
*****
Menjelang sore mereka sudah sampai diistana Kerajaan Qingzhou dan langsung menuju ke kediaman Raja Feng Xiong, biasanya waktu sore Raja Feng Xiong bersama Ratu Feng Xuening selalu minum teh di halaman belakang. Mereka berdiri di teras depan kediaman Raja Feng Xiong.
"Meimei kau dan Pangeran Xiao Feng duluan saja menemui ayah dan ibu, Gege masih harus mengurus dulu sesuatu hal" ucap Feng Xueyue.
"Hmm baiklah tapi nanti Gege menyusul" ucap Feng Xi.
"Tentu saja, nanti setelah selesai Gege akan menyusul" ucap Feng Xueyue sambil mengacak rambut adiknya. Feng Xi hanya mengerucutkan bibirnya. Feng Xueyue lalu melihat ke arah Xiao Feng.
"Terimakasih sudah menjaga adikku, lekaslah kau temui ayah" ucapnya sambil menepuk pundak Xiao Feng, lalu Feng Xueyue meninggalkan mereka berdua.
"Hai kenapa kau berkeringat?" Feng Xi bertanya heran setelah kepergian Feng Xueyue. Xiao Feng mengusap dahinya yang memang berkeringat.
"Mungkin udara disini sedikit panas" ucapnya dan malah membuat gadis cantik itu tertawa.
"Hahaha kau gugup ya!" ucap Feng Xi
"Ti..tidak siapa yang gugup,, aku santai saja bahkan bahaya ketika dalam pertarungan pun santai saja" Xiao Feng berkilah membuat alasan padahal memang sebenarnya dia agak gugup menemui calon mertuanya.
"Sudah mengaku saja,, hahaha!"
"Kau masih saja menertawakan kemalanganku"
"Hahaha hari ini bersikap layaknya manusia normal biasanya kau selalu tenang tapi aku melihat hari ini kau seperti ini" ucap Feng Xi sambil tertawa.
"Kau ini,," Xiao Feng mencubit kedua pipi Feng Xi.
"Aww sakit,, kau ini kejam sekali" ucap Feng Xi sambil melepaskan tangan Xiao Feng dari pipinya
"Hah mana ada itu sakit"
"Oh seperti itu ini kau coba rasakan sendiri" Feng Xi bergerak hendak mencubit balik Xiao Feng namun Xiao Feng dengan cepat memegang tangannya, sesaat pandangan keduanya bertemu dan mereka terdiam, entah siapa yang memulai duluan baik Xiao Feng dan Feng Xi sama-sama mendekatkan bibirnya satu sama lain.
"Ehmm,, wah wah ada apa ini" sebuah suara mengagetkan mereka sesaat bibir keduanya akan bersentuhan. Xiao Feng dan Feng Xi terperanjat kaget dan Feng Xi langsung menyembunyikan tubuhnya dibelakang Xiao Feng dengan wajah memerah. Xiao Feng sendiri tampak sangat kikuk ternyata suara barusan berasal dari Raja Feng Xiong yang berdiri di dekat pintu bersama Ratu Feng Xuening.
__ADS_1
Ketika Raja Feng Xiong sedang menikmati teh bersama istrinya, seorang penjaga melaporkan kalau ada Feng Xueyue dan Feng Xiyun berada diteras depan. Maka langsung saja Raja Feng Xiong dan Ratu Feng Xuening berjalan ke depan. Mereka sampai ketika Xiao Feng dan Feng Xi sedang berbicara namun tidak disadari keduanya, baru ketika mereka hendak berciuman Raja Feng Xiong bersuara.
"Salam Raja dan Ratu semoga Raja dan Ratu panjang umur" ucap Xiao Feng dengan nada sedikit gugup. Feng Xiong dan Feng Xuening tertawa kecil.
"Ehm rupanya ada Pangeran Xiao Feng berkunjung bersama Bai Feng Xi, kenapa nona Feng bersembunyi" ucap Feng Xiong.
"Ayah sudah jangan menggodaku" ucap Feng Xi yang dibelakang Xiao Feng, akhirnya gadis itu bergerak dan berdiri disamping Xiao Feng sambil menunduk dengan wajah memerah.
"Mari masuk dulu, kalian berhutang penjelasan kepada kami" ucap Feng Xiong lalu mereka masuk ke dalam kediaman.
*****
"Jadi siapa yang akan bercerita?" tanya Feng Xiong. Mereka sudah duduk di kursi saling berhadapan.
"Xixi kau saja yang bercerita" bisik Xiao Feng
"Ish kenapa aku, kau saja sebagai laki-laki harus didepan" jawab Feng Xi. Sementara Feng Xiong dan Feng Xuening tersenyum penuh arti melihat mereka.
"Ehmm,, kedatanganku kali ini ada urusan di Qingzhou diperjalanan kebetulan bertemu Pangeran Xueyue jadi kami mampir dulu" ucap Xiao Feng yang berbicara.
"Eh,, emm" Xiao Feng sedikit gugup hendak menceritakannya.
"Ayah kau menindasnya" ucap Feng Xi.
"Hahaha" Feng Xiong dan Feng Xuening tertawa. Lalu Feng Xi menceritakan semua hal yang dilaluinya bersama Xiao Feng belakangan ini.
"Oh, jadi seperti itu,, Yun'er kau berhasil memenangkan hati idolamu haha" Feng Xiong tertawa dan gadis itu hanya menunduk malu.
"Sudahlah Gege berhenti menggoda mereka" Feng Xuening berkata "Pangeran tidak perlu gugup anggap saja kami keluargamu dan panggil saja kami ayah dan ibu kalau kita sedang bersama" ucapnya sambil tersenyum.
"Baik ayah,, ibu!" ucap Xiao Feng.
"Ayo kita makan dulu, kalian belum makan kan,, Yun'er bantu ibu menyiapkan" ucap Xuening sambil berdiri dan berjalan menuju ruang makan, Feng Xi juga berdiri dan mengikuti ibunya, Xiao Feng dan Feng Xiong berjalan dibelakanhnya. Biarpun diistana ada pelayan namun Ratu Feng Xuening suka menyiapkan sendiri kalau mereka sedang berada dikediaman. Apalagi kalau Feng Xiong memang menyukai masakan istrinya walau kultivator tidak butuh makan hanya saja sudah menjadi kebiasannya.
"Ibu biar aku bantu" ucap Xiao Feng menawarkan diri. Feng Xuening mengerutkan kening heran.
__ADS_1
"Memangnya kau bisa memasak?" tanya Feng Xuening, Xiao Feng tidak menjawab hanya tersenyum lalu mulai membantu Feng Xuening.
"Ibu jangan salah dia pandai memasak"
"Benarkah,, coba ibu lihat"
Feng Xuening tersenyum senang melihat Xiao Feng terampil dalam memasak, wanita itu jadi bersemangat dan sangat senang dalam hatinya.
"Yun'er apa yang kau gunakan sampai Pangeran Kedua Youngzhou bisa terikat denganmu" ucap Feng Xiong yang duduk bersama Feng Xi diruang makan.
"Ish,, ayah ini tentu saja aku cantik, lagipula bukankah dia mengidolakan ku sejak dulu" ucap Feng Xi sambil mengangkat sedikit dagunya.
"Hmm,, kau ini"
Tak lama kemudian masakan telah siap Xiao Feng dan Feng Xuening menata makanan diatas meja.
"Ayo kita makan" ucap Feng Xiong
"Ini makanlah yang banyak biar kau kuat" Feng Xuening tampak sibuk mengambilkan makanan untuk Xiao Feng.
"Ayah,, lihatlah dia berhasil memenangkan hati ibu" bisik Feng Xi.
"Istriku kenapa tidak mengambilkan dulu untukku"
"Nanti aku mau mengambilkan dulu untuk menantuku yang tampan ini" ucap Feng Xuening, Xiao Feng hanya tersenyum malu. Feng Xiong dan Feng Xi menghela nafas panjang.
Mereka pun mulai makan, Xiao Feng dalam hatinya merasa hangat dengan perhatian Feng Xuening sudah sangat lama sekali dia tidak merasakan perhatian dari sosok wanita yang dipanggil ibu.
"Kenapa hanya diam saja, apa tidak enak?" tanya Feng Xiong
"Ah tidak,, masakan ini sangat enak,, ini masakan terenak yang pernah ku makan" ucap Xiao Feng. Feng Xi yang melihat memahami itu.
"Feng Ge anggaplah kami keluargamu, anggaplah ayah dan ibu sebagai orangtuamu juga,, aku akan selalu disisimu" ucap Feng Xi mengirimkan pesan suara. Xiao Feng yang mendengar itu menganggukkan kepala.
Setelah selesai mereka berkumpul di gazebo halaman belakang dan tidak lama kemudian Pangeran Feng Xueyue bergabung.
__ADS_1
****Bersambung