Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Tamat riwayatmu


__ADS_3

Aditya yang baru saja masuk ke dalam kamar Ayahnya, menatap pria yang sangat disayanginya itu tengah berbaring di atas ranjang dengan posisi membelakanginya. Ia berjalan ke arah ranjang dan duduk di pinggir kasur seraya menepuk lembut bahu Ayahnya.


"Yah, putra dan menantumu datang."


Indera pendengaran Boby Syaputra menangkap suara dari putra kesayangannya. Ia pun langsung membuka kedua matanya dan menoleh ke arah belakang. "Kamu sudah kembali dari Bali, Nak?"


"Iya Yah, dari Bandara langsung datang ke sini karena aku sangat merindukan Ayah. Aku ingin memasak makanan kesukaan Ayah, yaitu sayur asem dan ikan di balado. Ayo, temui menantumu yang berada di depan Yah!"


"Baiklah, aku pun sudah merindukan menantu yang telah berhasil menyelamatkan nyawamu dari ulah adik tirimu yang sangat jahat itu." Boby bangkit dari ranjang dan berniat berjalan keluar. Namun, suara dari putranya membuatnya mengurungkan niatnya.


"Ayah, seperti apakah sosok Ibu yang telah melahirkanku? Karena aku tadi bertemu dengannya di Bandara, dia menemuiku demi untuk kebebasan putranya. Apa yang harus aku lakukan, Yah?" tanya Aditya yang sudah berekspresi sangat terluka yang terpatri jelas di wajahnya.


"Jangan pernah masuk dalam jebakan wanita itu putraku, karena dia adalah seorang wanita yang tidak mempunyai perasaan. Selama ini ia hanya memikirkan hartanya saja dan sama sekali tidak pernah menanyakan tentang keadaanmu, karena ia sudah bahagia dengan suaminya yang sangat kaya dan juga putranya." Wajah Boby terlihat marah ketika membayangkan masa lalu antara dia dan mantan istrinya.


"Jadi, seperti itu ceritanya Yah. Uang memang bisa membuat orang lupa segalanya, bahkan anak kandungnya sendiri sekali pun. Baiklah, aku sekarang sudah mengerti tentang segalanya dan aku memutuskan untuk mendengarkan Ayah dan Istriku. Ayo, kita temui bidadari surgaku, Yah!" Aditya bangkit dari ranjang dan membantu Ayahnya untuk berjalan keluar dari kamar.


"Tunggu Aditya!" ucap Boby yang menahan tangan dari putranya.


"Iya Yah, ada apa?"


"Kamu pasti tadi melihat banyak bunga yang menghiasi teras depan bukan?"


"Oh iya, aku tadi ingin menanyakan pada Ayah soal itu. Siapa yang menghias rumah dengan aneka ragam bunga yang cantik itu? Apakah Bibi? Atau mungkin Ayah sendiri yang ingin mencari kesibukan?" tanya Aditya dengan raut wajah penasaran.

__ADS_1


"Bukan, Sabrina lah orangnya," ucap Boby dengan lirih.


Aditya terlihat sangat terkejut dan sudah membulatkan kedua matanya. "A-apa Yah? Sabrina? Astaghfirullah ... jika istriku mengetahuinya, mungkin dia akan langsung membuat Sabrina merasakan hidup yang penuh penderitaan. Lebih baik Ayah nanti bilang pada istriku bahwa Bibi lah yang menanam bunga-bunga itu. Aku tidak ingin tejadi perseteruan antara istriku dan Sabrina. Dan juga, lebih baik Ayah melarang dia agar tidak lagi datang ke rumah."


"Sebenarnya Ayah sudah melarangnya, tapi dia bilang hanya ingin menemani Ayah saat kamu pergi. Karena itulah dia membuat kesibukan dengan menanam bunga-bunga dan menatanya sedemikian rupa saat datang ke sini. Ayah tidak tega untuk mengusirnya, karena gadis itu terlihat sangat baik," sahut Boby dengan tatapan iba.


"Seandainya Ayah punya 2 putra, mungkin Ayah akan menjodohkannya dengan gadis malang tidak berdosa itu."


"Tenang saja Yah, aku sudah mempunyai calon untuk Sabrina. Dia ada di depan, nanti Ayah bisa melihatnya. Sekarang kita temui menantu Ayah dulu agar dia tidak curiga!" Aditya kembali membantu pria paruh baya yang agak tertatih saat berjalan keluar kamar untuk menemui istrinya.


Sementara itu, di luar rumah Aditya, tampak Dave sedang duduk di kursi yang ada di teras depan. Sedangkan beberapa pengawal tengah berjaga di halaman rumah yang terlihat sangat asri dan menyejukkan karena ada beberapa pohon mangga dan juga rambutan yang terlihat berbuah lebat.


Saat para pengawal asyik menatap buah rambutan yang sudah merah di atasnya, suara dari seorang wanita muda mengalihkan perhatian mereka.


"Apakah mereka adalah orang-orang suruhan dari keluarga Raharja? Ataukah Mas Aditya sudah pulang dari Bali? Aku harus menemuinya dan berbicara dengan nona muda arogan itu," batin Sabrina.


"Wa'alaikumsalam," ucap para pengawal dengan serempak.


"Maaf, apakah kalian adalah orang-orang dari keluarga Raharja?"


"Iya, Nona. Kami adalah pengawal Tuan dan Nona muda yang baru saja pulang dari Bali."


"Syukurlah kalau begitu, aku jadi bisa menemui Ayah dan Mas Aditya," sahut Sabrina dengan wajah berbinar seraya buru-buru berjalan ke arah pintu masuk dan mengucapkan salam. Dan bisa dilihatnya seorang pria dengan tubuh sixpack dengan wajahnya yang manis tengah menatapnya dengan tatapan penuh curiga

__ADS_1


"Assalamualaikum." Sabrina sama sekali tidak memperdulikan pria yang sudah bangkit dari kursi dan berjalan mendekatinya.


"Kamu tidak boleh masuk dan lebih baik segera pulang!" ucap Dave dengan wajah datarnya..


"Memangnya kamu siapa? Seenaknya saja menyuruhku pulang. Pemilik rumah ini saja tidak pernah melarangku dan selalu menyambutku dengan baik. Menyingkirlah dari hadapanku," hardik Sabrina yang sudah menatap tajam ke arah pria yang tidak bergeming dari tempatnya dan malah menghalangi jalannya.


"Jika Nona ingin keluar hidup-hidup dari sini, lebih baik Anda pulang. Aku tahu siapa dirimu, dan kehadiranmu di sini akan membuat perang dunia ke 2 di rumah yang penuh dengan kedamaian ini." Dave masih bersikap datar dan berdiri di hadapan wanita yang diketahuinya adalah mantan kekasih dari tuan mudanya yang mau dijodohkan dengannya.


"Wanita ini ternyata berani juga. Bukannya cepat pergi saja saat di ancam, tapi malah seolah semakin menantangku dengan menatap tajam ke arahku," batin Dave.


Sementara itu, Boby dan Aditya sama-sama saling ber-sitatap dan terlihat sangat kebingungan begitu mendengar suara dari Sabrina yang baru saja mengucapkan salam.


Sedangkan Queen yang sangat hafal suara dari wanita yang tak lain adalah mantan dari suaminya, membuatnya langsung melangkahkan kakinya untuk menemui Sabrina yang bisa dilihatnya tengah membawa tanaman hias, yaitu bunga mawar merah.


"Menyingkirlah dari hadapan keong racun ini Dave!" hardik Queen yang sudah berada di depan pintu.


"Baik Nona muda," jawab Dave yang langsung berjalan ke arah kanan untuk membiarkan majikannya melampiaskan amarahnya.


"Dasar gadis bodoh, sekarang tamat riwayatmu setelah berhasil memancing amarah dari Nona muda yang mungkin akan langsung membuat hidupmu bagai di neraka. Bukan salahku jika tejadi apa-apa padamu, karena aku sudah berusaha mengingatkanmu," gumam Dave.


"Apa yang kamu lakukan di sini keong racun?" teriak Queen dengan wajah yang sudah berubah merah penuh kemurkaan dan menatap tajam wanita di depannya dengan penuh kebencian.


TBC ...

__ADS_1


__ADS_2