Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan

Terpaksa Menikahi Nona Muda Arogan
Pintar sekali bersilat lidah


__ADS_3

Queen yang dari tadi mengamati sosok pengantin yang dari tadi terlihat sangat senang saat bisa bertemu dengan suaminya, membuatnya merasa sangat cemburu. Dan saat wanita yang pernah menyukai suaminya itu mengulurkan tangan kepadanya, ia hanya menampilkan ekspresi wajah tidak sukanya.


"Queen." Menjabat tangan wanita di depannya.


"Silvana. Senang berkenalan dengan Anda Nona muda, ternyata Abang Aditya menikah dengan wanita luar biasa seperti Nona. Selamat atas pernikahan kalian."


"Terima kasih," ucap Queen masih dengan wajah datarnya.


Aditya meraih pergelangan tangan Queen dan mengusap lembut punggung tangannya. Kemudian mulai menyahuti perkataan dari adik sahabatnya.


"Terima kasih Silvana. Istriku memanglah seorang wanita yang sangat luar biasa, bukan karena dia seorang nona muda, tapi karena istriku sangatlah mencintaiku. Begitu juga denganku, aku juga sangat mencintai istriku."


Aku tahu kamu sedang cemburu padaku, Queen. Bahkan kamu cemburu pada Silvana yang sudah mau menikah. Meski konyol, tapi aku menyukai kecemburuanmu itu. Karena itu menunjukkan bahwa kamu sangat mencintaiku. Terima kasih atas cintamu yang begitu besar padaku, istriku. Batin Aditya.


Queen merasa sangat terharu dengan kata-kata dari Aditya yang mengatakan sangat mencintainya di depan wanita yang membuatnya cemburu itu. Kemudian dirinya menyunggingkan senyumnya saat sang suami tersenyum ke arahnya.


"Terima kasih My Hubbiy!"


"Hubby atau Hubbiy? Suami atau orang yang dicintai?" tanya Aditya dengan tatapan penuh pertanyaan.


"Tentu saja dua-duanya, karena itulah kenyataannya. Oh ya, kita harus segera berangkat pergi ke Bandara bukan?" ucap Queen yang merasa tidak nyaman berada di depan wanita yang menatap ke arah suaminya.


"Ke Bandara? Memangnya Nona muda dan Abang Aditya mau kemana?" tanya Silvana yang merasa sangat kecewa mendengar perkataan dari sang Nona muda.


"Kami mau ke Bali, dalam rangka bulan madu." Queen menekankan kata bulan madu agar wanita di depannya itu tidak lagi dekat-dekat dengan suaminya.


Rasanya aku sangat malas berbicara dengan wanita ini. Dia terlihat seperti wanita penggoda yang sedang CLBK saat sedang reuni. Mana acara tidak di mulai juga lagi dari tadi. Sebenarnya acaranya jam berapa sih? Apa aku harus menunggu sampai acara akad nikahnya selesai?


Silvana hanya bisa tersenyum tipis menanggapi kalimat bernada pemberitahuan yang seolah sengaja memberitahukan bulan madu mereka.


"Kalau begitu selamat honeymoon Nona muda dan Abang Aditya. Semoga kalian berdua segera dikaruniai keturunan."

__ADS_1


"Aamiin ya rabbal alamin," ucap Aditya yang langsung menanggapi doa dari wanita yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri tersebut.


"Terima kasih atas doanya dan semoga kamu juga seperti itu. Selamat atas pernikahanmu dan semoga segera dikaruniai momongan." Queen mencoba berbasa-basi pada Silvana dan beralih menatap ke arah pria yang terlihat tengah mengedarkan pandangannya ke sekeliling seolah sedang mencari sesuatu.


"My Hubbiy, kamu sedang mencari apa?"


"Abang Aditya pasti sedang mencari Abang Sugeng ya?" ucap Silvana.


"Iya, di mana dia? Apa dia sedang keluar?" ucap Aditya yang sudah mengarahkan tatapannya ke depan.


"Tadi katanya mau membeli Pampers ke supermarket depan, tapi kok belum balik juga. Mungkin anaknya ngajak mainan di depan supermarket itu, karena ada mainan mobil-mobilan di depannya. Wajarlah, namanya juga anak-anak. Karena acara ijab Qabul pukul 10.00 WIB, jadi masih ada waktu katanya tadi. Tunggu saja sebentar sambil menikmati sajian makanan yang terhidang di meja, nanti pasti sebentar lagi akan kembali."


"Baiklah, aku akan menunggunya!" Aditya beralih menatap ke arah sang istri yang berada di sebelahnya. "Sayang, ayo kita makan dulu!"


Queen hanya menggelengkan kepalanya, karena dirinya merasa sangat malas untuk mengambil makanan bersama beberapa orang yang juga tengah mengantri mengambil makanan.


"Kamu saja, aku kenyang dan tidak berselera."


"Barengan? Maksudmu sepiring berdua? Di tempat umum? Malu-maluin!" ucap Queen yang menampilkan wajah masamnya. Namun, berbeda di dalam hatinya karena lagi-lagi perkataan dari pria tampan itu berhasil membuatnya berbunga-bunga.


Iya aku mau, cepat ambil makanannya sana. Jangan perdulikan perkataanku tadi, karena semua wanita itu selalunya lain di mulut lain di hati. Cepat pergi ... cepat pergi ... sekalian nanti suapi aku biar si Silvana itu melihat kemesraan kita.


Tanpa memperdulikan perkataan dari sang istri yang bersungut-sungut, Aditya sudah berjalan ke arah meja. Di mana dirinya mulai mengambil makanan untuk menghormati sang pemilik rumah. Kemudian ia kembali ke arah wanita yang dari tadi tidak berkedip menatapnya, lalu mendaratkan tubuhnya di kursi.


Aditya mulai menyendok makanan yang diambilnya dan mengarahkannya pada sang istri. "Nah, aku suapi Sayang."


Refleks Queen langsung menolehkan kepalanya dan melihat sendok berisi spaghetti bolognese sudah diarahkan kepadanya.


"Astaga, kamu mau menyuapiku di tempat umum seperti ini? Malu-maluin tahu nggak?"


"Aku sama sekali tidak malu, Sayang. Lagipula yang kita lakukan bukanlah merupakan sesuatu yang memalukan. Kamu makan dulu, setelah ini kita pergi ke Bandara, oke!" Aditya mulai mendekatkan sendok itu ke arah mulut Queen.

__ADS_1


"Baiklah ... baiklah, aku terpaksa menuruti permintaan konyolmu ini!" Queen mulai membuka mulutnya dan mulai mengunyah makanan yang sudah di suapkan oleh pria tampan yang mulai bertahta di hatinya. Selama ia mengunyah makanannya, di dalam hati ia merasa berbunga-bunga.


Ya ampun My Hubbiy, kamu romantis sekali sih. Aku jadi makin cinta kan sama kamu.


Aditya melanjutkan kegiatannya untuk mengarahkan sendok ke dalam mulutnya dan mengunyah spaghetti bolognese itu. Ia memang sengaja tidak mengambil nasi karena mengetahui kalau sang istri tidak terlalu suka nasi.


Dan perbuatan romantis mereka membuat semua orang yang melihatnya merasa iri, bahkan ada beberapa orang yang mengabadikan momen romantis tersebut yang seolah menunjukkan peribahasa dunia milik berdua.


"Sayang, nanti kita di Bali ngapain?" Aditya menatap ke arah Queen yang sedang asyik mengunyah makanannya.


Mendengar pertanyaan dari Aditya, membuat otak Queen seketika traveling kemana-mana. Dan hal itu membuatnya langsung tersedak makanan yang ia kunyah.


"Uhuuk ... uhuuk ...."


"Astaghfirullah, hati-hati Sayang!" Aditya refleks langsung menepuk pelan punggung sang istri dan memberikan air minum mineral yang tadi di ambilnya. "Minum dulu Sayang!"


Queen refleks langsung meraih air mineral kemasan itu dan mereguknya. Tentu saja rasa panas yang dirasakan tenggorokannya mulai berkurang. Lalu, ia menatap tajam ke arah pria Aditya.


"Apa maksud perkataanmu itu? Dasar pria mesum, aku jadi tersedak kan!"


"Siapa yang mesum Sayang?"


"Ya kamu lah, siapa lagi! Kamu pasti berpikir aneh-aneh kan?"


"Aku hanya bertanya kita ngapain aja nanti, maksudku apakah nanti kita di Bali akan pergi jalan-jalan atau hanya duduk diam di hotel. Memangnya apa yang kamu pikirkan?"


Queen terlihat merona begitu mendengar perkataan dari pria yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan intens, karena merasa sangat malu berpikir mesum.


Sebenarnya ini yang bodoh aku atau dia yang sangat cerdas sih? Kenapa dia pintar sekali bersilat lidah. Aku benar-benar mati kutu di hadapan My Hubbiy. Sial ....


TBC ....

__ADS_1


__ADS_2