Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui


__ADS_3

Queen baru saja tiba di ruang makan bersama dengan Dewi dan langsung mendaratkan tubuhnya pada kursi di balik meja makan. Ia menatap ke arah semua orang yang ternyata sudah menikmati makanannya. Namun, hal berbeda tampak dari pria yang ada disebelahnya. Yaitu, suaminya masih belum menikmati makanannya.


"My hubbiy kenapa tidak makan?"


"Tentu saja suamimu tidak mau makan saat istrinya belum makan. Apa itu saja, Mommy harus menjelaskannya padamu, Queen!" ucap Qisya pada putri kesayangannya yang tidak peka. "Cepat layani suamimu dengan mengambilkannya makanan!"


"Iya Mom." Queen langsung mengarahkan tangannya untuk mencium pipi putih pria yang masih diam, tidak mengeluarkan suaranya untuk menjawab pertanyaan darinya. "My hubbiy so sweet. Tidak mau makan saat istrinya belum makan. Bukankah hal itu menunjukkan sebuah kesetiaan."


Lagi dan lagi, semua orang kembali geleng-geleng kepala melihat tingkah dari sang nona muda yang tidak tahu malu saat berbuat hal yang bersifat intim di depan semua orang. Dan juga berkata lebay.


Sedangkan reaksi yang sama juga dirasakan oleh Aditya saat mendapatkan sebuah ciuman yang entah sudah ke berapa di depan orang-orang. Tentu saja ia merasa sangat malu, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. "Sayang, sebaiknya kita sarapan. Aku sudah sangat lapar, mungkin bayi kita juga begitu. Karena kamu tadi sudah mengeluarkan semua isi perutmu. Jadi, kamu harus menggantinya dengan makan yang banyak."


"Siap My hubbiy," jawab Queen dengan membuat sebuah gerakan hormat. Kemudian ia mulai mengambil piring yang ada di depannya dan mulai mengisinya dengan nasi, sayur, dan aneka lauk pauk. Bahkan kini piring bulat lebar berwarna putih itu sudah penuh dengan makanan. Ia mengarahkannya pada pria yang terlihat keheranan melihat banyaknya makanan yang diambilnya.


"Tidak perlu heran My hubbiy, karena ini untuk kita bertiga. Aku, kamu, dan anak kita. Akan tetapi, aku dan anak kita maunya disuapi."


"Baiklah," jawab Aditya yang bisa memaklumi semua tingkah kekanakan dari Queen yang sangat ingin dimanja saat hamil. Tanpa membuang waktu, ia sudah mengambil 1 sendok makanan dan mengarahkannya ke mulut sang istri.


Saat Queen membuka mulutnya, suara ejekan dari saudara laki-lakinya membuatnya melirik sinis dan tidak jadi menikmati makanannya.

__ADS_1


"Dasar ratu lebay. Kamu harus banyak bersabar dan mengelus dada saat menghadapi tingkah lebay istrimu itu, adik ipar," ucap Arthur seraya tangannya kembali menyuapkan 1 sendok makanan ke dalam mulutnya. Namun, ia yang baru saja mengunyah makanannya malah tersedak karena perkataan menohok dari wanita yang ada di sampingnya.


"Jika Queen kamu bilang lebay, lalu tingkahmu dulu yang selalu minta aku suapi apa? Narsis?" ejek Salsabila pada sang suami, begitu mendengar perkataan dari Arthur. Karena ia langsung mengingat kejadian dulu saat awal-awal bertemu dan juga setelah awal-awal menikah.


Raut wajah yang tadinya masam, refleks terlihat tersenyum menyeringai begitu merasa diatas angin. Queen langsung melancarkan kalimat bernada serangan pada saudaranya. "Iri bilang bos. Sekarang Brother tidak bisa lagi minta disuapi karena kalah dengan para bocil kan. Jadi, jangan menunjukkan kebodohanmu sendiri. Aah ... sudahlah, tidak penting itu. Yang paling penting adalah My hubbiy sangatlah tidak keberatan untuk menyuapiku," ejek Queen pada Arthur dengan menjulurkan lidahnya.


"Sudah, Sayang. Jangan banyak bicara di ruang makan, lebih baik cepat makan. Ayo, buka mulutnya!" ujar Aditya yang berusaha untuk melerai perdebatan dari 2 bersaudara yang selalu saja berdebat saat bertemu seperti Tom and Jerry. Dan usahanya tidaklah sia-sia, karena sang istri sudah mulai membuka mulutnya dan asyik mengunyah makanannya tanpa mengeluarkan suaranya lagi untuk membantah perkataannya.


Sedangkan 3 orang tua yakni, Abymana, Qisya, dan Boby hanya memperhatikan aksi kenakalan dari pasangan suami istri tersebut. Dan rasa kagum mereka tunjukkan saat melihat sikap bijak dari Aditya.


Sementara itu, Dewi yang dari tadi mengamati interaksi dari keluarga Raharja itu, sesungguhnya benar-benar merasa sangat iri dengan kehangatan orang-orang di depannya. Karena ia belum pernah makan bersama dengan keluarga seperti itu. Hal itu disebabkan ia adalah gadis yatim piatu yang tinggal di panti asuhan setelah orang tuanya meninggal dunia saat kecelakaan pada usianya yang masih 6 tahun.


Lamunan Dewi seketika buyar saat mendengar suara dari pria yang tak lain adalah sang tuan rumah.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, Dewi?" tanya Abymana dengan menautkan kedua alisnya begitu melihat Dewi hanya mengaduk-aduk makanannya.


Dewi mencoba untuk menetralkan degub jantungnya yang berdebar kencang saat mendapat pertanyaan yang menohok dan juga sebuah tatapan tajam dari netra pekat pria yang tak jauh dari hadapannya. "Ehm ... saya merasa gugup Tuan besar."


"Gugup soal apa?" sahut Queen yang melirik ke arah Dewi seraya masih mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Saat pertama kali masuk kerja besok di Perusahaan Raharja, karena saya masih belum mempunyai pengalaman sama sekali bekerja di kantor. Jadi, saya bingung dan juga merasa deg-degan," jawab Dewi seraya bergumam di dalam hati. "Semoga mereka percaya. Kalau sampai aku dicurigai, bisa dihabisi aku oleh Nyonya."


"Oh ... soal itu? Lebih baik kamu ikuti saja para staf perusahaan yang nanti akan membantumu. Semuanya berawal dari belajar, tidak ada orang yang langsung pintar. Ibarat seorang bayi, butuh waktu hingga berusia 1 tahun untuk bisa berjalan. Dan semua itu pun butuh proses, mulai dari tengkurap, merangkak dan baru bisa berjalan," terang Qisya mencoba untuk memberikan sebuah semangat pada Dewi yang dianggapnya sudah seperti anaknya sendiri.


"Iya, benar apa yang dikatakan oleh Mommy. Jadi, kamu tenang saja Dewi," sahut Queen.


Dewi refleks langsung menganggukkan kepalanya, "Terima kasih Nyonya besar dan Nona muda. Saya sangat beruntung bisa mendapatkan sebuah kebaikan dari keluarga Raharja. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya."


"Jangan sungkan, karena harusnya aku yang mengucapkan terima kasih padamu. Karena telah menyelamatkan nyawaku," sahut Aditya dengan keraguan saat berbicara dengan Dewi. Tentu saja hal itu karena ia tahu bahwa wanita yang ada di sampingnya sangat over possesive padanya dan tidak mengijinkannya berbicara dengan wanita lain. Sehingga ia sangat khawatir jika istrinya malah mengamuk dan murka pada Dewi.


Namun, yang terjadi malah di luar dugaannya begitu mendengar suara dari sang istri yang terdengar sangat mendukungnya. Bahkan ia sampai heran dan mencoba untuk memasang indera pendengarannya saat mendengar suara dari wanita yang terlihat sangat menyayangi Dewi.


Queen menganggukkan kepalanya, "Apa yang dikatakan oleh My hubbiy benar, kami yang harusnya berterima kasih padamu. Jadi, jangan pernah merasa bahwa dirimu hanyalah orang biasa. Karena kami menganggap kamu adalah orang yang luar biasa atas kebaikanmu. Oh ya, dulu aku berencana untuk menjodohkanmu dengan Dave. Akan tetapi, sepertinya Dave sudah menemukan wanita pujaannya. Jadi, aku doakan kamu akan mendapatkan jodoh saat bekerja di perusahaan Raharja."


"Aamiin," jawab semua orang dengan serempak.


"Terima kasih," sahut Dewi dengan seulas senyuman. Tanpa semua orang tahu, ia hanya mentertawakan doa yang di aminkan oleh semua orang di dalam hati.


"Bukan orang lain yang aku cari, tapi aku menginginkan tuan muda Arthur. Akan tetapi, aku harus menjebak tuan muda Aditya terlebih dahulu. Setelah rencanaku berhasil, aku bisa mendapatkan tuan muda Arthur sekaligus menghancurkan rumah tangga dari anak-anak Tuan Abymana yang sangat dibenci oleh Nyonya Novita Sari. Dengan demikian, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui," batin Dewi.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2