Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku


__ADS_3

Flashback on ...


Di sebuah ruangan pribadi yang berukuran sangat luas dengan desain interior yang mewah lengkap dengan segala furniture lengkap berkualitas tinggi, terlihat seorang pria dengan tubuh sixpack dan parasnya yang sangat tampan. Tentu saja dengan wajah tampannya itu, banyak kaum hawa yang terjerat dalam perangkap cintanya.


Dia adalah Reynaldi Anggara 28 tahun yang lahir dari pasangan Hasan Anggara dan Nayla Ratnasari yang merupakan pengusaha sukses yang merupakan rekan bisnis dari keluarga Raharja.


Reynaldi yang baru saja kembali dari hotel Raharja menemui calon tunangan yang tidak jadi ia nikahi karena menolaknya mentah-mentah, membuat harga dirinya benar-benar merasa terhina.


Tentu saja dirinya sangat tidak terima ada satu wanita yang berani menolaknya dan malah memilih menikah dengan pria miskin yang jauh dari standarnya. Bahkan saingannya tidak setampan dirinya dan itu membuat harga dirinya seolah tercabik-cabik.


Reynaldi berdiri di balkon kamarnya seraya menyalakan rokoknya. Untuk beberapa saat ia terdiam dan menikmati tiap sesap rokok yang dihisapnya seraya menatap ke arah jalanan depan Mansion keluarganya.


Hingga satu batang rokok telah habis, lalu ia mulai mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang. Dan tak lama kemudian suara baritonnya mulai keluar dari bibirnya.


"Ikuti kemana pun nona muda Queen dan pria sialan itu dan jika ada ada kesempatan yang bagus, bunuh dia! Aku ingin dia mati, karena tidak ada yang boleh memiliki Queen selain aku. Jika pria itu mati, nona muda arogan itu tidak akan berlagak lagi."


Tanpa mendengarkan jawaban dari seberang, Reynaldi mematikan sambungan telefon sepihak dan melihat galeri ponselnya. Di mana banyak terdapat foto-foto dari wanita yang ingin sekali dimilikinya. Tentu saja tidak sulit untuk mencari foto-foto dari seorang nona muda yang sangat terkenal yang sering wara-wiri di sosial media.


Reynaldi tidak berkedip menatap foto Queen yang terlihat sedang tersenyum manis di depan kamera. "Lihatlah, kamu bisa menipu semua orang dengan senyuman palsumu. Padahal sebenarnya kamu sangat garang dan menyebalkan karena sangat arogan."


"Akan tetapi, karena sikapmu yang seperti itulah yang membuatku semakin penasaran padamu nona muda. Aku sangat suka dengan sebuah tantangan, karena itu membuat jiwa petualangku semakin menggelora untuk bisa memilikimu. Bagaimana reaksimu saat melihat pria miskin dan tidak berguna itu mati?"


"Aku sudah tidak sabar untuk melihatnya. Saatnya permainan dimulai nona muda." Reynaldi kembali masuk ke dalam kamarnya karena malam sudah semakin larut. Dan saat dirinya hendak membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya, bunyi dering ponselnya mengalihkan perhatiannya.


Tanpa membuang waktu, ia meraih ponsel miliknya yang berada di atas nakas dan bisa dilihatnya anak buahnya yang menghubunginya.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Halo Bos, ada kabar terbaru yang perlu Anda tahu mengenai Nona muda Queen."


"Apa, cepat katakan!"


"Besok pagi mereka mau berangkat ke Bali untuk honeymoon."


"Benarkah, berarti mereka akan meninggalkan Jakarta dan itu akan dengan mudah untuk menghabisi nyawa pria tidak berguna itu."


"Iya Bos, karena itulah saya dan yang lain butuh uang untuk biaya pergi ke Bali."


"Tenang saja, besok pagi pergilah ke Bandara dan tunggu aku di sana! Aku juga ingin pergi ke sana untuk melihat sebuah kehancuran dari nona muda arogan itu."


"Baik Bos, kalau begitu kami bersiap-siap!"


Reynaldi langsung mematikan sambungan telefon sepihak dan mulai memesan tiket pesawat kelas bisnis.


******


Reynaldi tidak berhenti mengepalkan kedua tangannya saat melihat aksi romantis dari Queen dan pria yang sangat dibencinya saat berada di dalam air tengah berciuman. Tentu saja setelah tiba di Bali, ia membuntuti wanita yang sangat membuatnya tertarik itu. Namun, kenyataan yang dilihatnya membuatnya benar-benar sudah tidak sabar ingin menghabisi nyawa dari pria yang telah merebut calon tunangannya.


"Shit ... tingkah mereka benar-benar membuatku terbakar dan sudah tidak sabar untuk menghabisi nyawa pria sialan itu!"


Reynaldi menoleh ke arah 2 anak buahnya yang berdiri tak jauh dari tempatnya. "Hari ini kalian harus berhasil menghabisi nyawa pria miskin itu! Apa kalian mengerti?"

__ADS_1


"Mengerti Bos," ucap 2 pria berbadan gempal itu.


"Ini adalah sebuah perkara yang mudah karena hanya ada 2 pengawal yang menjaga mereka dan sepertinya orang-orang bodoh itu sangat suka melihat para bule yang setengah telanjang itu bertebaran di sekitar pantai. Saat mereka lengah, cepat habisi dia!"


"Aku akan beristirahat dulu di hotel yang ada di sekitar sini. Jika nanti kalian sudah berhasil, hubungi aku!"


2 pria berbadan gempal itu refleks langsung menganggukkan kepalanya dan membungkuk hormat pada sang bos yang sudah berjalan meninggalkan area pantai.


Beberapa jam kemudian, 2 orang suruhan Reynaldi langsung menghubungi bosnya untuk menyaksikan mereka menghabisi nyawa pria yang sudah fokus menatap ke arah beberapa souvenir.


Dan tak lama kemudian, Reynaldi sudah tiba di tempat yang tak jauh dari lapak pedagang souvenir. "Cepat sana, habisi dia dan jangan sampai tertangkap! Para pengawal itu sedang keasyikan melihat para turis yang setengah telanjang. Jadi, dengan sangat mudah kalian bisa membunuh pria sialan itu."


"Baik Bos!"


Salah satu pria berbadan kurus yang bertugas untuk menusuk, telah berjalan ke arah lapak pedagang souvenir dan mulai berpura-pura untuk memilih barang saat berada di dekat sasaran. Tanpa membuang waktu, begitu ada kesempatan, ia langsung menusuk perut pria yang masih fokus melihat-lihat aneka cinderamata.


Lalu, langsung berjalan tenang meninggalkan pria yang sudah merasa kesakitan tanpa berteriak. Dan berlari sekencang-kencangngnya agar pengawal tidak ada yang bisa menangkapnya.


Sementara itu, Reynaldi langsung tersenyum smirk penuh kepuasan begitu melihat Aditya jatuh terhuyung ke belakang dengan darah yang sudah keluar dari perutnya. Sedangkan suara teriakan histeris dari Queen yang sudah menghambur memeluk tubuh lemah pria yang sudah tak sadarkan diri itu menghiasi suasana lapak pedagang aneka souvenir.


"Inilah hukuman untukmu Nona muda Queen, karena berani bermain-main denganku. Ternyata kamu terlihat sangat menyedihkan saat menangisi pria tidak berguna itu. Puaskan saja menangis sampai air matamu habis, setelah itu berlarilah ke pelukanku."


Reynaldi terlihat memakai kacamata hitam dan sebuah topi untuk menutupi wajahnya, duduk di tempat yang disediakan di area pantai sambil tidak mengalihkan pandangannya pada wanita cantik yang sudah dipenuhi oleh air mata saat menangisi pria yang sudah tidak sadarkan diri di tempatnya.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku, Nona muda Queen. Di dunia ini, tidak ada yang tidak bisa aku dapatkan. Termasuk Nona muda arogan sepertimu. Jika aku menginginkan sesuatu, aku harus memilikinya. Meskipun aku harus membunuh sekali pun," batin Reynaldi.

__ADS_1


Flashback off ...


TBC ...


__ADS_2