Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Menikah secepatnya


__ADS_3

Flashback on ...


Aditya yang sudah berada di rumah, melihat paper bag yang berada di tangannya. Saat ia hendak masuk ke dalam rumah, tetangganya menyerahkan sebuah paper bag yang berisi pakaian yang ia tahu merupakan pemberian dari wanita yang sudah membayarnya.


"Pakaian ini terlalu mewah dan bagus. Bahkan aku sangat tidak pantas memakai pakaian ini yang pastinya harganya sangat mahal. Apa aku harus menjadi orang lain saat bertemu dengan orang tua dari nona muda arogan itu? Lebih baik aku jadi diri sendiri dan tidak bersikap munafik di depan orang paling terkenal di Jakarta ini."


Aditya langsung berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera bersiap untuk pergi menemui orang tua dari sang putri mahkota.


Setengah jam kemudian, terlihat ia sudah sangat rapi dan terlihat jauh lebih tampan.


"Subhanallah, kenapa aku bisa berubah setampan ini setelah memakai pakaian mahal seperti ini? Ternyata benar apa yang dikatakan oleh orang-orang yang mengatakan uang bisa merubah segalanya. Bahkan aku yang sebenarnya biasa saja, bisa langsung berubah sedikit lebih tampan setelah memakai pakaian ini."


Aditya yang berdiri di depan cermin seketika menolehkan kepala saat mendengar suara ketukan pintu dari luar rumah. Kemudian ia mulai berjalan menuju ke arah pintu rumah dan membukanya. Bisa dilihat ada seorang pria paruh baya berseragam hitam yang sudah berada di hadapannya.


"Dengan Tuan Aditya Syaputra?"


"Iya Pak, saya Aditya? Bapak siapa ya kalau boleh tahu."


"Saya adalah supir di keluarga Raharja, nona muda Queen menyuruh saya untuk menjemput Anda."


"Oh ... kenapa harus repot-repot, sebenarnya saya bisa naik ojek online kesana."


"Karena nona tidak ingin Anda repot-repot mencari ojek, makanya nona muda menyuruh saya, Tuan Aditya."


"Baiklah Pak, kalau memang saya harus naik mobil mewah menuju ke Mansion keluarga Raharja, maka saya akan mengikuti keinginan dari nona muda Queen. Mari berangkat sekarang, Pak."


"Silakan, Tuan," jawab sang supir.


Aditya keluar dari pintu dan mulai mengunci pintu rumah. Kemudian berjalan menuju mobil mewah yang terparkir di depan rumahnya. Ia langsung masuk ke dalam mobil begitu dibukakan pintu oleh sang supir.


"Seharusnya tidak perlu membukakan pintunya Pak, karena saya bisa membukanya sendiri."

__ADS_1


"Tidak masalah Tuan, karena ini sudah menjadi tugas saya."


Setelah menjawab kalimat bernada protes dari pria yang sudah duduk di dalam mobil, sang supir pun mulai menutup pintu dan berjalan ke arah pintu depan dan masuk ke dalam mobil untuk segera mengemudikan mobil meninggalkan rumah tersebut menuju ke Mansion keluarga Raharja.


Aditya mengamati interior mobil mewah yang membawanya ke istana keluarga Raharja, ia tidak berhenti mengagumi segala kemewahan mobil mewah tersebut. Setelah setengah jam perjalanan, mobil tersebut mulai masuk ke dalam bangunan yang menjulang tinggi dengan pintu gerbang utama berwarna emas. Tatapan penuh kekaguman lagi-lagi tampak jelas di wajah Aditya, ia hanya bisa berbicara di dalam hati.


"Ternyata keluarga Raharja yang sangat terkenal itu memang benar-benar luar biasa. Semua yang dimiliki mereka adalah berkah dari Tuhan yang sangat melimpah. Dari tadi aku mengagumi keindahan mobil mewah ini dan sekarang aku melihat istana megah ini."


"Nona muda Queen memang sangat beruntung, karena berasal dari keluarga yang berada. Akan tetapi, sayangnya hal itu membuatnya sangat sombong dan angkuh. Jika memang takdir Tuhan adalah membuatku menikahi nona muda Queen, mungkin itu adalah sebuah tugas berat untukku merubah seorang nona muda arogan menjadi sosok yang baik hati dan menghormati orang lain," gumam Aditya.


Flashback off ...


*******


Queen yang terlihat tersenyum manis itu berjalan mendekati Aditya dan berniat menggenggam tangan dari pria yang dibayarnya untuk menjadi kekasih pura-pura, namun Aditya menolaknya.


Aditya menggelengkan kepalanya dan mengarahkan tangannya seolah berusaha memberikan sebuah kode penolakan.


"Tidak boleh My Queen, kita masih belum muhrim. Jadi, tidak boleh bersentuhan fisik sebelum kita menikah dan sudah resmi menjadi pasangan suami istri."


'Brengsek ... pria ini benar-benar sudah mempermalukan aku di depan daddy dan mommy. Aaarrh ... menyebalkan sekali. Sok suci banget sih dia, memangnya dia tidak pernah berpegangan tangan dengan wanita, apa? Atau itu hanya alasannya saja karena tidak ingin berpegangan tangan denganku?'


'Harusnya dia merasa mendapatkan sebuah berkah, karena aku mau memegang tangannya. Tapi kenyataannya adalah dia malah menolakku mentah-mentah di depan daddy dan mommy. Awas saja kamu nanti pria bodoh, aku akan menghabisimu. Aaarrhh ... aku sangat malu sekali, apa yang akan dipikirkan oleh daddy dan mommy?' gumam Queen.


Setelah puas bergumam dan mengumpat di dalam hati, Queen berusaha tersenyum pada pria yang berada di hadapannya tersebut.


"Oh ... maaf Sayang, aku lupa. Ayo, aku kenalkan kamu pada Daddy dan Mommy."


Aditya tersenyum tipis dan mulai menganggukkan kepalanya, kemudian berjalan di sebelah Queen.


"Dad, Mom, dia adalah Aditya Syaputra. Pria yang aku bicarakan kemarin." Queen beralih menatap ke arah Aditya, "Sayang, sapa Daddy dan Mommy-ku gih!"

__ADS_1


Aditya tersenyum tipis dan mulai berjalan mendekat ke arah orang tua Queen dan mulai membungkuk untuk mencium punggung tangan dua orang yang sangat terkenal itu.


"Selamat pagi Om, Tante, saya Aditya Syaputra."


Abymana dan Qisya yang dari tadi tidak berkedip menatap ke arah pria yang merupakan kekasih dari putrinya itu hanya bisa berdecak kagum di dalam hati masing-masing saat melihat aura luar biasa dari pria yang terlihat penuh kesopanan itu.


"Selamat pagi, jadi kamu kekasih dari putriku? Duduklah, kita bisa ngobrol lebih santai di sana," jawab Abymana dan menunjuk ke arah sofa.


"Lebih tepatnya saya dan putri Om sedang dalam tahap ta'aruf. Kami berdua sedang sama-sama berusaha untuk memulai hubungan yang lebih serius, bukan sekedar pacaran seperti kebanyakan anak-anak muda jaman sekarang."


Setelah menjawab pertanyaan dari pria yang merupakan ayah dari wanita yang sudah membayarnya, Aditya mulai mendaratkan tubuhnya di sofa.


Begitu pun dengan Queen yang sudah duduk di sebelah Aditya, karena ia tidak ingin merasa malu lagi di depan kedua orang tuanya, maka kali ini dirinya duduk agak menjauh dari pria yang membuatnya merasa sangat kesal itu.


Sedangkan Qisya tidak berhenti menatap secara bergantian ke arah putrinya dan juga pria yang sudah duduk di hadapannya. Sebenarnya ia hanya ingin diam dan mendengarkan percakapan dari suami dan kekasih dari putri satu-satunya tersebut. Namun rasa penasaran yang sangat tinggi membuat ia tidak bisa lagi menahan diri.


"Umur kamu berapa, Nak? Kamu sudah lama mengenal, Queen?"


"Alhamdulillah tahun ini usia saya 28 tahun Tante, dan saya sudah 1 bulan mengenal putri Tante."


"Apa benar kamu mencintai putriku? Karena rasanya aneh saja saat melihat pria sebaik dirimu menyukai putriku. Memangnya kamu sudah tahu sifat asli dari putriku yang sangat kasar kepada orang lain? Atau putriku berpura-pura bersikap manis di depanmu karena ingin membuatmu tertarik padanya?"


"Iya Tante, tentu saja saya sangat mencintai putri Tante. Putri Tante tidak pernah berpura-pura di depan saya, karena saya sudah tahu sikapnya saat pertama kali bertemu dengannya."


Suara bariton dari Abymana mulai terdengar, "Benarkah? Jadi kamu sama sekali tidak merasa Ilfil saat melihat putriku marah-marah? Aneh sekali, kamu tidak sedang merencanakan sesuatu bukan? Karena jika sampai di dalam otakmu itu tengah merencanakan sesuatu hal yang jahat, aku akan langsung membuatmu menyesal dengan menjebloskanmu ke dalam penjara."


"Insya Allah saya tidak pernah berpikir seperti itu Om. Anda bisa memegang perkataan saya."


"Aku suka gayamu anak muda, kamu sangat percaya diri dan seolah tidak mempunyai rasa takut saat berbicara denganku. Aku sangat menyukaimu dan merestui hubungan kalian, lebih baik kalian langsung menikah saja."


"Bukankah kalian berdua sama-sama serius menjalin hubungan dan tidak berniat main-main? Jadi, aku ingin kalian berdua menikah secepatnya, bagaimana kalau besok? Aku akan menyuruh orang untuk mengatur segala sesuatunya, kamu tidak perlu berbuat apa-apa."

__ADS_1


Sontak saja perkataan dari Abymana membuat Aditya dan Queen yang sedang duduk bersebelahan itu sama-sama saling bersitatap, tatapan keduanya seolah penuh sarat makna yang mempertanyakan tentang apa yang harus mereka lakukan.


TBC ...


__ADS_2