Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Apakah kamu masih mencintai pria itu?


__ADS_3

🍃 1 bulan kemudian 🍃


1 bulan setelah kejadian berdarah, yakni penusukan yang dilakukan oleh Reynaldi pada Aditya di Bali saat pasangan pengantin baru itu berbulan madu, akhirnya Queen dan sang suami yang sudah sembuh, berencana untuk kembali ke Jakarta hari ini. Sedangkan untuk kasus Reynaldi masih menjalani proses sidang yang belum menghasilkan vonis hakim karena Aditya tidak pernah mau datang ke pengadilan sebagai korban untuk menjadi saksi.


Tentu saja hal itu bukan merupakan keinginannya sendiri, karena itu adalah perintah tegas dari sang istri yang sama sekali tidak mengijinkannya untuk menemui adiknya atau pun ibu kandungnya. Bahkan beberapa kali sang ibu datang ke rumah sakit untuk mencoba menemuinya. Namun, penjagaan ketat di depan ruangan perawatan membuat wanita paruh baya tersebut tidak bisa masuk karena selalu di hadang oleh para pengawal.


Sebenarnya Aditya bisa mendengar suara teriakan dari wanita yang tak lain adalah ibunya yang berisik di luar karena ingin bertemu dengannya. Akan tetapi, tatapan menghunus dari sang istri membuatnya tidak bisa berkutik. Karena tidak ingin membuat rumah tangganya berakhir dengan sebuah pertengkaran, ia hanya menurut saja apa pun perintah dari sang istri.


Dan selama 1 bulan itu, ia sama sekali tidak pernah bertemu dengan ibu dan juga adiknya. Saat ini ia tengah berada di Bandar Udara Ngurah Rai. Suasana di bandara yang penuh dengan orang-orang mulai peribumi dan mancanegara terlihat memenuhi bandara. Aditya hanya duduk saja, karena semuanya sudah diatur oleh Dave yang merupakan orang kepercayaan istrinya.


Ia hanya sibuk menatap ke arah sang istri yang saat ini tengah memakai gaun syar'i berwarna ungu dengan hijab berwarna senada yang melindungi mahkotanya. Sebuah kebahagiaan sempurna dirasakannya saat melihat sang istri yang memutuskan untuk menutup auratnya. Meski wanita yang sudah 1 bulan lebih dinikahinya itu masih belum bisa merubah sifat arogannya, tapi ia tetap bersyukur atas kebahagiaan yang dirasakannya.


Queen masih sibuk dengan ponsel miliknya karena banyak rekan sesama dokter yang menanyakan kepadanya kapan akan kembali ke rumah sakit. Tentu saja ada banyak pasien yang menanyakan tentangnya. Hal itu dikarenakan ia adalah dokter tebaik yang paling dicari oleh pasien yang mengalami kelainan pada tulangnya.


Saat ia sedang sibuk membalas pesan dari rekan sesama dokter, indera pendengarannya bisa menangkap suara dari pria yang duduk di sebelahnya.


"Aku cemburu," ucap Aditya yang dari tadi tidak berkedip menatap ke arah sang istri yang asyik menunduk menatap ponselnya.


Tentu saja Queen mulai mengangkat pandangannya dan langsung menoleh ke arah pria yang intens menatapnya. "Cemburu? Pada siapa?" ucap Queen yang sudah menatap ke sekelilingnya. "Tidak ada pria di sebelahku pun"


"Aku tidak cemburu pada pria lain Sayang."


"Lalu?" Queen mengerutkan keningnya karena merasa tidak mengerti dengan perkataan ambigu dari suaminya.


Refleks Aditya merebut ponsel pintar milik sang istri yang dari tadi berada di tangannya. "Kamu lebih asyik dengan ponselmu daripada melihatku. Aku dari tadi kamu cuekin, aku cemburu pada ponselmu. Seandainya aku jadi ponsel, aku pasti lebih bahagia karena kamu tatap terus dan tidak pernah lepas dari perhatianmu."


Setelah mengungkapkan kekesalannya, Aditya yang sudah membawa ponsel milik wanita yang sudah mulai menampilkan wajah masamnya itu, langsung memasukkan benda pipih itu ke saku blazer berwarna hitam yang dipakainya. "Biarkan ponsel kita berpacaran, karena aku ingin berpacaran dengan istriku."

__ADS_1


Queen refleks menyunggingkan senyumnya saat melihat tingkah konyol, tapi romantis dari pria yang sudah meraih pergelangan tangannya saat bangkit dari kursi tunggu.


"Kamu lebay My hubbiy, mana ada ponsel pacaran. Ada-ada saja, kamu yakin ingin jadi ponsel? Nggak nyesel?" ejek Queen dengan tersenyum sinis.


"Sepertinya aku akan benar-benar menyesal jika jadi ponsel karena aku tidak akan bisa menyentuhmu dan memelukmu saat malam hari." Aditya sudah menghela tubuh sang istri untuk berjalan menuju ke arah pintu masuk menuju ke area di mana pesawat Raharja Airline berada. Karena Dave sudah memberikan sebuah kode untuk segera masuk.


"Dasar mesum," ucap Queen yang sudah mengarahkan tangannya untuk mencubit paha pria yang terkekeh di sampingnya.


"Kamu lebih suka yang mana Sayang? Aku diam dan datar atau aku yang mesum seperti ini?" Aditya mencoba mencari tahu tentang apa yang ada di pikiran wanita yang langsung menoleh ke arahnya. Meski dirinya sangat tahu jawaban dari pertanyaannya. Namun, ia ingin membuat istrinya menjawab dengan jujur pertanyaannya.


"Entahlah," jawab Queen yang enggan untuk menjawab pertanyaan dari pria yang masih tidak mengalihkan pandangannya darinya.


"Tentu saja aku tidak suka pria datar karena aku lebih suka kamu yang sekarang dan selalu apa adanya My hubbiy," gumam Queen.


"Jawabanmu sama sekali tidak membuatku merasa puas." Aditya masih menggandeng tangan wanita yang sudah mulai menapak anak tangga pesawat pribadi milik keluarga Raharja.


"Sepertinya kamu harus di hukum Sayang!" Aditya mempercepat langkahnya agar bisa mengejar wanita yang sudah masuk ke dalam pesawat dan dilihatnya sudah duduk di tempatnya.


"Jangan duduk di sana!"


"Memangnya kenapa?" Queen menatap ke arah sekeliling dan melihat ke area tempat duduknya.


"Aku tidak mau duduk di situ," ucap Aditya yang sudah menarik tangan Queen dan berjalan ke arah ruangan pribadi yang berada di dalam pesawat.


"Kamu mau ngapain My hubbiy? Jangan bilang kamu mau ...." Queen tidak melanjutkan perkataannya karena merasa sangat malu mengungkapkan kalimat bernada vulgar.


"Bukankah momen bulan madu kita gagal di Bali, kita bulan madu saja di dalam pesawat. Karena sudah 1 bulan bukan kita tidak melakukannya?" Aditya agak sedikit membungkuk dan meraup tubuh istrinya ke atas lengan kokohnya untuk menggendongnya ala bridal style saat membawanya ke ruangan pribadi di dalam pesawat.

__ADS_1


Queen refleks menjerit saat tubuhnya melayang ke atas. "Aaarrh ... kamu benar-benar tidak tahu malu My hubbiy."


"Aku tidak enak melakukannya di rumah sakit saat kondisiku sudah membaik. Akan tetapi, hari ini aku tidak akan memperdulikan para pengawal yang melihat kita. Ayo kita mengukir sejarah di dalam pesawat ini sebagai kenang-kenangan bahwa kita pernah berbulan madu di udara saat di Bali."


Queen hanya diam tanpa menjawab perkataan dari pria yang sudah menatapnya dengan tatapan intens. Kini, ia sudah berbaring di atas ranjang dan pria yang baru saja menurunkannya itu mulai naik ke atas ranjang dan mendekatkan wajahnya untuk berusaha menciumnya.


Dan saat bibir suaminya mulai mendarat di bibirnya, ia merasakan perutnya seperti di aduk-aduk dan membuatnya sangat mual. Sehingga ia langsung mendorong dada bidang pria yang sudah berada di atas tubuhnya. Dengan posisi membekap mulutnya agar tidak muntah di atas ranjang, Queen berlari ke arah kamar mandi dan langsung memuntahkan semua isi perutnya di toilet.


"Hoeeek ... hoeeek ...."


Aditya yang jatuh terjungkal ke sisi kanan ranjang, langsung buru-buru berjalan masuk ke toilet untuk melihat kondisi istrinya yang bisa didengarnya tengah muntah-muntah.


"Sayang, kamu ...."


"Sepertinya aku masuk angin," ucap Queen yang memotong pembicaraan dari suaminya yang sudah memijat tengkuknya.


"Bukan, kamu tidak masuk angin."


"Apa kamu berpikir aku sedang hamil?" tanya Queen dengan wajah pucatnya.


Aditya menganggukkan kepalanya. "Iya, sepertinya kamu hamil Sayang!"


"Jika benar aku hamil, orang pertama yang ingin aku hubungi adalah Daddy Azriel. Karena dia selalu bilang agar aku cepat menikah dan memiliki momongan. Aku ingin melihat reaksinya." Queen bangkit dari posisinya yang dari tadi berjongkok dan membersihkan bekas muntahannya yang berada di mulutnya seraya berkumur-kumur.


"Apakah kamu masih mencintai pria itu?" tanya Aditya yang merasa kecewa karena wanita yang ia cintai malah menyebut nama pria lain saat hamil anaknya.


Queen sama sekali tidak berniat untuk menjawab pertanyaan dari pria yang masih menatapnya dengan intens. Karena kepalanya yang sangat pusing, membuatnya ingin segera berbaring di atas ranjang.

__ADS_1


TBC ...


__ADS_2