Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 328 Kota Mawar Putih


__ADS_3

****


Xiao Feng menjelang malam sudah sampai di kota Mawar Putih, sebuah kota besar dengan gaya bangunan kuno yang tampak rapi dan tertata baik. Xiao Feng dan kedua bawahannya turun dalam jarak 200 meter dari gerbang dan melanjutkan dengan jalan kaki.


"Identitasnya Tuan?" ucap penjaga gerbang ramah, penjaga itu melihat penampilan Xiao Feng yang mewah ditambah kedua bawahannya juga jadi tidak sembarangan bersikap. Penjaga itu memperkirakan kalau Xiao Feng adalah tuan muda dari klan bangsawan.


Xiao Feng mengulurkan token paviliun Gagak Hitam dan penjaga segera memeriksanya.


"Emh maaf tuan muda paviliun Gagak Hitam baru sekali aku mendengarnya kalau boleh tahu dari mana itu?" ucap penjaga.


"Semakin sedikit yang kau ketahui semakin panjang umurmu!" ucap Bai Hu dingin dan penjaga menelan ludahnya kasar, dengan gemetar dia menyerahkan kembali token itu.


"Maaf menyinggung tuan muda, si.. silahkan masuk!" ucap penjaga terbata lalu Xiao Feng masuk ke dalam kota dengan kedua bawahannya.


"Ternyata sangat menyenangkan menakuti orang lain haha" seru Bai Hu ketika melihat ekspresi penjaga gerbang, Xiao Feng hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Kemana kita sekarang tuan?"


"Kita cari rumah makan dulu, biasanya banyak informasi dirumah makan!" jawab Xiao Feng lalu berjalan lurus, tak lama dia melihat tulisan besar disebuah bangunan berlantai dua, Xiao Feng kemudian masuk ke dalam dan disambut pelayan gadis cantik.


"Selamat datang dirumah makan Angsa Putih, silahkan duduk!" ucap pelayan, Xiao Feng menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju meja kosong.


"Bahkan pelayan tadi memiliki kultivasi di Raja Emas *1 sepertinya kita dekat ibukota lumayan menarik" gumam Xiao Feng dalam hati, lalu duduk dikursi, Bai Hu menuangkan arak ke dalam cangkir kecil lalu berdiri dibelakang Xiao Feng dengan Qing Long. Keadaan rumah makan yang sedikit ramai membuat Xiao Feng menjadi pusat perhatian para pengunjung lain.


"Wah tuan muda dari mana itu, tampan sekali" ucap salahsatu pengunjung gadis yang duduk tidak jauh dari meja Xiao Feng.


"Benar lihat pengawalnya juga sangat tampan,, ah hari ini benar-benar aku mendapat keberuntungan bisa melihat pria-pria tampan" temannya menimpali.


Xiao Feng tidak menghiraukannya, lalu pelayan datang membawa buku menu lalu meletakkan dimeja dan berdiri dengan memegang kertas kecil. Xiao Feng mengambil buku menu.


"Sup asam manis daging sapi, ayam bakar madu dan sayuran tambah satu kendi arak" ucap Xiao Feng. Pelayan menganggukkan kepala setelah menuliskan pesanan lalu pergi untuk menyiapkan. Tak berselang lama pelayan pun kembali dan menyajikan makanan, Xiao Feng dengan santai mengambil sumpit dan mulai menyantap hidangannya. Sambil menyantap dia menajamkan pendengaran untuk mendengar perbincangan para pengunjung.


****


"Sepertinya sekte Kalajengking Merah sangat tertutup tuan, dari tadi aku mendengar tidak ada yang membicarakannya" ucap Bai Hu, Xiao Feng dan kedua bawahannya kini sedang berjalan menuju penginapan yang tidak jauh dari rumah makan.


"Sekte aliran hitam memang tidak terbuka terang-terangan, jika seperti itu dari dulu pihak istana sudah akan menyerang" ucap Xiao Feng. Bai Hu mengangguk-anggukkan kepalanya faham. Qing Long mendekati Bai Hu dan menjitak kepalanya.


"Kau harimau bodoh, hidup ratusan tahun hal seperti ini pun tidak tahu!" ucap Qing Long dingin.


"Hai,, aku juga tahu hal itu aku cuma menguji tuan saja!" ucap Bai Hu dengan wajah kesal menunjuk Qing Long.

__ADS_1


"Cih,, kau fikir tuan itu bodoh sepertimu!"


"Apa kau bilang,, berani kau memakiku"


"Kenapa? mau tubuhmu dijadikan pupuk tanamanku!"


"Sudahlah jangan ribut, ayo kita masuk!" ucap Xiao Feng dan mereka memasuki penginapan.


****


Keesokan harinya Xiao Feng sudah keluar dari penginapan, mereka berjalan santai menyusuri jalan utama kota Mawar Putih, suasana yang belum terlalu ramai dipagi hari merupakan pemandangan yang sedap dipandang mata terlebih para kultivator dan warga biasa saling berbaur.


"Qing Long dan Bai Hu kalian menyebar cari informasi tentang sekte Kalajengking Merah, tidak perlu terburu-buru aku akan menunggu" ucap Xiao Feng.


"Baik Tuan!" Seru Qing Long dan Bai Hu lalu Bai Hu menghilang bagai angin dan Qing Long tubuhnya berubah menjadi kayu dan masuk ke dalam tanah. Xiao Feng setelah kepergian kedua bawahannya dia melanjutkan jalan-jalan paginya hingga sampai disebuah gedung megah tidak terlalu.


"Asosiasi Alkemis dan Tabib Xuanhuan!" Gumam Xiao Feng ketika melihat tulisan besar terpampang didepan pintu masuk, tanpa ragu dia masuk ke dalam.


Didalam cukup banyak orang ada yang membeli pil ada juga yang melihat herbal dan berobat. Tercium aroma pil dan herbal memenuhi ruangan yang terdapat beberapa lemari dan meja.


"Salam tuan muda, apakah anda mencari pil, herbal atau hendak berobat?" Tanya seorang pelayan laki-laki sambil menangkupkan tangan, Xiao Feng mengibaskan pelan kipasnya dibawah dagu.


"Aku melihat-lihat dulu siapa tahu ada yang bisa digunakan untuk kultivasiku" jawab Xiao Feng, pelayan itu menganggukkan kepala dan meninggalkan Xiao Feng. Xiao Feng kemudian berjalan melihat ke sekeliling ruangan.


"Tuan tabib tolong selamatkan anakku!" Seru wanita itu sambil menangis, tabib yang sedang duduk dikursi langsung sigap berdiri.


"Cepat letakkan diatas meja!" Serunya dan wanita itu membaringkan anaknya diatas meja. Anak kecil itu terpejam dengan mulut bergetar, Tabib segera memeriksa denyut nadi anak kecil.


"Selama ada tabib Ni Jian semuanya akan baik-baik saja" ucap salahsatu pengunjung.


"Benar dia pernah diundang raja Zhu untuk mengobati penyakitnya" temannya menimpali, tabib Ni Jian tidak menghiraukan dia fokus memeriksa anak itu.


"Tabib apa kau bisa menyembuhkan anakku" seru wanita itu yang merupakan ibunya. Tabib menghela nafas panjang kemudian berkata lirih.


"Nyonya anakmu terkena demam merah, kecil kemungkinannya bisa selamat, ini aku tuliskan resep paling tidak keberhasilannya hanya 30%" seru tabib sambil menuliskan resep, wanita itu semakin terkejut.


"Tabib apa kau tidak bisa menyembuhkannya bukankah kau pernah diundang istana"


"Nyonya aku juga bukan dewa tidak semua penyakit bisa kusembuhkan" ucap tabib Ni Jian membuat wanita itu semakin menangis.


"Anakku yang malang,, tabib kumohon selamatkan anakku aku akan melakukan apapun bahkan aku akan berlutut" ucap wanita dan membuat semua orang terkejut.

__ADS_1


"Tunggu"


Sebuah suara terdengar semua orang melihat siapa yang barusan berbicara dan terlihat anak muda memegang kipas berjalan mendekati meja.


"Anak ini bukan terkena demam merah" ucap Xiao Feng.


"Siapa anak muda ini"


"Kau siapa berani menyimpulkan apa keahlianmu sudah melebihi tabib Ni?"


Tabib mengangkat tangannya memberi isyarat agar diam "Tuan Muda barusan kau menyebutkan anak ini bukan terkena demam merah atas dasar apa kau berani menyimpulkan" ucap tabib sopan, dia melihat penampilan Xiao Feng yang elegan tidak berani mengambil sikap sembrono.


"Anak ini terkena penyakit kolera" ucap Xiao Feng.


"Apa maksudmu? Sudah jelas anak ini terkena demam merah" ucap tabib Ni.


"Demam merah dan kolera secara sekilas memiliki gejala yang hampir serupa namun jika dilihat lebih teliti akan ada perbedaan" ucap Xiao Feng lalu membuka kelopak mata anak kecil.


"Lihat pupil anak ini membesar dan kuku tangan kakinya sedikit menguning ini sudah jelas kolera" ucap Xiao Feng dan membuat semua orang terkejut bahkan tabib Ni pun terkejut.


"Luarbiasa dia bisa tahu hanya sekali lihat"


"Tuan Muda apakah kau bisa menolong anakku"


Xiao Feng tersenyum tipis lalu mengambil kertas resep yang ditulis tabib Ni sebelumnya.


"Ginseng merah, rumput hati, akar weixun jika kau memberikan ini bukannya sembuh malah memperparah penyakitnya!" Ucap Xiao Feng, tabib Ni pun terkejut. Tepat disaat itu seorang alkemis yang merupakan rekan tabib Ni masuk.


"Ada apa ini"


"Tuan Hong begini" ucap tabib Ni menceritakan kejadian, dan tuan Hong Wen menganggukkan kepalanya faham.


"Memang ini kolera tapi pil untuk menyembuhkan sangat jarang, anak muda barusan kau menyebutkan penyakitnya apakah kau bisa menyembuhkannya" ucap tuan Hong, Xiao Feng mengambil kertas dan menulis. Lalu menyerahkan kepada tabib Ni.


"Kumpulkan bahan yang kutulis"


Tabib Ni menganggukkan kepalanya lalu menyiapkan bahan yang ditulis dan tak lama kemudian dia selesai.


"Tuan Muda ini"


Tuan Hong memperhatikan itu semua "jahe ungu, jamur kristal, rumput heixun, akar genodema" gumamnya. Semua orang tampak memperhatikan apa yang akan dilakukan Xiao Feng bahkan ibu dari anak kecil sudah menunjukan raut wajah cemas.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2