Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Menemui calon istri asli


__ADS_3

Queen yang merasa sangat kesal karena mendapat kalimat sindiran menohok dari pria yang terlihat sangat tenang itu, menatap tajam Aditya dengan tatapan penuh kemurkaan.


"Jadi kamu bilang kalau aku ini adalah calon istri palsumu begitu? Kamu memang laki-laki berwajah tenang seperti air, tapi diam-diam bisa menghanyutkan seseorang ke dalamnya. Kata-katamu memang sangat pedas sekali."


"Mohon maafkan saya jika perkataan saya melukai perasaan dari Nona, bukan maksud saya seperti itu. Namun bukankah memang pada kenyataannya seperti itu? Bukankah saya kemarin sudah mengatakan yang sejujurnya pada Anda bahwa saya sebenarnya sudah mempunyai seorang calon istri!"


"Aku mengingatnya, tapi kata-katamu yang menyebutkan aku calon istri palsu itu benar-benar sangat merendahkan harga diriku. Apa kau tahu itu? Seolah aku ini adalah seorang wanita yang tidak laku saja karena menjadi seorang calon istri palsu dari pria lain."


Aditya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah dari wanita yang terlihat sedang bersungut-sungut padanya.


"Maafkan saya Nona Muda jika Anda merasa tersinggung, sebenarnya saya tidak bermaksud untuk menyinggung Anda. Tapi saya hanya bicara dengan jujur, karena saya memang tidak suka untuk berbohong. Tapi prinsip yang selalu saya pegang teguh ini hancur dalam semalam karena kecelakaan Ayah saya. Jadi saya menghancurkan prinsip hidup saya demi kesembuhan Ayah saya, tapi saya tidak akan pernah menyesalinya."


"Dan sekarang saya juga harus membohongi calon istri saya untuk memutuskan hubungan kami. Bahkan saya benar-benar sedang menyiapkan hati untuk mengatakan sebuah kebohongan yang akan menyakiti perasaan wanita yang akan saya jadikan istri, ternyata Tuhan memang tidak merestui hubungan kami. Dan saya harus bisa menerima bahwa wanita yang saya yakini adalah calon istri saya bukanlah jodoh saya."


Queen memegangi pangkal hidungnya karena dirinya merasa bosan mendengar perkataan dari pria yang berada di depannya.


"Kamu terlalu banyak bicara dan terlalu banyak berpikir jauh, kalian berdua hanya berpisah untuk sementara. Nanti juga kalian berdua akan menikah, jadi jangan terlalu lebay seperti itu. Anggap saja kalian berpisah sementara karena mengalami hubungan LDR. Selesai kan masalahnya! Jangan buat hal sepele menjadi terkesan ribet, karena saat kita mengakhiri hubungan palsu ini, maka kamu bisa kembali dengan calon istrimu itu."


"Seandainya semuanya semudah itu Nona Muda. Apa Anda pun akan kembali dengan Hot Daddy Nona yang di sebutkan oleh orang tua Anda tadi? Sebenarnya siapa Hot Daddy yang di maksud itu?"


Queen menatap jengah ke arah Aditya, "Itu bukan urusanmu. Yang jelas Hot Daddy ku itu jauh lebih tampan dari kamu. Di dunia ini tidak ada yang mengalahkan ketampanan dan kebaikannya."


"Jadi begitu ya Nona, sayang sekali sepertinya saya tidak mempercayai perkataan Nona sebelum saya melihatnya sendiri. Karena kata calon istri saya, saya adalah laki-laki paling tampan di dunia ini. Karena itulah sepertinya saya lebih tampan dari Hot Daddy Nona."


Begitu mendengar perkataan dari Aditya yang menurutnya terlalu percaya diri itu, membuat Queen merasa terhina. Karena merasa tidak terima dengan perkataan dari Aditya, akhirnya dirinya meraih ponselnya yang berada di saku gaun yang di pakainya dan mulai membuka galeri foto miliknya.


"Kamu terlalu percaya diri, aku akan menunjukkan padamu bahwa kamu tidak ada apa-apanya dari My Hot Daddy. Nih lihat!!"

__ADS_1



Aditya mulai menatap ke arah sebuah foto seorang pria yang sedang duduk di sofa sambil menatap dengan serius sebuah dokumen di tangannya.


Ternyata benar apa yang di katakan oleh Nona Muda arogan ini. Pria ini memang sangat tampan, pantas saja ia sangat memujinya. Lalu dimana dia? Kenapa orang tua Nona arogan ini tidak merestui hubungan mereka?


"Ternyata Anda memang benar, Hot Daddy Nona memang sangat tampan. Saya memang tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengannya."


"Ya iyalah, kamu bahkan tidak ada seujung kuku pun dari My Hot Daddy. Karena itulah di dunia ini tidak akan ada yang bisa untuk menggantikan posisinya di hatiku."


Queen tidak berkedip menatap foto itu di ponselnya, dirinya seolah menjadi melow jika menatap wajah tampan pria yang dari dulu masih di cintainya.


"Lalu dimana Hot Daddy Nona? Kenapa Nona tidak memintanya untuk segera menikahi Nona? Agar masalah yang Anda hadapi beres. Apa dia sedang berada di luar negeri? Sehingga belum bisa menikahi Nona?"


Aditya menatap wanita yang sedang menundukkan kepalanya menatap foto pria yang ada di ponselnya, dirinya mencoba mengorek informasi tentang pria yang sangat di cintai oleh calon istrinya.


Queen menatap curiga kepada Aditya, karena dirinya sangat tidak suka dengan orang yang terlalu mencampuri urusannya. Apalagi urusan pribadinya yang selama ini dirinya pendam dan tidak ada orang yang tahu akan perasaannya.


"Kamu tidak perlu tahu, karena ini bukanlah urusanmu. Jadi jangan ikut campur dengan urusan yang bukan urusanmu. Jika kamu masih ingin menghirup udara segar, maka jangan banyak bertanya. Karena mulutmu bisa menjadi penyebab kematianmu."


"Saya akan selalu mengingat kata-kata Anda Nona. Sebenarnya saya tidak berniat ingin tahu atau apa, tapi siapa tahu Nona membutuhkan sosok teman berbagi cerita tentang Hot Daddy Nona itu. Saya siap untuk menjadi pendengar, tapi jika Nona tidak merasa keberatan tentunya. Jika Nona keberatan, bukan masalah untuk saya."


"Tidak perlu, aku sama sekali tidak membutuhkan orang untuk mendengar keluh kesahku, karena aku bukanlah orang yang tidak bahagia atau wanita yang suka mengeluh. Aku adalah wanita yang bahagia karena memiliki segalanya. Jadi lupakan niatmu itu, dan pergilah! Aku sudah bosan melihat wajahmu yang jelek itu."


Queen mengibaskan tangannya dan berbalik berjalan meninggalkan pria yang masih diam di tempatnya.


Aditya refleks mengeluarkan suaranya untuk menghentikan langkah kaki wanita yang sudah empat langkah meninggalkannya.

__ADS_1


"Tunggu Nona Muda!"


Queen seketika menghentikan langkahnya, kemudian dirinya menoleh ke arah pria yang saat ini tengah menatapnya.


"Apa lagi?"


"Apa saya boleh meminta tolong pada Nona?"


"Meminta tolong apa? Aku tidak bisa, lebih baik kamu segera pergi dari sini!"


"Tolong temani saya menemui calon istri saya yang asli!"


Queen yang merasa sangat terkejut begitu mendengar perkataan dari Aditya seketika membulatkan kedua matanya.


"Whaaaaat?!!! Kamu memintaku untuk menemui wanita yang kamu bilang calon istri aslimu itu?"


"Iya Nona, karena calon istri saya sangat mencintai saya dan juga sangat mempercayai saya. Dia tidak akan mau berpisah dan tidak akan pernah mempercayai perkataan saya, bahwa saya akan menikah dengan Anda besok. Jika calon istri saya tidak percaya, maka kita tidak akan bisa melanjutkan rencana kita."


Queen mencoba menelaah dan memikirkan keputusan yang akan di ambilnya begitu mendengar perkataan dari pria yang berada di depannya.


Malas banget aku harus menemui calon istri aslinya itu. Bukankah nanti seolah akan menunjukkan aku adalah perebut kekasih wanita lain? Mau di taruh di mana mukaku ini? Seorang Queen dari keluarga Raharja merebut calon suami dari wanita lain. Astaga ... sangat memalukan, tapi jika wanita itu tidak percaya bagaimana?


Bukankah itu akan sangat merepotkan juga. Bagaimana jika gara-gara wanita itu, membuat masalah ke depannya? Lagipula pria bodoh ini juga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya pada wanita itu bahwa pernikahan kami hanyalah sandiwara semata.


Karena jika sampai wanita itu tahu, maka akan mempermalukan aku dan keluarga Raharja. Bukankah aku harus mengawasi pria ini juga agar tidak mengatakan yang sebenarnya pada calon istrinya itu? Karena jika sampai ini tercium oleh awak media, maka aku akan di mendapatkan hukuman berat oleh Daddy dan Mommy, gumam Queen.


"Baiklah, aku akan menemanimu menemui calon istri aslimu itu, agar dia percaya apa yang kamu katakan."

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2