Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Aku mau lagi


__ADS_3

Tatapan tajam yang dilemparkan Queen, menyiratkan bahwa saat ini ia tengah dikuasai oleh amarah membuncah yang memenuhi jiwanya. Sementara itu, Aditya hanya membiarkan sang istri. Karena jika tidak, amarah yang dirasakan oleh wanita itu menurutnya bagaikan sebuah bom waktu yang bisa kapan saja meledak dan sanggup meluluhlantakan hidupnya.


Ia masih berusaha untuk tersenyum, yang menyiratkan sebuah permohonan agar wanita itu mau meredam emosi yang mungkin sudah bergejolak di dadanya, karena merasa sangat keberatan saat mendapati kenyataan yang baru saja di dengarnya.


"Kita bicarakan ini di kamar, Sayang." Aditya beralih menatap ke arah sosok wanita mungil yang terlihat masih sangat cantik, meskipun usianya tidak lagi muda. "Kami ke kamar dulu, Ma."


"Baiklah, nasehati istrimu, agar mau membuang sifat buruknya dan juga sikap arogan yang melekat pada dirinya," jawab Qisya yang sudah melambaikan tangan begitu kembali melangkah keluar pintu utama penuh ukiran dan berwarna coklat di belakangnya.


Sementara itu, Aditya kembali meraih pinggang ramping wanita yang masih menampilkan wajah masam dengan bibir mengerucut 5 centi dan mengajaknya untuk naik ke lantai atas dengan lift yang ada di samping kiri kamar tamu.


"Jangan cemberut terus, Sayang. Nanti bibirmu yang sangat seksi berubah seperti bebek," bisik Aditya di dekat daun telinga sang istri sambil terkekeh.


"Biarin," jawab Queen dengan bersungut-sungut. Kemudian berjalan keluar dari ruangan kotak besi yang sudah membawanya ke lantai atas, di mana ruangan kamarnya berada. Meninggalkan pria yang membuatnya merasa kesal, karena sama sekali tidak berkomentar apa-apa saat ia mengungkapkan penolakannya.


Queen melangkah masuk ke dalam ruangan pribadinya dan langsung menuju ke arah kamar mandi setelah sebelumnya melepas hijab yang dipakainya. Ia mencuci tangan dengan sabun antiseptik aroma terapi dan membasuh wajah dan mengikat rambut panjangnya menjadi kepang yang lebih praktis. Kemudian berjalan keluar untuk melanjutkan perdebatannya mengenai hal konyol yang sama sekali tidak diinginkannya.


"Pokoknya aku tidak setuju," sarkas Queen dengan netra kecoklatan yang sudah berapi-api.


Aditya berjalan mendekat, meraih pinggul Queen dan menariknya mendekat. Queen yang lebih pendek tanpa sepatu bertumit, membuat Aditya seolah-olah berharga dan mempunyai sebuah kuasa untuk menguasai tubuh ramping terbalut gaun syar'i itu. Ia memang sengaja untuk memadamkan api yang menguasai jiwa sang istri dengan sebuah sentuhan fisik yang sangat didambakan oleh wanita yang hanya diam dan pasrah atas perbuatannya.


Aditya menarik Queen lebih dekat dan hawa panas mulai menjalari seluruh tubuh keduanya. Bahkan gairahnya pun sudah menguasai seluruh tubuhnya. "Aku menginginkanmu, kita lanjutkan sesuatu yang tertunda tadi."

__ADS_1


Selama beberapa saat yang memabukkan, Queen merasakan sensasi luar biasa. Ia meyakinkan diri bahwa emosi yang meningkat di dalam dirinya hanya sementara. Make love selalu berhasil menyentuhnya secara emosional. Bahkan ketika pria itu menggapai dirinya, ia menyusup ke dalam pelukan pria itu, bahkan tanpa berpikir. Rasanya seperti hal yang paling dibutuhkan.


Mereka berdua masih berpelukan erat dengan jantung berdebar dan kulit memanas.


Sementara itu, sudut bibir Aditya melengkung ke atas karena rencananya berhasil dan jemarinya menahan punggung Queen. Kemudian Aditya sedikit menunduk untuk meraup bibir ranum sensual yang selalu menggodanya.


Queen memeluk leher Aditya, jemarinya yang lentik menarik-narik helai rambut pendek pria itu, menjelajahinya. Mulut dan lidah Aditya yang sangat menggoda, membuatnya semakin bergairah, seolah tungkainya terlepas dari tempatnya karena merasa sangat lemas dan goyah karena bibir Aditya menggodanya tanpa ampun.


Setelah beberapa saat yang memabukkan, Aditya menarik diri dengan napas yang tersengal. Menatap wajah cantik yang sudah memerah tersebut, mengarahkan tangannya untuk membelai dan menyapu setiap sudut bibir sensual yang menjadi candunya. "Kita mulai sekarang, Sayang."


Queen seolah sudah tenggelam dalam kekuatan pria yang sudah membuatnya mabuk kepayang. Ia yang sudah terbakar gairah, hampir tidak menyadari bahwa gaun dengan resleting belakang sudah terlepas dari tubuhnya. Sekarang tidak ada penghalang apa pun di antara mereka. Bahkan sang suami sudah menariknya ke atas tubuh kekar nan atletis itu ketika berbaring bdi atas ranjang, hingga dadanya menindih dada bidang tersebut.


"Biarkan aku yang memimpin," ucap Aditya dengan suara seraknya.


Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Queen sudah sibuk menyentuh otot perut kotak-kotak dan merasakan sensasi dari kegiatannya menjelajahi tubuh nan seksi sang suami. Namun, itu hanya sementara, karena ia refleks memejamkan kedua matanya karena tidak mampu menahan erangan penuh kepuasan saat merasakan bibir tebal dari Aditya menggoda puncak dua dadanya dan membuat napasnya seolah tercekat dan juga berhasil bergelinjang hebat.


Queen menjerit dan meremas rambut sang suami yang masih memainkan puncak dadanya, sedangkan tangannya sudah sibuk melepaskan penutup terakhir bagian inti miliknya dan mulai melepaskan dirinya untuk sesaat. Karena pria yang menjulang di atas tubuhnya tengah sibuk melepaskan penutup tubuhnya, mulai dari kemeja dan terakhir adalah membuka resleting celana untuk menurunkanya dari kaki kokoh tersebut.


Tangan Aditya yang masih sibuk bergerak untuk melepaskan ****** ***** dan mendorongnya ke bawah dan menatap parau wanita di bawahnya. "Katakan padaku, Sayang."


"Katakan apa, My hubbiy," tanya Queen dengan suara serak yang menandakan bahwa ia saat ini membutuhkan lebih dari sentuhan.

__ADS_1


"Katakan kamu membutuhkanku," jawab Aditya dengan tersenyum menyeringai.


"Dasar nakal," ujar Queen yang sudah menarik tubuh kekar yang masih menjulang dengan menahan lutut di kedua sisi tubuhnya. "Aku membutuhkanmu untuk memuaskan hasrat yang sudah kamu bangkitkan, My hubbiy. Cepatlah."


Aditya refleks langsung tersenyum dan mulai menyatukan tubuhnya dan terus mendorong dengan irama stabil. Terlihat ia menggertakkan rahang, ekspresi intens, penuh konsentrasi untuk membuat wanita yang berada di bawahnya melenguh dan mendesah dengan perbuatannya.


Sementara Queen yang sudah bergerak seperti cacing kepanasan, mencengkeram Aditya sangat erat dengan pahanya dan merasakan sensasi kenikmatan menerjangnya yang membawanya terbang menuju puncak kenikmatan yang selalu diberikan oleh pria yang mulai mengeluarkan suara parau dan merasakan tubuh mereka sama-sama menegang saat mencapai klimaks.


Aditya jatuh terkulai lemas dengan peluh yang membanjiri tubuh polosnya setelah beberapa menit sibuk memuaskan hasratnya dan juga gairah dari sang istri. Kemudian ia menarik diri dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara itu, Queen yang masih memejamkan kedua matanya, mencoba menormalkan deru napasnya. Karena ia masih sangat malas turun dari ranjang, tetapi rasa risi di bagian inti miliknya berhasil membuatnya terpaksa bangkit dari atas ranjang dan berjalan menyusul sang suami yang terlihat sudah berdiri di bawah guyuran air shower.


Karena ingin menggoda pria yang sudah sibuk membersihkan diri itu, Queen menghambur memeluk erat tubuh kekar Aditya dari belakang dan bibirnya sibuk menjelajahi setiap inchi sang suami. Entah mengapa, semenjak hamil, ia merasakan gairahnya semakin besar saat melihat tubuh atletis sang suami saat telanjang.


"My hubbiy, aku mau lagi."


Refleks Aditya menoleh ke arah samping kanan dengan mata membulat, "A-apa? Mau lagi? Kamu nggak salah, Sayang? Aku bahkan sudah hampir selesai mandi."


"Ya, mandi lagi nanti. Apa susahnya. Ayo, kita main lagi," ucap Queen yang sudah membalikkan tubuh Aditya agar menghadap ke arahnya dan langsung bergerak untuk menyesap setiap sudut tubuh sixpack di depannya.


TBC ...

__ADS_1


__ADS_2