
*****
Disaat yang bersamaan di istana kekaisaran juga telah berkumpul semua orang di aula, hari ini akan diadakan penobatan kaisar yang baru. Huang Zhi Yan duduk dikursi dengan Ling Xu Yuan disampingnya.
"Penobatan Kaisar dimulai, dipersilahkan Pangeran Mahkota maju" ucap Kasim lantang. Huang Zhi Yan mengangguk lalu maju berjalan menuju ke panggung. Seorang penasihat istana juga terlihat berdiri diatas panggung memegang sebuah mahkota. Huang Zhi Yan sudah sampai diatas panggung dan berlutut, penasihat istana maju satu langkah dan mengulurkan tangan untuk memakaikan mahkota di kepala Huang Zhi Yan. Namun gerakannya dihentikan sebuah suara yang tiba-tiba terdengar.
"Tunggu!"
Semua orang yang mendengar melihat ke sumber suara dan itu adalah Ling Xu Yuan yang sudah berdiri.
"Ada apa Ling Xu Yuan" ucap Huang Zhi Yan heran. Huang Zhi Yan tersenyum dan melesat ke arah panggung lalu dia menghadap ke semua orang.
"Hari ini adalah hari penobatan kaisar yang baru, aku sangat mendukung kalau Pangeran Huang yang menjadi kaisar selanjutnya namun itu tidak akan terjadi karena yang berhak menjadi kaisar adalah orang yang memegang token Longbai" ucap Ling Xu Yuan dan mengeluarkan sebuah benda dari cincin penyimpanannya, Huang Zhi Yan terkejut lalu berdiri.
"Kau bagaimana mungkin memiliki token Longbai" ucap Huang Zhi Yan,
"Pangeran token ini sudah lama berada di tanganku dan asal Pangeran tahu yang menyebar kabar token Longbai hilang hanyalah rencanaku" ucap Ling Xu Yuan sambil tersenyum tipis lalu menepuk kedua tangannya. Tak lama kemudian muncul puluhan orang berpakaian hitam memasuki aula dengan senjata di tangan, orang-orang itu memiliki kultivasi di ranah Alam Ilahi *9. Huang Zhi Yan kaget dan dia menunjuk Ling Xu Yuan.
"Kau bajingan jadi ini semua rencanamu,, aku berani bertaruh kau yang membunuh ayah" ucap Huang Zhi Yan dengan marah. Ling Xu Yuan menatap Huang Zhi Yan dan tertawa kecil.
"Tebakan anda tidak salah, aku memang yang membunuh kaisar Huang Bianfeng dan Pangeran jangan bersedih sebab sebagian besar pejabat dan mentri telah berpihak kepadaku, lihat" ucap Ling Xu Yuan sambil menunjuk ke semua orang, Huang Zhi Yan melihat ke semua orang dan memang sebagian besar para pejabat dan mentri berdiri bersama orang yang berpakaian hitam.
"Pangeran kami memang sudah mengikuti Tuan Muda Ling sejak lama, memang saat ini yang pantas menjadi kaisar adalah Tuan Muda kami" ucap salahsatu Mentri. Huang Zhi Yan yang sudah sangat marah tanpa basa basi langsung bergerak menyerang Ling Xu Yuan.
"Bajingan kau harus mati!" teriak Huang Zhi Yan sambil mengulurkan tangan mengeluarkan bola api sangat panas.
__ADS_1
"Teknik Tapak Api, Lumpur Bola Api"
"Wusshh!"
Bola api melesat ke arah Ling Xu Yuan, dengan cepat Ling Xu Yuan melompat menghindar hingga bola api itu lewat satu meter dibawah kakinya.
"Buuumm!"
Bola api menabrak dinding bangunan dan seketika dinding bangunan meleleh seperti lumpur berwarna merah kehitaman dan mengepulkan asap. Jika terkena tubuh akan sangat fatal.
"Semuanya serang!" teriak Ling Xu Yuan dan akhirnya pecah pertarungan antara pasukan Ling Xu Yuan dan pihak istana, Huang Zhi Yan sendiri masih bertarung dengan Ling Xu Yuan, namun Ling Xu Yuan hanya menghindar saja dan tidak mengeluarkan kemampuan sesungguhnya.
Ling Xu Yuan kemudian mengulurkan tangan dan sebuah Qi elemen kegelapan muncul ditangannya membentuk asap lalu dia mengarahkan ke arah Huang Zhi Yan.
"Brengsek dia pengguna elemen kegelapan" ucap Huang Zhi Yan lalu melompat menghindar namun asap dari Qi elemen kegelapan terus mengejar.
Huang Zhi Yan terkena dibagian dada dan seketika tubuhnya jatuh dan lemas. Ling Xu Yuan tertawa lalu berjalan mendekatinya. Dia mengambil pedang yang tergeletak di lantai lalu dengan cepat menusukkan ke arah dada Huang Zhi Yan mengincar jantung.
"Buuumm!"
Sedikit lagi pedang akan menusuk tiba-tiba ada serangan api membentuk cakar dari samping, Ling Xu Yuan segera menghindar, api itu terus melesat dan meledakkan dinding aula menimbulkan asap dan debu tebal. Ling Xu Yuan segera mengibaskan tangannya menghilangkan asap dan debu itu. Tak lama kemudian asap menghilang bersama dengan Huang Zhi Yan yang menghilang.
"Hmm siapa yang menyelamatkan dia" gumamnya lalu melihat ke arah orang-orang yang masih bertarung.
"Hentikan pertarungan, pemimpin kalian sudah dikalahkan" teriak Ling Xu Yuan dan semua orang menghentikan pertarungan. Orang-orang berpakaian hitam langsung bergerak meringkus orang istana yang masih setia kepada Huang Zhi Yan.
__ADS_1
"Jebloskan mereka ke penjara jika melawan bunuh saja dan bereskan sisa kekacauan ini" ucap Ling Xu Yuan.
"Baik Tuan Muda"
******
Disebuah hutan tidak jauh dari ibukota kekaisaran Huangzhen seorang pria sedang memapah dan mendudukkan pria yang tubuhnya lemas, dia segera menusuk beberapa titik akupuntur dan memasukkan pil. Pria itu yang adalah Huang Zhi Yan, segera duduk dan menyerap esensi pil, sekitar 10 menit Huang Zhi Yan selesai menyerap esensi pil dan tubuhnya kembali bugar, dia membuka mata dan berdiri.
"Tidak disangka ternyata anda yang menyelamatkanku,, aku Huang Zhi Yan mengucapkan terimakasih kepada Pangeran Xiao Chen" ucap Huang Zhi Yan sambil menangkupkan kedua tangan.
"Pangeran tidak perlu seperti itu, ini sudah kewajiban ku sebagai warga kekaisaran" ucap Xiao Chen.
"Kenapa Pangeran ada disini, bukankah sudah pulang?"
"Kita berbicara ditempat lain dulu,, ayo pangeran" ucap Xiao Chen lalu melesat ke arah hutan yang lebih dalam dan diikuti Huang Zhi Yan.
Mereka sampai disebuah kediaman cukup besar, sebuah bangunan yang sedikit megah dan sejuk dengan dihiasi bunga disisi kanan kiri setiap jalan dan ada sebuah kolam dihalaman belakang dengan gazebo diatasnya, Xiao Chen dan Huang Zhi Yan berjalan ke arah gazebo. Huang Zhi Yan matanya membulat ketika melihat ada sosok gadis digazebo itu sedang membaca kitab.
"Meimei" seru Huang Zhi Yan sambil berlari, sosok gadis cantik yang sedang membaca kitab menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke arah sumber suara dan dia terkejut melihat siapa yang mendekatinya, sontak gadis cantik itu yang tak lain Huang Xiwen seger berlari dan memeluk Huang Zhi Yan sambil menangis.
"Gege,, aku,, akuu!'' ucap Huang Xiwen terbata-bata sambil terisak.
"Sudahlah ada Gege disini" ucap Huang Zhi Yan sambil mengelus rambutnya. Huang Xiwen melepas pelukannya dan menatap Huang Zhi Yan.
"Baiklah kita duduk dulu" ucap Xiao Chen, lalu mereka duduk di gazebo. Huang Xiwen menuangkan teh untuk Xiao Chen dan kakaknya.
__ADS_1
"Baiklah Pangeran Huang kenapa bisa terjadi seperti itu" ucap Xiao Chen sambil menyesap dulu tehnya. Huang Zhi Yan menghela nafas dulu lalu menceritakan kejadian diistana.
*****bersambung*****