
****
Didalam kediaman semua anggota Organisasi Kapak Ganda tengah berkumpul di salahsatu ruangan, sisa empat orang yaitu ketuanya, agen nomor tiga, agen nomor empat dan agen nomor tujuh duduk di kursi dengan meja bundar.
"Nomor tujuh kau telah berhasil memasuki alam dewa juga rupanya" ucap ketua sambil meminum arak. Agen nomor tujuh menangkupkan kedua tangannya.
"Benar ketua dalam perjalanan mencari pembunuh anggota kita aku menemukan sebuah situs kuno yang berisi sumber daya cukup banyak" ucap agen nomor tujuh.
"Berarti kau mendapat keberuntungan disitu"
"Benar dengan begini aku bisa membantu menghabisi pembunuh anggota kita"
"Jangan gegabah dia cepat atau lambat pasti akan muncul, kita hanya akan menunggu agen nomor dua kembali sudah hampir tiga Minggu dia tidak berada disini" ucap ketua.
"Kemana dia?" Agen nomor tiga mengajukan pertanyaan ketua menggelengkan kepalanya pelan
"Aku juga tidak tahu menurut penjaga dia pergi keluar mengurus suatu hal, begitulah si tua itu tidak mau menyimpan giok jadi aku tidak bisa berkomunikasi"
"Memang sombong si tua itu, aku sendiri sudah lama ingin menghajarnya haha" agen nomor empat juga berkata, mereka tidak tahu apa yang ditunggu tidak akan pernah muncul karena sudah dibunuh Xiao Feng. Disaat sedang berbincang seorang penjaga masuk membuka pintu dengan kasar.
"Brengsek apa kau tidak tahu aturan hah" teriak agen nomor tujuh yang langsung berdiri dengan sedikit marah dan kaget dia lalu menendang penjaga yang baru masuk hingga membentur dinding.
"Biarkan dia bicara!" Seru ketua, agen nomor tujuh kembali duduk, penjaga dengan susah payah bangkit berdiri dia berbicara dengan nafas terburu.
"La,,lapor ketua diluar ada sekelompok anak muda menghancurkan gerbang dan membunuh beberapa penjaga katanya mereka ingin memberikan hadiah" ucap penjaga, agen nomor tujuh kembali berdiri dan berjalan mendekati penjaga lalu menjambak rambutnya.
__ADS_1
"Anak muda siapa, katakan kalian para penjaga tidak becus" seru agen nomor tujuh.
"Kami juga tidak tahu tetapi mereka sangat kuat kita para penjaga tidak bisa menghadapinya"
"Dasar tidak berguna,, ketua ijinkan aku melihat mereka. Aku penasaran siapa yang berani menyatroni kita"
"Tunggu kita lihat bersama karena kediaman ini tidak pernah orang luar ada yang tahu besar kemungkinan dia musuh kita" ucap ketua lalu berdiri dan berjalan keluar diikuti ketiga anggota lainnya.
****
Sebelumnya Xiao Feng dan yang lainnya ketika masuk langsung dihadang para penjaga kediaman, Bai Hu dengan ganas langsung bergerak cepat membantai dan menghabisi para penjaga datang menyerang.
"Haha para semut lemah, mana ketua kalian sini suruh keluar biar ku cuci mukanya dengan air kencing!" Seru Bai Hu, ditangannya sudah ada batu besar lalu dilemparkan ke arah jendela.
"Wuut!"
"Tap!"
"Hoho rupanya kau yang datang, bagus sekali aku tidak perlu repot mencarinya" ucap ketua ketika melihat Xiao Feng, ketua jelas mengenali Xiao Feng karena dialah yang membantai para anggotanya.
"Oh jadi ini ketua kalian cukup kuat juga lumayan lah buat dijadikan samsak tinjuku" seru Bai Hu. Ketiga anggota Organisasi Kapak Ganda menggeram marah, namun ketua tampak santai dia memandang kelompok Xiao Feng dengan diam-diam mencoba mengukur kekuatan mereka.
"Anak muda kuakui kau cukup kuat membunuh beberapa anggotaku, sekarang kuberi pilihan menyerah atau kau bisa bunuh diri mu sendiri dan biarkan kedua wanitamu itu aku yang merawatnya. Sesuai seleraku cantik dan kuat" ketua berucap sambil melihat ke arah Feng Xi dan Lin Mei Ling. Dari pertama kali melihat dia sudah terpesona, pasalnya dia belum pernah melihat gadis secantik mereka bahkan ketika dia berada dipusat alam dewa apalagi setelah melihat kultivasi Lin Mei Ling yang lebih kuat dari agen nomor tujuh sementara kultivasi Feng Xi tidak bisa dilihat karena sejak dulu Xiao Feng sudah menggunakan sistem untuk menyembunyikan kultivasi Feng Xi tanpa diketahui.
Xiao Feng mengibaskan pelan kipas ditangan kanannya dan tersenyum "Hmm kau cukup percaya diri sekali rupanya, katakan bagaimana kau ingin mati" ucapnya, tersirat ada hawa pembunuhan di suaranya ketika ketua memandang Feng Xi dan Lin Mei Ling dengan tatapan lapar.
__ADS_1
"Haha apa perlu kujelaskan jadi apa pilihanmu?" Ucap ketua pongah, Xiao Feng menutup kipasnya lalu dengan sangat cepat dia bergerak ke arah ketua sambil melayangkan tinjunya.
"Wuutt!"
"Tap!"
Ketua sedikit kaget dengan gerakan cepat Xiao Feng namun sebagai orang yang berpengalaman dengan cepat dia menguasai diri dan menangkap tinju Xiao Feng.
"Pilihanku adalah membantai kalian" ucap Xiao Feng disertai seringai. Melihat Xiao Feng sudah bergerak Bai Hu, Feng Xi dan Lin Mei Ling juga melesat, Bai Hu berhadapan dengan agen nomor tiga dan Feng Xi langsung menyerang agen nomor empat sedangkan Lin Mei Ling sudah bergerak ke arah agen nomor tujuh.
"Wuutt!"
"Breeett!"
"Sial mereka sangat cepat" ucap agen nomor tiga sambil melompat menghindari serangan cakar Bai Hu, dia melihat kuku tangan Bai Hu sudah memanjang dan merobek bajunya dibagian dada namun tidak sampai terkena kulit. "Bocah sialan hari ini tamat riwayatmu sebagai mahluk hidup!" Ucapnya, kemudian Bai Hu dan Agen Nomor Tiga langsung bertarung.
"Haha pak tua hari ini ditahun depan adalah hari peringatan kematianmu bersiaplah bertemu Raja Neraka!" Ucap Bai Hu.
"Kemarilah bocah akan kutunjukan kalau kau mencari masalah dengan Organisasi Kapak Ganda adalah kesalahan" seru agen nomor tiga dia sangat kesal dengan Bai Hu yang menyerang tiba-tiba.
****
"Kalian urus sisanya aku akan meringkus ketua ini!" Seru Xiao Feng, lalu dia dan ketua terbang menjauh.
"Baik Feng Ge serahkan saja padaku!" Ucap Feng Xi lalu dia mengeluarkan selendang putihnya dan menyerang agen nomor empat, begitupun Lin Mei Ling dengan gerakan lembut seolah menari dia dan agen nomor tujuh sudah bertarung tanpa banyak bicara.
__ADS_1
"Kalian bereskan mereka dan ingat kedua wanita itu jangan sampai cidera aku tidak ingin rugi!" Seru ketua sambil terbang. Qing Long sendiri mengawasi pertarungan mereka walaupun yakin tidak akan kalah karena kekuatannya berada dibawah namun dia ditugaskan Xiao Feng mencegah kalau ada yang kabur padahal bisa saja dia sendirian dengan mudah membunuh mereka hanya dengan satu gerakan atau menekan dengan auranya namun Qing Long tahu sifat Xiao Feng yang suka bertarung daripada membunuh tanpa perlawanan.
***Bersambung***