
Di hutan divil semua keluarga besar dan keluarga kecil bahkan orang istana turut memperebutkan buah zara ini. Di hutan bagian luar rombongan keluarga Xiao sangatlah mudah untuk mengatasi monster - monster level 1 yang setara dengan tingkat dasar ini.
__ADS_1
Ditengah peristirahatan rombongan Xiao, "Lei, bagaimana bisa kristal monster - monster itu belum dibagikan" celetuh Kang Si (murit berbakat keluarga Xiao), "mengapa kamu banyak bicara! bukankah Xiao Lei juga akan membagi nanti!" celah Xiao Xi, Xiao Wang (saudara Xiao Lei dan juga teman kepercayaannya) ikut menjawab "Hei... Lei tak sepertimu yang serakah dan tak tahu malu!! Cih.." ucapnya dengan tatapan sinis dan jijik. Kang Si pun yang emosi langsung mengeluarkan jurus andalannya yaitu Tapak Sari seketika semua senyap dan kabut tebal menyelimuti sekitarnya. "Xiao Wang menghilang! bukankan dia seharusnya tak selemah ini" teriak murid yang kecewa, "Hahaha... Dasar lemah tak tau malu! Rasakan sendiri akibatnya memprovokasi aku." ucap Kang Si. Seketika keadaan ricuh semua murid beradu argumen, "Xiao Lei mengapa tak membela sahabatnya dan justru duduk dengan tenang!?", "Pasti ada sesuatu yang terlewatkan, bagaimana mungkin bisa begitu saja", " Apa lagi? Kenyataan memang seperti itu! Wang terlalu lemah ditingkat 1 menengah yang sama seperti Kang Si." , "ya... pasti begitu! di dunia ini hanya yang kuat yang hidup!", ucap para murid - murid itu.
__ADS_1
Xiao Lei yang mengetahui posisi Xiao Wang yang sebenarnya pun mengatakan "Kawan... kita bagi rata kristalnya dulu, debatnya teruskan nanti lagi, Oke! Yang tak ada di tempat tak akan di bagi." dan sekejab terdengar keras suara benda jatuh "Brakk" tak di sangka ternyata ada orang jatuh dari pohon dan itu adalah mata-mata yang mengikuti Xiao Lei yang di kirim Tang Bi dari keluarga Tang dengan kekuatan tingkat 8 menengah. Ternyata itu ulah dari Xiao Wang yang sedari tadi bersembunyi ternyata untuk menyerang musuh.
__ADS_1
Pertarungan yang melelahkan tak terelakan, setelah 5 jam lamanya akhirnya Lei lah yang berhasil mendapatkannya. "Kak Lei ku memang yang terhebat!" ucap manja gadis cantik tunangan Lei (Yi Mei). "Yi'er tak disangka kau juga ikut, bagaimana jika kamu terluka?" balas Lei dengan nada yang lembut. Yi Mei pun menjawabnya dengan penuh kagum "Ada Kak Lei, Yi'er tak akan terluka". Lei pun mengajak Yi Mei untuk berjalan - jalan di dalam hutan sembari mengobrol ria.
__ADS_1
Hari mulai petang, Yi Mei kembali ke rombongannya di antar oleh Lei. "Yi'er jaga dirimu..." ucap Lei sembari berpamitan dan pergi. Ditengah jalan Lei di hadang orang berjubah hitam dengan kain penutup yang menutupi wajahnya. "Xiao Lei, Jenius Langka ini sangatlah disayangkan terlalu menimbulkan rasa iri dan jeniusnya yang membunuhnya sendiri" ucap orang misterius itu, Lei menjawab "Heh... bagaimana bisa jenius langka sepertiku semudah itu terbunuh". Orang misterius itu justru tertawa dan mengatakan "Yah... aku suka orang yang memiliki percaya diri seperti itu, baik lah aku tak akan membuatmu mati cukup cacat saja hahahahaa." dan kemudian langsung menyerang bagian vital Lei. "Arghh... Uhuk uhukk... ba... bagaimana bisa kau mengunci ke... kekuatanku secepat ini dengan ting... tingkatanmu yang hanya di atasku 2 tingkat sa...saja uhukk!!" Kata Lei sembari menahan sakit yang luar biasa akibat meridiannya yang hancur dan orang misterius itu kabur dengan tawa yang cukup puas.
__ADS_1