
Queen mengamati penampilannya yang sudah memakai kebaya pengantin berwarna putih itu di depan cermin, dilihatnya penampilannya yang menurutnya tidak seperti dirinya. Tentu saja melihat dirinya yang akan menikah dengan pria yang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya, membuatnya merasakan perasaan aneh.
Harusnya momen perkawinan adalah momen paling berkesan untukku dan membuatku menjadi seorang wanita yang paling bahagia. Akan tetapi, kenyataannya adalah aku malah terlihat menyedihkan. Hanya orang tuaku dan saudara yang mungkin akan berbahagia, berbeda dengan kami berdua yang akan menikah. Aku dan Aditya sama-sama tidak merasa bahagia, karena kami hanya melakukan sebuah sandiwara pernikahan.
"Bagaimana Nona, apakah Anda puas dengan hasil kerja kami? Jika masih ada yang kurang, maka kami akan menambahkannya seperti yang Nona inginkan," ucap Lila yang merupakan perias utama dari MUA.
Queen menggelengkan kepalanya, lalu mengibaskan tangannya, "Lebih baik kalian pergi, aku sedang ingin sendiri!"
Mendapat pengusiran dari wanita yang sebentar lagi akan menikah itu, membuat empat orang wanita tersebut sama-sama saling bersitatap. Dan mulai menuruti perintah dari sang nona muda, "Baik Nona, kami mohon undur diri!"
Tanpa menjawab perkataan dari para MUA itu, Queen meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Dirinya ber-selfie dan menampilkan senyumannya yang paling manis, lalu mengirimkannya pada nomor pria yang sangat dicintainya.
Aku sudah menuruti perintahmu Daddy, karena aku benar-benar akan menikah hari ini. Apa sekarang Daddy Azriel puas?
Queen mendongak ke atas, berusaha untuk tidak menumpahkan air mata yang hampir saja keluar dari bola matanya. "Jangan menangis Queen, ini bukanlah akhir hidupmu. Karena pernikahan ini hanyalah sandiwara dan tidak akan mengubah hidupmu. Ini hanyalah tentang status di atas kertas saja, dan tidak mengubah kehidupanmu."
"Setelah melihat pesanku, My Hot Daddy Azriel akan menyesali keputusannya!"
Setelah puas mengungkapkan perasaannya, Queen kembali bercermin dan membersihkan matanya yang tadi berkaca-kaca dengan tisu yang berada di depannya. Saat dirinya sibuk dengan kegiatannya, indera pendengarannya menangkap suara dari wanita yang melahirkannya.
__ADS_1
Qisya yang baru saja membuka pintu ruangan kamar putrinya, langsung melangkahkan kakinya yang jenjang untuk menghampiri putrinya yang terlihat duduk di depan cermin, "Queen, apa kamu sudah siap? Mommy ingin melihat penampilan putri kesayangan Mommy, apakah dia terlihat cantik?"
Queen yang sudah selesai membersihkan bola matanya yang berkaca-kaca itu mulai menatap ke arah satu-satunya wanita yang paling disayanginya, lalu ia memeluk sang Mommy yang berdiri menjulang di sebelahnya. "Tentu saja putrimu ini sangat cantik Mom, bahkan aku adalah satu-satunya wanita tercantik di keluarga Raharja hahaha ...."
"Benarkah? Coba Mommy lihat!" Qisya menatap dengan intens wajah cantik putrinya tersebut, tentu saja dirinya bisa membaca pikiran putrinya yang saat ini tidak menentu. Karena menikah dengan pria yang tidak dicintainya, lalu ia mulai memberikan kalimat bernada petuah bijak dari seorang ibu.
"Queen, dengarkan Mommy baik-baik! Daddy dan Mommy selalu melakukan apapun demi kebaikanmu. Jadi jangan pernah berpikir Mommy dan Daddy menjerumuskanmu ke lubang kesengsaraan. Karena di dunia ini tidak ada orang tua yang akan menjerumuskan anaknya. Dan saat kamu nanti menemukan kebahagiaanmu, kamu pasti akan mengingat perkataan Mommy hari ini!"
Sejujurnya Queen sangat malas untuk menanggapi perkataan dari sang Mommy yang dianggapnya sama sekali tidak memahami perasaannya, namun lagi-lagi dirinya harus berpura-pura untuk menerima apapun perkataan dari wanita yang sangat disayanginya tersebut.
"Iya Mom, aku tahu! Tidak perlu berkali-kali mengatakan itu padaku Mom! Aku bukan anak kecil yang harus selalu diingatkan berkali-kali."
Karena aku sedang malas berbicara Mom, sejujurnya hatiku sangat terluka. Akan tetapi, aku sama sekali tidak bisa menunjukkannya. Dan harus selalu berakting di depan kalian.
Queen yang sudah berjalan menuju ke arah lift, tidak mengalihkan pandangannya pada bawahan yang di pakainya, "Mom, ini ribet banget pakai kebaya pengantin seperti ini? Rasanya aku seperti seekor siput yang berjalan sangat lambat, apalagi aku nanti pasti akan menjadi tontonan gratis oleh semua staf rumah sakit."
Qisya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya yang menyebutkan kata siput, "Sebenarnya cara berjalan saat memakai kebaya pengantin yang tidak bisa berjalan cepat itu menunjukkan sebuah kesabaran Sayang."
"Karena saat kalian mengarungi bahtera rumah tangga nanti dibutuhkan banyak kesabaran. Saat menyatukan dua karakter yang berbeda itu membutuhkan waktu yang cukup lama dan juga banyak kesabaran saat kalian berdua nanti mengalami selisih paham ataupun pertengkaran. Akan tetapi, Mommy yakin Aditya bisa bersabar saat menghadapi semua sifat burukmu Queen."
__ADS_1
Bunyi denting lift menandakan pintu sebentar lagi terbuka, dan benar saja begitu pintu terbuka membuat keduanya langsung berjalan keluar.
Queen menolehkan kepalanya ke arah wanita yang sangat disayanginya tersebut, "Mom, kata-kata Mommy itu seolah aku adalah seorang wanita yang paling buruk, sedangkan Aditya adalah pria yang paling baik. Bukannya membela putrinya sendiri, tapi Mommy malah asyik membelanya."
Abymana yang mendengar suara dari putrinya itu, langsung bangkit berdiri dari sofa dan menghampiri dua wanita cantik yang sangat dicintainya, "Bukankah kenyataannya memang begitu? Memangnya kamu lebih baik dari menantu Daddy?"
Mendengar perkataan dari pria yang merupakan cinta pertamanya, membuat Queen mengerucutkan bibirnya. "IIih ... apaan sih, kenapa sekarang pria itu merebut kalian dariku? Menyebalkan sekali!!"
Queen beralih menatap tajam ke arah pria yang sudah terlihat sangat rapi memakai setelan jas berwarna hitam putih itu. "Kamu harus bertanggung jawab, karena telah merebut orang tuaku!!"
Aditya yang daritadi tidak berkedip menatap wajah cantik wanita yang sebentar lagi akan sah menjadi suaminya itu, membuatnya diam-diam mengagumi calon istrinya. Lalu ia bangkit dari sofa dan mulai menanggapi perkataan dari nona muda yang akan dinikahinya.
"Insya Allah aku akan bertanggung jawab padamu Queen, dan aku tidak akan pernah merebut kasih sayang orang tuamu. Karena cinta mereka kepadamu amatlah besar, tidak akan ada yang bisa merebutnya darimu."
Queen hanya menatap jengah ke arah Aditya, "Ternyata kamu pandai juga bersilat lidah, aku pikir pria se-lugu dirimu hanya akan diam saja saat dituduh. Ternyata kamu pintar membuat orang tuaku berada di pihakmu dengan kalimat manismu."
"Sudah ... sudah, tidak perlu membahas hal yang tidak penting! Sekarang kita berangkat ke rumah sakit!" ucap Abymana.
"Iya, daripada nanti terlambat kita berangkat sekarang!" jawab Qisya.
__ADS_1
Queen dan Aditya sama-sama menganggukkan kepalanya, lalu serempak menjawab, "Iya Mom." Lalu keduanya saling bersitatap, dari tatapan keduanya tersirat penuh arti yang bertolak belakang.
Bersambung ...