tiba sosok pria yang masih memegang kotak berisi makanan yang langsung berdiri disamping kanan Yue Han, pria itu yang tak lain adalah Xiao Feng langsung memegang bahu Yue Han dan keduanya menghilang. Xiao Feng membawa Yue Han naik ke atas pohon tadi lalu memberikan pil pemulihan luka dan energi, awalnya Yue Han menolak tapi setelah tahu kalau Xiao Feng yang menolong, Yue Han pun menerima pil dan mulai menyerapnya.
*** Bersambung ***