Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Mas kawin


__ADS_3

Queen menatap tajam ke arah Aditya, perkataan bernada vulgar dari pria yang berada di depannya tersebut membuatnya menjadi murka.


"Apa kamu bilang?!! Apa kamu pikir setelah kita menikah, ada yang berubah di antara hubungan kita? Jangan pernah bermimpi, karena semua itu tidak akan pernah terjadi. Ini hanyalah sebuah pernikahan palsu, karena meski kita sudah sah menjadi pasangan suami istri besok, tidak akan ada yang berubah di antara kita."


"Kamu hanyalah pria yang aku bayar untuk bekerja denganku! Aku sudah membayarmu di muka, jadi kamu harus bekerja dengan baik! Jadi jangan berpikir kamu bisa menyentuhku walau itu hanya seujung kuku sekalipun. Apa kamu mengerti apa yang aku katakan?"


Aditya hanya bisa tersenyum tipis menanggapi kemarahan dari sang Nona Muda yang menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Aku mengerti Nona muda Queen, tapi apa aku boleh mengatakan sesuatu kepadamu?"


Queen mengerutkan keningnya, "Memangnya apa yang ingin kamu katakan?"


"Apa kamu mengerti apa arti dari sebuah pernikahan?"


"Tentu saja aku sangat tahu, tapi aku tidak menganggap besok adalah sebuah pernikahan. Karena itu hanyalah sebuah perjanjian yang sama-sama akan menguntungkan kita. Kamu merasa untung karena Ayahmu bisa selamat dan kamu tidak perlu bersusah payah memikirkan uang untuk biaya perawatan Ayahmu."


"Begitupun juga denganku, aku merasa di untungkan juga karena bisa bebas dari perjodohan yang akan di lakukan oleh orang tuaku. Jadi, yang kita lakukan ini hanyalah sebuah sandiwara. Aku harus mengingatkanmu berkali-kali, agar kamu tidak lupa diri dan keluar batas."


"Akan tetapi besok aku akan melakukan akad nikah dengan seorang Ayah dari wanita yang akan aku nikahi. Dan arti dari akad itu sendiri adalah perjanjian, bukan hanya di hadapan orang tua dan saksi saja, tapi aku telah berjanji kepada Allah untuk membina keluarga. Memantapkan hati untuk membimbing, menafkahi, dan memberikan arahan yang baik, serta menjaga istri dan keturunan."

__ADS_1


"Menikah merupakan salah satu sunah Nabi Muhammad SAW. Dalam Islam sendiri, ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa hukum menikah adalah wajib dan sebagian lagi mengatakan mubah atau sunah. Karena itulah pernikahan di sebut sebagai suatu hal yang sakral, artinya setiap orang termasuk umat muslim tidak boleh menyepelekan dan main-main dengan pernikahan."


"Sebisa mungkin pernikahan di lakukan satu kali seumur hidup, dan hal itulah yang dari dulu menjadi prinsip yang saya pegang teguh hingga sekarang Nona Muda Queen."


Queen memijat pelipisnya begitu mendengar penjelasan panjang lebar dari pria yang membuatnya merasa sangat emosi.


"Sepertinya kamu sudah mulai melupakan perjanjian kita yang semalam, jadi aku akan membuatkan sebuah surat perjanjian di atas hitam putih agar kamu tidak mangkir. Kamu tidak perlu menjelaskan tentang semua hal tentang pernikahan, karena aku sangat tahu itu tanpa kamu menjelaskannya. Aku bukan anak SD yang tidak paham akan hal itu!"


"Anggap saja kita hanya sedang syuting film besok, karena memang semuanya hanyalah sebuah sandiwara. Kamu tenang saja, jangan memikirkan tentang hal yang muluk-muluk. Kamu tidak akan berdosa karena kamu melakukan sandiwara pernikahan ini untuk menyelamatkan Ayahmu."


"Begitupun juga denganku, aku merasa kalau yang aku lakukan ini tidak salah. Karena bukankah kita harus menikah dengan orang yang kita cintai? Agar bisa seperti yang kamu katakan itu, yakni menikah satu kali seumur hidup. Karena menurutku jika kita di paksa menikah dengan dasar perjodohan, yang ada malah rumah tangga akan hancur karena merasa tidak ada kecocokan."


"Jadi kamu menyuruhku untuk menerima perjodohan dengan laki-laki sok kegantengan itu? Astaga ... jika aku menikah dengan si Reynaldi itu, mungkin aku setiap hari akan mual dan muntah melihat tingkahnya. Bukannya bahagia, yang ada aku malah akan stroke karena setiap hari merasa stres. Dan aku tidak mau itu terjadi, karena aku masih sayang nyawaku."


"Aku pun akan menikah dengan My Hot Daddy yang sangat aku cintai. Dan aku akan tetap bersabar menunggu masa itu tiba. Jadi kita akan mengakhiri perjanjian kita setelah aku mengakhirinya sendiri, karena akulah yang berhak memutuskan kapan kita mengakhiri sandiwara pernikahan ini."


Queen menghempaskan tubuhnya di atas kursi yang berada di sebuah coffe shop. Kakinya yang merasa pegal karena daritadi terlalu lama berdiri di depan lift karena asyik berdebat dengan pria yang sudah duduk di hadapannya itu.


"Baiklah Nona, aku akan mengikuti kemana takdir akan membawa pernikahan kita ini. Akan tetapi, aku akan berusaha menjadi sosok suami yang baik meskipun Nona Muda Queen hanya menganggap pernikahan ini adalah sebuah sandiwara."

__ADS_1


"Terserah apa yang kamu ingin lakukan, yang penting satu hal yang harus kamu camkan baik-baik. Jangan pernah menyentuhku! Jika sampai kamu melakukannya, maka aku tidak segan-segan menghabisimu. Karena Daddy dan Mommy pasti akan menyuruh kamu tinggal di Mansion, dan tentu saja setelah kita besok menikah, kita akan tinggal dalam satu kamar yang sama."


"Karena itu aku ingin mengatakan peraturan yang harus kamu patuhi saat kamu tinggal di kamarku."


Aditya mengerutkan keningnya, netra pekatnya daritadi menatap dengan intens wajah cantik wanita yang daritadi menekuk wajahnya dan bersungut-sungut.


"Peraturan? Memangnya peraturan apa yang akan kamu buat saat kita berada di dalam satu kamar yang sama?"


"Peraturan pertama adalah kamu tidur di sofa. Yang kedua, kamu harus membawa baju ganti di dalam kamar mandi, karena aku tidak ingin melihatmu berjalan keluar dari kamar mandi dalam keadaan tidak memakai pakaian. Sepertinya untuk sementara cuma itu saja, nanti akan aku tambahkan jika aku menemukan hal yang perlu kamu lakukan!"


Setelah berbicara panjang lebar, Queen yang merasa haus langsung menyeruput secangkir espresso yang tadi di pesannya tadi, kemudian ia menatap ke arah pria yang juga tengah menikmati minumannya, yakni hanyalah teh hangat.


"Kamu tidak minum kopi? Jadi kamu sudah paham apa yang aku katakan padamu bukan?"


Aditya yang sudah menaruh gelasnya di atas meja, ia kemudian menatap ke arah wanita yang saat ini tengah menatapnya.


"Tentu saja saya sangat mengerti Nona muda Queen. Aku akan mengikuti semua yang Nona katakan. Ada satu hal yang ingin saya tanyakan padamu. Apa yang kamu inginkan sebagai mas kawin? Karena aku akan menggunakan uang aku sendiri sebagai mas kawin."


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2