
*****
Tidak membutuhkan waktu lama Xiao Feng sudah sampai di ibukota Youngzhen dan langsung menuju ke paviliun pusat Gagak Hitam. Suasana paviliun tampak sepi karena sebagian besar sedang berkultivasi hanya ada Sun Xie yang melayani beberapa orang yang sedang membeli sebuah informasi. Xiao Feng tidak ingin mengganggunya, dia bersama Qing Long menuju ruang kultivasi.
Dari luar sudah terasa aura peningkatan tingkat mereka, Xiao Feng lalu memasuki ruangan dan melihat kalau semua orang sudah naik setidaknya 2 atau 3 tingkat, kecuali Zhu Que yang paling cepat dia naik satu ranah ke Raja Perak *1. Xiao Feng mengangguk puas.
"Kalian berhenti dulu ada yang ingin kubicarakan!" ucap Xiao Feng menghentikan kultivasi mereka. Semua orang ketika mendengar suara Xiao Feng lantas membuka kedua matanya lalu bangkit berdiri.
"Tuan Muda!"
"Kakak!"
"Kalian sudah naik tingkat bagus sekali,, selamat untuk kalian!" ucap Xiao Feng sambil tersenyum.
"Tuan, memangnya ada hal apa?" Yuan Li bertanya.
"Ikuti aku!"
Semua orang mengikuti Xiao Feng menuju teras belakang kediaman. Xiao Feng menjelaskan kalau dua hari lagi akan membawa mereka ke Qingzhou agar bisa membantu menghadapi gelombang binatang buas yang diperkirakan Xiao Feng akan segera terjadi.
"Begitulah,, aku mengajak kalian kali ini untuk membantu"
"Hmm apakah ada musuh yang kuat?" Sun Guan bertanya.
"Tentu saja dan kalian akan ikut bertarung nanti!" ucap Xiao Feng yang membuat semua bawahannya menyunggingkan senyum senang.
"Kakak,, aku akan mengerahkan seluruh kekuatanku!" ucap Li Ying berapi-api. Xiao Feng hanya tertawa melihatnya.
"Ying'er tentu harus mengeluarkan kekuatanmu, nah sekarang kalian kembali berlatih lagi! Dua hari kemudian aku akan kesini untuk menjemput kalian"
"Siap kakak!"
"Baik Tuan!"
Semua orang segera meninggalkan Xiao Feng dan kembali berlatih di ruang kultivasi. Setelah kepergian semua orang Xiao Feng dan Qing Long menuju ke istana Youngzhou, karena mendapat kabar kalau Ratu Xiao Lian sudah dalam perjalanan pulang ke istana.
*****
Di depan gerbang kota Youngzhen sudah berkumpul para Mentri dan pejabat berbaris dibelakang Xiao Dong dan Ketiga Pangeran, mereka menunggu kedatangan Ratu Lian.
__ADS_1
"Apa ratu masih jauh?" tanya Xiao Dong kepada Kasim.
"Ijin menjawab, ratu sudah dekat dan diperkirakan 10 menit lagi akan sampai" Kasim menjawab. Tak lama kemudian mereka melihat rombongan sekelompok warga berjalan mendekati gerbang. Xiao Dong memerintahkan seorang pengawal memeriksa.
"Berhenti,, darimana kalian?" ucap pengawal tapi sesaat kemudian dia berlutut satu kaki.
"Hormat kepada Ratu Lian semoga Ratu panjang umur" ucap pengawal kepada seorang wanita berumur sekitar 45 tahunan yang berpakaian biasa yang berdiri didepan semua warga. Semua warga yang kaget mendengar itu langsung berlutut ke arah Ratu Lian.
"Kami sungguh lancang tidak mengetahui ratu kami!"
"Berdirilah kalian tidak perlu seperti itu!"
*****
"Hormat Raja, sekelompok orang yang didepan ada Ratu Lian!" seorang pengawal lain berlari dan melapor. Xiao Dong bangkit dari duduknya lalu berjalan bergegas menuju kelompok orang itu diikuti ketiga pangeran dan para Mentri.
"Salam Raja!"
"Berdiri"
Ratu Lian yang melihat Xiao Dong langsung berjalan mendekat dan berlutut satu kaki namun dengan cepat Xiao Dong mencegah.
"Ada apa ini kenapa ratu berdandan seperti ini?" tanya Xiao Dong. Ratu Lian tersenyum dulu sebelum menjawab.
Xiao Dong tersenyum "Sudahlah, Ratu sudah lelah diperjalanan ayo kita segera ke istana!" ucap Xiao Dong. Chen Nian tiba-tiba maju ke hadapan Xiao Dong dan Xiao Lian.
"Salam Raja,, salam Ratu!"
"Mentri Chen apa ada hal yang perlu dilaporkan?" tanya Xiao Dong.
"Mohon maaf raja telah menganggu waktunya, benar ada hal yang harus aku laporkan mengenai kepulangan Ratu Lian!"
"Apa itu?"
"Sebelumnya ratu memakai pakaian biasa dan membantu rakyat itu adalah sebuah sikap berbudi luhur namun Kepala Pengawal Chen Ming harus dihukum!"
"Kenapa?"
"Seperti pepatah orang berstatus tidak boleh mengambil resiko, status ratu sangatlah agung sebagai istri dari raja dan merupakan wakil raja, namun Chen Ming sebagai kepala pengawal mengapa tidak menasehatinya? bahkan jika Ratu bersikeras melakukan perjalanan bersama rakyat kenapa harus menyingkirkan pengawal? bagaimana jika ada pengkhianat atau mata-mata musuh didalam kelompok rakyat itu? keadaan sedang tidak aman bahkan beberapa kejadian seperti perampokan dan kejahatan lain sedang marak, Pangeran Kedua baru kembali dengan selamat dan jika Ratu mengalami hal berbahaya bukankah sebuah kerugian bagi Youngzhou!" ucap Chen Nian. Chen Ming yang mendengar itu langsung berlutut.
__ADS_1
"Aku tidak berfikir cermat dan pantas mati!"
Xiao Dong melihat Chen Ming lalu kembali mengarahkan pandangan ke arah Chen Nian.
"Lalu sebagai Mentri Hukum apa yang harus dilakukan?" tanya Xiao Dong.
"Jika Chen Ming mau mengambil ini sebagai pelajaran hukumannya adalah dicambuk 100x didepan umum" ucap Chen Nian yang membuat semua orang terkejut.
"Bukankah itu terlalu berlebihan?" Ratu Lian berkata.
"Dia melakukan kesalahan besar dan pantas dihukum, dia berasal dari klan Chen. Aku sebagai Matriak tentu harus mengambil sikap agar memberi contoh kepada yang lain, apa yang ku katakan masuk akal Raja, Ratu?"
Xiao Dong mengelus dagunya sejenak "Memang sangat masuk akal, namun hukuman cambuk 100x terlalu berlebihan, begini saja dia tidak menerima gaji selama setahun!"
"Baik,, namun ada satu lagi yang harus dihukum!" Chen Nian kembali berkata.
"Siapa?"
"Mentri Tata Krama Huo Bu!"
Huo Bu segera maju ke depan dan berlutut "Saya Raja!"
Chen Nian melihat ke arah Huo Bu "Mentri Tata Krama bertanggung jawab untuk penjemputan Ratu hari ini, namun Ratu memasuki ibukota dengan pakaian sederhana. Kenapa tidak dikonfirmasikan sebelumnya kepada pihak pengawalan istana? Jika ada pembunuh atau orang bayaran yang dikirim oleh musuh didalam kelompok warga bagaimana kau menanggungnya!"
"Raja aku melakukan kesalahan dan pantas menerima hukuman!" ucap Huo Bu sambil bersujud, Xiao Dong tampak berfikir dan melihat ke semua orang. Lalu mengarahkan pandangannya ke Ratu Lian.
"Apa yang kau lakukan hari ini memang sedikit kurang pantas sebagai orang yang berstatus agung!"
"Aku telah bersalah"
"Baiklah karena sudah terjadi nanti kita bicarakan lagi, Kasim ganti orang untuk memimpin perjalanan!"
"Baik Raja!"
"Mengganggu perjalanan Raja dan Ratu adalah kesalahan, aku siap menerima hukuman!" ucap Chen Nian.
"Mentri Chen begitu setia dan sangat memahami aturan, apa salahmu? sudah ayo kita kembali ke istana!"
"Baik Raja!" ucap semua orang
__ADS_1
Semua orang kemudian meninggalkan gerbang kota dan bergerak menuju istana.
*****bersambung