Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 418


__ADS_3

*****


Kediaman Klan Lin


Saat ini di aula kediaman klan Lin di kota Matahari seorang pria berusia sekitar 40 tahunan lebih duduk di kursi utama, garis ketampanan sewaktu muda masih terlihat jelas di wajah yang sedikit sudah nampak kerutan dia adalah Lin Feng yaitu patriak klan Lin.


Didepannya sudah duduk di kiri kanan para tetua klan Lin yang berjumlah enam orang dengan menunjukan raut wajah senang.


"Patriak keluarga Ming sudah memberikan beberapa barang sebagai mahar lamaran dan dalam dua hari ini keluarga Ming sendiri yang akan kesini langsung" ucap tetua pertama, Lin Feng menghembuskan nafas panjang.


"Tetua apa sebaiknya diundur dulu kurasa ini terlalu terburu-buru" ucap Lin Feng.


"Kalau diundur terus apa kau dan keluarga Lin sanggup menahan kemurkaan keluarga Ming, asal kau tahu keluarga Ming di belakangnya sekte Serigala Hitam yang menduduki peringkat ke tujuh di bagian dalam pusat alam dewa"


Kali ini bukan tetua pertama yang menjawab melainkan sosok pria tua yang baru saja muncul. Kedatangan orang tua ini langsung disambut oleh semua orang termasuk Lin Feng.


"Salam patriak terdahulu!"


"Salam ayah!"


Pria tua ini adalah ayahnya Lin Feng, Lin Chang yang merupakan kakek Lin Mei Ling sekaligus mantan patriak klan Lin. Lin Chang kemudian duduk dikursi sebelah Lin Feng.


"Feng'er biarpun aku sedang melakukan pelatihan tertutup tetapi aku tidak buta dengan kejadian diluaran, aku tahu pernikahan kedua keluarga ini kau tidak setuju namun kau harus ingat kau sudah meninggalkan keluarga lama sekali dan sudah saatnya kau menunjukan ketulusan untuk keluarga" ucap Lin Chang dingin, dia merupakan sosok tegas dan tanpa kompromi. Semasa dia menjabat sebagai patriak dia selalu mengutamakan keluarga walaupun itu terkesan harus mengorbankan sesuatu.


"Tapi ayah Mei'er masih terlalu muda untuk menikah biarlah dia mencari pengalaman dulu, dia sudah cukup banyak menderita" sergah Lin Feng.


"Lancang,, apa kau meragukan keputusanku?!"


"Tidak berani ayah!"


"Kau sebagai patriak harus mengedepankan kepentingan orang banyak jika kita beraliansi dengan keluarga Ming yang didukung sekte Serigala Hitam siapa yang berani memandang rendah keluarga Lin di kota Matahari bahkan di seluruh kota bagian luar pusat alam dewa lagipula dengan tuan muda Ming sebagai murid langsung tetua sekte masa depan anakmu akan terjamin, siapa lagi pemuda yang cocok sebagai pasangan putrimu?" ucap Lin Chang, Lin Feng terdiam. Sekelebat bayangan Xiao Feng menyintas di fikirannya.

__ADS_1


"Hei Feng Xi....."


Lin Feng mengingat beberapa kali bertemu dengan Xiao Feng dan Lin Mei Ling menaruh hati kepada pemuda itu dalam pandangannya Xiao Feng adalah pemuda yang sangat cocok bagi putrinya. Dari kekuatan saja Lin Feng menyaksikan sendiri bagaimana Xiao Feng menyapu para kultivator alam roh.


"Baiklah itu keputusanku bagaimana dengan yang lain?" ucap Lin Chang sambil menatap para tetua.


"Kami menyetujui keputusan!"


"Kami menyetujui keputusan!"


Lin Feng pun dengan menggertakkan gigi terpaksa menyetujui walaupun dia tidak rela putrinya dinikahkan dengan keluarga Ming.


"Baiklah sampai disini saja, segera siapkan semuanya untuk dua hari kedepan menyambut keluarga Ming" seru Lin Chang.


"Baik!"


****


Lin Feng dengan pandangan rumit menatap Lin Mei Ling, lalu berjalan mendekatinya dan duduk disampingnya.


"Kau sangat asyik sekali, tampaknya kau membuat itu untuk seseorang" ucap Lin Feng, Lin Mei Ling menghentikan kegiatannya dan menatap ayahnya, gadis itu tersenyum manis hingga memunculkan lesung pipi menambah kecantikan diwajah putih halusnya.


"Aku hanya mengisi waktu saja ayah,, oh bagaimana dengan pertemuannya?" ucap Lin Mei Ling, Lin Feng menghela nafas tidak langsung menjawab.


"Oh,, aku sudah tahu ayah, tidak usah menjawab kurasa keputusannya tetap tidak berubah"


"Maafkan ayah Mei'er,, di masa lalu ayah sudah membuatmu dan ibumu menderita sekarang juga ayah tidak bisa melakukan apapun. Jika kau ingin membenci ayah bencilah bahkan jika kau ingin membunuhku bunuhlah jangan ragu" ucap Lin Feng getir, Lin Mei Ling termenung sejenak.


"Ayah tidak apa-apa anggap saja ini baktiku aku rela menerima semua keputusan ini" ucap Lin Mei Ling, Lin Feng terdiam dan menatap Lin Mei Ling yang sedang tersenyum. Pria paruh baya itu tahu biarpun Lin Mei Ling tersenyum namun ada duka dan ketidakrelaan dihatinya.


"Baiklah ayah tidak akan mengganggumu, ayah masih ada hal yang harus dikerjakan" ucap Lin Feng seraya mengelus kepala anak gadisnya, lalu dia berjalan meninggalkan Lin Mei Ling.

__ADS_1


Sepeninggal ayahnya Lin Mei Ling terdiam dan bulir air mata berjatuhan menyusuri pipi halusnya.


"Feng,, aku akan segera menikah kuharap aku bisa melihatmu terakhir kali lagi" gumam Lin Mei Ling, dia meremas syal yang masih setengah jadi dan terlihat tulisan Hei Feng Xi disyal itu. Lin Mei Ling melihat ke arah taman dengan tatapan kosong namun sekejap kemudian dia mengerjakan kedua matanya ketika melihat sosok pria tampan berdiri menyandar ke pohon sambil memegang kipas.


"Apakah karena aku rindu dengan dia hingga tampak pohon itu menyerupai dia" gumam Lin Mei Ling dia menggosok kedua matanya berulang kali namun bayangan itu tidak hilang malah semakin jelas dan perlahan berjalan ke arahnya.


Sekejap kemudian sosok itu berdiri didepannya dan berkata "Mei Ling kau sungguh kejam menyamakanku dengan pohon" ucap nya sambil tersenyum. Sosok itu tak lain adalah Xiao Feng yang baru muncul. Xiao Feng memang mengetahui posisi Lin Mei Ling berkat batu giok komunikasi yang dulu diberikan kepada gadis itu jadi dengan sekejap menggunakan teknik teleportasi dia pasti bisa langsung ke tempat Lin Mei Ling.


Lin Mei Ling mencubit pipinya "Awww ini bukan mimpi"


"Haha tentu saja bukan mimpi,, Ehmm apakah aku boleh duduk" ucap Xiao Feng, Lin Mei Ling akhirnya tersenyum dan mempersilahkan Xiao Feng duduk.


Xiao Feng duduk disamping gadis itu "Mei Ling bagaimana kabarmu?" ucap Xiao Feng berbasa basi


"Kabarku selalu baik Feng"


"Syukurlah kau sudah menemukan ayahmu dan kembali ke keluarga Lin,, apa kau bahagia?"


"Tentu saja Feng aku sangat bahagia setelah berkumpul kembali dengan ayah andai saja ibu masih ada lengkap sudah kebahagiaanku" ucap Lin Mei Ling dengan senyum manisnya, Xiao Feng tersenyum juga mendengarnya, dia tahu kalau ada nada getir di ucapan Lin Mei Ling.


"Jika kau ada masalah bercerita lah kepadaku"


"Tidak ada masalah aku baik-baik saja"


"Mei Ling kau dan aku kenal sudah cukup lama, aku tahu kau paling tidak bisa berbohong" ucap Xiao Feng, Lin Mei Ling terdiam sejenak dan sedetik kemudian dia memeluk Xiao Feng membenamkan wajahnya ke dada Xiao Feng sambil menangis.


Xiao Feng sendiri membiarkan gadis itu memeluknya sejujurnya dia cukup terkejut dengan tindakan spontan Lin Mei Ling namun dia tidak melepasnya melainkan mengelus kepala gadis itu bulir air mata yang hangat membasahi bajunya. Didalam hatinya sendiri Xiao Feng merasa sedikit sakit, selama kenal dengan Lin Mei Ling baru kali ini dia melihat Lin Mei Ling menangis seperti istri yang mengadu kepada suaminya.


Suasana hening dan hanya terdengar isakan gadis cantik itu didalam pelukan Xiao Feng, Xiao Feng membiarkan Lin Mei Ling mengeluarkan tangisannya.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2